Kamis, 21 September 2017

Bersantai Sejenak di Santika Hotel Cirebon


Mohon maaf sebelumnya, postingan "Bersantai sejenak di Hotel Santika Cirebon" ini bukan review. Jadi, saya nggak akan bahas fasilitas apa aja yang ada di hotel ini. Isi postingan ini cuma foto-foto narsis keluarga saya yang lagi numpang nginep di Hotel Santika pada tanggal 9 dan 10 September 2017. Kualitas foto pun seadanya karena fotografernya nggak berbakat, hehe. Tapi, meskipun ala kadarnya, semoga bisa bermanfaat bagi yang sedang mencari informasi tempat menginap saat berlibur ke Cirebon.

  Tepat tengah hari kami tiba di Kota Cirebon. Agenda berlanjut dengan menyantap empal gentong untuk makan siang, shalat di Mesjid Agung, lalu jalan-jalan di Keraton Kesultanan Cirebon. Tiba waktunya untuk meluruskan badan dan beristirahat sejenak untuk melepas lelah di Hotel Santika Cirebon. Mau liburan singkat di Cirebon memang harus punya tujuan jelas biar lebih efektif.

Foto di lobby depan
  Saat mengambil kunci di resepsionis, kami disuguhkan 2 gelas welcome drink yang menyegarkan. Kayaknya sih sirup champolay. Saya nggak sempat foto karena keburu habis. Maklum, haus banget haha!

   Kamar yang kami pesan bersebelahan dan tanpa conecting door. Agak repot juga karena kami hobi bolak-balik. 3 boyz menempati kamar nomor 405. Sedangkan saya dan Bapa di kamar 406. Kalau mau mampir ya nelpon atau pencet bel dulu. Sesuai nomornya, kamar kami berada di lantai 4. 

Aa di kamar 406 (di belakang ada Dd lagi lihat keluar jendela)

Dd numpang maen di kamar 405
  Kamar 3 boyz punya 2 single bed dan kamar saya ada 1 double bed. Kenyataannya, dua single bed itu kami satukan jadi double bed supaya tiga anak muat tidur di situ dan biar Dd nggak terguling. Dari jendela terlihat kolam renang. Saat itu akan ada acara pernikahan. Jadi kolam renang ditutup untuk umum. Kami tidak jadi berenang sore ini deh.

Kolam renang
  Usai shalat ashar, tanpa mandi sore, kami langsung pergi jalan-jalan ke Gua Sunyaragi. Ketika tiba kembali di kamar hotel pada malam hari, kami disambut oleh cemilan selamat datang berupa colenak yang ditaruh dalam wadah tanah liat yang cantik. Hmm, colenaknya enak!
Colenak yang enak!
  Oia, sebelumnya kami habis makan malam nasi jamblang di depan Grage Mall. Kembali ke hotel untuk mandi dan beristirahat... ah senangnya! Suasana kamar yang adem membuat rasa gerah setelah panas2an pun sirna. Sayang, keriuhan acara pesta pernikahan di kolam renang cukup mengganggu ketenangan. Untung saja bukan pesta semalam suntuk, setelah pesta usai barulah kami bisa tidur dengan tenang.

  Bangun pagi, belum mandi, langsung turun ke restoran hotel untuk sarapan. Komplit juga aneka pilihan sarapan di Hotel Santika. Untuk western food ada aneka roti dan sereal beserta pelengkapnya. Hidangan nusantara ada bubur ayam, soto ayam, nasi goreng, nasi putih dan lauk ala masakan china. Buah-buahan dan kudapan pencuci mulut juga tersedia. Tinggal pilih deh...

Aa sedang mengambil bubur ayam

Kk pilih makan sereal dulu

Nasi jamblang, aneka lauk nusantara, dan aneka kukusan
  Kk Rasyad tertarik dengan gerobak yang ada di luar restoran. Dia mengambil wedang jahe. Ada sorabi juga dan aneka cemilan kue tradisional. Bapa seperti biasa memesan omelet sebagai lauk sarapan. Hmm, saya suka omelet buatan hotel. Teksturnya lembut! Kapan-kapan saya harus bisa bikin omelet model begini, haha!

Susah bener mau difoto :D
Selesai sarapan, 3 boyz langsung ganti kostum dengan baju renang. Saatnya berenang! Yihaa! Jauh-jauh ke hotel cuman mau numpang berenang doang. Emang gitu sih. Tadinya kami mau staycation aja di hotel yang ada di Bogor. Pikir-pikir, sekalian main rada jauhan, deh.

Siap-siap nyebur!
   Sayang, kami tidak bisa berlama-lama nangkring di hotel karena harus pulang ke Bogor. Kok buru-buru amat? Biar nggak kena macet di jalan tol. Sampai rumah lebih cepat bisa memperpanjang waktu istirahat sebelum kembali beraktivitas pada keesokan harinya. Karena jadwal yang mepet itu, kami membatalkan agenda belanja batik di Trusmi dan menggantinya dengan membiarkan 3 boyz berlama-lama di hotel. 

   Tidak masalah kami gagal belanja batik. Lain kali pasti bisa mampir lagi ke batik Trusmi kalau main ke Cirebon. Yang penting tujuan utama jalan-jalan kali ini sudah tercapai: anak-anak senang. Melihat 3 boyz senang banget bisa nyemplung di kolam renang sudah membuat hati saya dan Bapa bahagia.

Horee... berenang di hotel! 
Alamat Hotel Santika Cirebon ada di peta berikut: 

>>>> Read More >>>>

Rabu, 20 September 2017

Suatu Senja di Gua Sunyaragi


Senja di Gua Sunyaragi adalah kumpulan foto waktu keluarga kami berkunjung ke Cirebon tanggal 19 September 2017 lalu. Tidak banyak yang bisa saya jelaskan di postingan ini karena waktu berkujung yang singkat, takut nggak keuber mau shalat maghrib di mesjid. Plus lagi, tidak pakai jasa tour guide jadi nggak paham cerita dan sejarah tentang Gua Sunyaragi. Selanjutnya ya cukup googling sendiri untuk tahu cerita lengkapnya, hehe.

Suasana sore di Gua Sunyaragi
  Berkunjung ke Kota Cirebon, kurang lengkap rasanya jika belum mengunjungi Gua Sunyaragi. Saya memang sudah lama tidak main ke Cirebon. Pertama kali waktu studi tour bareng teman-teman SMP. Kedua waktu PKL dengan teman-teman kuliah. Kali lainnya cuma numpang lewat doang atau pas lagi ada keperluan keluarga. Tiap ke Cirebon, Gua Sunyaragi pasti jadi tempat tujuan wisata.

Salah satu sudut di Gua Sunyaragi

  Meski sudah beberapa kali ke Gua Sunyaragi, saya kok lupa detil tempat ini kayak gimana. Maklum, ingatan mulai melemah haha. Bayangkan, terakhir main ke Gua Sunyaragi itu bareng temen-teman kuliah waktu saya tinggal selama 2 minggu untuk PKL di Cirebon. Dan... saya lupa lagi Gua Sunyaragi seperti apa! Yang saya ingat cuma satu: panas!

Papan petunjuk

  Waktu studi tour SMP, saya dan teman-teman datang ke Gua Sunyaragi pada siang hari. Kesannya sama: panas! Nah, berdasarkan pengalaman dan nggak mau kepanasan lagi, maka kami sekeluarga putuskan untuk main ke Gua Sunyaragi pada sore hari. Tadinya mau keesokan paginya, tapi kami punya rencana mau berenang di hotel dulu sebelum check out dari hotel.

Oke deh, ini dia foto-foto di Gua Sunyaragi...


Foto di area depan Gua Sunyaragi


Bapa and 3 boyz


Ibu, Kk dan Dd


Ibu and 3  boyz


Dd semangat banget mau naik tangga

  Ketiga anak saya, 3 boyz (Aa Dilshad, Kk Rasyad, dan Dd Irsyad) exited banget begitu tiba di Gua Sunyaragi. Nyali berpetualang mereka pun langsung menyala! Banyak ruangan tersembunyi di Gua Sunyaragi bikin mereka penasaran untuk menjelajah. "Kayak labirin..." kata mereka.   

Kk masuk gua :D
  Saking semangatnya, mereka cepat juga jalan naik turun menjelajah gua! Duh, ini jantung emaknya yang mau copot! Takut jatuh! Maklum, tangga-tangga tanpa pegangan ini lumayan horor juga. Ditambah dinding berbatu. Kudu ekstra hati-hati dalam melangkah!

Cepet banget mereka naik ke atas!
  Jadi, buat ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian yang membawa anak kecil ke Gua Sunyaragi, mohon dampingi putra-putrinya ya. Jaga mereka jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diiinginkan karena kurang hati-hati saat menikmati objek wisata Gua Sunyaragi ini. Namanya anak-anak, pasti demen pecicilan. Saya yang ketinggalan di belakang karena 3 boyz cepet banget ngilangnya jadi sering berteriak untuk mengingatkan mereka agar berhati-hati.

3 boyz senang menjelajah Gua Sunyaragi


Mejeng dulu...

Ceritanya lagi ngumpet



Ibu mandi matahari sore :p


Foto di atas sini, Bu!


Bapa nggak mau ketinggalan bergaya


Hati-hati ya!

Banyak ruangan tersembunyi bikin boyz penasaran

Pose terakhir Kk dan Dd sebelum pulang 

   Merasa kurang nyaman dengan pengunjung yang lumayan ramai, kami memutuskan untuk segera pulang. Matahari pun mulai terbenam dan sebentar lagi waktunya shalat maghrib. Sebelum pulang, kami sempat menyaksikan para penari yang tengah berlatih di panggung pertunjukkan yang ada di area depan Gua Sunyaragi. Sepertinya mereka mempersiapkan diri untuk Festival Keraton Nusantara (tanggal  sampai 22 September 2017). 

  Andai kami punya waktu lebih banyak, ingin kembali lagi ke Gua Sunyaragi. Mendalami sejarahnya dan bisa menyaksikan pertunjukan seni yang menarik. Sampai ketemu lagi!

Panggung pertunjukkan
Baca juga:

>>>> Read More >>>>

Kamis, 14 September 2017

Liburan Singkat di Cirebon? Kunjungi Tempat Menarik Berikut Ini!


Sudah lama keluarga kami merencanakan untuk pergi berlibur ke Cirebon. Rencananya, kami akan berangkat dan pulang dengan menggunakan kereta Cirebon Ekspres. Waktunya singkat saja. Berangkat subuh dari Bogor, naik kereta, tiba di Cirebon sekitar pukul 10, jalan-jalan, makan siang, jalan-jalan lagi, lalu pulang dengan kereta pada sore hari. Cukup singkat dan padat,  bukan?

Beberapa teman saya sudah melakukan kunjungan singkat ke Cirebon. Saya mengikuti itenary mereka, mengunjungi tempat-tempat wisata menarik di Cirebon hanya dalam waktu beberapa jam saja. Bisa? Bisa banget!

Nah, liburan ke Cirebon pada tanggal 9 dan 10 September kemarin adalah liburan yang tertunda. Maklum, lagi riweuh mengurus 2 boyz yang masuk sekolah baru. Rencana pergi dengan kereta dibatalkan. Alasannya mau menghemat ongkos tiket dan alasan kepraktisan untuk pergi menggunakan mobil pribadi.

Berikut rekomendasi itenary liburan singkat di Cirebon dalam waktu satu hari:

1. Keraton Kasepuhan

Selain bisa melihat langsung bangunan Keraton Kasepuhan, di tempat ini kita bisa belajar tentang sejarah Kota Cirebon dan seputar pemerintahan kesultanan Cirebon. Kita bisa memilih untuk dibantu oleh pemandu wisata atau membeli buku panduan yang dijual di tempat ini. Selain melihat bangunan keraton, benda-benda pusaka juga dipamerkan di tempat ini dalam sebuah museum khusus.

Selengkapnya tentang Keratonan Kasepuhan, sila googling sendiri ya. Berikut saya cuma mau numpang pamer sebagian foto-foto kami sekeluarga yang rela panas-panasan demi bisa melihat Keraton Kasepuhan yang bersejarah ini.

Atas: bagian depan keraton. Bawah: menyimak penjelasan tur guide
Di dalam komplek keraton, terdapat museum modern berisi benda-benda pusaka peninggalan jaman Padjajaran hingga era kesultanan Sultan Sepuh I sampai Sultan SEpuh XIV. Selain itu, benda-benda bersejarah lainnya juga dipajang dengan dilengkapi audio visual. Keren ya! Di dalam museum ini ada ruang cendera mata dan cafetaria. Karena dikelola oleh swasta, untuk masuk ke museum ini kita harus membayar tiket sebesar 20 ribu per orang. Demi penghematan, kami memutuskan tidak masuk ke museum ini. Maaf, ya.

Atas: Museum Pusaka Keraton Kasepuhan. Bawah: mushola agung
Selanjutnya, foto-foto seputar kompleks Keraton Kasepuhan lagi...

Di depan bangunan induk keraton

Numpang ngadem dulu...

Pendopo tempat para tamu menunggu untuk bertemu Sultan
Selanjutnya, kami memasuki kompleks Dalem Agung Pakungwati untuk melihat bangunan lama keraton dan sumur yang masih digunakan sampai saat ini. Masuk ke area ini diwajibkan membayar tiket dengan harga 10 ribu per orang.


Dalem Agung Pakungwati
Puas berjalan-jalan dan menikmati kesegaran air sumur di tengah hari yang terik, kami kembali ke gerbang depan untuk pulang. Sebelumnya, foto bareng dulu untuk yang terakhir kalinya. Say keratoon...


Lokasi Keraton Kasepuhan Cirebon dapat dilihat di bawah ini:




2. Mesjid Agung Cirebon (Mesjid Agung Sang Cipta Rasa)

Mesjid Agung jadi tempat peristirahatan sekaligus untuk shalat dhuhur. Tepat tengah hari, kami sampai di mesjid ini dan ikut shalat berjamaah. Matahari yang tepat berada di atas kepala membuat hawa kota Cirebon yang panas jadi semakin gerah. Banyak pengunjung yang santai tidur-tiduran di pelataran mesjid sambil numpang ngadem. Termasuk kami sekeluarga.
Di depan gerbang Mesjid Agung

Lokasi mesjid ini tidak jauh dari Keraton Kasepuhan. Sebetulnya, kami singgah dulu di mesjid sebelum masuk ke keraton karena mendengar suara adzan yang berkumandang. Sekalian menunggu matahari siang bolong agak ramah sedikit sebelum jalan-jalan ke dalam keraton.

Suasana di dalam mesjid
Mesjid yang mempunyai nama Mesjid Agung Sang Cipta Rasa ini didirikan oleh Wali Songo. Pada bagian tengah mesjid, ada ruangan yang memiliki 7 pintu berukuran kecil. Untuk masuk dan beribadah ke dalam, kita harus membungkukkan diri. Filosofinya, siapa pun harus merendahkan diri untuk masuk ke rumah Allah.


Berpose di depan pintu kecil

Selain pintuk kecil, ada sumur yang disebut sebagai air zam-zamnya orang Cirebon. Saya hanya meminta Kk Rasyad untuk berpose di depan sumur tersebut. Kayaknya sih boleh minta air dari sumur ini buat oleh-oleh dan memberi sumbangan seikhlasnya ke dalam kotak di depan sumur.


Air sumur yang telihat menyejukkan

Lokasi Mesjid Agung dapat dilihat pada peta berikut:




3. Empal gentong dan Empal Asem

Lapar melanda ketika mobil kami baru keluar dari jalan tol. Maksud hati ingin makan empal gentong yang katanya paling enak, yaitu empal gentong krucuk. Setelah googling, lokasi RM Empal Gentong Krucuk 1 kok jauh banget, ya. Masih ke tengah kota. Sementara kami sudah kelaparan. Kebetulan pas lewat, terlihat ada tulisan RM Empal Gentong Krucuk 2. Wah, ini cabangnya, ya! Langsung saja melipir untuk segera mengisi perut yang sudah keroncongan.
Laper banget, nih...
Selain empal gentong, ada juga sate sapi dan sate kambing. Tapi, kami keukeuh cuma mau makan empal gentong saja, hehe.


Empal gentong
Empal gentong penampakannya seperti soto daging dengan kuah santan berwarna kuning pekat. Isiannya bisa pilih daging sapi, babat, paru, usus, atau jeroan campur. Bagi yang tidak suka hidangan bersantan, pilih saja empal asem. Isiannya sama dengan empal gentong. Bedanya, empal asem berkuah bening dan tidak menggunakan santan. Sesuai namanya, kuahnya terasa asam dan segar!

Empal asem
Kami membeli 3 porsi empal gentong dan 1 porsi empal asem. Empal asem buat Aa Dilshad yang tidak mau makan empal gentong bersantan. Sedangkan saya cukup semangkok berdua dengan Dd Irsyad. Cukup? Cukup... cukup.

Selamat makan siang!
Saya perhatikan, sambal untuk sajian empal gentong dan empal asem ini menggunakan cabe bubuk. Agak kecewa juga sih, karena bagi saya cabe bubuk itu buat sambal mie instan, hehe. Nggak apa-apa. Biar pakai cabe bubuk. empal gentong tetap enak, kok!


Bubuk cabe sebagai sambal
Tidak sulit menemukan penjual Empal Gentong di Cirebon. Ada banyak! Dijamin nggak bakal bingung, deh. Berikut ini lokasi RM Empal Gentong Krucuk 2 yang kami kunjungi:

 


4. Gua Sunyaragi

Gua Sunyaragi jadi tempat yang wajib dikunjungi! Ikon Kota Cirebon ini memang sudah terkenal sejak dulu. Saya sendiri sudah mendatangi tempat ini sebelumnya sebanyak tiga kali. Dan jujur, saya sudah lupa lagi seperti apa Gua Sunyaragi karena saat itu sudah lamaa sekali.. Ah, dasar pikun! 

Kali keempat ke Gua Sunyaragi bersama keluarga tercinta. Dari pengalaman piknik sebelumnya, nggak enak banget dateng ke tempat ini pas siang hari. Panas banget! Jadi, kami putuskan untuk datang pada sore hari setelah beristirahat sejenak di hotel. Cocok banget! Kami bisa menikmati senja di Gua Sunyaragi dengan santai tanpa kepanasan.


3 boyz di Gua Sunyaragi

Naik-naik ke atas...
Oia, tips buat pengunjung yang membawa anak kecil. Hati-hati dan tetap mengawasi anak saat berjalan-jalan melihat tempat ini. Banyak anak tangga curam dan dinding batu yang lumayan tajam. Ini juga yang bikin saya lumayan sport jantung karena 3 boyz bersemangat banget menjelajah gua. Lokasi Gua Sunyaragi ada di peta berikut:


5. Batik Trusmi

Belanja oleh-oleh khas Cirebon berupa kain dan baju batik kelihatannya menyenangkan. Sayang, Setra Batik Trusmi dicoret dari jadwal kunjungan kami ke Cirebon. Kami lebih suka menghabiskan waktu lebih lama untuk beristirahat di hotel. Lagipula, saya dan suami sedang tidak ingin berbelanja batik. Plus 3 boyz kurang suka diajak berbelanja. Mengikuti kemauan anak-anak yang lagi demen have fun di hotel saja, saya dan suami sudah cukup senang. 
Batik Trusmi (sumber: klikhotel.com)

Katakanlah kami keluarga yang aneh. Mumpung ke Cirebon kok nggak borong oleh-oleh? Yah, begitulah kami, hehehe. Sebenernya, saya senang juga tidak jadi pergi ke Batik Trusmi. Bayangkan jika iya, saya pasti kalap pengen beli segala macam yang berbau batik. Maklum, saya kan pencinta batik. Semoga lain kali bisa mengunjungi Batik Trusmi.

Lokasi Batik Trusmi:




6. Nasi Jamblang

Nasi jamblang jadi incaran kuliner Cirebon selanjutnya! Mau makan nasi jamblang juga nggak nyusahin, kok. Banyak penjual nasi jamblang di sepanjang jalan Kota Cirebon. Setelah googling, kami pilih makan malam di tempat yang dekat dengan hotel. Pilihan jatuh pada Nasi Jamblang Mang Dul di seberang Grage Mall.

Nasi Jamblang Mang Dul
Lokasinya menyulitkan pengunjung untuk parkir di depan rumah makan. Saya lihat, ada lahan parkir khusus yang disediakan namun belum dibuka untuk umum. Kami parkir di dalam Grage Mall, lalu jalan kaki dan menyebrang untuk bisa sampai ke tempat ini.

Suasana di dalam RM Nasi Jambang Mang Dul
Bertepatan dengan jam makan malam, pengunjung memenuhi meja yang disediakan. Masih ada tempat di lantai atas. Tapi kami terlalu lelah (dan malas) untuk naik tangga. Pas kebetulan ada meja yang kosong, langsung saja saya tempati dan kami bergantian mengambil makanan.

Aneka lauk nasi jamblang. Cumi hitam jadi favorit kami!
Melihat banyak lauk yang melimpah ini dijamin bikin liur menetes! Lauk yang jadi favorit kami adalah cumi hitam. Saya ikut mencicipi sedikit. Sambalnya yang khas juga enak! Sudah lama banget saya nggak makan nasi jamblang. Jadi sudah lupa lagi rasanya seperti apa...
Bakso gorengnya lumayan enak juga
Satu porsi nasi jamblang dibungkus dengan daun jati. Porsinya sedikit. Jadi untuk ukuran dewasa jelas kurang, haha. Bapa, saya, dan Aa masing-masing mengambil dua bungkus nasi jamblang. Kk dan Dd cukup satu bungkus saja. Lauk pilihan saya hampir mirip dengan yang ada di piring Aa: nasi, sambal, bakso goreng, jambal, dan pepes. Saya pilih pepes tahu dan Aa pepes apa ya, rajungan kalau nggak salah. 

Add caption
Setelah duduk, ada seorang bapak yang menghitung lauk yang sudah kami ambil lalu menulis harga per porsinya pada secarik kertas. Punya saya kalau nggak salah yang 18 ribu deh. Total makan berlima tidak sampai 120 ribu. Lumayan sepadan menurut saya.

Menikmati nasi jamblang
Lokasi RM Nasi Jamblang Mang Dul:



Selain nasi jamblang dan empal gentong, masih ada kuliner khas Cirebon yang tidak kalah menarik untuk dicoba. Yaitu nasi lengko, tahu gejrot, docang, sate kalong (hanya ada pada malam hari), dan mie koclok. Selengkapnya bisa dibaca di postingan 7 Santapan Khas Cirebon yang Maknyus dan Aman di Kantong.


Festival Keraton Nusantara

Pada bulan September ini, tepatnya dari tanggal 15 September 2017 sampai akan berlangsung Festival Keraton Nusantara dengan Keraton Kasepuhan sebagai tuan rumah. Pasti seru banget, ya! Kami memang sengaja datang ke Cirebon sebelum festival karena mendadak waktunya ya hanya bisa pada tanggal tersebut. 

Rangkaian Acara Lengkap Festival Keraton Nusantara XI 2017:



Jumat, 15 September 2017

  • Taman Goa Sunyaragi Kota Cirebon

13:00 WIB Loading pameran
19:00 WIB Welcome Dinner Raja/Sultan se-Nusantara
19:20 WIB Kesenian
19:30 WIB Sambutan Ketua Panitia
19:40 WIB Sambutan Sultan Sepuh XIV
19:50 WIB Sambutan Sekjen FKIKN
20:00 WIB Sambutan Gubernur Jawa Barat
20:10 WIB Doa
20:20 WIB Makan Malam dan Kesenian
Sabtu, 16 September 2017

  • Alun-alun dan Keraton Kasepuhan Kota Cirebon

8:00 WIB Persiapan Pembukaan Festival Keraton Nusantara
9:00 WIB Sambutan Sultan Sepuh XIV
9:15 WIB Sambutan Gubernur Jawa Barat
9:30 WIB Sambutan dan Pembukaan oleh Presiden RI
9:45 WIB Doa
9:55 WIB Pagelaran Seni Kolosal Pembukaan Festival Keraton Nusantara XI
10:15 WIB Pelepasan Kirab Agung Prajurit keraton se-Nusantara
Rute: Alun-alun Kasepuhan- Jl. Lemahwungkuk - Jl. Pecinan - Jl. Pasuketan - Jl. Bahagia - Jl. SIliwangi - Gedung Negara Cirebon (BKPP Wilayah 3 Jawa Barat)
11:00 WIB Peresmian Grand Launching Museum Pusaka Keraton Kasepuhan oleh Presiden RI
  • Keraton Kanoman
10:00 – 23:00 WIB Pameran Benda Pusaka Keraton se-Nusantara
  • Halaman Goa Sunyaragi
10:00 – 23:00 WIB Pameran Kerajinan Rakyat Dekranasda Jawa Barat
Pagelaran Kesenian Keraton-keraton se-Nusantara
  • Lokasi di Taman Goa Sunyaragi
19:30 WIB Kasunanan Surakarta
20:30 WIB Kesultanan Yogyakarta
21:30 WIB Pura Pakualaman Yogyakarta
22:30 WIB Pura Mangkunegaran
  • Lokasi Keratonan Kacirebonan
19:30 WIB Keraton Skalabrak Lampung
20:30 WIB Keraton Palembang
21:30 WIB Keraton Serdang
22:30 WIB Keraton Banten
Minggu, 17 September 2017
  • Keraton Kanoman
10:00 – 23:00 WIB Pameran Benda Pusaka Keraton se-Nusantara
  • Halaman Goa Sunyaragi
10:00 – 23:00 WIB Pameran Kerajinan Rakyat Dekranasda Jawa Barat
  • Hotel Grage
8:00 – 21:00 WIB Musyawarah Raja/Sultan se-Nusantara
  • Taman Goa Sunyaragi
16:00 WIB Kesultanan Bima
17:00 WIB Puri Ubud Bali
19:30 WIB Kesultanan Deli
20:30 WIB Keraton Sumenep
21:30 WIB Keraton Goa
22:30 WIB Kedatuan Luwu
Pagelaran Kesenian Keraton-keraton se-Nusantara
  • LOKASI KERATON KACIREBONAN
16:00 WIB Kesultanan Landak
17:00 WIB Keraton Menpawah
19:30 WIB Kesultanan Bone
20:30 WIB Maros
21:30 WIB Buton
22:30 WIB Sumedang Larang
Senin, 18 September 2017
  • Keraton Kanoman
10:00 – 23:00 WIB Pameran Benda Pusaka Keraton se-Nusantara
  • Halaman Goa Sunyaragi
10:00 – 23:00 WIB Pameran Kerajinan Rakyat Dekranasda Jawa Barat
  • Hotel Prima
9:00 – 16:00 WIB Seminar dan Dialog Budaya
Pagelaran Kesenian Keraton-keraton se-Nusantara
  • Taman Goa Sunyaragi
16:00 WIB Singaraja
17:00 WIB Puri Denpasar
19:30 WIB Keraton Kutaringin
20:30 WIB Bulungan
21:30 WIB Ternate
22:30 WIB Tidore
  • Keraaton Kacirebonan
16:00 WIB Bacan
17:00 WIB Pelalawan
19:30 WIB Langkat
20:30 WIB Kutai Kartanegara
21:30 WIB Pontianak
22:30 WIB Sambas
Selasa, 19 September 2017

9:00 – 17:00 WIB City Tour
Rute : Museum Keraton Kasepuhan-Museum Keraton Kanoman-Museum Keraton Kacirebonan-Kerajinan

(sumber: pikiranrakyat.com)


Nah, mumpung sedang berlangsung Festival Keraton Nusantara, yuk kita berwisata ke Cirebon! Selamat jalan-jalan! 

>>>> Read More >>>>