Kamis, 29 September 2016

Sate Gate di Empang Bogor





Kuliner di kota Bogor semakin beragam dari waktu ke waktu. Tiap bulan selalu ada tempat makan baru. Banyak inovasi kuliner jenis baru yang diciptakan. Tidak ketinggalan, suasana tempat makan dibuat menjadi menarik dan instagramable sehingga cocok untuk berfoto narsis. Pasti bikin penasaran ingin mencobanya, ya! Tapi, sekali-kali coba kuliner yang berbeda. Tidak harus kekinian. Seperti yang kami sekeluarga lakukan pada hari Minggu kemarin (25/9/2016). Pasukan riweuh diajak mencicipi hidangan khas timur tengah berbahan dasar daging kambing. Nama tempat makannya adalah Sate Gate.

  Sate Gate terletak di daerah Empang, Bogor Selatan. Empang terkenal dengan warganya yang sebagian besar keturunan timur tengah. Tidak heran banyak menu hidangan timur tengah dijajakan di daerah ini. Saya sendiri kerap datang ke Empang untuk membeli keperluan di toko oleh-oleh haji dan buku-buku islami.

  Sate Gate sudah tidak asing lagi di mata kami karena hampir tiap minggu kami melewatinya saat hendak menjenguk Aa Dilshad di pesantren. Kenapa nggak dicoba dari dulu? Yah, namanya kita orang Bogor. Santai aja keles... Toh kita juga nggak bakal pergi jauh. Jika sempat (dan ada duitnya), semua kuliner Bogor pasti kami cicipi, aamiin. 

  Pertama kali ke Sate Gate kira-kira sebulan yang lalu. Waktu itu saya, Bapa, dan Dd Irsyad hendak pergi ke rumah Kakek di Ciapus. Sedangkan Kk Rasyad nggak mau ikut dan tinggal di rumah. Kami shalat dhuhur di mesjid dekat lapangan Empang. Tiba-tiba, Bapa mengajak saya untuk makan siang di Sate Gate, "Cobain yuk!" Aih hayuk aja saya mah *emakmauan*

  Saat itu kami memesan sate gate, gulai kambing, dan nasi kebuli. Ternyata buat makan bertiga dengan satu anak kecil itu udah kebanyakan banget. Akhirnya gulai kambing dibungkus dan dibawa pulang. Rasanya? Enak banget! Karena enak, hari Minggu kemarin kami balik lagi ke Sate Gate dengan membawa pasukan lengkap!


Menyebrang jalan menuju Sate Gate


  Sate Gate terletak di Jalan Alun-alun Empang. Tepatnya di dekat perempatan dan di seberang lapangan Empang. Ruko tempat restoran ini berada sejajar dengan minimarket Alfamart. Tempat parkir yang sempit memang jadi kendala. Jika membawa rombongan dengan dua mobil lebih, sebaiknya parkir di sekitar lapangan Empang. Di depan mesjid juga bisa. Kami selalu memarkir mobil di sekitar lapangan jika hendak membeli sesuatu di pertokoan Empang. Setelah mobil diparkir, kami berjalan kaki menuju Sate Gate. Hati-hati saat menyeberang jalan, ya! Kendaraan yang lewat di tempat ini cukup padat dan sesekali terjadi kemacetan.


Suasana resto dengan latar belakang foto berpigura


  Masuk ke Sate Gate, kami duduk di meja dengan latar belakang foto-foto pemilik resto ran bersama orang ternama yang pernah mampir ke tempat ini. Pak Bondan juga pernah datang dan mencicipi sate gate lho... maknyus!

  Penasaran, kenapa diberi nama Sate Gate? Menurut Bapak Fauzi Thalib, pemilik Sate Gate, 'gate' (dibaca dengan e seperti pada kata sate) dalam bahasa Arab artinya enak dan mantap. Istilah ini cukup terkenal di kalangan warga Empang keturunan Timur Tengah. Sate Gate merupakan menu andalan di restoran ini yang rasanya enak dan mantap. Aih, keren!


Pak Fauzi duduk di meja dekat kasir


  Pesan apa? Berikut pesanan kami plus keterangannya. Termasuk pesanan yang pernah saya cicipi pada kunjungan yang pertama. Mohon maaf, saya lupa mengganti watermark foto. Habis edit foto untuk diposting di blog www.dapurngebut.com, jadi nggak sadar kalau lagi edit foto buat blog Emak Riweuh. Mau diedit ulang tapi foto sudah terlanjur diupload, emak keburu lelah, plus kuota terbatas pula :D


Nasi Kebuli

Nasi kebuli adalah pesanan kami pada kunjungan pertama. Berupa nasi yang dimasak dengan campuran rempah khas timur tengah. Diberi potongan daging kambing goreng yang dagingnya empuuukk banget. Tambahan acar bersaus semakin mengundang selera.

Nasi kebuli harga Rp. 55.000

Nasi Kabsah

Nasi kabsah jadi pilihan kami pada kunjungan kedua. Dilihat dari warnanya, nasi kabsah lebih pucat dibandingkan nasi kebuli. Tapi rasanya sama enak! Diberi pelengkap irisan daun selada dan dua macam sambal. Saya nggak nyobain sambelnya. Soalnya lagi sibuk nyuapin Dd Irsyad dan nyuapin diri sendiri, hihi. 

Nasi kabsah kambing Rp.50.000
Sama seperti nasi kebuli, satu porsi nasi kabsah ini termasuk banyak banget! Porsi makan orang timur tengah ini mah. Sepiring nasi kabsah sukses dibagi buat makan bertiga: Bapa, Aa Dilshad, dan Kk Rasyad. Mereka juga makan nasi putihnya sedikit sebagai teman untuk makan gulai kambing dan sate gate. Harga nasi putih per porsi Rp.5.000 saja. Saya sendiri berbagi nasi putih sepiring berdua dengan Dd Irsyad, plus minta nasi kabsah sedikit, hehe.

Daging kambing goreng yang empuk dan juicy
Tidak ketinggalan, ada daging kambing goreng yang nangkring di atas nasi kabsah. Beneran, daging kambing ini empuk dan juicy. Bahkan bau prengus khas kambing tidak tercium sama sekali! Mau nambah lagi daging kambing gorengnya juga bisa. Per porsi daging kambing goreng isi dua potong besar diberi harga Rp. 50.000.

Sate Gate

Ini dia pemeran utamanya! Sate kambing yang disajikan per porsi sebanyak 10 tusuk ini rasanya tak terduga deh! Sate kambing biasanya yah standar gitu deh. Tapi sate gate ini rasanya lain. Satenya empuk. Rasanya tentu saja enak dan mantap!

Sate gate harga Rp.45.000
Pelengkap sate gate adalah saus kacang atau saus kecap. Kami memilih saus kecap. Tapi kenyataannya, bumbu kecap ini tidak kami habiskan. Sate gate sudah sarat bumbu dan enak dimakan begitu saja tanpa saus. Cocok banget buat anak kecil seperti Dd Irsyad yang biasanya sulit mengunyah daging. 

Saus kecap sebelum dicampur

Gulai Kambing

Pada kunjungan yang kedua ini, kami memesan gulai kambing lagi karena rasanya yang lezat. Harganya Rp.50.000 per porsi. Daging kambing begitu empuk digigit dan bumbunya meresap sempurna. Kuah gulainya apalagi. Kental dan sarat bumbu banget. Beda rasanya dengan gulai kambing yang biasa saya beli di dekat komplek.

Semua menu di Resto Sate Gate menggunakan bumbu rempah yang didatangkan langsung dari Timur Tengah, tepatnya Abu Dhabi. Pantesan terasa bedanya, termasuk berbeda dengan gulai kambing buatan saya sendiri. Kalau pengen sama, berarti saya kudu import bumbu dulu nih.

Gulai kambing pertama
Gulai kambing kedua

Aneka minuman

Pesan minum apa? Pada kunjungan pertama saya memesan es teh tarik (harga Rp. 13.000). Selanjutnya, karena anak-anak ikut semua, kami memesan banyak minuman. Aa Dilshad memesan jus gate yaitu campuran jus jambu dan jus stroberi (harga Rp. 12.000). Kk Rasyad memilih es aloe vera (harga Rp. 7.000). Dan Dd Irsyad minta jus jambu (harga Rp.12.000). Bapa memesan sebotol air mineral saja (harga Rp.3.500).

Aneka minuman yang kami pesan
Saya memesan teh gate. Menurut pelayan restoran, teh gate adalah teh tarik yang diberi tambahan rempah-rempah. Tahu sendiri dong, teh tarik yang merupakan campuran teh dan susu segar saja rasanya sudah enak. Saat mencicipi minuman hangat ini, terasa rempah seperti kapulaga, kayu manis dan cengkeh. Jadi lebih nikmat ya!

Teh gate (Rp.10.000)

Roti cane

Sebagai penutup, saya mencoba roti cane. Halah Mak, masih belum kenyang? Kenyang sih sebenernya. Cuma saya penasaran aja. Tapi saya nyesel. Saya memilih roti cane dengan gulai kambing. Lah, kan gulai kambing sudah ada di meja. Kebiasan makan roti cane pakai gulai, nih. Kenapa saya nggak coba roti cane yang pakai coklat atau keju ya? Etapi nggak apa-apa. Emang beneran paling 'nendang' itu ya makan roti cane pake kuah gulai. Ketika pesanan saya datang, ow ada daging kambing lagi di kuah gulainya! Nambah lagi deh jumlah daging kambing yang saya makan hari ini, hehe. Roti cane kari kambing ini harga per porsinya Rp.25.000.

Roti cane dan gulai kambing
Roti cane terbuat dari tepung terigu. Ada yang menyebutnya sebagai roti maryam. Cara membuatnya dengan melilitkan adonan tepung menjadi bulat pipih sebelum digoreng. Rasa roti cane ini tawar dan sedikit asin karena diberi garam. Jadi cocok untuk dicocol dengan pelengkapnya yang bercitarasa manis maupun asin. Bisa dicocol ke kuah gulai atau diberi taburan manis seperti coklat dan keju. Tinggal pilih sesuai selera. 

Roti cane
  Waduh, kenyang banget nih! Alhamdulillah, semua hidangan di meja makan sukses kami habiskan. Total biaya yang kami bayar Rp. 214.000 untuk semua pesanan. Buat saya dan suami, harga segitu cukup sepadan dengan apa yang sudah kami nikmati. Rasa makanan yang enak, daging kambing yang empuk dan sarat bumbu. 

  Bagi yang tidak suka atau sedang diet daging kambing, Sate Gate juga menyediakan menu daging ayam. Yaitu ayam goreng, sate ayam, dan nasi goreng ayam. Lauk pada nasi kabsah dan nasi kebuli juga bisa diganti dengan daging ayam. Cemilan yang lain juga ada seperti pastel, sambosa, martabak mesir, dan sarikaya. 

  Berikut daftar menu yang sempat saya abadikan. Duh, motretnya miring. Saya riweuh tea di meja makan karena boyz suka berisik. Mengganggu konsentrasi. Jadilah foto apa adanya. Maklum, bukan food blogger profesional, hehe.

Daftar menu

Daftar menu
  Buat teman-teman dari luar kota Bogor, jika ingin mampir ke Sate Gate aksesnya tidak sulit, kok.  Berikut petunjuk angkutan umum menuju lokasi dengan catatan jika masih diberlakukan SSA (Sistem Satu Arah):
  • Dari Stasiun Bogor : naik angkot nomor 02, berputar mengelilingi Kebun Raya Bogor, turun di BTM (Bogor Trade Mall), lalu naik angkot nomor 04. Turun di perempatan lampu merah Empang, jalan kaki tidak sampai 10 meter. 
  • Dari Stasiun Bogor: naik becak ke BTM, lalu naik angkot nomor 04. Turun di perempatan lampu merah Empang, jalan kaki tidak sampai 10 meter. 
  • Dari Terminal Baranangsiang Bogor: naik angkot nomor 03, turun di BTM. Lalu naik angkot nomor 04. Turun di perempatan lampu merah Empang.
  • Kalau jaman sekarang ada pilihan yang lebih praktis: pakai transportasi online :) 

  Oke deh, sampai di sini dulu postingan jalan-jalan bersama pasukan riweuh di kota Bogor. Saya akan update postingan ini jika suatu hari saya kembali lagi ke Sate Gate untuk mencoba menu lainnya.



Sate Gate

Jl. Raya Alun-alun Empang

Bogor Selatan

Telp: (0251) 8382356


>>>> Read More >>>>

Sabtu, 27 Agustus 2016

Menikmati Masakan Khas Sunda Dengan Suasana Pedesaan di Bukit Air Resto


Dalam rangka merayakan hari ulang tahun Dd Irsyad, kami sekeluarga mencoba sebuah tempat makan baru di ujung kota Bogor. Tepatnya di Bukit Air Resto. Hasil browsing menyatakan tempat ini menyajikan masakan khas sunda. Suasana restoran bernuansa pedesaan dengan pemandangan perbukitan di kawasan Ciomas, latar belakang Gunung Salak di kejauhan dan hamparan sawah yang menyejukkan mata. Nah, jadi penasaran kan?

  Setelah menjemput Aa Dilshad di pesantren, kami langsung mengarahkan mobil ke Ciomas. Tidak asing dengan jalan ini karena kami pernah melewatinya untuk menuju ke rumah Kakek di Ciapus. Nggak sadar kalau ternyata ada tempat makan ini. 

   Kami datang pada hari Minggu sekitar pukul 10.30 WIB. Sengaja biar tidak ramai pas jam makan siang. Mobil diparkir di halaman rumput yang luas. Masuk area restoran, ada pelayan langsung datang menyambut kedatangan kami. Hmm, rupanya untuk makan di tempat ini dan mendapat posisi saung yang enak harus booking dulu. Berhubung kami tidak booking sebelumnya, kami menempati saung yang available di depan area restoran, yaitu saung hiji. 

Saung hiji. Maaf fotonya gelap :(
  Sambil menunggu pesanan, saya dan Bapa berjalan-jalan sebentar melihat suasana restoran. Sementara 3 boyz asyik bermain game Boboboi di smartphone. Aa Dilshad ikut bermain sambil mengawasi kedua adiknya di saung.

Jalan masuk ke restoran
  Ternyata, ada banyak saung si Bukit Air Resto. Ada saung panjang untuk menampung pengunjung yang datang bersama rombongan. Saung lainnya tersebar di penjuru restotan. Tinggal pilih mau duduk di saung sebelah mana. Bisa pilih saung yang ada di tengah sawah, di tengah taman, atau di atas kolam ikan.

Saung panjang dan saung aki nini
Saung di Bukit Air Resto
Saung yang dikelingi kolam ikan
Saung di tengah sawah
   Jalan-jalan lagi, saya melihat ada jembatan yang meghubungkan area belakang restoran ke mushola di bagian depan. Jangan takut nyasar ya, ada banyak papan petunjuk di tempat ini. Toilet juga disediakan dengan sebutan 'wese'. Iya, di tempat ini banyak sebutan yang lucu-lucu. Termasuk dengan nama makanan di buku menu. 


Papan petunjuk di restoran
Wese alias toilet
Jembatan
   Di ujung jembatan, ada tembok besar yang ditempel cuplikan kata-kata lucu. Cuma orang sunda atau orang yang mengerti bahasa sunda yang bisa tertawa atau senyum-senyum sendiri membaca tulisan di dinding itu.

Ngerti artinya nggak? :D
Hihihi... 
   Sudah ah, balik ke saung dulu. Siapa tahu makanan sudah diantar. Benar saja, pesanan kami sudah tersedia. Wah, lumayan cepat juga ya. Nggak sampai setengah jam menunggu. Saat saya dan Bapa datang, terlihat 3boyz sudah gelisah ingin menyusul kami memberitahu makanan sudah ada. Untung saya keburu balik...

Fotografer ikut nampang :D
Piring dan poci teh jadul dari kaleng
  Yuk, makan dulu. Alat makannya disediakan piring kaleng. Poci tehnya juga daria kaleng. Pakai piring jadul dari kaleng ini yang mengingatkan saya pada almarhum nenek buyut di lembur. Pesanan kami kali ini cukup beragam. Untuk hidangan pembuka, kami memesan tutut kari monyong (harga Rp.13.700 per porsi). Rasanya enak. Tidak terlalu pedas sehingga Dd Irsyad bisa ikut menikmatinya tanpa harus 'dinyup-nyup' dulu oleh Ibu. 


Makan tutut kari monyong
   Selanjutnya, kami makan nasi beserta lauknya. Bapa pesan sangu tutug oncom (harga Rp.13.750 per porsi). Sayang, ada yang salah pada setingan kamera smartphone saya. Beberapa foto makanan dan foto suasana di resto pun tidak bisa disimpan. Jadi, yah foto sangu tutug yang belum dibuka ini yang sempat tersimpan di memori smartphone.

Sangu tutug oncom
  Menu lain untuk dinikmati beramai-ramai adalah gurame hiber ukuran sedang (harga Rp.85.800), patin kejepit awi (harga Rp. 81.950), karedok (harga Rp.15.960 per porsi), angeun haseum (Rp.13.750 per porsi), tempe butut (Rp.7150 per porsi), dan tahu butut (Rp.7150 per porsi). Tidak ketinggalan, sangu bodas alias nasi putih untuk empat orang yang dihidangkan dalam boboko seharga Rp.6.140 per porsi.

Sangu bodas
Gurame hiber alias gurame goreng
Patin kejepit awi (patin terjepit bambu)
Karedok
Tahu butut dan tempe butut (tahu dan tempe goreng)

Angeun haseum (sayur asem)

  Oia hampir lupa, ada sambal lalapnya juga. Khusus untuk gurame hiber, disediakan sambal kecap dengan irisan cabai rawit (tidak nampak dalam foto). 

Sambal lalap yang segar
   Minumannya apa? Selain teh tawar yang diberikan secara gratis, kami memesan aneka minuman dengan nama-nama yang unik. Saya memesan es kalapa tingting batok (harga Rp. 14.500). Aa Dilsad memesan es obladi oblada (harga Rp.17.500) yang rasanya seperti soda. Kk Rasyad memesan es beleketeplek (harga Rp.17.500), yaitu es sirup dengan camputan biji selasih. Terakhir, Dd Irsyad memesan es balakaciprut (harga Rp.15.500) yaitu semacam es buah. Sayang, es ini tidak sempat dihabiskan oleh Dd karena 'kedupak' hingga isinya tumpah semua... hadeuh...

Es kalapa tingting batok, es obladi oblada, dan es beleketeplek
   Selesai makan, saya mengajak 3 boyz bermain di area restoran. Wah, mereka seneng banget banyak tempat yang menarik untuk anak-anak. Bisa ngala (ngambil)  tutut di sawah, lihat angsa, main di taman bermain, nangkep kecebong, dan mencoba permainan tradisional yaitu egrang dan bakiak.

Malah anteng lihat angsa di bawah jembatan
Menyusuri sawah dan ngambil tutut
Mejeng dulu ah...
   Cuaca terik tidak menghambat keceriaan ketiga bocah ini. Oke, si sulung memang sudah jelang abege, tapi dia masih suka bermain-main, hehe. Sebagai anak paling tua, Aa Dilshad ngemong dan mengasuh kedua adiknya dengan baik selama bermain. Jadi, saya tinggal 'ngintilin' dari belakang saja sambil mengawasi mereka.

Dd Irsyad di taman bermain
Main egrang. Susah ya!
Nangkep kecebong
Main bakiak dan main air

   Tepat setelah berpose berdiri di batu di tengah sungai, Dd Irsyad jatuh terpelesat. Ya sudah, kita akhiri bermain air dan pulang. Celana Dd yang penuh lumpur pun dikucek oleh Bapa. Tidak membawa baju ganti, Dd memakai celananya yang basah sebelah. Hmm... berarti kalau mau ke Bukit Air Resto dan mengajak anak-anak, jangan lupa bawa baju ganti yaa... Dijamin mereka pasti nggak tahan pengen main air bahkan nyebur ke sawah! 

  Oia, kalau tidak salah di tempat ini ada paket wisata menanam padi dan bisa menginap juga di cottage dari bambu. Tapi saya tidak tahu ada di sebelah mana cottage tersebut (belum sempat nyari). Mau ajak rombongan kantor atau keluarga besar halal bihalal atau kegiatan lainnya juga bisa. Ada aula yang cukup besar untuk menampung pengunjung dalam jumlah banyak. Jangan lupa, booking dulu ya. Pada akhir pekan tempat ini ramai lho!

   Jalan menuju Bukit Air Resto memang cukup jauh dan berliku. Berikut rutenya:
  • Dari Jakarta, masuk ke jalan tol Jagorawi. Keluar ke pintu tol Bogor.
  • Belok kanan di pertigaan depan terminal bus. Dari tugu Kujang langsung belok kiri. Masuk ke Jalan Juanda. Ceritanya mau berkeliling separuh Kebun Raya Bogor dulu nih.
  • Ada pertigaan Mall BTM, ambil ke kanan.
  • Bertemu pertigaan, belok kiri ke Jalan Kapten Muslihat. 
  • Lewatin stasiun Bogor, jalan terus sampai Jembatan Merah hingga pertigaan Gunung Batu. 
  • Bertemu pertigaan Gunung Batu, belok kiri. Lurus terus sampai bertemu pertigaan dan lansung belok ke kanan, ke jalan raya Ciomas. 
  • Ikuti terus jalan sampai jauh (beneran jauh) hingga bertemu Perumahan Ciomas Permai. 
  • Dari Perumahan Ciomas Permai masih terus naik ke atas ke arah Desa Sukaharja. 
  • Ikuti petunjuk menuju lokasi Bukit Air Resto yang banyak terdapat di pinggir jalan hingga sampai ke lokasi.
Atau bisa juga:
  • Dari Jakarta, masuk ke jalan tol Jagorawi. Keluar ke pintu tol Bogor.
  • Belok kanan di pertigaan depan terminal bus. Dari tugu Kujang langsung belok kiri. Masuk ke Jalan Juanda. 
  • Lurus terus saat bertemu pertigaan Mall BTM.
  • Ikuti jalan sampai pertigaan Empang, belok kanan.
  • Ikuti jalan yang sampai pertigaan Pancasan, belok kanan.
  • Masuk ke Jalan Aria Suryalaga. Ikuti jalan sampai bertemu pertigaan.
  • Di pertigaan, lurus terus ke jalan raya Ciomas. 
  • Ikuti terus jalan sampai jauh (beneran jauh) hingga bertemu Perumahan Ciomas Permai. 
  • Dari Perumahan Ciomas Permai masih terus naik ke atas ke arah Desa Sukaharja. 
  • Ikuti petunjuk menuju lokasi Bukit Air Resto yang banyak terdapat di pinggir jalan hingga sampai ke lokasi.
 Oke deh, sampai di sini dulu cerita jalan-jalan pasukan riweuh di kota Bogor tercinta. Total biaya yang kami habiskan untuk makan berlima adalah Rp.379.324 termasuk pajak 10%. Lumayan sepadan lah...

Sampai ketemu di postingan jalan-jalan berikutnya ^_^

Nangkring di saung hiji dengan pemandangan ke sawah

Bukit Air Resto
Jl. Babakan Encle Desa. Sukaharja
Kecamatan Ciomas
Kabupaten Bogor
Jawa Barat
Telp: 0251-7521-777 / 0822-2600-0439
www.restobukitair.com

>>>> Read More >>>>