Jumat, 03 November 2017

Terpikat Soto Kuning Khas Bogor yang Legendaris


Waktu saya masih kecil, setiap berkunjung ke Bogor, saya dan keluarga mampir untuk makan soto kuning khas Bogor yang legendaris. Tempat makan yang favorit yaitu Soto Kuning Pak Yusuf di Jalan Suryakencana Bogor. Persisnya dekat gang Aut, di depan Bank BCA. Dulu, soto dijajakan dengan pikulan. Sekarang sudah menggunakan gerobak dorong. 

   Setelah tinggal di Bogor, barulah saya sadar bahwa sesungguhnya soto kuning yang enak bukan hanya di Jalan Suryakencana. Soto kuning ini banyak dijajakan di pinggir jalan kota Bogor. Jadi, mau coba yang mana saja, menurut saya semuanya nikmat! Ah, emang saya doyan aja kali yaa... 

  Soto kuning enak langganan keluarga suami saya ada di gang sempit sebelah kantor KPPN Bogor di Jalan Ir. H.Juanda. Dulu, mertua saya mengambil pensiun bulanan di gedung yang sekarang jadi kantor KPPN. Keduanya selalu mampir makan soto kuning sebelum pulang. Setelah tempat ambil uang pensiun pindah, Bapak dan Mamah mertua (almarhum) tetap sering mampir makan soto di gang sempit ini.

  Suami pun mengajak saya untuk makan soto kuning di tempat penuh kenangan tersebut. Lokasinya persis di dalam gang sempit. Meski nyempil, suasana hening di gang ini cukup bikin suasana jadi syahdu. Mau jalan kaki dari Mall BTM juga bisa, lho. Tinggal lurus aja melipir jalan. Nemu gang sempit, ya masuk aja cari penjual soto kuning di paling ujung. 

  Nah, sekarang saya mau cerita tempat makan soto kuning ketiga yang rasanya juga enak, yaitu Soto Kuning Pak Uwar. Lokasinya masih sama di Jalan Ir. H. Juanda. Tepatnya di jalan sepi di sebelah Bank BCA. Tepatnya di seberang kebun Raya Bogor. Parkir mobil bisa di dekat penjual soto. Bernaung di bawah pepohonan besar membuat tempat ini teduh dan agak gelap. Jadi, maafkan jika foto saya jelek karena kurang cahaya. 

Suasana di dalam gang
   Kalau kebetulah habis main ke Kebun Raya Bogor, boleh mampir makan siang di sini. Tinggal nyebrang aja kok. Hati-hati saat menyebrang karena lalu kendaraan yang melintas di jalan ini cukup padat. 

Kebun Raya Bogor di seberang jalan
   Soto kuning terbuat dari bumbu rempah khas soto seperti serai, lengkuas, santan, kunyit, dan bahan lainnya. Warna kuah yang kuning menyala membuat soto ini bernama soto kuning. Karena menggunakan santan, soto ini punya kuah kental yang nikmat. Isian soto berupa daging sapi, otak, limpa, paru, iso, babat, kikil, hingga lidah. Kebanyakan isiannya direbus, namun ada juga yang digoreng. Plus bawang goreng, sambal, perkedel, acar, dan emping, soto kuning jadi komplit enaknya!

Aneka isian soto kuning (foto: detik.travel.com)

   Aduh, sudah lapar nih. Cepetan pilih isian soto kuning yang terhampar di nampan! Setelah memilih isiannya, Mamang soto akan memotong-motong isian, menambahkan bumbu, dan menyiramnya dengan kuah soto panas. Hmm, can't wait! 

Meracik soto kuning

   Melihat isian soto kuning yang bakal menaikkan kadar kolestrol, saya cukup mengambil satu potong daging dan satu potong paru goreng. Harga sepotong isian soto kuning Rp.10.000 ditambah Rp. 4.000 untuk sepiring nasi, dan segelas teh tawar gratis. Total Rp.25.000 untuk saya sendiri sudah bikin kenyang. Alhamdulillah. 

Soto kuning siap dinikmati
Bapa, Kk Rasyad, dan Dd Irsyad lagi makan soto

   Tidak ketinggalan, dua pelengkap soto yang tersedia di meja pun saya tambahkan untuk menambah nikmat rasa soto. Yaitu sambal dan acar. Irisan jeruk limau yang ditaruh di pinggir nasi pun ikut saya tambahkan untuk membuat rasa soto jadi segar.

Acar dan sambal soto kuning
Selamat makan!
   Nah, gimana? Penasaran kan pengen coba soto kuning khas Bogor? Jangan lupa icip-icip kuliner yang satu ini kalau main ke Bogor ya! Postingan ini adalah collabs post KEB kelompok Mira Lesmana dengan tema kuliner daerah. Menjawab trigger postingan dari Sulis di website KEB berjudul Enam Kuliner Jogja yang Makin Istimewa.

Soto kuning panas dan nasi putih yang hangat
Lokasi Soto Kuning Pak Uwar di sebelah Bank BCA Jl. Ir. H. Juanda Bogor Jawa Barat.



>>>> Read More >>>>

Jumat, 27 Oktober 2017

Burger Kekinian yang Bisa Lupain Masa Lalu di Tasmania Burger & Roby's Coffee Bogor


Halo semua! Ada tempat nongkrong baru di Bogor. Namanya Tasmania Burger & Roby's Coffe. Letaknya di Jalan RE Abdullah Pasir Kuda No. 15. Tepatnya di sebelah SPBU. Bertempat di ruko dua lantai, cafe ini cozy banget deh.  

  Cafe ini baru dibuka pada hari Jumat tanggal 13 Oktober 2017 kemarin. Kebetulan saya dan Mbak Winny diundang pada acara grand opening Tasmania Burger & Roby's Coffee. Kami berdua mencicipi aneka hidangan enak dan sambil menikmati suasana cafe yang nyaman. 

πŸ“Œ Haloo BOGOR mari siap2 Mulai Hari Jum'at 13 Oktober 2017 @TasmaniaBurger & @RobysCoffee hadir di Kota kalian "BOGOR" ▪ Ayoo Para Pecinta Burger Sehat, nikmatin aneka sajian burger dengan kualitas daging impor, dan cita rasa bumbu khas Indonesia yang pastinya pas di lidah kita semua :) ▪ Bro/Sist Pecinta & Penikmat Coffee / Tea ayoo nikmatin juga aneka Coffee yang Fresh, dari Biji Kopi Pilihan yang Berkualitas. bikin Ngopi pun menjadi semakin nikmat. ▪ Kami juga menyediakan aneka menu lain yang ga kalah gokil nya hehee :) ▪ Aneka Indomie Warkop Rp.7k-12k. . -Aneka Indomie Bolognese, Indomie Daging Sapi Sambal Ijo, Indomie Chicken Katsu, Indomie Hot Tona Spicy, dll Rp.14k-17k. . ▪ Aneka BURGER: Beef Burgee, Cheese Burger, Creamy Cheese Burger, Crispy Creamy Cheese Burger, Double Beef Burger Rp.17k-25k. . ▪ Disini kami Memberikan tempat nongkrong/bersantai yang nyaman, FREE WiFi yang pasti kencenggg, banyak colokan listrik, Full AC, Balcony View, dan masih banyak sensasi rasa baru lainnya. . ▪ Aneka Roti Bakar, Pisang Bakar, Cake Brownies, dll Rp.12k-17k. ▪ COFFEE: Single Origin, Black Coffee, Cappucinno, Cafe Latte, Chococinno, Choco Latte (Caramel, Hazelnut, Tiramisu, Almond, Vanilla, dll) Rp.10k-19k. ▪ Aneka Fresh Milk Original / Coklat / Vanilla / Strawberry / Moka / Caramel / Almond / Tiramisu / Hazelnut / Irish Cream Only Rp. 10k-18,5k. . ▪ Dan kami juga ada menu makan kenyanggg: Nasi Belum Gajian (nasi sepiring+telor mata sapi+kornet+sambal rempah) Rp.13,5k. Nasi Chicken Katsu Rp.20k. Nasi Daging Sapi Sambal Ijo Rp.17,5k. Nasgor Jawa Rp.20k. Nasgor Bakar, Nasgor Daging Sapi Barbeque Rp.27k. Nasgor Chicken Katsu Rp.27k. . ▪ Ayoo segera serbu dan nongkrong bareng rame-rame sama temen / pacar / relasi / keluarga / arisan :) . ▪ πŸ“Œ @TASMANIABURGER & @ROBYSCOFFEE Jl. RE Abdullah No.15 Pasir Kuda-Bogor (samping SPBU). ☎: 0251-8309865 πŸ•’ OPEN : 10 Pagi - 12 Malam. . ▪ πŸ“žInfo Kemitraan: 0818888312. ▪ #tasmaniaburger #robyscoffee #infobogor #bogoreatery #burgerkekinian #bogorfoodies #kulinerbogor #explorebogor #bogor #coffeebogor #cafebogor
A post shared by Roby's Coffee & Tea (@robyscoffee) on

  Di lantai bawah adalah Tasmania Burger yang berpendingin udara bagi yang suka ngadem dan ingin berada di area non smoking. Sedangkan Roby's Coffe ada di area smoking room, yaitu di lantai atas. Saya sendiri lebih suka duduk di lantai atas. Lebih luas dan bisa menikmati pemandangan lalu lintas kota Bogor dari balkon cafe. Berasa romantis nggak sih, hihi.
Pemandangan dari balkon
 Tasmania Burger dan Roby's Coffee berada dalam satu manajemen. Mau pesan menu burger tapi makan di atas juga boleh. Atau mau ngopi tapi minumnya di lantai bawah juga bisa. Bebas aja pokoknya mah. Sebelum icip-icip, kita lihat-lihat suasana di cafe ini, yuk! Mulai dari nol eh mulai dari lantai bawah dulu, ya...





Selanjutnya, kita naik ke lantai atas...






  Cafe ini cocok banget buat tempat tempat nongkrong dan bersantai bareng keluarga, teman, pacar, atau geng ibu-ibu arisan. Mau nongkrong sambil kerja juga bisa. Tersedia banyak colokan listrik, dan pastinya ada free WiFi yang kenceng untuk pengunjung cafe. Bagi pengunjung muslim, jangan khawatir jika ingin berlama-lama di cafe. Tersedia mushola yang bersih dan nyaman untuk shalat. 

  Tasmania Burger & Roby's Coffee ini merupakan cabang dari Tasmania Burger & Roby's Coffee Cirebon. Pembukaan cabang baru ini diharapkan bisa menjadi tempat nongkrong baru untuk warga Bogor dan menjadi trend setter burger kekinian yang menjadi andalannya. 

  Mengusung tagline burger kekinian yang bisa lupain masa lalu, Tasmania burger memang beda. Burger ini dibuat dari daging sapi peternakan terbaik (dan halal) dengan racikan bumbu rempah yang disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Jadi, ketika mencicipi Tasmania burger, lidah kita terasa akrab dan rasanya lebih nikmat. Coba sini, saya cicipi burgernya dulu...

Burger kekinian yang bisa lupain masa lalu
   Hmm, burgernya enak banget lho! Dagingnya nge-blend dengan bumbu yang nikmat. Ditambah saus sambal dan kentang goreng, jadi makin mantap! Burger yang tersedia ada Beef Burgee, Cheese Burger, Creamy Cheese Burger, Crispy Creamy Cheese Burger, Double Beef Burger dengan harga Rp.17.000 sampai Rp.25.000. 


Aneka menu burger
  Selain burger, banyak hidangan lain yang patut dicoba. Ada hot dog, roti bakar, pizza, pisang bakar, nasi goreng, kebab, cake, brownis, juga indomie warkop kekinian dengan aneka toping yang menggoda! Juga ada sheesha dengan kualitas premium yang tersedia dalam berbagai aroma. 

  Aneka Indomie Warkop dibandrol Rp.7.000 sampai Rp.12.000. Sedangkan Indomie Bolognese, Indomie Daging Sapi Sambal Ijo, Indomie Chicken Katsu, Indomie Hot Tuna Spicy, dan lain-lain harganya Rp.14.000 sampai Rp.17.000. Level pedas indomie juga bisa dipilih mulai level 1 dengan 4 cabe sampai level 5 dengan 20 cabe. Alamak! 
Nasi goreng
  Nama menunya juga gemesin. Ada Nasi Belum Gajian (nasi sepiring+telor mata sapi+kornet+sambal rempah) seharga Rp.13.500. Beneran hemat ya, hehe. Boleh pesan nasi goreng dengan rasa pedas atau tidak. Menu nasi lainnya:

  • Nasi Chicken Katsu Rp.20.000
  • Nasi Daging Sapi Sambal Ijo Rp.17,500
  • Nasgor Jawa Rp.20.000
  • Nasgor Bakar Rp.27.000
  • Nasgor Daging Sapi Barbeque Rp.27.000 
  • Nasgor Chicken Katsu Rp.27.000

  Mau ngopi sambil santai? Aneka kopi dari biji kopi berkualitas tersedia di sini. Bisa pilih Single Origin, Black Coffee, Cappucinno, Cafe Latte, Chococinno, Choco Latte (Caramel, Hazelnut, Tiramisu, Almond, Vanilla, dan lain-lain) dengan harga dari Rp.10.000 sampai Rp.19.000. 
Coffee, anyone?

Aneka menu kopi
   Pengen minuman seger? Bisa pilih Fresh Milk Original rasa Coklat , Vanilla, Strawberry,  Moka, Caramel, Almond, Tiramisu, Hazelnut, atau Irish Cream dengan harga Rp. 10.000 sampai Rp. 18.500.
Ice blend cappucinno with float and 
ice blend chocolate with float

Orange mocktail iced

Ice strawberry tea
   Wah, seger banget! Saya sendiri mencicipi minuman ice strawberry tea dan ice  blend cappucinno with float. Diakhiri dengan hidangan penutup yaitu pancake dan brownis. Alhamdulillah, nikmat dan kenyang. Perlu balik lagi nih bawa anak-anak ke tempat Tasmania Burger & Roby's Coffee. My 3boyz suka banget makan yang ada es krimnya! Yummy!

Pancake plus es krim coklat

Brownis plus es krim coklat
    Gimana? Tertarik buat nyobain burger kekinan biar lupa mantan, eh salah, buat nyicipin burger kekinian yang enak banget? Yuk langsung aja ke Tasmania Burger & Roby's Coffee Bogor. 

Tasmania Burger & Roby's Coffee

Jl. RE Abdullah Pasir Kuda Bogor 
(sebelah SPBU)

Instagram: @tasmaniaburger @robbyscoffee
Facebook: Tasmania Burger, Roby's Coffee & Tea
Twitter: @TasmaniaBurger @RobysCoffee

>>>> Read More >>>>

Senin, 16 Oktober 2017

Cara Membatasi Anak Agar Tidak Kecanduan Menonton TV


Televisi bagaikan kotak ajaib yang mengadirkan aneka hiburan untuk keluarga. Acara televisi (TV) yang menarik bisa membuat siapa saja betah untuk menontonnya lebih lama. Termasuk anak-anak. Namun, jika anak-anak jadi lebih suka berlama-lama duduk di depan TV daripada bermain bersama teman-temannya, orang tua harus segera turun tangan. Itu adalah tanda bahwa anak sudah kecanduan menonton TV. 


  Kalau nonton acara edukasi gimana? Bukannya itu bagus untuk anak-anak? Meskipun baik, tetap saja hasilnya tidak bisa maksimal. Namanya anak-anak, mereka harus lebih banyak bereksplorasi mengembangkan kemampuan motorik kasar dan halusnya dengan bermain secara aktif. Jika hanya menonton TV, anak menjadi pasif, kurang bergerak, dan banyak pengaruh buruk lainnya. 

Berikut ini adalah efek kecanduan TV pada anak-anak: 
  • Kurangnya waktu bermain. Anak menjadi pasif dan duduk diam di depan TV. Tidak mau bergerak mengeksplorasi motorik kasar dan halusnya lewat permainan, juga tidak bisa bersosialisi. 
  • Mengganggu waktu tidur. Menonton TV secara berlebihan bisa mengganggu jam tidur anak dan berdampak buruk terhadap kesehatan dan pertumbuhannya. 
  • Memicu obesitas atau kegemukan akibat kurang bergerak.
  • Memicu perilaku negatif apabila anak menyaksikan tayangan kekerasan dan konten yang belum pantas dilihat untuk anak seusianya. 
  • Menganggu penglihatan. Saya punya cerita sedikit dari teman saya yang meratau di negara timur tengah. Cuaca ekstrem yang panas pada siang hari membuat anak-anak jarang bermain di luar rumah. mereka hanya berdiam di dalam rumah, menonton TV atau bermain gadjet. Akibatnya, banyak anak-anak usia dini sudah memakai kacamata karena penglihatan mereka yang terganggu. Hal ini disebabkan mata cepat lelah karena telalu lama menatap layar televisi dan gadget. Bertambah parah apabila anak suka nonton TV dalam jarak terlalu dekat dalam waktu lama (terutama pada ruangan kurang cahaya). 
  Tidak mudah untuk langsung membatasi kecanduan terhadap TV. Lakukan secara bertahap dan sabar agar anak juga tidak 'kaget' jika tiba-tiba harus menjauh dari layar TV. 

Cara membatasi anak agar tidak kecanduan menonton TV: 
  1. Mengawasi anak saat menonton TV. Taruh TV di ruang keluarga. Jangan menaruh TV di kamar anak agar lebih mudah mengontrol kapan waktu mereka menontn TV dan anak jadi terbiasa menonton TV di ruang tengah bersama keluarga. 
  2. Dampingi anak saat menonton TV. Agar tidak jadi penonton pasif, ajak anak membahas tentang tontonan yang sedang disaksikan. Stimulasi anak untuk menceritakan kembali apa yang dia tangkap dari tontonan di televisi. 
  3. Membatasi waktu menonton TV. Secara bertahap, kurangi waktu menonton TV sampai menjadi dua jam per hari. Beritahu anak acara apa saja yang boleh ditonton (utamakan acara edukatif). Plih aturan pada anak jam berapa saja boleh menonton TV. 
  4. Memberi contoh yang baik. Anak meniru orangtuanya. Sebagai orang tua, kita juga memberi contoh untuk tidak tergantung pada TV. Yaitu dengan menyalakan TV seperlunya. Matikan TV jika tidak ada yang menonton. Beri fasilitas lain di rumah selain TV, misalnya buku, VCD edukatif, atau permainan lain seperti gadget yang bisa difilter, atau memelihara ikan. 
  5. Ajak anak bermain di dalam rumah dan di luar rumah. Biarkan anak berkeksplorasi yang bisa membuat rumah berantakan. Ajak teman sebayanya untuk bermain juga. Dampingi anak jika dia masih ragu untuk melakukan kegiatan ini. 
  Kelihatannya mudah, ya. Prakteknya mungkin sulit ketika baru dimulai. Boleh juga dicoba dengan mencabut steker TV. Jadi, ketika TV tidak bisa menyala, segera ajak anak untuk bermain atau melakukan kegiatan lain. Jangan mendiamkannya tidak menonton TV hingga bisa membuatnya bingung mau melakukan apa kemudian kesal karena bosan. 

  Nah, omong-omong, kecanduan nonton TV ini pernah terjadi pada keluarga saya. Awalnya saya kesal karena tidak bisa nonton TV karena sudah dimonopoli oleh anak-anak. Memang sih, acara yang mereka tonton adalah kartun edukatif. Tapi lama-lama saya merasa ada yang salah. Terutama pada si bungsu Dd Irsyad yang belum bersekolah saat itu. Dd Irsyad jadi bergantung pada TV. Mau ngapa-ngapain harus di depan TV. Seperti makan dan pakai baju maunya di depan TV. Main di luar juga tidak mau karena asyik nonton TV.

  Akhirnya, saya dan suami memutuskan untuk berhenti berlangganan TV kabel. Agar tayangan favorit anak-anak tidak muncul lagi di layar TV. Tanpa TV kabel, tidak banyak acara yang menarik untuk ditonton oleh anak-anak. Mau tahu efek dari tindakan ini pada anak-anak saya? Mereka jadi lebih aktif bermain di luar rumah. Kadang main sepeda, main bola, atau apa saja bersama teman-teman sebayanya. Lebih bahagia lagi, berkat jarang nonton TV (malah jadi hampir tidak pernah), prestasi anak kedua saya meningkat! Alhamdulillah.

   Saat ini di rumah saya, TV hampir tidak pernah ditonton. Cuma dinyalakan jika ada pertandingan sepak bola atau jika suami hendak menonton siaran berita. Pada pagi hari, kebiasaan sarapan sambil nonton TV sudah jarang dilakukan. Sehabis maghrib, pada hari sekolah, TV dimatikan. Jadi, sore hari sepulang mengaji masih sempat menonton TV sebentar saja. Pada akhir pekan, baru deh bebas nonton TV bersama keluarga jika kami tidak bepergian ke luar rumah.

  Postingan ini menjawab tema ketiga #KEBloggingcollabs kelompok Mira Lesmana. Tulisan trigger dicetuskan oleh Anis Khoir tentang Anak, Televisi dan Sarana Edukasi yang bisa dibaca di website www.emak2blogger.com. 
>>>> Read More >>>>

Kamis, 21 September 2017

Bersantai Sejenak di Santika Hotel Cirebon


Mohon maaf sebelumnya, postingan "Bersantai sejenak di Hotel Santika Cirebon" ini bukan review. Jadi, saya nggak akan bahas fasilitas apa aja yang ada di hotel ini. Isi postingan ini cuma foto-foto narsis keluarga saya yang lagi numpang nginep di Hotel Santika pada tanggal 9 dan 10 September 2017. Kualitas foto pun seadanya karena fotografernya nggak berbakat, hehe. Tapi, meskipun ala kadarnya, semoga bisa bermanfaat bagi yang sedang mencari informasi tempat menginap saat berlibur ke Cirebon.

  Tepat tengah hari kami tiba di Kota Cirebon. Agenda berlanjut dengan menyantap empal gentong untuk makan siang, shalat di Mesjid Agung, lalu jalan-jalan di Keraton Kesultanan Cirebon. Tiba waktunya untuk meluruskan badan dan beristirahat sejenak untuk melepas lelah di Hotel Santika Cirebon. Mau liburan singkat di Cirebon memang harus punya tujuan jelas biar lebih efektif.

Foto di lobby depan
  Saat mengambil kunci di resepsionis, kami disuguhkan 2 gelas welcome drink yang menyegarkan. Kayaknya sih sirup champolay. Saya nggak sempat foto karena keburu habis. Maklum, haus banget haha!

   Kamar yang kami pesan bersebelahan dan tanpa conecting door. Agak repot juga karena kami hobi bolak-balik. 3 boyz menempati kamar nomor 405. Sedangkan saya dan Bapa di kamar 406. Kalau mau mampir ya nelpon atau pencet bel dulu. Sesuai nomornya, kamar kami berada di lantai 4. 

Aa di kamar 406 (di belakang ada Dd lagi lihat keluar jendela)

Dd numpang maen di kamar 405
  Kamar 3 boyz punya 2 single bed dan kamar saya ada 1 double bed. Kenyataannya, dua single bed itu kami satukan jadi double bed supaya tiga anak muat tidur di situ dan biar Dd nggak terguling. Dari jendela terlihat kolam renang. Saat itu akan ada acara pernikahan. Jadi kolam renang ditutup untuk umum. Kami tidak jadi berenang sore ini deh.

Kolam renang
  Usai shalat ashar, tanpa mandi sore, kami langsung pergi jalan-jalan ke Gua Sunyaragi. Ketika tiba kembali di kamar hotel pada malam hari, kami disambut oleh cemilan selamat datang berupa colenak yang ditaruh dalam wadah tanah liat yang cantik. Hmm, colenaknya enak!
Colenak yang enak!
  Oia, sebelumnya kami habis makan malam nasi jamblang di depan Grage Mall. Kembali ke hotel untuk mandi dan beristirahat... ah senangnya! Suasana kamar yang adem membuat rasa gerah setelah panas2an pun sirna. Sayang, keriuhan acara pesta pernikahan di kolam renang cukup mengganggu ketenangan. Untung saja bukan pesta semalam suntuk, setelah pesta usai barulah kami bisa tidur dengan tenang.

  Bangun pagi, belum mandi, langsung turun ke restoran hotel untuk sarapan. Komplit juga aneka pilihan sarapan di Hotel Santika. Untuk western food ada aneka roti dan sereal beserta pelengkapnya. Hidangan nusantara ada bubur ayam, soto ayam, nasi goreng, nasi putih dan lauk ala masakan china. Buah-buahan dan kudapan pencuci mulut juga tersedia. Tinggal pilih deh...

Aa sedang mengambil bubur ayam

Kk pilih makan sereal dulu

Nasi jamblang, aneka lauk nusantara, dan aneka kukusan
  Kk Rasyad tertarik dengan gerobak yang ada di luar restoran. Dia mengambil wedang jahe. Ada sorabi juga dan aneka cemilan kue tradisional. Bapa seperti biasa memesan omelet sebagai lauk sarapan. Hmm, saya suka omelet buatan hotel. Teksturnya lembut! Kapan-kapan saya harus bisa bikin omelet model begini, haha!

Susah bener mau difoto :D
Selesai sarapan, 3 boyz langsung ganti kostum dengan baju renang. Saatnya berenang! Yihaa! Jauh-jauh ke hotel cuman mau numpang berenang doang. Emang gitu sih. Tadinya kami mau staycation aja di hotel yang ada di Bogor. Pikir-pikir, sekalian main rada jauhan, deh.

Siap-siap nyebur!
   Sayang, kami tidak bisa berlama-lama nangkring di hotel karena harus pulang ke Bogor. Kok buru-buru amat? Biar nggak kena macet di jalan tol. Sampai rumah lebih cepat bisa memperpanjang waktu istirahat sebelum kembali beraktivitas pada keesokan harinya. Karena jadwal yang mepet itu, kami membatalkan agenda belanja batik di Trusmi dan menggantinya dengan membiarkan 3 boyz berlama-lama di hotel. 

   Tidak masalah kami gagal belanja batik. Lain kali pasti bisa mampir lagi ke batik Trusmi kalau main ke Cirebon. Yang penting tujuan utama jalan-jalan kali ini sudah tercapai: anak-anak senang. Melihat 3 boyz senang banget bisa nyemplung di kolam renang sudah membuat hati saya dan Bapa bahagia.

Horee... berenang di hotel! 
Alamat Hotel Santika Cirebon ada di peta berikut: 

>>>> Read More >>>>

Rabu, 20 September 2017

Suatu Senja di Gua Sunyaragi


Senja di Gua Sunyaragi adalah kumpulan foto waktu keluarga kami berkunjung ke Cirebon tanggal 19 September 2017 lalu. Tidak banyak yang bisa saya jelaskan di postingan ini karena waktu berkujung yang singkat, takut nggak keuber mau shalat maghrib di mesjid. Plus lagi, tidak pakai jasa tour guide jadi nggak paham cerita dan sejarah tentang Gua Sunyaragi. Selanjutnya ya cukup googling sendiri untuk tahu cerita lengkapnya, hehe.

Suasana sore di Gua Sunyaragi
  Berkunjung ke Kota Cirebon, kurang lengkap rasanya jika belum mengunjungi Gua Sunyaragi. Saya memang sudah lama tidak main ke Cirebon. Pertama kali waktu studi tour bareng teman-teman SMP. Kedua waktu PKL dengan teman-teman kuliah. Kali lainnya cuma numpang lewat doang atau pas lagi ada keperluan keluarga. Tiap ke Cirebon, Gua Sunyaragi pasti jadi tempat tujuan wisata.

Salah satu sudut di Gua Sunyaragi

  Meski sudah beberapa kali ke Gua Sunyaragi, saya kok lupa detil tempat ini kayak gimana. Maklum, ingatan mulai melemah haha. Bayangkan, terakhir main ke Gua Sunyaragi itu bareng temen-teman kuliah waktu saya tinggal selama 2 minggu untuk PKL di Cirebon. Dan... saya lupa lagi Gua Sunyaragi seperti apa! Yang saya ingat cuma satu: panas!

Papan petunjuk

  Waktu studi tour SMP, saya dan teman-teman datang ke Gua Sunyaragi pada siang hari. Kesannya sama: panas! Nah, berdasarkan pengalaman dan nggak mau kepanasan lagi, maka kami sekeluarga putuskan untuk main ke Gua Sunyaragi pada sore hari. Tadinya mau keesokan paginya, tapi kami punya rencana mau berenang di hotel dulu sebelum check out dari hotel.

Oke deh, ini dia foto-foto di Gua Sunyaragi...


Foto di area depan Gua Sunyaragi


Bapa and 3 boyz


Ibu, Kk dan Dd


Ibu and 3  boyz


Dd semangat banget mau naik tangga

  Ketiga anak saya, 3 boyz (Aa Dilshad, Kk Rasyad, dan Dd Irsyad) exited banget begitu tiba di Gua Sunyaragi. Nyali berpetualang mereka pun langsung menyala! Banyak ruangan tersembunyi di Gua Sunyaragi bikin mereka penasaran untuk menjelajah. "Kayak labirin..." kata mereka.   

Kk masuk gua :D
  Saking semangatnya, mereka cepat juga jalan naik turun menjelajah gua! Duh, ini jantung emaknya yang mau copot! Takut jatuh! Maklum, tangga-tangga tanpa pegangan ini lumayan horor juga. Ditambah dinding berbatu. Kudu ekstra hati-hati dalam melangkah!

Cepet banget mereka naik ke atas!
  Jadi, buat ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian yang membawa anak kecil ke Gua Sunyaragi, mohon dampingi putra-putrinya ya. Jaga mereka jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diiinginkan karena kurang hati-hati saat menikmati objek wisata Gua Sunyaragi ini. Namanya anak-anak, pasti demen pecicilan. Saya yang ketinggalan di belakang karena 3 boyz cepet banget ngilangnya jadi sering berteriak untuk mengingatkan mereka agar berhati-hati.

3 boyz senang menjelajah Gua Sunyaragi


Mejeng dulu...

Ceritanya lagi ngumpet



Ibu mandi matahari sore :p


Foto di atas sini, Bu!


Bapa nggak mau ketinggalan bergaya


Hati-hati ya!

Banyak ruangan tersembunyi bikin boyz penasaran

Pose terakhir Kk dan Dd sebelum pulang 

   Merasa kurang nyaman dengan pengunjung yang lumayan ramai, kami memutuskan untuk segera pulang. Matahari pun mulai terbenam dan sebentar lagi waktunya shalat maghrib. Sebelum pulang, kami sempat menyaksikan para penari yang tengah berlatih di panggung pertunjukkan yang ada di area depan Gua Sunyaragi. Sepertinya mereka mempersiapkan diri untuk Festival Keraton Nusantara (tanggal  sampai 22 September 2017). 

  Andai kami punya waktu lebih banyak, ingin kembali lagi ke Gua Sunyaragi. Mendalami sejarahnya dan bisa menyaksikan pertunjukan seni yang menarik. Sampai ketemu lagi!

Panggung pertunjukkan
Baca juga:

>>>> Read More >>>>