Senin, 15 Agustus 2016

Ulang Tahun Dd Irsyad di Sekolah



Ulang tahun Dd Irsyad di sekolah sudah direncanakan sejak setahun yang lalu. Bahkan, niatnya sudah ada sebelum Dd Irsyad masuk TK! Lho, kok bisa begitu? Dulu kedua kakaknya sudah pernah merayakan ultah di sekolah. Masa si bungsu tidak? Kasihan kan. Biar adil, ketiga boyz harus merayakan ultah di sekolah. Kenangan sekali seumur hidup yang pastinya akan membekas di ingatan mereka.

   Seiring berjalannya waktu, saya dan Bapa mulai berubah pikiran. Kayaknya, nggak eprlu juga deh ngerayain ultah Dd di sekolah. Ditambah ada peraturan baru, yaitu setiap anak yang ulang tahun harus mengundang kelas sebelahnya. Maksudnya supaya teman sebelah kelasnya tidak sedih bin sirik tidak diajak merayakan ultah. Hmm, dua kelas? Lumayan juga atuh... biayanya.

   Saya kemudian membujuk Dd untuk membatalkan rencana ultah di sekolah. Saya iming-imingi hadiah dan perayaan yang lebih meriah di rumah (maksudnya diajak makan di mana gitu yang mahalan). Dd pun setuju. Aman.

  Ketika naik kembali ke sekolah dan naik ke kelas TK B, saya tidak mendaftarkan ultah Dd ke Bu Guru karena saya pikir toh Dd tidak jadi ultah di sekolah. Nggak tahunya, teman-teman Dd berturut-turut merayakan ultah di sekolah. Dd jadi kabita deh, lalu minta dirayakan juga. 

   Nah lho, Ibu kan belum booking tanggal ultah ke Bu Guru. Di sekolah TK Irsyad, perayaan ultah diadakan tiap hari Jumat. Kenapa hari Jumat? Karena hari itu pelajaran untuk anak-anak hanya shalat bareng. Jadi lebih santai dan anak-anak juga pulang lebih cepat.

   Berhubung Ibu telat booking, jadilah jadwal ultah Dd di sekolah dapat hari Jumat tanggal 19 Agustus! Padahal ultah sebenarnya adalah hari Sabtu tanggal 6 Agustus. Yah, gapapa ya De. Ternyata, dua hari kemudian Bu Guru bilang ada temannya yang membatalkan acara ultah karena memilih untuk minta dibelikan sepeda saja. Wah, alhamdulillah jadwal ultah Dd maju jadi tanggal 12 Agustus. Oke deh!

   Seminggu sebelum hari H, saya masih nggak ada ide mau bikin apa. Saya nunggu konsumsi makanan dari Hisyam yang berulang tahun di sekolah tanggal 5 Agustus. Maksudnya biar beda gitu konsumsinya. Dilihat, Mama Hisyam masak sendiri makanan untuk anak-anak yaitu nasi putih, ayam goreng, dan spagheti goreng dengan sayuran. Oke sip, saya siap dengan menu yang berbeda minggu depan.

   Beberapa hari sebelumnya, saya sudah sibuk mondar-mandir membeli bermacam keperluan. Nomor satu saya ngurusin goodie bag alias bingkisan ultah berisi makanan ringan yang nanti dibagikan untuk teman-teman Dd. Saya nggak sanggup duitnya kalau harus menyertakan merchandise, hehe. Cukup aneka snack cemilan kesukaan Dd saja. Ada 8 macam. Terpaksa nyempil satu jenis chiki karena saya bingung biar gendut diisi apa lagi ya. Hadeuh...
Bingkisan cemilan
   Urusan cemilan ini sempat salah hitung dan saya harus kembali lagi ke toko grosiran untuk membeli kekurangannya. Hal yang sama saat saya membeli kemasan untuk kotak makanan alias bento buat anak-anak. Satu pak yang seharusnya berisi 50 ternyata cuma ada 49. Stres lah saya. Kenapa saya percaya dan tidak menghitung ulang waktu membelinya. Mau balik lagi, males. Lokasinya di pasar Bogor yang jauh dari rumah. Waktu itu saya sekalian belanja kulakan buat toko obat.

   Sepertinya, saya juga kekurangan nugget! Nah lho, harus balik lagi dong ke pasar Bogor. Beruntung, saya dapat informasi dari Mama Hisyam bahwa nasi kotak untuk anak-anak cukup sediakan sesuai jumlah anak-anak saja. Untuk para Bu Guru dibuatkan nasi kotak yang lain lagi dengan menu untuk orang dewasa. Fiuh, jadi nggak kurang ya. Saya bisa bawa 43 bento saja nanti. Ditambah 8 nasi kotak untuk Bu Guru dan OB.

   Bingung lagi. Bikin nasi kotak buat Bu Guru berarti menu lain lagi, don? Bikin apa ya? Sanggup nggak ngerjainnya? Sudah riweuh bikin bento, kudu bikin buat menu lainnya juga. Alamak... kemudian saya pun semedi. Setelah berkonsultasi dengan Mama Hisyam, saya pun makin mantap dengan menu pilihan saya. Mama Hisyam juga membantu saya mencarikan nugget yang kurang dan menyumbang plastik besar dan peterseli untuk hiasan. Makasih ya, Mam.

   Oia tidak ketinggalan kartu undangan untuk teman-teman di sekolah. Kartu undangan ini dibagikan pada hari Rabu. Semalam sebelumnya, Kk Rasyad dan Dd Irsyad membantu saya menulis kartu undangan. Dd belum lancar menulis. Jadi, Dd cuma menggambar jarum jam dan menulis namanya sendiri sebagai pengundang. Makasih ya sayang...


Kartu undangan

Kk Rasyad dan Dd Irsyad bantu nulis kartu undangan
   Eng ing eng... hari yang dinanti pun tiba! Saya sudah nangkring di dapur sejak adzan subuh. Cerita hebohnya kegiatan masak ini saya ceritakan terpisah di blog Dapur Ngebut dengan judul postingan Membuat Bento untuk Acara Ulang Tahun Dd Irsyad di Sekolah. Pokoknya wuss wuss wuss... ngebut banget deh!

Bento untuk anak-anak
   
Isi bento berupa makanan kesukaan anak-anak
    
Nasi kotak untuk Bu Guru

   Selesai memasaka dengan mengerahkan bala bantuan yang ada, saya pun segera mandi lima menit dan siap-siap berangkat. Semua diangkut menggunakan Grab car dengan ongkos cuma Rp.10.000 saja! Tapi saya tidak membayar segitu, kasihan dong drivernya udah mau repot antar saya ambil kue dan membawakan barang-barang ini ke sekolah. Pastinya saya kasih tambahan tip. Makasih ya, Pak driver.

    Acara dimulai setelah anak-anak menikmati snack bekal masing-masing. Semua duduk dan berkumpul. Dd Irsyad duduk di depan kue ulang tahun Angry Birds yang bolak-balik ingin dicoleknya.
   
Dd Irsyad dan kue Anry Birds
   Bu Guru Diana membuka acara, disusul dengan membaca doa bersama yang dipimpin oleh Bu Guru Halimah. Setelah itu, saya memberikan sambutan singkat berupa ucapan terima kasih untuk kehadiran teman-teman dan doanya untuk Dd Irsyad. 

Berdoa bersama

Aamin, terima kasih untuk doanya Bu Guru dan teman-teman semua


Selanjutnya... nyanyi bareng! Semua anak berdiri dan bernyanyi sambil mengangkat tangan ke atas. Lagu yang dinyanyikan adalah "Selamat Ulang Tahun" dan "Happy Birthday". Dd Irsyad memegang mikropon sendiri untuk menyanyi. Tapi suaranya kok nggak keluar? Hihihi. Usai bernyanyi, Dd Irsyad meniup lilin dan potong kue untuk dibagikan kepada teman-teman. 

Nyanyi malu-malu sambil liatin kue
Perayaan ultah Dd di sekolah

   Alhamdulillah, acara berlangsung dengan lancar. Anak-anak senang bisa bernyanyi dan makan kue ulang tahun bersama. Pulang ke rumah dengan ojek langanan, Dd langsung tidak sabar ingin membuka semua hadiah dari teman-temannya! Tunggu De, sabar yaa...

Mandi kado :D

Waduh, dibuka semua itu kadonya!

   Alhamdulillah, tuntas sudah keriaan hari ini. Ditutup dengan makan siang dengan bento buatan Ibu, Dd Irsyad pun tersenyum bahagia. Ah, lelah Ibu seolah sirna melihat sinar bahagia di matamu, Nak...


"Selamat Ulang tahun yang keenam, Dd Irsyad. Semoga menjadi anak pintar yang soleh ya, aamiin. Tetaplah ceria dan menjadi penyemarak hati Ibu sampai kapan pun juga. We love you"

>>>> Read More >>>>

Senin, 08 Agustus 2016

Serunya Bermain Air di Coconut Island Waterpark



Serunya Bermain Air di Coconut Island Waterpark membuat 3 boyz kegirangan pada libur Lebaran kemarin. Saya sengaja mengajak pasukan riweuh berlibur ke pantai untuk memuaskan hobi berenang mereka. Tidak hanya bermain di pantai saja, saya memilih tempat menginap yang punya kolam renang bagus. 

   Hasil googling pada aplikasi booking hotel membuat saya tertarik untuk menginap di Coconut Island Waterpark and Beach Resort. Wah, ada waterpark di resort ini! Selengkapnya tentang Coconut Island bisa dibaca di postingan ini: Terdampar di Coconut Island Beach Resort.


   Sebelum berenang di waterpark, kami sengaja berenang dulu ke pantai. Mumpung masih pagi dan cuaca cerah. Biar tidak terjebak macet juga. Nanti keburu mepet waktu check out kan sayang jadi tidak sempat mencoba waterpark yang ada di tempat ini. Cerita berenang di pantai saya tulis di postingan Berenang di Pantai Carita.

Coconut Island Waterpark dilihat dari depan restoran

Waterpark yang dilihat dari balik pagar di dekat pantai

Suasana waterpark sebelum buka

   Usai kenyang sarapan bagian kedua di restoran, 3 boyz langsung mengenakan pakaian renangnya yang masih basah (habis berenang di pantai) untuk nyemplung lagi. Tinggal kucluk-kucluk jalan kaki dari saung tempat menginap, mereka langsung masuk ke waterpark dengan riang gembira. Horee, main air lagi!

   Setiap menemani boyz berenang, saya dan Bapa berbagi tugas. Saya memang tidak ikut nyemplung ke kolam karena tidak punya baju renang. Saya mengawasasi Aa Dilshad dan Kk Rasyad dari jauh. Sedangkan Bapa menemani Dd Irsyad berenang. Aa dan Kk sudan bisa berenang. Jadi, saya tidak terlalu khawatir lagi. Apalagi Aa pasti selalu bersama Kk dan menjaga adiknya dengan baik. Sesekali saya mendekati mereka untuk memotret atau minta dipotret juga, hehe.

Ibu dan patung lumba-lumba yang menyembur air

Suasana waterpark yang ramai

Ember tumpah

Aa dan Kk bermain seluncuran

Bapa dan Dd di bawah jembatan dengan tirai air

Aa siap nyemplung dengan ban

Lho, kok pakai ban terbalik? :D

    Siang itu cuaca lumayan panas. Terik matahari semakin terasa di waterpark yang masih gersang ini. Iya, pepohonan di sini belum tumbuh besar. Baru ditanam beberapa bulan. Andai sudah teduh, suasana pasti lebih nyaman. Saya ngumpet di tenda yang disediakan untuk penunggu. Dilengkapi payung dan meja, kita bisa memesan makanan dan minuman yang dijajakan di dalam waterpark.

Tenda putih tempat menunggu dengan meja dan kursinya

    Tiket masuk Coconut Island Waterpark adalah Rp.50.000 untuk satu orang. Tamu yang menginap di Coconut Island Beach Resort tidak perlu membayar lagi untuk masuk ke waterpark. Loket pembayaran terletak di pintu masuk area resort. Jadi, pengunjung waterpark bisa menikmati keindahan resort dan pantainya sekaligus begitu masuk ke kawasan ini.

Patung kuda laut yang menyemburkan air

Kerang penyemprot air

Asyik, Dd disemprot kerang!

   Sewa ban juga tersediakan dengan harga sesuai ukuran ban yang dipakai. Kami menyewa ban besar yang bisa dipakai untuk dua orang buat Aa dan Kk. Sedangkan Dd memakai ban single saja. Ban double dipakai boyz untuk bolak-balik bermain seluncuran. Kesihan juga melihat mereka 'ketekelan' menggotong ban yang besar itu naik tangga yang cukup tinggi. Menjelang akhir seluncuran, ada bundaran yang bikin seru menuru mereka. Berikut foto waktu Aa Dilshad naik seluncuran sendiri dan ditunggui oleh Kk Rasyad di ujung terowongan...

Itu dia Aa keluar!

   Sambil berenang, pengunjung disuguhi live music dari pinggir kolam. Oia saya tidak tahu seperti apa kondisi kamar mandi di waterpark ini karena selesai berenang langsung mandi di saung tempat kami menginap.

   Saya suka dengan kolam yang bersih dan wahana permainan yang menarik di waterpark ini. Yah, kalau anak-anak suka, emaknya tentu ikut senang bukan?

Anak girang emak pun senang
COCONUT ISLAND WATERPARK AND BEACH RESORT
Jalan Raya Carita Labuan KM 3.8
Caringin Pandeglang
Kabupaten Pandeglang Banten
Website: www.coconutislandcarita.com
>>>> Read More >>>>

Minggu, 07 Agustus 2016

Terdampar di Coconut Island Beach Resort



Terdampar di Coconut Island Beach Resort adalah cerita libur Lebaran beberapa minggu yang lalu. Baru sempat posting, nih. Bukan sekedar lagi riweuh, tapi saya kebetulan lagi pengen introspeksi diri jelang pergantian usia. Kini, usia sudah resmi bertambah, rencana matang sudah disusun, lho kok malah mager alias males gerak? Yah, beginilah kalau terlalu mendalam menghayati arti kehidupan *ngomong apa sih, mak?*

Sebelum tertimpa oleh postingan lain yang lebih mendesak, postingan ini harus segera terbit! Duile, udah kayak reporter aja pakai dikejar deadline. Eh jangan salah, meski cuma postingan pribadi, teuteup harus ada tenggat waktu tayangnya. Kalau kelamaan, bisa meluap dan akhirnya terlewat, terus males ditulis, deh. Ini terjadi sungguhan pada saya, hiks...

Lanjut cerita lagi. Tentang berenang di pantai carita sudah dibaca? Nah, sebelum pergi berenang, kami menginap dulu di sebuah tempat yang suasananya unik dan baru saja dibuka. Namanya Coconut Island Waterpark and Resort. Saya singkat menjadi Coconut Island saja ya. Saya ingin cerita tentang fasilitas menginap di resort ini. Pada postingan selanjutnya baru akan saya ceritakan tentang wahana waterpark yang ada di kawasan resort Coconut Island.

Kami sampai di Coconut Island sekitar pukul 10 malam. Duh, nggak nyangka bakal terjebak kemacetan panjang. Total waktu yang habis di perjalanan dari Bogor ke Coconut Island adalah 8 jam! Iya, DELAPAN JAM! Bayangkan betapa lega bercampur lelah dan mengantuknya kami saat tiba di lokasi.

Perut mulai lapar pun ditahan saat terjebak macet. Kami mau cari makan di sekitar hotel saja. Mampir ke RM Ibu Entin pada pukul 9 malam! Ternyata, begitu sampai di resort kami baru tahu kalau makan malam sudah tersedia di restoran. Owalah nggak ada keterangannya di aplikasi booking hotel. Nggak apa-apa deh. Toh kami jadi nyobain makan di tempat makan yang katanya sudah terkenal enak tersebut. Cerita tentang makanan di RM Ibu Entin nanti menyusul di blog. 

Dari lobby, kami berjalan kaki cukup jauh menuju kamar penginapan yang berupa saung. Tersedia saung pinang dengan dua tempat tidur dan saung bambu dengan empat tempat tidur. Tentu saja kami memesan kamar di saung bambu. Office boy segera mengantar kami ke saung bambu nomer 203. Agak spooky juga jalan kaki malam begini. Begitu sampai, saya sempat memfoto suasana malam di sekitar pondok. 

Saung bambu tempat kami menginap

Suasana malam

  Masuk pondok, 3 boyz bukannya tidur malah asyik dengan suasana kamar yang tidak biasa. Ehm, dengan kata lain: norak, haha. Mereka sibuk bermain kelambu yang tergantung untuk menutupi empat tempat tidur yang diampar di atas lantai bambu. Ya, pondok ini terbuat dari bambu. Foto lengkapnya, tunggu besok baru bisa memotretnya biar kelihatan jelas.

  Tidur malam kali ini ditemani suara kodok dan suasana yang berbeda dibandingkan dengan menginap di kamar hotel. Dan ups, banyak nyamuknya pula! Oh pantas tempat tidurnya dipasangi kelambu. Semprotan obat nyamuk juga tersedia. Selain fasilitas standar seperti kamar berAC, ada kipas anginnya juga, teko air panas dan gelas minum serta air mineral. Juga toiletris dan handuk untuk empat orang sudah tersedia. Plus ada sapu untuk menjaga saung bersih dari pasir pantai. Good good... yuk, tidur dulu. 

  Selamat pagi! Sudah segar nih habis beristirahat semalam. Dari subuh, 3 boyz sudah bangun dan bersemangat untuk berenang di pantai. Ke pantai? Iya, tujuan kami datang jauh-jauh ke sini untuk bermain air di pantai. Boyz sering berenang di kolam renang. Berenang di pantai melawan ombak pasti punya sensasi tersendiri.

  Jangan lupa, sarapan dulu, dong. Kami menyeduh pop mie untuk mengganjal perut. Setelah berenang di pantai, nanti kami kembali ke resort untuk sarapan part two dan lanjut berenang di waterpark. Waterpark? Iya. Coconut Islang Resort dilengkapi dengan waterpark. Makanya saya memilih menginap di sini.

Siap menemani boyz berenang

  Berenang di pantai sengaja dilakukan sepagi mungkin supaya kami tidak terjebak macet dan sempat melanjutkan bermain di waterpark sebelum check out. Wah, agendanya nyemplung melulu, nih. Namanya juga liburan bareng anak-anak. Mereka suka main air, ya hayuk kita beri, hihi. 

  Sambil berangkat ke pantai, kami foto-foto dulu dong...

Jalan di sekitar resort

Mejeng dulu ah

Suasana pagi di Coconut Island

Wonderful view

Waterpark dari kejauhan

Menuju lobby untuk keluar dari resort 


Papan penunjuk jalan

Lobby dan meja resepsionis

Selamat datang!

  Maaf, yang foto terakhir jangan kabur ya kalau seandainya saya yang menyambut begini, hehe. Kemudian, kami berjalan ke parkiran untuk berfoto di tempat yang paling hits. Makin siang, makin banyak pengunjung yang antri untuk foto di spot keceh ini lho! 

3 boyz lagi males bergaya. Pengen buru0buru berenang

Bapa dan Ibu numpang nampang

Tempat parkir yang luas

  Yuk ah, lanjut jalan ke pantai. Tentang berenang di pantai Carita bisa di baca di sini.

  Puas berenang, kami kembali ke resort. Habis berenang pasti lapar ya. Buru-buru mandi dulu di pondok sebelum ke restoran untuk makan pagi. Restoran terletak di lantai dua bangunan yang ada di tengah resort. Makan pagi kami saat itu sudah termasuk kesiangan, yaitu pukul 9. Makanan yang disajikan secara prasmanan sudah tinggal sedikit.


Lantai bawah untuk tempat bersantai.
Restoran ada di lantai dua

Bubur dan soto ayam

Nasi putih dan nasi kuning serta lauk pelengkapnya

  Kami memilih untuk duduk di bagian sebelah kiri restoran. Cuaca cerah dan pemandangan pantai yang indah terlihat jelas. Menikmati sarapan sambil disuguhi pemandangan pantai yang memesona bikin betah duduk di tempat ini. 

Area restoran di sebelah kiri
Area restoran di sebelah kanan


Restoran dari sudut kiri

Aa Dilshad lagi sarapan sambil menikmati pemandangan

Pemandangan dari lantai dua

Pemandangan ke pantai

Bagus ya?

Pemandangan ke parkiran dari lantai dua

Kk Rasyad dan Ibu ikut nangkring

  Hmm, tidak puas dengan nasi goreng, nasi putih dan lauk ayam yang ada, Bapa memesan omelet dan telur mata sapi untuk sarapan. Kirain kayak di hotel yang bisa pesan menu tersebut tanpa tambahan biaya. Ternyata, keduanya tidak termasuk dalam paket sarapan dan kami disodori bill (siapa bill? :D). Harganya? 30 ribu untuk omelet dan 10 ribu untuk telur mata sapi. Kurang sepadan menurut saya karena waktu membuatnya yang lumayan lama. Kami sudah selesai sarapan, pesanan baru datang. Hampir saja mau saya tinggal pergi... 

Menu sarapan tambahan dan harganya 
   Setelah makan, kami melihat pantai di yang ada di Coconut Island. Sesuai dengan hasil browsing sebelumnya, pantai ini berbatu dan agak berbahaya jika berenang di pantai ini. Tapi kenyataannya banyak juga yang berenang. Sekedar bermain air atau naik banana boat yang fasilitasnya disediakan di Coconut Island. 


Pantai yang berbatu 

Wah, ada yang main banana boat 

Panasnya pol

  Suasana panas dan matahari terasa terik di pantai ini. Begitu pula suasana di resort yang baru saja berdiri selama lima bulan. Jadi, harap maklum jika terasa panas. Pohon-pohon yang ditanam di tempat ini belum tumbuh besar dan suasana teduh belum terasa. 

Ngadem di saung pinggir pantai 
  Terus, habis ini apa? Kami berenang lagi di waterpark. Tentang suasana waterpark dan keseruan boyz bermain air saya ceritakan di postingan terpisah, ya.

  Capek nggak sih, berenang melulu? Ah, tiga anak ini mana kelihatan capek kalau asyik main air. Aslinya sih, mereka masih betah di waterpark. Tapi, kami harus pulang supaya tidak kemalaman sampai di Bogor. 

Jalan dari pantai menuju ke pondok 
  Sebelum pulang, saya merapikan kamar dan memotret pondok tempat kami menginap. Saat baru tiba, saya juga sudah mengambil foto. Tapi suasana malam membuat foto kurang jelas. Kalau sudah siang seperti ini kelihatan jelas deh... 

Tempat tidur

Tempat tidur dengan kelambu anti nyamuk

Wastafel

Toilet

Kamar mandi

Bapa and 3 boyz

  Hey, boyz! Yuk, kita kemon. Makan siang sekaligus check out. Bawaan kami memang tidak begitu banyak. Tanpa bantuan office boy, kami membawa sendiri semua tas ke mobil. Jalanan berpasir memang bikin susah buat menyeret koper. Semalam bahkan koper digotong oleh office boy dari lobby ke pondok. Mungkin kalau dipasang paving block lebih enak ya. Kayaknya sih mau dipasang. Saya lihat masih banyak bagian dari resort yang belum selesai dibangun.

  Sambil berjalan, tiba-tiba kami melihat tempat yang menarik. Ada wahana outbond! Jangan tanya seperti apa girangnya 3 boyz. Nih, lihat saja sendiri...

Aa dan Bapa di Elvis bridge. Kk dan Dd lagi manjat jaring.

Demen banget dah 

Langsung pecicilan 

Ayo, coba lagi De! 

Emaknya cuma bisa narsis sambil keringetan 

  Sudah dulu mainnya! Lapar nih! Saya dan boyz langsung ke restoran sementara Bapa menaruh koper dan tas. Sampai di lantai dua, saya bingung. Kok meja prasmanannya kosong? Ternyata, tidak ada menu prasmanan untuk makan siang dan makan malam. Oia, saya lupa menyebutkan kalau selama menginap di Coconut Island ini kami mendapatkan tiga kali makan. Tiga? Bukan satu alias sarapan doang? Yup,tiga kali! Setelah jatah makan malam kami yang hangus karena makan di RM Ibu Entin, kami nggak mau dong melewatkan makan gratisan ini. Engg nggak gratis juga keles... pan udah paketnyaa :D

  Agak under estimate gara-gara sarapan yang kurang berkesan, saya duduk menunggu makanan diantar ke meja kami. Es teh manis diantar pertama kali sebagai minuman pembuka. Wah, maknyes, seger. Tidak lama kemudian, makanan berdatangan. Tahu nggak sih... makanannya ada banyak dan semuanya enaaakk!!! Ada apa saja? Ini dia...

Sup ayam plus chikuwa

Udang asam manis 

Tumis sawi putih dan bakso 

Rolade ayam dengan keju 
Lhah... dapet omelet? :D 

Penutup: es buah 
  Alhamdulillah, kami kenyang dan puas dengan menu makan siang yang nikmat. Energi terisi penuh setelah aktivitas berenang yang cukup melelahkan. Ibu nggak berenang sih, tapi lumayan ikut capek dan kepanasan juga, hehe.

  Liburan di Coconut Island cocok untuk yang menyukai suasana menginap yang membuat kita seolah sedang terdampar di sebuah pulau terpencil. Tidur di pondok tanpa fasilitas televisi dan working space membuat pikiran jauh dari hiruk-pikuk dunia luar dan pikiran tentang pekerjaan. My 3 boyz, anak-anak saya senang sekali mendapat pengalaman liburan di Coconut Island. Jangan menginap di kamar hotel yang kaku melulu. Suasana desa di pinggir pantai ini langsung melekat di memori mereka dan juga minta kami untuk kembali lagi ke Coconut Island.

  Kapan menginap lagi di Coconut Island? Tidak dalam waktu dekat, ya. Jika pepohonan di resort ini sudah teduh, kecepatan pelayanan ditingkatkan, dan saran saya di kertas saat check out sudah dilaksanakan... insha Allah kami akan datang lagi!





COCONUT ISLAND WATERPARK AND BEACH RESORT
Jalan Raya Carita Labuan KM 3.8
Caringin Pandeglang
Kabupaten Pandeglang Banten
Website: www.coconutislandcarita.com
>>>> Read More >>>>