Selasa, 22 November 2016

Ibu Mulai Bekerja di Rumah



"Toko obatnya tutup? Pindahan ke mana?"

Saya tersenyum dulu sebelum menjawab pertanyaan senada dari tetangga, para pelanggan, dan salesman yang biasa mampir ke toko. Berat rasanya membicarakan ini. Ada yang tidak mengerti dan meminta penjelasan lebih. Ya saya ceritakan saja selengkapnya. Setelah paham, mereka menyayangkan kenapa saya harus menutup toko obat dan kata-kata menghibur pun diucapkan. Terima kasih sudah membuat galau saya berkurang, ya. 

   Toko obat Trisad akhirnya harus tutup pada bulan ini, November 2016. Masa kontrakan akan berakhir dan saya memutuskan tidak akan memperpanjang lagi. Karyawan toko, Mbak Titin, sudah saya berhentikan dan diberi pesangon. Awal bulan sampai sekitar sepuluh hari pertama di bulan November, saya masih membuka toko pada pagi sampai siang hari untuk menghabiskan stok dagangan. 

   Keterbatasan waktu membuat saya tidak bisa menjaga toko full day. Saya harus pulang meninggalkan toko bersamaan dengan si bungsu Dd Irsyad yang pulang dari sekolah. Biasanya, saya aplusan jaga dengan Mbak Titin. Karena Mbak Titin sudah berhenti, toko tidak bisa buka sampai malam seperti biasa. 

   Merasa membuang waktu dan tenaga dan nggak enak pada pelanggan yang datang lalu kecewa karena obat yang dicari tidak ada, maka toko obat segera saya tutup. Segera saya jadwalkan untuk pindahan toko. Seluruh barang dagangan bisa diangkut dengan mobil Bapa. Tapi etalase segede gajah? Harus pakai mobil bak terbuka untuk mengangkutnya. Saya pun mulai mencari mobil pindahan untuk mengangkut etalase. 

Kk Rasyad dan Dd Irsyad bantu pindahan
    Kebayang dong, riweuhnya pindahan toko. Karena saya sudah terrbiasa pindahan, jadi santai saja. Apalagi ini juga bukan pindahan toko yang pertama. Saya sudah pindah toko empat kali. Ada yang sempat pindahan ke rumah lalu angkut lagi semua barang ke toko. Lha, jadi lima kali dong :D

Menurunkan etalase besar ke rumah

  Alhamdulillah, pindahan berjalan lancar. Semua etalase mendarat dengan selamat sampai di rumah. Dan saat tulisan ini dibuat, etalase saya tinggal satu yaitu yang paling kecil. Satu etalase besar dan dua etalase panjang sudah dibeli orang lain. Ada yang dipakai untuk memajang dagangan warung, untuk tempat dagangan baju seragam, dan satu lagi untuk jualan sagala endah. Semoga berkah ya.

Perubahan Jadwal

Sejak toko tutup, praktis saya tidak bekerja di luar rumah. Saya pernah menulis di postingan Ibu (akhirnya) Bekerja, tentang betapa senangnya saya bisa kerja di luar rumah saat itu. Nah sekarang, perasaan kok jadi melow. Nggak bisa pergi kerja ke luar rumah lagi. Kayak yang habis resign dan kaget dengan status sebagai pengangguran...

  Pengangguran? Nggak juga. Saya mah teuteup jadi emak riweuh seperti bisa. Cuma nggak terlalu riweuh lagi karena nggak pergi ke luar rumah untuk jaga toko. Berikut jadwal harian saya setiap hari ketika masih buka toko:
  1. Bangun subuh. Mengurus suami dan boyz yang mau berangkat ke kantor n sekolah.
  2. Ngebut ke tukang sayur pakai sepeda. Berangkat mandiin, nyuapin, dan anter Dd Irsyad sekolah, terus jaga toko. Harus belanja sayur karena ada Eyang di rumah yang jadwal makannya harus tersedia pukul 10 tepat. Siapa yang masak? Ada Mak Onih, ART pulang hari yang bantu di rumah.
  3. Sambil jaga toko, saya nulis blog. Jika sedang pergi belanja obat ke pasar, ya nggak nulis.
  4. Pulang ke rumah sambil jemput Dd Irsyad ke sekolah. Aplusan dengan Mbak Titin yang jaga toko sampai malam. 
  5. Makan siang di rumah dengan menu yang dimasak oleh Mak Onih. 
  6. Mengurus boyz yang mau mengaji dan les selepas ashar. 
  7. Masak tambahan lauk atau sayur untuk makan malam.
  8. Mengantar pesanan obat ke tetangga.
  9. Jika tidak memasak dan tidak ada pesanan obat, saya ngeblog lagi. 
  10. Selepas maghrib adalah waktu untuk keluarga. No TV, no gadjet, dan laptop istirahat sampai pagi.
  11. Jika kondisi badan sedang fit dan nggak ngantuk, saya lanjut ngerjain tulisan blog. Ini terjadi kalau ada lomba atau dikejar DL. Atau menjahit craft jika ada pesanan. 
  Nah, yang nomor terakhir itu jarang banget terjadi. Karena saya jarang ikut lomba blog atau dikejar DL sponsored post (selalu mengerjakan tepat waktu biar nggak stress, makanya ada blogpost agenda untuk mengingatkan). Juga saya vakum menjahit karena online shop Inas Craft sedang beristirahat. 

Pekerjaan Baru

Setelah toko tiada (hik hik), saya jadi punya banyak waktu luang. Apakah saya masih pantas disebut ibu bekerja ya? Kerjaannya apa? Ya tetap jualan obat di rumah meski dengan stok yang tidak sebanyak di toko. Kerjaan lain: blogger dan crafter. Jadi blogger itu kerjaan juga kan? Hehehe. Insha Allah, saya bakal balik jadi crafter lagi. Iya, usaha aksesoris berlabel Inas Craft yang lama pingsan akan saya hidupkan kembali. Jadi, menghasilkan uang dari rumah bisa dibilang kerja kan kan kan....  (keukeuh pisan pengen dibilang ibu bekerja, haha).

Toko obat saat grand opening di lokasi ketiga.

Good bye, toko obat Trisad...

   Buat yang penasaran kenapa toko obat Trisad bisa tutup boleh baca di postingan 5 Faktor Penyebab Toko Obat Trisad Harus Tutup. Oia, saya punya satu rahasia. Uang modal yang bisa dipakai untuk membayar kontrakan dialihkan untuk membuka usaha yang lain. Apa itu? Ssst... jangan bilang-bilang, ya. Saya belum bisa cerita sekarang karena belum kelihatan hasilnya. Mohon doanya supaya usaha baru yang dirintis Bapa, suami saya tercinta ini, bisa berjalan dengan lancar, aamiin.
>>>> Read More >>>>

Selasa, 08 November 2016

Kenali Perbedaan Karakter Anak dan Cara Menghadapinya


Halo, parents! Ada berapa anak di rumah anda? Satu, dua, tiga... sepuluh? Buat yang masih punya satu anak, kagum nggak sih dengan perilaku sang buah hati tercinta? Setelah lahir saudaranya yang lain, rasanya kita tambah takjub dengan perilaku lain dan menambah semarak suasana di rumah. Betul tidak? 

 Saya punya tiga anak laki-laki yang kerap saya sapa dengan 3 boyz. Mereka adalah adalah Aa Dilshad, Kk Rasyad, dan Dd Irsyad. Semuanya alhamdulillah tumbuh sehat dan ceria seperti anak-anak pada umumnya. Mereka punya karakter yang berbeda satu sama lain. Kadang saya dan Bapa suka geleng-geleng kepala sendiri melihat ulah mereka, lalu berpikir... dapat sifat seperti itu dari siapa ya? Hahaha.


My 3 boyz saat menunggu antrian kasir di mall

  Gimana, sudah kebayang kan? Seru pastinya! Perbedaan karakter itu tidak menghalangi kami berdua untuk berbagi perhatian untuk mereka. Setiap anak itu unik dengan caranya masing-masing. Cara menghadapi mereka juga harus dengan pendekatan yang berbeda. 

  Lucunya, saya bisa menebak kepribadian mereka sejak masih bayi. Ada yang anteng, ada yang meledak-ledak, dan ada yang suka usil. Benar saja, sifat itu terbawa hingga mereka besar sekarang.  

  Yuk, kenalan dengan 3 boyz dan kepribadiannya yang dominan serta cara menghadapinya:
Aa Dilshad (paling susah difoto)

1. Aa Dilshad

Saat ini Aa duduk di kelas 9 alias kelas 3 SMP. Aa sebentar lagi berulang tahun yang ke 14 pada bulan Desember. Waktu masih bayi, Aa begitu kalem. Bahkan sempat mengalami kesulitan berbicara pada usia batita. Setelah saya masukkan ke playgrup, kemampuan berbicaranya langsung berkembang pesat. 

Setelah besar, Aa memang kelihatan seperti anak yang pendiam. Padalahal sebenarnya, Aa itu orangnya rame. Terutama jika sedang bercerita. Siapa saja bisa terpukau mendengarnya. Aa cocok nih kalau nanti jadi guru atau dosen. Eh mau jadi apa terserah Aa saja, pasti kami berdua dukung.

Kepada Aa, sebagai anak sulung dia lebih dewasa dibandingkan kedua adiknya. Aa bisa membimbing dan menasehati mereka supaya jangan nakal. Tutur katanya yang berstruktur seolah diatur sungguh enak didengar. Saya tidak perlu berbicara panjang lebar, dia sudah mengerti yang saya maksud dan mematuhinya.

Menurut pengamatan saya, Aa itu punya perasaan yang halus. Dulu, hal-hal kecil mudah membuatnya terbawa perasaan. Aa suka membaca buku dan pernah aktif menulis di blog. Menginjak usia ABG, Aa menyukai cerita fiksi dan banyak melahap novel serta memperhatikan para penulis cerpen kenamaan. Demi hobinya ini, saya membelikan buku apa saja yang dia inginkan. Selama buku itu bagus dan cocok untuk dibaca anak seusianya.

Kk Rasyad

2. Kk Rasyad

Anak tengah kami ini sudah berusia 9 tahun dan duduk di kelas 4 SD. Waktu hamil, saya bawaannya marah-marah. Kayaknya jadi terebawa dan Kk jadi bayi yang emosional, hehe. Saat Kk marah, kadang, saya ikut jadi sebal. Tapi, heup, langsung sadar. Untuk menghadapi Kk saya harus tenang dan tegas. 

Kk juga spontan dan seperti kelebihan energi. Di sekolah, saya membuktikan sendiri perkataan gurunya bahwa Kk sangat suka bermain kejar-kejaran. Bahkan saking serunya berlari, Kk pernah sampai robek bibirnya. Celana seragam yang robek pada bagian kaki pun sudah tidak aneh lagi. Untuk menyalurkan hobinya, Kk saya daftarkan les renang dan saya biakan bermain bola bersama anak-anak tetangga pada sore hari. Tidak lupa saya belikan peralatan olahraga sebagai pendukung.

Meski emosional, Kk adalah sosok yang perhatian. Dia bisa menjaga adiknya jika saya sedang tidak enak badan. Dia juga yang paling peka sekaligus kepo jika ada sesuatu yang tidak beres. Rasa penasaran akan membuatnya untuk mengusut secara tuntas. Investigator yang handal.

Kk juga sosok pemimpin yang bertanggungjawab. Saat menjadi ketua regu kemping pramuka di sekolah, jumlah hadiah tempat pensil untuk kelompoknya kurang satu buah. Lalu Kk mengalah tidak dapat tempat pensil dan membagikannya pada seluruh anggota kelompok. dan berenang. Ketika guru di sekolahnya tahu, Kk diberi tempat pensil yang menjadi haknya. Tempat pensil itu kebetulan lebih bagus dari yang dibagikan kepada teman-teman kelompoknya. Rejekimu ya, Nak.

Dd Irsyad

3. Dd Irsyad

Si bungsu ini sekarang berumur 6 tahun dan mau masuk SD. Kesan pertama bertemu, Dd pendiam dan tidak banyak bicara. Tapi kalau sudah kenal dekat, hati-hati ya! Dd itu anaknya jahil! Bahkan sudah kelihatan jahil sejak bayi dengan mengusili kedua kakaknya, haha. Untuk menghadapi Dd, saya akan bilang baik-baik jika kejahilannya sudah merugikan orang lain. Jika ada yang menangis atau marah karena ulahnya, saya akan menyuruh Dd untuk meminta maaf pada anak tersebut (termasuk pada kakaknya yang sering jadi sasaran kejahilan Dd).

Saat ini, saya belum tahu apa bakat Dd yang menonjol. Yang pasti, dalam usianya ini Dd masih suka membuat kapal pecah dan aneka kreativitas untuk menuntaskan rasa ingin tahunya. Untuk Dd, saya memfasilitasi aneka mainan kreatif untuk mengasah perkembangan otak dan motoriknya. Setelah bermain, tidak lupa saya mengingatkan Dd untuk membereskan lagi mainannya.

Khas anak bungsu, Dd memang lebih manja kepada saya dibandingkan kedua kakaknya. Berangkat dan pulang sekolah masih minta ditemani. Masih suka dipeluk, digendong, dan diuyel-uyel. Tentu saja saya tidak melewatkan kesempatan untuk lebih banyak kontak fisik dengan Dd. Kapan lagi momen ini bisa terulang? Sudah besar sedikit, pasti dia malu dipeluk cium oleh ibunya.


Ooow! They're so cute!

  Nah, itu baru contoh perbedaan karakter tiga anak yang saya miliki. Bagaimana dengan anak-anak anda? Seperti apa karakter mereka sudah bisa kelihatan bukan? Menghadapi mereka sesuai dengan karakternya bisa menjalin kedekatan emosional, lho. Anak-anak merasa kita sebagai orang tuanya bisa memahami mereka. Jadi, tidak perlu perang urat syaraf yang panjang saat memecahkan masalah bersama.


  Berikan anak apa yang mereka butuhkan dan sesuai dengan karakter mereka. Misalnya, ketiga anak saya punya selera yang berbeda dalam hal berpakaian. Hal ini juga dipengaruhi oleh usia. Aa suka baju dengan kata-kata yang menarik. Kk suka baju berwarna terang. Dd suka baju bergambar tokoh kartun kesayangannya. Mereka sudah memilih sendiri baju yang disukai. Ya, mereka sudah punya keputusan sendiri.

  Membeli keperluan untuk tiga anak sekaligus kan lumayan mengeluarkan banyak biaya. Jika ada salah satu anak perlu ganti sepatu, biasanya kami akan menggilir agar anak yang lain juga bisa beli sepatu pada bulan berikutnya. Sekarang beli keperluan Aa, bulan depan untuk Kk atau Dd.

  Demi anak, apa sih yang nggak bakal kita, orangtuanya, lakukan? Betul tidak? Perbedaan karakter juga mempengaruhi selera anak-anak terhadap benda favoritnya. Misalnya buat Aa Dilshad, dia suka buku novel bergenre fantasi. Kk Rasyad suka bola sepak atau kacamata renang yang menempel pas di mata. Sedangkan Dd Irsyad masih suka dengan aneka mainan mobil-mobilan, lego, atau puzzle.

   Pernah suatu ketika, anak yang satu minta dibelikan satu barang. Eh, yang lainnya juga kepingin. Nah lho, bisa bangkrut nih kalau harganya lumayan. Tapi lain ceritanya jika kebetulan ada promo diskon yang ditawarkan. Wah, kesempatan langka ini tidak akan saya sia-siakan. Belanja kebutuhan untuk tiga anak bisa terpenuhi sekaligus. Aneka barang dengan penawaran harga yang murah bisa diborong, nih! Tinggal pilih barang apa yang kebetulan sedang dibutuhkan anak-anak. Asyik kan!

Ini lho... Ibu sama Bapanya :)
   Nah parents, bagaimana dengan putra-putri tercinta di rumah? Sudahkah anda mengenali perbedaan karakter mereka dan bagaimana cara menghadapinya? Share yuk di kolom komentar ^_^


>>>> Read More >>>>

Rabu, 02 November 2016

Waspada Penipuan Via Telepon



Penipuan via telepon sudah sering terjadi. Sudah banyak penipu yang tiba-tiba memberi tahu kabar buruk tentang musibah yang menimpa salah satu anggota keluarga. Buntutnya, mereka minta ditransfer sejumlah uang untuk membantu agar saudara atau kerabat yang tertimpa musibah bisa segera ditolong.  Ada juga telepon dengan menyamar menjadi teman yang sudah lama tidak bertemu. Wah, pokoknya apa saja bisa jadi cerita. Yang penting, korban percaya dan akhirnya kena tipu.

   Kisah tentang penipuan juga sudah sering saya dengar dari teman, tetangga, dan saudara. Jadi, ketika kejadian yang sama terjadi, saya sudah waspada dan yakin bahwa itu adalah penipuan. Lucunya, saya menerima telepon penipuan setelah saya pindah ke Bogor. Waktu masih di rantau nggak ada tuh yang namanya nerima telepon dari penipu. Kenapa ya? Jaman semakin berkembang, Mak. Cari makan juga kudu kreatip... hadeuh... 

Telepon Penipu Pertama

Tengah malam, saya dikagetkan oleh suara telepon rumah yang tiba-tiba berdering. Kaget pake banget! Saya agak trauma dengan bunyi telepon pada jam yang tidak lazim. Ingat telepon berdering jelang subuh mengabarkan berita meninggalnya mamah mertua. Ini... siapa yang nelpon tengah malam?

Telepon saya angkat. "Halo..." saya menjawab dengan suara yang masih mangantuk. Diam. Tidak ada suara. Saya ikutan diam. Tidak lama, terdengar suara isak tangis seorang laki-laki muda, "Mah..." Saya masih diam.

Hening sejenak. Kecuali suara isak tangis. Lalu dia kembali bersuara," Bu..."

Halah. Telepon langsung saya tutup. Maaf ya, saya di rumah dipanggil 'Ibu. Coba yah, itu penipu konsisten dari awal mau manggil Mah apa Bu. Wew... 

Telepon Penipu Kedua

Suatu pagi, saya dikejutkan oleh Eyang yang tergopoh-gopoh datang ke rumah saya dengan panik. Ditelinganya masih menempel HP dan kelihatannya ada orang yang sedang berbicara. 

"Na! Cepetan! Ini ada telpon! Dadang ditangkep polisi di bandara! Dituduh bawa narkoba!" seru Eyang sambil setengah menangis.

Whatt?! Perasaan baru beberapa menit yang lalu saya menelpon suami. Memang kebetulan suami lagi ke luar kota dan akan ke bandara untuk naik pesawat nanti siang. Kok bisa tahu-tahu sudah ada di bandara? Ketangkep polisi pula! 

Eyang menyodorkan hp. Minta saya untuk berbicara dengan sang 'polisi'. Saya segera memberi kode untuk meminta Eyang terus bicara. Langsung saya telepon suami. Eng ing eng... orangnya ada, kok. Lagi leyeh-leyeh di kamar hotel. 

Saya kembali ke Eyang. Rupanya telepon sudah ditutup. Saya bilang saja  itu penipuan. Dan ketika penipu itu menelpon lagi, saya minta Eyang untuk mematikan HP-nya. Sekian.

Kenapa nggak dikerjain aja? Saya lagi males. 

Telepon Penipu Ketiga

Suatu pagi pada tanggal 14 Oktober 2016, saya sedang sarapan bareng Mama Ari, teman sesama ortu murid. Kami makan lontong sayur di dekat komplek Gaperi. Mama Ari lagi nggak mood makan. Katanya cuma mau makan pakai lontong sayur medan. Ya sudah, saya temani sekalian saya juga belum sarapan.

Sarapan lontong sayur medan

Ketika sedang makan, hp saya berbunyi. Eyang menelpon dari rumah, "Kamu dimana?" Ada kepanikan di suaranya. Eyang lalu bilang, barusan ada telepon masuk. Telepon ke rumah. Emak Onih (ART pulang hari) yang mengangkatnya. Dikabarkan kalau Dd Irsyad jatuh di sekolah dan sedang kritis. Saat ini dibawa ke rumah sakit olah gurunya. 

"Siapa nama gurunya?" tanya saya. Eyang bilang nggak tahu dan nanti mau ditanyain kalau mereka menelpon lagi. Telepon ditutup. Jantung saya seolah copot sejenak. Namun segera saya pasang lagi, alias menenangkan diri. Saya yakin, ini penipuan.

"Kita ke sekolah sekarang," kata Mama Ari. Dia langsung mengantar saya ke sekolah. Saya lihat sendiri, di dalam kelas ada Dd Irsyad sedang asyik belajar menulis. Segera saya ceritakan apa yang terjadi pada Ibu Guru. 

Tentu saja saya yakin itu adalah penipuan karena hubungan saya yang dekat dengan para guru di sekolah anak-anak. Ada kejadian kecil seperti anak terjatuh saja mereka pasti langsung menelpon saya. Lha, ini katanya kecelakaan sampai kritis kok saya nggak ditelpon langsung?!

Telepon berbunyi lagi. "Na, cepetan! Anaknya udah kritis katanya! Tadi yang bawa ke rumah sakit gurunya namanya Bu Rina. Gimana ini..." Eyang nyerocos sambil panik dan menahan tangis. Saya pun harus menenangkannya untuk menjelaskan bahwa ini penipuan. Lagipula, di sekolah nggak ada tuh yang namanya Bu Rina.

Setelah sadar ditelpon penipu, Eyang pun berbalik menjadi geram. Duh, siapa juga yang nggak kesel. Tega ya, ngerjain dua nenek-nenek (Mak Onih dan Eyang). Kalau mereka sampai jantungan bagaimana?!

Saya pun meminta Eyang untuk mencabut telepon rumah agar tidak dipusingkan oleh si penipu yang bolak-balik menelpon. "Coba kita di sana, kita kerjain deh tu orang!" kata Mama Ari. Iya, penasaran juga. Kalau ada lagi yang begini, dikerjain aja sekalian biar dia gondok!

Alhamdulillah, kamu baik-baik saja, De.

Tips Menghadapi Telepon dari Penipu:
  1. Jangan bicara duluan saat mengangkat telepon. Ini susah ya, soalnya sudah reflek menjawab 'halo' ketika mengangkat telepon. Dengan diam, penipu jadi bingung berbicara dengan siapa, laki-laki atau perempuan? Sudah berumur atau masih anak-anak? Sama seperti penipu yang pertama. Dia diam lama banget, nunggu saya ngomong duluan, haha.
  2. Jangan sebut nama. Baik itu nama kita sendiri atau nama orang terdekat yang kita kenal. Ada penipuan yang mengatasnamakan teman yang sudah lama tidak bertemu. Setelah memancing kita untuk menyebut nama, langsung deh dia jadi sok akrab. Pancing balik si penipu untuk menyebutkan nama kepanjangan dari orang yang dimaksud (nama kerabat atau keluarga yang kena musibah atau nama teman yang diakunya).
  3. Langsung telepon orang atau keluarga yang terkena musibah. Pastikan kita punya nomor kontak orang yang dimaksud (yang kena musibah) atau orang terdekat yang bersamanya (misalnya guru sekolah jika anak yang dikabarkan celaka). Cek langsung kebenaran kabar tersebut. Jika kebetulan telepon tidak tersambung atau sibuk, cari nomor lain untuk memastikan keadaannya.
  4. Jangan panik. Siapa sih, yang nggak panik dengar orang terdekat terkena musibah? Kelola emosi dulu. Panik itu bagus buat penipu. Biasanya ada yang bikin panik dengan membentak-bentak kita. Sengaja tuh. Biar akal sehat kita nggak jalan, terus jalan deh ke ATM buat mentransfer sejumlah uang sesuai permintaan si penipu.
  5. Kerjain balik. Nah, ini saya belum pernah. Saya malas buang-buang waktu. Tapi penasaran juga sih pengen ngerjain, haha.

  Dalam kasus penipuan kedua dan ketiga, Eyang sudah menyebut kedua nama menantunya yang kebetulan memang hari itu mau ke bandara. Nama Bapa Dadang disebut terakhir kepada si penipu. Jadilah nama itu yang dipakai penipu untuk mengelabui kami. Juga pada kasus penipuan yang terakhir, Mak Onih menyebut nama kedua anak saya saat ada telepon yang mengabarkan musibah kecelakaan. Lagi-lagi, nama yang diambil adalah nama yang terakhir. Mungkin karena yang terakhir itu yang sempat diingat oleh si penipu.

  Hmm... kalau penipuan via telepon memang kita tidak berhadapan langsung dengan si penipu. Kita cuma mendengar suaranya saja. Giliran sudah terbongkar kedoknya, tinggal tutup dan matikan telepon saja, selesai. Mau ngerjain balik juga boleh, hehe. 

   Saya punya pengalaman bertemu langsung dengan penipu. Tepatnya penipu di toko obat. Pertama memang belum pengalaman, jadi kena tipu deh. Nah, setelah itu dapat pelajaran penting dan jadi lebih hati-hati lagi. Lucunya, si penipu itu balik lagi ke toko saya! Dia nggak ngeh kalau toko saya yang sudah pindah lokasi ini pernah dia tipu sebelumnya. Cerita lengkap bisa dibaca di postingan berjudul Penipu Itu Datang Lagi.

   Ada-ada saja ya, ulah manusia sampai harus menipu untuk mencari rejeki. Apa nggak pernah mikir, kalau rejeki hasil menipu itu nggak bakalan berkah? Seperti apa nasibnya anak dan istri mereka yang diberi makan dari uang yang tidak halal? Ya Allah, semoga mereka segera sadar dan bertobat untuk mencari rejeki di jalan yang benar, aamiin.

  Punya pengalaman serupa? Atau pernah dengar modus penipuan via telepon? Boleh cerita di kolom komentar :)
>>>> Read More >>>>

Selasa, 18 Oktober 2016

Kenapa Harus Motret Pakai HP?



Kenapa harus motret pakai HP? Karena saya nggak punya kamera canggih. Duh, jawaban yang jujur banget. Iya, saya memang nggak punya kamera dslr, mirorless atau apalah yang canggih itu. Semua foto saya ambil dengan kamera HP alias smartphone. Seadanya saja.

  Jaman sekarang, siapa sih yang nggak motret pakai HP? Sudah bukan pemandangan aneh lagi melihat orang mengambil foto di mana saja dan dalam berbagai situasi. Mau tua atau muda, semua bisa motret pakai HP. Lagi jalan-jalan di mall, cekrek. Mau makan, cekrek. Ada anak kecil lucu, cekrek. Bahkan selfie juga sering pakai HP, iya kan?

  Keuntungan motret pakai HP adalah lebih praktis. Nggak perlu nenteng kamera canggih yang besar dan berat. Satu lagi, momen apa saja bisa mudah diabadikan dengan kamera HP karena benda tersebut selalu kita bawa. Jika kebetulan mendadak ada objek menarik atau kejadian yang perlu diabadikan, langsung sreett keluarkan HP dan langsung difoto deh. 

   Mau cerita sedikit tentang HP yang saya miliki. Saya termasuk orang yang setia memakai satu merk HP sampai titik darah penghabisan. Kalau belum mati, ya nggak bakal beli yang baru. Saya tidak peduli dengan model HP keren yang baru diluncurkan. Bagi saya, beli beras lebih penting daripada beli HP. 

  Menyadari kebutuhan akan HP yang bagus untuk motret, saya merogoh tabungan pribadi untuk membeli HP Lenovo S920 atas rekomendasi seorang teman. Saya cukup puas dengan kualitas foto yang dihasilkan HP tersebut. Namun sayang, kelemahannya adalah saya harus bolak-balik menginstall ulang karena memorinya cepat penuh.

   Mau ganti HP, rasanya gimana gitu. Memahami kegalauan sang istri, Bapa membelikan saya HP Andromax. Jadi, si Lenovo cuma khusus buat motret doang. Baru beberapa minggu, si Andromax pecah layarnya. Ongkos perbaikan sebesar 500 ribu tidak masuk garansi. Tahu gitu, sekalian dari awal beli HP yang harganya 2 juta-an. Biayanya sama saja kan, hehe.

   Beruntung, beberapa minggu kemudian, saya mendapat rejeki dari ngeblog berupa HP Samsung Galaxy Note 3. Saya keluar sebagai sebagai Juara 2 Morinaga Writing Competition. HP yang saat itu harganya sekitar 5 juta-an menjadi andalan saya untuk memotret. Alhamdulillah.

Alat motret: HP Samsung Galaxy Note 3
  Berawal dari asal jepret doang untuk dokumentasi blog, semakin lama saya ingin belajar bikin foto yang bagus. Langsung dong, saya kepoin blog dan Instagram orang-orang yang fotonya keren. Saya juga sempat bergabung di komunitas fotografi. Kemudian... saya patah hati! Mereka semua pakai kamera canggih *nangis di pojokan*

  Baiklah. Foto yang dihasilkan oleh kamera canggih memang tidak bisa diragukan lagi kualitasnya. Lalu, apakah saya akan menyerah? Tidak, tidak. Tentu tidak, Rudolfo... (eh salah scene yak).

  Kemudian, saya kepoin akun Instagram untuk mencari orang-orang yang keukeuh motret pakai HP. Nyari temen senasib ceritanya. Ternyata, motret pakai HP itu bisa bagus hasilnya lho! Asal tahu tips dan triknya! Wah, saya harus belajar tentang yang satu ini!

 Pucuk dicinta ulam pun tiba. Blogger Perempuan Network menginformasikan ada workshop motret pakai HP. Pengajarnya adalah smartphone photographer kenamaan yang hasil fotonya keren abis, yaitu Ariana Octavia. Lihat saja karya beliau di akun Instagram @ariana_arriana. Dijamin bakal mangap karena terkesima. 



 Tanpa menunggu lama, saya langsung mendaftar. Workshop #yukbelajarbareng4 Motret Pakai HP Saja yang diadakan di Kami Ruang & Kafe Depok pada hari Sabtu tanggal 8 Oktober 2016. Saya ambil sesi 1, yaitu pagi hari. Biar cepat pulang ke rumah.


Banner Workshop di Depok
  Saya berangkat dari Bogor naik commuter line bareng Mbak Alma dari Blogger Perempuan Network. Turun di Stasiun UI, kami sempat bingung mencari lokasi kafe. Akhirnya ketemu juga setelah berjalan kaki cukup jauh. Olahraga dulu ceritanya, hup hup...

   Oia, workshop ini diselenggarakan khusus untuk perempuan yang memiliki online shop dan blogger. Pada sesi 1 yang saya ikuti, sebagian besar pesertanya adalah pemilik online shop. Saya sempat berfoto bareng dengan teman blogger yang sudah lama tidak bertemu sejak acara pelatihan blog di Dilo Bogor, yaitu April Hamsa

Saya, April, dan Alma.
   Setelah peserta berkumpul dan panitia siap, workshop yang diadakan di lantai tiga pun dimulai. Usai pendaftaran, acara dibuka oleh sambutan dari Mbak Amika. Selanjutnya, Mbak Ariana langsung mengisi acara dengan menjelaskan materi workshop.


Mbak Ariana sedang mengajar
  Para peserta workshop diajarkan teori dasar fotografi, tips motret dengan HP, cara edit foto, dan basic styling menata objek yang akan difoto beserta properti pendukungnya. Nah, yang terakhir ini nih... kelamahan saya banget! 



  Saya biasa memotret dengan properti seadanya dan dalam keadaan terburu-buru. Maunya cepet beres, karena harus berangkat ke toko (jika motret pada pagi hari) dan lagi riweuh di dapur (jika motret pada sore hari). Problem tersebut saya utarakan pada Mbak Ariana, dan jawabannya adalah tentu saja saya tidak boleh seperti itu lagi! Motret itu perlu waktu cukup lama. Jangan terburu-buru. Siap, Bu Guru!

  Usai menyampaikan teori, peserta dibagi menjadi lima kelompok sesuai dengan produk yang akan difoto. Saya masuk ke kelompok 2 yang memotret aksesoris. Wah, cocok banget buat latihan motret bros Inas craft, jualan aksesoris online saya yang sudah lama pingsan (bantu bangunin, dong).

   Objek foto di kelompok 2 adalah parfum. Properti pelengkapnya ada mutiara dari bros, tas tangan, kerudung, dan HP saya. Berhubung HP saya sedang jadi model, saya nggak bisa ambil foto hasil syling yang dibantu oleh Mbak Ariana (ya iyalah, haha).

Menstyling kerudung (in frame: tangan Mbak Ariana)
   Semua foto dinilai secara kelompok oleh Mbak Ariana. Selanjutnya, peserta bebas praktek motret dengan memanfaatkan properti yang tersedia. Tidak harus memotret objek di kelompoknya. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk mampir ke meja kelompok -nah lho saya lupa kelompok berapa- yang memotret objek makanan.

   Dasar yah, bukannya motret aksesoris malah motret makanan. Ini pasti gara-gara saya lebih sering nguprek di blog Dapur Ngebut, jadi lupa sama dagangan sendiri, hihi. Ini foto saya saat workshop berlangsung:

Foto saat workshop
   Sambil istirahat shalat dan makan siang, peserta bergantian memotret objek yang disukai. Setelah semua selesai, Mbak Ariana menilai hasil foto yang diunggah di akun Instagram masing-masing. Foto puding saya mendapat kritik alas fotonya masih kelihatan. Hehe, sudah saya duga. Saya terpaksa mengambil angle dari sudut yang tidak memantulkan cahaya pada puding. Mau dicrop, saya nggak tega sama puding yang sebelah kanan. Ternyata  Mbak Ariana bilang, nggak apa-apa si puding kepotong, yang penting alas foto nggak kelihatan. Oke, noted.

Makan siang yang lezat
   Usai makan siang dengan hidangan yang entah namanya apa dan rasanya lezat itu, workshop ditutup dan para peserta berfoto bersama. Ilmu yang saya dapatkan hari ini sungguh bermanfaat. Memotret memang perlu belajar praktek langsung. Ikut workshop ini saya bisa melihat langsung aksi memotret Mbak Ariana yang begitu luwes dan mahir mengatur properti foto.

Para peserta Worshop #yukbelajarbareng4 Sesi 1 (foto: Putri Taruno)
  Teryata, workshop ini masih ada kelanjutannya. Peserta mendapatkan pekerjaan rumah untuk mempraktekkan langsung ilmu yang baru saja didapat. Nah loh? Gimana nih? Bingung deh. Mau motret apa ya? Mana dikejar detlen tulisan blog pula. Sempet nggak ya posting lima foto dalam waktu lima hari? Hanya lima hari kerja yang saya punya. Kebetulan, Bogor sedang mendung pada minggu kemarin. Tapi saya tetap nekad posting foto dalam keadaan mendung.

   Kenapa semangat banget ngerjain PR? Karena nanti akan dipilih dua peserta yang beruntung untuk berkonsultasi langsung dengan Mbak Ariana melalui online chat. Boleh bertanya apa saja seputar motret pakai HP. Jujur, melihat foto PR dari peserta lain membuat saya minder. Pikir saya, nggak apa-apa nggak kepilih juga, yang penting saya sudah mengerjakan PR dengan baik :)

  Peserta yang hadir juga mengakrabkan diri lewat grup Whatsapp yang dibuat oleh Mbak Putri Taruno. Tujuannya agar silaturahim kita terus berlangsung. Makasih, ya Mbak Putri. Saya menaruh grup tersebut di HP Andromax karena HP Samsung saya sudah kepenuhan grup. Jadi, maaf kalau saya telat memantau grup Whatsapp yang bernama Owner Olshop YBB. HP Andromax tersebut lebih sering dipegang oleh Kk Rasyad, anak tengah saya, hehe.

   Balik lagi tentang PR motret. Tidak disangka, saya terpilih untuk bisa konsultasi langsung dengan Mbak Ariana. Alhamdulillah. Chat berlangsung pada hari Senin malam, tepat pukul 20.00 WIB. Agak bingung juga nih. Soalnya pada jam tersebut saya biasa puasa gadjet untuk quality time bersama keluarga. Demi belajar, saya pun pamit pada boyz supaya anteng dan jangan mengganggu Ibu yang sedang belajar via chat Line grup.   

   Chat dimoderasi oleh Mbak Becky. Waktu chat dibatasi hanya 30 menit saja. Mbak Ariana membahas keempat foto yang saya kirim sebagai PR tempo hari. Saya pun bebas curhat seputar behind the scene pengambilan foto dan masalah memotret yang sering dialami. Mau tahu komentar Mbak Ariana tentang foto-foto saya? Komentar Mbak Ariana saya tulis di bawah foto.
Foto pertama: pie
Foto pie kurang mundur. Cropping terlalu ketat. Akan lebih cantik lagi kalau buahnya lebih kelihatan, ambil dari angle agak ke atas. Sebagai pelengkap, tambahkan cangkir. Cangkir apa, ya? Saya punya cangkir enamel. Lalu mbak Ariana bilang jangan pakai cangkir enamel. Karena cangkir enamel lebih cocok untuk makanan daerah atau cemilan jadul.
Foto kedua: jepit pita
Foto jepit sudah oke menurut Mbak Ariana (alhamdulillah). Motret yang satu ini lumayan bikin stres karena si jepit ogah diajak setengah tiduran dan ganjelannya kurang mantap.
Foto ketiga: bumbu masak
Foto bumbu bisa dibuat kelihatan semua. Jika ingin botol bumbu yang diexpose, gunakan angle eye level (lurus sejajar pandangan mata), biar kelihatan.
Foto keempat: bitterballen
Foto bitterballen kurang mundur. Kelihatan terlalu dekat. Tampilan cabe bisa dacak sedkit agar tidak terkesan diatur. Bisa ditempel satu per satu di atas bitterballen. Duh, sudah kepikiran mau nancepin cabe kemarin. Berhubung kehabisan cabe, ya sudah jadi dijembrengin bertiga gitu, hihi.

  Tidak terasa, waktu setengah jam berlalu dengan cepat. Mbak Ariana yang ramah menjawab semua pertanyaan saya. Motret saat cuaca mendung pun bisa ditebak oleh Mbak Ariana karena foto-foto saya banyak yang koneng alias kekuningan. Huft! Pencahayaan memang penting banget! Baiklah, saya nggak bakalan lagi nekad motret saat mendung. Bikin despret emang, hehehe.

 Dari hasil chit chat bersama Mbak Ariana, saya jadi paham apa saja kekurangan yang harus diperbaiki. Siap terus berlatih. Jadi PR beneran buat saya nih, Mbak. Insha Allah, semua saran akan saya praktekan. Termasuk saran untuk bermuka tembok saat motret, haha. Terima kasih banyak untuk ilmu dan bimbingannya, Mbak Ariana. Jazakillaahu khairan.

  Motret pakai HP memang perlu perjuangan. Perjuangan agar bisa kelihatan indah seperti diambil dengan kamera canggih. Perlu keterampilan khusus yang didapat dari hasil belajar dan latihan yang konsisten.

  Jangan berkecil hati meski cuma punya modal kamera HP.  Yuk, kita sama-sama belajar bareng supaya hasil foto jadi makin oke. Buat pemilik online shop, jika sudah bisa motret keren pakai HP, produk jualan yang ditawarkan pasti banyak dilirik orang. Buat blogger, foto yang keren tentu akan membuat blog kita semakin menarik dan memikat pembaca.

 Bagi yang penasaran pengen belajar motret pakai HP, bisa ikutan Workshop #yukbelajarbareng Motret Pakai HP Saja. Coba pantengin akun Instagram @yukbelajarbareng untuk update kelas terbaru. Kelas selanjutnya akan diselenggarakan di Bekasi tanggal 29 Oktober 2016 dan di Jakarta tanggal 5 November 2016. Info lengkap ada di banner. Segera daftar karena kuota terbatas.

Selamat motret pakai HP ^_^

Banner Workshop di Bekasi

Banner workshop di Jakarta



>>>> Read More >>>>

Selasa, 11 Oktober 2016

The Avenue Residences: Cara Cerdas Investasi Apartemen di Cibinong


“Kita beli rumah di Cibinong,” ajak sang calon suami pada suatu hari di tahun 2001.

  Saya masih ragu. Namun tetap mengikutinya naik motor menuju kawasan perumahan yang baru dibangun di Cibinong, tepatnya di dekat perbatasan antara Kotamadya Bogor dan Kabupaten Bogor. Cibinong termasuk wilayan Kabupaten Bogor. Saat pertama kali saya ke Cibinong, suasana kota masih sepi. "Apa betul kita mau membeli rumah di tempat seperti ini?" tanya saya dalam hati. 

  Kemudian, sang pujaan hati yang kini menjadi suami saya bercerita. Wilayah sekitar perumahan memang sepi. Bahkan agak menyeramkan jika melintas di jalan raya saat gelap. Tapi, beliau yakin bahwa Cibinong akan berkembang pesat suatu saat nanti. Dari tempat yang sepi menjadi tempat yang padat penduduknya. Hunian Bogor yang kami idamkan akhirnya terwujud dengan memiliki sebuah rumah mungil yang sederhana.

 Ternyata, suami saya benar. Kota Cibinong terus tumbuh dan mulai ramai penduduknya. Rumah yang kami beli memang tidak segera ditempati karena kami merantau ke luar daerah. Tapi, setiap pulang kampung ke Bogor selalu saja ada yang membuat kami terkesima dengan perkembangan kota Cibinong.

  Semua kemajuan infrastruktur Kabupaten Bogor, termasuk Cibinong dilengkapi dengan akses jalan yang bagus, komplek perumahan, fasilitas pendidikan,  dan sarana umum lainnya juga mulai banyak tersedia. Akhirnya, kami bisa menikmati semua fasilitas itu sejak menetap di Cibinong pada tahun 2011. 

  Memiliki rumah di Cibinong sebagai investasi adalah pilihan yang cerdas. Nilai properti di wilayah ini terus meningkat. Semakin banyak perumahan baru bermunculan membuat Cibinong menjadi ramai. Beragam fasilitas yang membuat Cibinong tumbuh menjadi kota yang modern mulai terlihat. Tentu saja saya sebagai penduduk dengan KTP Cibinong merasa bangga dengan perkembangan ini.

  Kembali ke investasi properti. Harga rumah di lingkungan komplek tempat saya tinggal selalu bertambah tinggi setiap tahun, lho! Jika saya ingin menjual rumah sekarang, keuntungannya bisa sampai empat kali lipat! Eits, tunggu dulu. Saya belum kepikiran untuk menjual rumah yang sudah berusia 12 tahun ini. Masih betah. Saya ingin menambah investasi lagi untuk keluarga tercinta.

Pembukaan Kantor Marketing Office The Avenue Residences

Tertarik dengan investasi properti, saya ikut hadir bersama teman-teman blogger dalam acara pembukaan Marketing Gallery The Avenue Residences  pada tangal 6 Oktober 2016. The Avenue Residences adalah apartemen pertama yang terintegrasi dengan Food and Beverage Mall (FnB Mall). Hunian vertical menjadi altenatif untuk mengatasi keterbatasan lahan yang ada di Cibinong. Menjadi sebuah hunian exclusive di Bogor.

  The Avenue Residences terletak di lokasi strategis kota Cibinong, tepatnya di Jalan Raya Cikaret No. 10. Terdiri dari dua tower dengan jumlah unit sebanyak 1500 dengan luas lahan sebesar 1,5 Ha. Didirikan oleh Avenue Developments, yaitu salah satu developer properti terpercaya di Indonesia. Apartemen The Avenue Residences memadukan konsep unik antara smart living dan green living, dengan nilai investasi properti yang menjanjikan ke depannya.
Lokasi The Avenue Residences (foto: avenue.id)
  Dalam acara ini, hadir Bapak Joko Pitoyo selaku Kepala Dinas Tata Ruang Kabupaten Bogor. Beliau menceritakan menceritakan konsep TOD (Transit Oriented Development) untuk pengembangan kabupaten cibinong. TOD mengusung kawasan yang terintegrasi dengan sarana angkutan umum.

  Kedepannya, Cibinong akan bererkembang menjadi kota metropolitan melalui rencana pembangunan sebagai berikut:
  • Kemudahan akses transportasi dengan pembangunan Jalur LRT. LRT tahap 1 akan dimulai tahun 2017 membuat akses Dukuh Atas–Cawang-Cibubur. Dilanjutkan tahap 2 berikutnya pada tahun 2018 dengan membuka akses Cibubur-Cibinong- Bogor.
  • Kemudahan akses mobil dengan keberadaan Tol JORR (Jakarta Ring Road) 2. The Avenue Residences terletak 15 menit dari pintu Tol JORR 2. 
  • Rencana pembangunan kawasan Situ View yang menjadikan Cibinong sebagai Situ Front City pertama. Situ atau setu adalah danau kecil. Di Cibinong ada 17 situ yang bisa dimanfaatkan sebagai pelengkap taman dan pedestrian yang asri. 
  • Pembangunan GOR Pakansari Sports Compleks, sebagai salah satu stadion megah berkelas internasional di Indonesia. 
Cibinong future development (foto: avenue.id)
  Hadir pula Bupati Kabupaten Bogor Ibu Nurhayanti untuk meresmikan kantor Markteting The Avenue Residences. Ibu Nurhayanti dalam sambutannya mengatakan, pertumbuhan properti di Cibinong semakin meningkat. Pusat pemerintahan kabupaten yang ada di wilayah ini menjadi indikator pembangunan. Kabupaten Bogor menjadi wilayah yang strategis karena dekat dengan ibukota Jakarta. Infrastruktur di wilayah ini akan terus dkembangkan. The Avenue Residences mendukung rencana tata kota pemerintahan dan sudah menyelesaikan masalah perijinan. Jadi, para konsumen tidak perlu ragu lagi jika ingin berinvestasi memiliki apartemen ini.
Bupati Kab.Bogor Ibu Nurhayanti mengunting pita peresmian 
(foto: avenue.id)
  Usai pengguntingan pita oleh Ibu Nurhayanti, para undangan diajak untuk melihat-lihat contoh unit The Avenue Residences. Dengan melihat langsung contoh unit yang ditawarkan, konsumen bisa merasakan suasana apartemen, melihat kualitas bangunannya, dan menikmati indahnya desain interior apartemen.
Maket apartemen The Avenue Residences
  The Avenue Residences menawarkan tiga tipe apartemen sesuai kebutuhan konsumen, yaitu tipe Studio (luas 24 meter per segi), tipe 1 bedroom, tersedia dalam tipe A, B, dan C (luas 36 meter per segi), dan tipe 2 bedroom (luas 49 – 60 meter per segi). Semua tipe memiliki balcon view, lantai granit tile 60x60, plafon dan menggunakan sanitary berkelas pada bagian kamar mandi. 
3 tipe unit di The Avenue Residences
   Saya tertarik dengan unit 2 bedroom. Cocok untuk keluarga kecil saya. Berikut foto-foto contoh unit di kantor Marketing The Avenue Residences: 
Ruang tamu
Slah satu kamar tidur pada unit 2 bedroom
Kamar mandi
Dapur (foto: www.theavenueid.com)
  The Avenue Residences adalah investasi properti yang tepat untuk siapa saja yang menginginkan sebuah hunian modern yang menawarkan kenyamanan yang terbaik di kelasnya. Bapak Fredi Priyono selaku Direktur Utama The Avenue Residences menjelaskan berbagai fasilitas yang dimiki oleh apartemen ini, yaitu:
  • Terintegrasi dengan FnB Mall yang didukung oleh tenant-tenant terbaik dari coffee shop, restaurant, supermarket dan juga healthcare terkemuka. 
  • Sky lounge & CafĂ© serta barbeque area.
  • Rooftop garden, maze garden.
  • Sarana olahraga dan relaksasi: swimming pool, jogging track, fitness centre, yoga, sauna & spa, yoga pavillion, dan reflexsology path.
  • Memiliki Sky Garden pertama di Cibinong.
  • Fasilitas keamanan dengan CCTV selama 24 jam.
  • TV Cable & PABX
  • Internet ready dengan free wifi
  • Children play park
  • Starglazing plaza
Sebagian fasilitas The Avenue Residences (foto: avenue.id)
Keuntungan memiliki apartemen di The Avenue Residences dapat dilihat pada gambar berikut:

   Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, nilai investasi properti di Cibinong akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya waktu. Saya sendiri sudah merasakannya selama menjadi warga di Cibinong. Tambahan lagi, lahan perumahan di Cibinong kini makin terbatas, lho. Hunian vertikal berupa apartemen bisa menjadi alternatif pilihan untuk tempat tinggal yang nyaman. The Avenue Residences adalah apartemen Bogor pertama dan terbaik.

  Lokasi Cibinong yang berdekatan dengan ibukota Jakarta menjadikan kota Cibinong sebagai kota penunjang metropolitan. Mau berangkat kerja dari Cibinong? Bisa banget! Lihat saja suami saya, hehe. Mau wisata kuliner atau jalan-jalan ke tempat yang asyik? Di Cibinong dan daerah sekitar Bogor banyak tempat wisata keren yang bisa dikunjungi. 

  Jadi, tidak salah lagi. The Avenue Residences adalah pilihan cerdas untuk investasi apartemen di Cibinong. Investasi terbaik di Bogor. Harga yang ditawarkan mulai 225 juta dan bisa dibayarkan dengan cicilan untuk memudahkan konsumen. Untuk keterangan lebih lanjut bisa hubungi langsung Marketing Gallery The Avenue Residences pada alamat berikut:


Marketing Gallery The Avenue Residences
Jalan Raya Cikaret No. 10 Cibinong Kabupaten Bogor
Telepon 021-875 5111
Website: www.avenue.id
Facebook: theavenueid
Twitter: @avenueid
Instagram: @avenueid
Email: info@avenue.id

Sampai jumpa di Cibinong ^_^
>>>> Read More >>>>