Kamis, 23 Maret 2017

Playdate with Dapur Hangus: Belajar Tehnik Dasar Memotret Makanan



Belajar tehnik dasar memotret makanan menjadi minat saya beberapa bulan terakhir ini. Mulai akrab dengan food photography sejak punya hobi memotret makanan hasil uji coba resep di dapur untuk diposting di blog. Berawal dari aspret alias asal jepret, semakin lama saya terpacu untuk bisa menghasilkan foto makanan yang kelihatan bagus dan menarik.

   Kamera yang saya pakai hanya mengandalkan kamera smartphone. Mulai dari smartphone Lenovo S920 yang saya beli dengan tabungan sendiri. Lalu beralih ke Samsung Galaxy Note 3 yang saya pakai sampai sekarang. Smartphone tersebut saya dapatkan gratis dari hadiah lomba blog. Kalau ada yang mau ujug-ujug ngasih kamera atau smartphone dengan fitur foto yang canggih akan saya terima dengan senang hati, hehe.



   Dari mana saya belajar memotret makanan? Dari hasil kepo ke akun Instagram para food photographer, juga teman-teman blogger dan member komunitas fotografi yang jago memotret makanan. Setiap ada workshop tentang fotografi gratisan pasti saya datangi. Seperti Pelatihan Smartphonegraphy dan Potret Fotografi. Yang pertama ini penuh kesan karena selesai acara saya menjadi juara dua kontes foto memotret objek yang ada di sekitar lokasi tempat pelatihan yaitu Hotel Padjadjaran Suite and Resort dan mendapat hadiah menginap gratis di hotel tersebut. Alhamdulillah. 



   Saat mendapat kabar ada pelatihan fotografi dengan mentor Mbak Ika Rahma, saya girang banget dan langsung mendaftar. Maklum, saya adalah fans Dapur Hangus yang dikelola oleh Mbak Ika. Mumpung Mbak Ika yang tinggal di Bandung ini mau ke Bogor. Kapan lagi bisa ketemuan dan belajar langsung?


   Kenapa saya ngefans sama Mbak Ika? Coba saja intip akun instagram @dapurhangus. Semua fotonya kece badai. Properti foto yang ada bisa dibeli juga lho di akun @dapurhangusdotcom. Huwow, dijamin ngiler deh. Tapi ingat, saat bertransaksi nanti jangan coba-coba panggil ibu muda ini dengan sebutan 'sis'. Kenapa? Kenapa hayo...


A post shared by Emak Riweuh (@innariana) on


   Bertempat di Maraca Books and Coffee pada tanggal 4 Februari 2017, workshop dengan judul 'Playdate with Dapur Hangus' diselenggarakan dengan jumlah peserta yang terbatas. Kebetulan pada hari yang sama saya menghadiri acara peresmian Taman Kaulinan di Lapangan Sempur. Setelah selesai, saya tinggal berjalan kaki saja ke lokasi workshop di jalan Jalak Harupat No.9A, tidak jauh dari Lapangan Sempur. Saya datang bersama teman-teman dari Asinan Blogger, yaitu Rani, Yuli, Mbak Ratna, dan Mbak Alma. 

  Oia, saat registrasi para peserta dibagikan buku panduan dan kalender meja yang cantik. Salah nih, kalender meja sekarang saya tarus di meja tempat saya mengetik. Jadi, tiap lirik gambar coklat yang ada di kalender malah bikin saya lapar, hahaha.

  Saat tiba di Maraca, saya masih membawa Kk Rasyad sebagai pendamping dari acara di Taman Kaulinan. Ketika acara dimulai, Kk Rasyad dijemput oleh Bapa untuk menjenguk Aa Dilshad di pesantren. Cafe tempat workshop ini lumayan enakeun. Suasananya nyaman dan asyik buat nongkrong sambil baca buku. Sayang, foto-foto yang saya ambil entah hilang ke mana. Jadi, saya cuma bisa menyisipkan foto dari postingan Instagram saja. Berikut foto dari Instagram Mbak Alma yang memotret suasana di dalam cafe beserta Kk Rasyad yang sedang asyik membaca...


A post shared by Almazia (@almazia) on

  Workshop dimulai. Mbak Ika adalah sosok yang ramah dan menyenangkan. Workshop yang serius jadi bisa disimak dengan suasana santai. Oia, waktu awal berjumpa, agak ge er ternyata Mbak Ika tahu saya adalah pemilik akun Dapur Ngebut. Ketahuan kalau saya emang ngefans dan sering kepoin akunnya, hehe. Sesama pemilik akun dengan nama 'dapur', kita kan sebenernya tetanggaan ya *eaa* 

  Materi pertama yang dijelaskan oleh Mbak Ika adalah tehnik dasar fotografi. Sebelumnya, Mbak Ika sempat membahas tentang kamera smartphone apa yang paling bagus. Jawabannya adalah: smartphone baru! Iya, smartphone baru itu pasti kameranya berfungsi dengan sangat baik. Setelah pemakaian lama dan pakai acara bolak-balik jatuh, dijamin kinerja kamera akan menurun karena lensa kamera yang sensitif sudah eror. Kayak orang geger otak jadinya, ya. Sudah bolak-balik terbentur ya jadi erorejing


A post shared by Emak Riweuh (@innariana) on


  Apa saja yang termasuk dalam materi fotografi dasar? Tidak jauh-jauh dari pembahasan tentang tehnik memotret. Termasuk memahami aturan dasar rule of third, cara mengambil foto dengan berbagai angle, mengatur pencahayaan, food styling, dan edit foto. Selengkapnya tidak akan saya bahas disini. Nanti panggil saja Mbak Ika langsung untuk menjelaskan, hehe.

  Saat menyimak materi, Mbak Ika menyelingi dengan kuis. Peserta diminta menebak mana diantara dua foto yang diambil dengan kamera canggih atau kamera smartphone. Lumayan, saya dapat hadiah sepaket sedotan warna-warni dan dua napkin dari karung goni sebagai properti foto. Asyik! 


Hadiah kuis: napkin dari karung goni dan sedotan warna.

  Selanjutnya, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk pelajaran praktek. Saya masuk ke kelompok 1 yang bertugas memotret makanan tradisional. Peserta boleh meminjam properti foto yang disediakan oleh panitia. Kami pun dipinjamkan papan alas foto dan properti lainnya seperti buku jadul dan teko. 




  Berikut hasil jepretan makanan tradisional yaitu dengan pemeran utamanya bala-bala dan pisang goreng keju. Terakhir sempat ditambahkan singkong goreng. Jangan tanya seberapa kuat kami menahan godaan pengen ngigit makanan yang dipotret, hehe. Duh, itu bala-bala meuni dadah-dadah ngegoda pisan...


A post shared by Emak Riweuh (@innariana) on


A post shared by Emak Riweuh (@innariana) on


  Sambil motret, peserta menikmati makan siang yang dihidangkan. Ada nasi bakar teri dengan ayam goreng yang lezat. Duh, fotonya nggak ada. Saya ceritain aja ya emang rasanya beneran enak. Ditambah minuman lemon tea ice yang seger banget. Cocok untuk cuaca Bogor yang lumayan panas. 

  Workshop pun berakhir. Sebelum pulang, semua peserta pelatihan berfoto bersama. Sambil menungu dijemput, saya malah iseng foto-foto narsis bareng teman-teman Asinan Blogger. 

   Saya nekad 'membajak' Mbak Ika yang tengah sibuk menyiapkan sesi pemotretan kue ulang tahun. Ceritanya saya mau minta petunjuk pada sang pakar food photography. Saya nggak pinter food styling. Apalagi harus shoot dari jauh dan segala perintilan properti foto terlihat jelas. Hasil foto saya cenderung fokus pada makanannya saja, agak cuek sama properti pendukung. Maklum, emak riweuh harus ngebut di dapur karena banyak urusan, hehe.

   Mau tahu apa saran Mbak Ika? Katanya, nggak apa-apa dengan foto yang fokus pada makanan. Asal harus benar-benar kelihatan detail dari makanan tersebut. Aih, leganya hatiku. Baiklah, akan segara dipraktekkan! Sambil belajar lebih rajin lagi biar bisa food styling. Harus sering latihan lagi! Terima kasih buat ilmu yang sudah diajarkan hari ini ya, Mbak Ika. 


A post shared by Emak Riweuh (@innariana) on


A post shared by Emak Riweuh (@innariana) on


A post shared by Emak Riweuh (@innariana) on



A post shared by Emak Riweuh (@innariana) on


  Ternyata, banyak hal yang harus diperhatikan dalam memotret makanan. Pahami dulu tehnik dasar memotret, kenalan dulu dengan objek yang akan difoto. Setelah memahami sang hero alias objek foto, barulah kita bisa menentukan tema yang tepat untuk foto makanan tersebut. Misalnya makanan tradisional si bala-bala tadi. Properti pendukungnya harus segala sesuatu yang berkesan tradisional, bisa properti berbau tradisional atau properti yang terkesan jadul. Jangan lupa mengeditnya jika hasil foto kurang memuaskan. Foto makanan yang bagus adalah foto yang bisa menunjukkan bahwa makanan itu saangat lezat sampai siapa pun tergiur untuk mencicipinya.

  Oia, waktu menunggu jemputan tiba, saya sempat mengobrak-abrik dagangan Mbak Ika yang ada di mobilnya. Lumayan, dapat beberapa benda unyu-unyu buat properti foto. Tapi saya nggak berani lama-lama, soalnya properti foto Dapur Hangus itu keren semua. Kalau kelamaan takut dompet jebol, haha.


Properti foto Dapur Hangus yang saya beli

  Satu hal penting yang saya dapat dari workshop ini adalah: merapikan properti foto! Nggak sadar, ternyata hobi maen comot perabotan di toko kelontong membuahkan koleksi properti foto yang berantakan. Mana saya menaruhnya asal-asalan pula! Setiap mau motret, saya mikir dulu... terakhir naro alas foto anu di mana ya? Itu mangkok warna merah ada di mana sih? Akhirnya waktu terbuang karena saya sibuk nyari props, hadeuh...

   Saya sontek Mbak Ika: properti foto tersimpan rapi dan terorganisir dalam beberapa wadah kontainer plastik. Sekarang, properti alias props foto nggak saya taruh secara ngawur lagi. Pas mau motret, tinggal gotong itu kontainer berisi props ke lokasi pemotretan. Halah gaya... lokasi pemotretan di tempat jemuran aja bangga haha! Oia, tolong abaikan foto wadah props berupa kardus dari bekas obat. Rencananya mau ditutup pake kain biar keren, tapi belum sempat.
Atas: kontainer berisi aneka properti foto.
Kiri bawah: aneka alas foto. Kanan bawah: kotak isi bunga plastik

  Sampai di sini dulu postingan saya tentang pelatihan memotret. Sampai jumpa di postingan selanjutnya ^_^
>>>> Read More >>>>

Sabtu, 04 Maret 2017

Jepret Soto Mie Makin Keren dengan Asus ZenFone


Waktu masih merantau di Semarang, saya sempat kagum dengan kuliner daerah setempat bernama soto semarang. Penjual hidangan ini dengan mudah ditemui di pinggir jalan. Waktu menyantap hidangan ini bisa kapan saja. Buat sarapan oke, makan siang bisa, makan malam juga cocok. Setelah mencicipi sendiri, baru saya mengerti. Rasanya lezat dan pas di lidah! Pantas saja kuliner ini begitu digemari.

Soto semarang (foto: hellosemarang.com)

   Apa yang membuat saya kagum? Itu lho, kok bisa ya satu makanan cocok buat dimakan kapan saja? Jawabannya adalah karena hidangan ini punya kuah hangat yang nikmat dengan aneka isiannya yang mengundang selera. Kadang ada kuliner daerah yang cuma cocok untuk sarapan atau cuma bisa jadi lauk makan berat saja.

   Ketika singgah di pulau Kalimantan, kembali saya bertemu dengan kuliner yang setipe dengan soto semarang. Yaitu cocok dinikmati kapan saja. Namanya soto banjar. Sepertinya, masyarakat Indonesia gemar makan soto. Saya juga penggemar soto. Habis enak sih!

Soto banjar (foto: infokuliner.com)
   Selanjutnya, di perantauan saya banyak mencicipi aneka kuliner nusantara bertitel soto. Di Solo saya ketagihan soto ayam yang harganya saat itu lima ribu rupiah sepanci! Di Makassar ketemu coto makassar yang sarat bumbu dengan daging yang lembut. Aih, benar-benar nikmat!

   Balik dari rantau, saya dan keluarga menetap di Bogor. Sama seperti waktu di rantau, saya menjelajah kuliner Bogor yang rasanya enak. Kali ini saya bisa lebih santai menjelajah kuliner Bogor. Tidak perlu dikejar deadline bakal pindah rumah lagi. Ketemu apa saja? Banyak! Ada asinan bogor, soto kuning, laksa, toge goreng, doclang, sampai es pala. Dari semua kuliner khas Bogor, ada satu kuliner yang menancap di hati saya yaitu soto mie. Saya penggemar soto dan juga mie. Cocok banget makan soto mie.

Kuliner khas Bogor: asinan, laksa, toge goreng, dan soto kuning
   Gerobak penjual soto mie bisa dengan mudah ditemui di pinggir jalan atau di dekat pusat keramaian. Namun jelang sore sudah tidak ada lagi yang berjualan soto mie kecuali di gerai swalayan atau mall. Para pedagang kaki lima menjajakan hidangan ini sebagai teman sarapan dan makan siang. Padalahal, menurut saya soto mie termasuk kuliner yang cocok dimakan kapan saja, lho!

Soto mie dengan daging sapi

   Apa sih soto mie? Soto mie adalah soto kuah daging yang diberi mie kuning sebagai pelengkapnya. Inilah yang membedakan soto mie dengan soto yang lain, yaitu pakai mie. Ada juga yang mencampurnya dengan bihun. Isinya? Ada irisan daging sapi, kikil, toge, tomat, dan lumpia. Iya, lumpia. Unik ya, ada soto pakai irisan lumpia. Mau tahu rasanya jadi seperti apa? Kayak ada kres kresnya gitu! Oia, maafkan kalau saya menyebutnya sebagai lumpia. Kebiasaan makan lumpia semarang soalnya. Orang Bogor sendiri menyebutnya sebagai risol. Isinya cuma bihun saja. 

Enak dimakan begitu saja. Yuk, comot satu!

  Masih kurang nendang? Bisa tambah nasi juga, lho! Nasi disajikan dalam bungkus daun pisang berbentuk segitiga. Ada juga yang dibentuk segi empat. Porsi sedikit, sih. Tapi menurut saya sudah bikin kenyang karena ada mie. Kalau kurang bisa minta tambah nasi lagi. Plus emping, kucuran jeruk limau, dan sambal, menikmati soto mie jadi makin berselera.

Mie kuning
   Saya sudah mencicipi soto mie mulai dari pinggir jalan sampai yang dihidangkan pada acara arisan, dan tentu saja soto mie buatan sendiri. Ternyata, tidak semuanya punya rasa yang seragam. Ada yang kuahnya bening, kuah santan, kuah kuning (pakai kunyit), dan kuah kemerahan (pakai cabe). Namun kebanyakan soto mie yang saya temui punya kuah bening nan kinclong. Ini kesukaan saya!

Soto mie buatan saya
Resep soto mie buatan saya bisa dilihat di blog Dapur Ngebut: Soto Mie Khas Bogor.


Soto mie kiriman tetangga

   Lumpia eh risol sebagai pelengkap juga tidak sama ukurannya. Saya menemukan risol ukuran kecil saat makan soto mie di pangkalan bus Damri dekat Mall Botani. Enak juga sih, jadi lebih kriuk. Namun saya lebih suka yang berukuran besar. Lebih puas soalnya, haha!

Gerobak penjual soto mie

   Saya tidak pernah bosan makan soto mie. Soto mie... seleraku! Eh, jadi kayak iklan ya! Beneran, soto mie itu enak dan bikin ketagihan. Makan soto mie di pinggir jalan nggak bikin gengsi. Jika sedang tidak masak di rumah, saya sering makan di lapak mamang soto mie langganan di depan komplek. Mamang soto mie juga sudah hapal dengan pesanan saya, yaitu tidak pakai mecin alias MSG.

Soto mie depan komplek
   Makan soto mie bareng teman jadi agenda saya sebelum pergi beraktivitas. Kadang bareng tetangga atau ibu-ibu di sekolah. Pada suatu hari, saya janjian dengan Mbak Arin (tetanggga blogger) untuk sarapan soto mie bareng di depan komplek rumahnya. Sebuah warung tenda yang menyajikan soto mie kami hampiri. 

   Setelah memesan dua porsi soto mie, kami duduk di bangku panjang yang ada di luar warung. Punya kebiasaan memotret makanan dengan smartphone pun kami lakukan. Eh, tunggu dulu, Mbak Arin punya smartphone yang keren banget kayaknya nih. Namanya Asus Zenfone 3 ZE520KL. Saya pun meminjamnya untuk memotret soto mie.

Asus ZenFone 3 ZE520KL

   Warung tenda yang berada di bawah pohon rimbun dan cuaca agak mendung sempat membuat saya pesimis saat memotret. Kurang cahaya begini, hasil fotonya bakal bagus nggak ya? Ternyata... fotonya jadi keren seperti ini:

Soto mie yang nikmat! Jepret dengan Asus ZenFone 3 ZE520KL

Soto mie... seleraku! Jepret dengan Asus ZenFone 3 ZE520KL

Asus ZenFone Series Built For Photography


Mau tahu kenapa hasil foto dengan smartphone Asus ZenFone bisa kelihatan terang dan jernih? Padahal, saya cuma menggunakan mode auto saja. Nggak dioprek lagi, maklum gaptek. Ternyata, ada PixelMaster Camera yang ditanam dalamnya membuat hasil foto jadi terang dan tajam bahkan di tempat yang kurang cahaya sekalipun. Bukan cuma itu saja, ada berbagai mode pemotretan juga lho! Wah hebat, beneran smartphone Asus ZenFone memang built for photography.



PixelMaster Camera (foto: teknorus.com)


   Dengan kamera belakang 16 MP dan kamera depan 8 MP, Asus ZenFone juga dilengkapi dengan berbagai pilihan mode memotret sesuai kebutuhan. Ada mode apa saja? Yuk, kita lihat satu per satu: 

  1. Back Light (HDR) Mode 
  2. Low Light Mode
  3. Manual Mode (for DSLR-like camera detail settings) 
  4. Real Time Beautification Mode 
  5. Super Resolution Mode (for up to 4X resolution photos) 
  6. Night Mode 
  7. Depth of Field Mode 
  8. Photo Effect Mode 
  9. Selfie Panorama 
  10. GIF Animation Mode 
  11. Panorama Selfie Mode 
  12. Miniature Mode 
  13. Time Rewind Mode 
  14. Smart Remove Mode 
  15. All Smiles Mode 
  16. Slow Motion Mode 
  17. Time Lapse Mode 

   Duh, keren banget sih! Ada banyak fitur begini harus dimanfaatkan demi hasil foto yang maksimal! Saya yang gaptek ini terbiasa memotret dengan mode auto. Pakai mode auto saja hasil jepretan dengan Asus Zenfone sudah ciamik hasilnya. 

   Memotret makanan adalah hobi saya setelah mempunyai blog khusus kuliner dan jalan-jalan. Smartphone jadi andalan untuk jepret setiap momen yang ada. Kenapa tidak pakai kamera canggih? Engg... anu, saya termasuk orang yang lebih mementingkan beli beras daripada smartphone. Smartphone yang saya pakai saat ini adalah hasil menang lomba. Kalau tidak, saya nggak bakal ganti smartphone dari jaman kuda, haha! Doakan saya dapat rejeki bisa memiliki smartphone Asus ZenFone yang kece ini, ya! Ketik AAMIIN, lalu klik dan share, hehe.

   Meskipun belum mahir memotret makanan, saya mau berbagi tips jepret kuliner nusantara dengan menggunakan smartphone. Tips ini saya rangkum dari berbagai sumber pelatihan yang saya ikuti (baik gratisan maupun berbayar). 

Tips Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone


1. Kenali smartphonemu!


Pahami betul ada mode motret apa saja yang bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Dengan Asus ZenFone, manfaatkan aneka mode yang ada dalam fitur PixelMaster Camera. Dalam foto, saya sedang menggunakan mode auto lalu menekan jari pada fokus yang diinginkan sebelum menekan tombol shutter. Saya menandai fokus pada irisan daging di tengah foto. Jadi kelihatan lebih jelas bukan?



Mencari fokus yang tepat sebelum menjepret

2. Menentukan tema.

Sebelum memotret, pikirkan dulu tema apa yang ingin disampaikan kepada orang yang melihat foto kita. Untuk kuliner nusantara, temanya tentu saja keistimewaan makanan tersebut dan berhubungan dengan daerah asalnyat. Dengan tema, kita bisa menentukan properti apa saja yang ikut difoto bersama objek makanan.

3. Pahami rule of third dalam memotret. 

Aturan rule of third adalah garis imajiner pada fitur kamera untuk membagi frame foto menjadi sembilan bagian sama besar. Empat titik perpotongan garis tersebut adalah titik yang tepat untuk menaruh objek foto yang akan menjadi pusat perhatian. Cara menampilkan garis imajiner atau grid lines ini pada smartphone: cari setting, klik show gridlines atau show guidelines atau display gride lines.

Garis imajiner (foto: eaerthnorth.com)

4. Pahami sudut pengambilan gambar atau angle foto.

Ada sudut eye level (setara pandangan mata), sudut above eye level (30-45 derajat), dan bird eye view untuk menghasilkan foto yang beken disebut flat lay. 

Bird eye view yang miring :D (jepret dengan Asus ZenFone 3 ZE520KL)

5. Atur pencahayaan.

Waktu memotret yang paling baik adalah pagi hari pukul 9 sampai 10 pagi dan sore hari sekitar pukul 4. Kalau mendung gimana? Ya kurang cahaya dong. Saya langsung mutung nggak motret saat cuaca mendung. Eh, kalau punya Asus ZenFone nggak bakalan kayak begini ceritanya. Motret minim cahaya bukan masalah lagi kalau punya Asus ZenFone. Biar cuaca mendung, tetap bisa jepret dong!

6. Properti alat bantu memotret, yaitu: reflektor, diffuser, blocker, dan tripod.

  • Reflektor berfungsi untuk memantulkan cahaya ke bagian objek yang terlihat gelap. Pasang reflektor berseberangan dengan sumber cahaya. Oia, saya sebenarnya bawa reflektor lho. Tapi nggak kepake. Kenapa coba? Karena Asus ZenFone ini udah pinter banget ngatur cahaya. Nggak perlu riweuh lagi bawa reflektor, Mak! 
  • Diffuser berfungsi untuk melembutkan cahaya yang terlalu terang pada objek. Diffuser bisa berupa kertas kalkir atau kain tipis. 
  • Blocker berfungsi untuk memblok cahaya yang jatuh ke objek. Berwarna gelap dan diletakkan berlawanan dengan arah cahaya (biasa disebut juga reflektor hitam). 
  • Tripod digunakan agar kita lebih leluasa mengambil foto tanpa harus kerepotan memegang kamera. Saya mau bikin pengakuan. Tapi jangan diketawain, ya. Saya selalu memotret dengan tripod karena tangan saya tidak stabil dan suka gemeteran. Nah, Asus ZenFone ini sudah canggih. Getaran seperti apa pun tidak akan membuat gambar jadi goyang atau blur. Terus, kenapa masih pakai tripod? Maaf, kebiasaan. Saya yang grogi takut smartphone kesayangan Mbak Arin ini nyemplung ke kuah soto, hehe. 

Saya sedang menjepret soto mie menggunakan tripod

7. Properti untuk menunjang tema foto, yaitu kuliner nusantara suatu daerah.

Gunakan alas foto dengan motif bertema alam, misalnya kayu atau anyaman bambu. Benda-benda penunjang lain yaitu alat masak atau alat makan yang bersifat tradisional. Misalnya kain tradisional sebagai alas foto atau cangkir enamel sebagai pemanis. 

Foto bala-bala dan properti penunjangnya

8. Belajar food styling.

Nah, ini kelemahan saya. Saya masih harus banyak latihan. Cara belajar yaitu dengan mengamati styling foto para pakar food photographer. Pelajari behind the scene-nya. Amati dan tiru dengan modifikasi gaya kita sendiri. Setiap photographer punya style-nya sendiri. Jika kamu sudah menemukan seperti apa style yang sesuai, terus lanjutkan dan jangan malas berimprovisasi!

9. Jangan gunakan zoom!

Penggunaan zoom akan membuat foto menjadi buyar. Jika ingin memotret makanan dengan close up, dekatkan saja smartphone ke objek foto. Jangan lupa, saat memotret objek makanan dalam jarak dekat, tonjolkan fokusnya atau tunjukkan apa saja yang ada dalam makanan tersebut sehingga orang yang melihatnya jadi tertarik dan tergiur untuk mencicipi.

10. Berani malu di tempat umum.

Memotret kuliner tradisional di tempat makan baik itu di pinggir jalan atau di restoran mewah bisa mengundang perhatian. Apalagi kalau pakai gaya naik ke atas bangku demi mengambil angle bird eye. hehe. Seperti yang saya dan Mbak Arin lakukan. Kami cuek saja menggelar properti foto dan menghabiskan waktu cukup lama untuk memotret. Makanannya udah dingin dong? Hihi, itu resikonya! 

Asyik nguprek :D (candid by Mbak Arin)

11. Edit foto dengan aplikasi.

Jika hasil foto dirasa kurang bagus, bisa diedit menggunakan aplikasi edit foto. Saya biasa menggunakan aplikasi Snapseed dan VSCO di smartphone untuk mengedit foto. Untuk membuat foto dengan latar belakang jadi blur saya pakai After Fokus. Dan... tahu nggak sih. Kalau kamu punya smartphone Asus ZenFone, semua aplikasi itu tidak perlu! Tuh lihat, hasil fotonya sudah cakep. Ngapain diedit lagi? Efek latar belakang blur juga bisa dilakukan dengan Asus ZenFone, lho!

   Ish, motret makanan melulu. Kapan makannya? Hmm, perut sudah keroncongan karena lapar. Selama memotret, saya menahan penderitaan karena liur yang tertahan. Sebelum makan, selfie dulu dong! Wow, kamera depan 8 MP dengan real time beautification membuat wajah saya dan Mbak Arin jadi terlihat fresh dan kinclong. Uhuy!

Selamat makan! (jepret dengan Asus ZenFone 3 ZE520KL)

   Baiklah, waktunya makan! Sebelum berpisah, saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun yang kedua buat Gandjel Rel. Sukses terus dan makin hits, ya! Kapan-kapan kalau kopdar, kita tukeran kuliner daerah masing-masing. Seru pastinya!

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.
>>>> Read More >>>>

Senin, 27 Februari 2017

6 Hal Menarik yang Hanya Bisa Ditemui di Pulau Batam


Berwisata di kota yang menarik bisa jadi pilihan untuk mengisi waktu liburan anda bersama teman-teman atau keluarga tercinta. Kota metropolitan jadi pilihan karena fasilitasnya yang lengkap dan posisinya yang strategis. Selain Jakarta, Indonesia juga memiliki beberapa kota metropolitan lain, salah satunya adalah Batam yang merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau. Bisa dibilang Batam merupakan kota yang sangat strategis karena wilayahnya terletak di jalur pelayaran internasional, sangat dekat dengan Selat Melaka dan Selat Singapura.


Sumber foto: jadiBerita.com

   Jika Anda hobi berbelanja online, mungkin Anda sudah biasa mendengar pasokan barang masuk datang dari Batam. Ya, kota ini memang surganya wisata belanja. Ada banyak barang bermerek yang dipasarkan di kota terbesar keempat di Sumatera ini.


Lantas, apa saja sih hal-hal menarik lain yang bisa kita gali dari Batam?

1. Gudangnya Barang dan Pakaian Impor

Pertama, Batam sangat terkenal sebagai gudangnya barang impor yang kemudian disalurkan ke berbagai wilayah di Indonesia. Tidak hanya pakaian, di sini juga banyak ditemui tas, parfum, sepatu, jam tangan, dan aksesori yang diimpor langsung dari Cina, Taiwan, serta Korea.

Tidak hanya itu, barang-barang ini juga hadir dalam berbagai merek, mulai dari yang asli sampai yang tiruan. Tentu saja harganya berbeda.

2. Pusat Elektronik dan Gawai

Di Kota Batam, kita bisa dengan mudah menemukan aneka barang elektronik dan gadget atau gawai. Ada dua tempat belanja gawai favorit di Batam, yakni Mall Nagoya Hill dan Lucky Plaza yang masing-masing menyediakan aneka gawai yang cukup lengkap, mulai dari komputer, ponsel, laptop, kamera, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sedikit tips ketika berbelanja di sini, pandai-pandailah menawar hingga mendapatkan harga yang diinginkan. Perhatikan juga masa garansi produk yang Anda beli.

3. Wisata Pantai di Pulau Batam

Karena merupakan pulau kecil, sudah pasti kita bisa dengan mudah menemukan pantai di sini. Hanya saja tidak semau pantai di Batam dimaksimalkan sebagai objek wisata, beberapa di antaranya sudah disulap menjadi pelabuhan, daerah industri, dan rumah penduduk.

Nah, salah satu pantai di Batam yang paling mudah diakses adalah Pantai Ocarina karena letaknya tidak jauh dari pusat Kota Batam. Sayangnya, pantai lain dengan pemandangan lebih indah dikelola oleh resort-resort internasional.

4. Wisata Malam di Batam

Karena terkenal sebagai kota metropolitan, kehidupan malam di Batam pun sangat menarik untuk dijelajahi, terutama oleh para pelancong internasional. Pada malam hari, Batam semakin semarak dengan hadirnya pub, bar, tempat karaoke, sampai kawasan lokalisasi.

5. Gudangnya Mobil Impor Murah

Selain pakaian dan aksesori impor, Batam juga merupakan pusatnya mobil impor murah. Honda Fit 1.3, Honda CR-Z, Subaru Forester, Nissan 370Z, Subaru Legacy, Nissan GT-R, Range Rover Evogue, bahkan Lamborghini bisa ditemukan dengan harga lebih murah 20%-25% dari harga pasaran karena bebas PPN.

6. Hanya Berjarak 20 Km dari Singapura

Jarak antara Batam dan Singapura hanya berkisar 20 km dan bisa ditempuh selama 40 menit dengan menggunakan kapal penyeberangan. Harga tiket ferinya pun cukup terjangkau, yakni sekitar 10-15SGD pulang pergi (belum termasuk pajak pelabuhan).

   Membicarakan Batam memang tak pernah ada habisnya. Meskipun wilayahnya kecil, Batam merupakan kota yang sangat maju dalam segala hal, termasuk sektor industrinya. Nah, jika Anda tertarik mengunjungi Batam tapi belum menemukan akomodasi yang pas, manfaatkan jaringan hotel dan guest house terbesar di Indonesia Airy Rooms yang bisa dipesan lewat tautan berikut: https://www.airyrooms.com/booking-hotel-di-batam atau lewat aplikasi android/iOS.

Hotel AiryRooms yang nyaman
   Hotel AiryRooms siap memberikan pelayanan terbaiknya untuk para tamu, mulai dari TV layar datar, kamar ber-AC, air minum gratis, kamar bersih, shower air hangat, dan lain-lain. Metode pembayarannya pun praktis dan fleksibel, Anda bisa bayar melalui bank transfer maupun kartu kredit.

Menginap di AiryRooms lebih menguntungkan (sumber: airyrooms.com)

Wah, menarik bukan? Selamat berlibur bersama AiryRooms ^_^

>>>> Read More >>>>

Selasa, 21 Februari 2017

Kk Rasyad Dirawat di Rumah Sakit


Hari ini, Senin tanggal 20 Februari 2017, Kk Rasyad boleh pulang dari rumah sakit. Setelah dirawat sejak hari Jumat malam, akhirnya demam Kk sudah turun dan badannya kembali sehat. Alhamdulillah. Sakit apa? Kk Rasyad demam tinggi sejak hari Rabu sore. Diobati sendiri di rumah seharian tidak ada perubahan. Kondisinya semakin menurun. 

   Pada hari Jumat siang, saya mau membawa Kk ke klinik terdekat. Sayang, Kk tidur terus dan saya binung bagaimana membawanya dengan ojek. Kk baru bisa dibawa ke dokter setelah Bapa pulang kerja. Kami langsung membawanya ke Rumah Sakit Azra karena suhu tubuhnya tidak kunjung turun dan Kk mulai sulit dibangunkan karena lemas. 

   Sampai di IGD, banyak pasien yang berobat membuat kami menunggu cukup lama. Setelah diperiksa, dokter langsung memutuskan bahwa Kk Rasyad harus dirawat. Obat penurun panas via 'jalan belakang' segera diberikan sebagai tindakan darurat. Saya langsung mencari kamar sementara Bapa dan Dd Irsyad menunggu di ruang tunggu. Setelah mendapat kamar, Kk Rasyad dipasangi infus. Bapa dan Dd pulang ke rumah sementara saya menemani Kk menginap di rumah sakit.

   Kk menempati kamar anak kelas dua di gedung baru lantai 3. Dulu area gedung ini adalah tempat parkir, taman, dan mushola. Kenapa nggak nginep di kamar VIP aja? Sesuai jatah dari asuransi perusahaan dong. Yang penting anak bisa dirawat dengan baik di rumah sakit. Masalah kamar kan cuma tentang berbagi fasilitas aja.

  Oia, Kk Rasyad pernah dirawat sebelumnya di RS Azra pada tahun 2009 karena keracunan makanan. Tepatnya, mie gelas. Waktu itu, Aa Dilshad dan Kk Rasyad makan mie gelas kemudian langsung demam plus muntah dan mencret. Aa segera dirawat oleh almarhum Nenek di Ciapus. Sedangkan Kk harus dirawat di rumah sakit. Saat itu Kk baru berusia 3 tahun. Saya sendirian menjaganya karena Bapa sedang di luar kota. Bayangin betapa riweuhnya saya saat itu karena Kk termasuk anak yang rewel kalau sakit.

Kk Rasyad kecil saat dirawat di RS

Malam pertama di rumah sakit

Kk Rasyad lebih banyak tidur karena lemas. Saya yang kebetulan sedang dalam kondisi kurang fit karena batuk. Saya tidur di sebelah tempat tidur Kk. Beralaskan selimut dan bantal yang dibawa di mobil waktu berangkat ke rumah sakit, saya berusaha untuk bisa tidur. Mana bisa tidur, saya tidak tenang. Infus di tangan Kk bolak-balik tegang karena ditarik Kk yang tidurnya 'motah' alias tidak bisa diam. Ditambah suasana kurang nyaman tidur di lantai, kedingian, badan agak muriang, plus bolak-balik batuk pula. Sesekali suara tangis pasien bayi di sebelah membangunkan saya. Riweuh amat yak, hehe...

Kk yang lagi tidur dan Dd yang anteng main game
   Pada malam itu, Kk juga tiba-tiba bangun dan berteriak. Demam tinggi membuatnya menggigau! Kk duduk, panik, lalu bilang kalau dia takut jatuh. Saya bolak-balik istighfar dan berusaha membuatnya sadar lalu menidurkannya kembali. Fiuh... lumayan bikin deg-degan. Suster yang mendengar buru-buru datang dan membantu saya. Syukurlah, Kk mau tidur lagi dengan tenang.

Hari Sabtu pagi

Seharusnya pada hari ini Kk Rasyad ikut lomba Olimpiade Sains Kuark di SD Insan Kamil pada pukul 8 pagi. Perlengkapan lomba sudah siap. Kk juga sudah belajar sedikit sebelum demam. Lomba Olimpiade Sains Kuark digelar setiap tahun oleh majalah sains Kuark. Tahun lalu Kk terlambat mendaftar. Dua tahun sebelumnya Kk sudah ikut lomba dan berhasil lolos sampai babak semifinal. 

   Semangatnya tinggi sekali untuk ikut lomba ini. Nggak apa-apa ya, Kk nggak bisa ikutan lagi. Tahun depan masih ada kesempatan. Tentang lomba Kuark yang Kk Rasyad ikuti bisa dibaca di sini: Juara Kelas Bukan Segalanya.

Ikut Lomba Olimpiade Sains Kuark 2015

   Jelang siang, Bapa dan Dd Irsyad datang ke umah sakit. Saya segera pulang ke rumah bersama Dd Irsyad dengan memesan Grab Car. Saya beristirahat di rumah untuk memulihkan kondisi badan yang lemas dan kurang tidur. Setelah segar, kami berdua kembali ke rumah sakit pada sore hari. Kata Bapa, saya tidak usah balik lagi ke rumah sakit. Tapi mana bisa tenang di rumah? Saya ingin tahu apa kata dokter anak tentang kondisi Kk.

   Sayang, dokter anak Setyawati yang ditunggu tidak bertemu dengan Bapa. Dokter datang tepat ketika Bapa pergi ke mushola untuk shalat ashar. Hmm, jadi makin penasaran terhadap diagnosa penyakit Kk. Untung ada dokter jaga. Beliau menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan darah. tidak ada indikasi penyakit demam berdarah atau tipus. Kemungkinan demam disebabkan oleh virus atau infeksi. 

   Infeksi? Saya teringat sakit telinga yang pernah Kk derita dulu. Kata dokter THT, Telinga Kk sakit karena dahak yang terkurung dan tidak bisa keluar. Setelah dikorek, telinga Kk tidak sakit lagi. Kayaknya sih, bukan infeksi telinga karena Kk tidak mengeluh telinganya sakit. 

   Berarti karena virus. Kok bisa kena virus? Ya bisa lah. Namanya juga manusia yang menghirup udara bebas, hehe. Dugaan saya dan Bapa, Kk bisa sakit demam tinggi karena kondisi fisiknya yang tengah drop karena kelelahan dan kehujanan juga.

   Ceritanya begini...

   Pada hari libur nasional karena Pilkada kemarin, Kk Rasyad minta dibangunkan pukul 2 pagi untuk nonton pertandingan bola di televisi. Mumpung libur, Kk diijinkan nonton tv dan begadang. Setelah nonton, bukannya melanjutkan tidur Kk malah terus melek sampai siang. Jika saya tidak bawel, mungkin Kk tidak tidur seharian. Keesokan harinya, Kk sudah bangun pagi sekali, berangkat ke sekolah, pulang langsung ngaji, jelang maghrib main bola di tengah gerimis, dan baru mandi setelah maghrib. Nah, setelah magrib itulah Kk mulai demam tinggi.

Gelang penanda dan tangan yang diinfus

   Syukurlah, bukan penyakit yang serius. Malam minggu itu saya kembali pulang ke rumah setelah numpang makan malam di rumah sakit. Makan apa? Makan sisa makanan Kk plus makanan yang dibeli Bapa dari luar rumah sakit, Bapa bawa bebek goreng Pak Slamet dan bakso Seuseupan. Yamii...

Minggu pagi

Saya sudah riweuh nyuci baju, masak mie goreng dan pisang tanduk kukus untuk Eyang di rumah. Emak Onih (ART pulang-pergi) tidak bisa datang karena saudaranya meninggal. Saya meminta Mak Onih datang pada sore hari untuk mengurusi Dd Irsyad berangkat sekolah. Senin subuh Bapa harus berangkat ke bandara untuk dinas di Maumere. Jadi, saya harus ada di rumah sakit pada Senin subuh dan Mak Onih mengurus Dd. Tadinya sih. Dd mau diajak bolos sekolah aja. Tapi Dd ada pertandingan futsal. Sayang jika dilewatkan karena Dd begitu bersemangat ikut pertandingan ini.

Suasana kamar yang kosong

   Pasien sebelah sudah pulang. Kamar anak yang seharusnya ditempati oleh 6 pasien ini jadi terasa leluasa buat kami sekeluarga. Ruangan sebesar ini cuma ditempati oleh Kk Rasyad! Yihaa... merdeka banget ya! Berasa nginep di kamar VIP, hihihi.

Bosan di tempat tidur
   Kk Rasyad juga sudah kelihatan lebih segar. Sudah bisa duduk dan jalan ke kamar mandi, Sudah jalan-jalan keliling kamar, ngintip sebentar di koridor depan kamar. Dd Iryad pun senang karena kakaknya sudah bisa diajak bermain lagi. Setelah saya dan Dd Irsyad datang, Bapa langsung berangkat ke pesantren untuk menjemput Aa Dilshad. Kami sekeluarga pun menghabiskan hari minggu bersama di kamar rumah sakit :)

3 boyz nangkring bareng :D

Dd Irsyad manjatin tempat tidur satu-satu
  Berasa nginep di hotel, ya. Maklum, rumah kami nggak pakai AC, hehe. Banyak tempat tidur kosong jadi tempat bermain buat Dd Irsyad. Makanan di rumah sakit ini menurut saya rasanya lumayan enak. Nasi putih (sedikit lembek agar mudah dikunyah) tersaji lengkap bersama lauk, sayur, dan buah. Lebih sehat karena no gorengan, no msg, dan kadar gizinya sudah ditakar. Porsinya cukup banyak untuk ukuran anak kecil seperti Kk Rasyad. Jadi, Kk Rasyad sering tidak menghabiskan makanannya. Tentu saja selanjutnya saya yang mengambil alih. Sebagai emak vacuum cleaner, saya ikutan makan juga, hehe.

Menu komplit bergizi di rumah sakit
Sebelum disuapi makan
   Minggu sore, Aa kembali pulang ke pesantren dengan Grab Bike. Bapa dan Dd kembali ke rumah untuk mandi. Bapa sekalian bawa koper dari rumah untuk berangkat ke bandara dari rumah sakit. Malamnya, kami kedatangan tamu bapak-bapak dan ibu-ibu tetangga komplek. Terima kasih untuk kunjungannya, Bapak dan Ibu Tommy, Bapak dan Ibu Udin, Bapak dan Ibu Irwan, Mama Rayyan, dan Bu Jajay. Juga terima kasih buat Om Bayu, Tante Nina, dan Ghiyats yang mampir untuk menjenguk Kk Rasyad. 

   Saya dan Dd Irsyad pulang ke rumah pukul 20.30, nggak perlu makan malam lagi. Bapa tadi sudah beli sate padang. Dd Irsyad kembali makan bakso Seuseupan yang dibawa oleh keluarga Tante Irein. Asyik, makasih Tante. Demen banget makan bakso ni anak. Kayak siapa yaa...
   
Hari terakhir di rumah sakit

Keesokan harinya, saya sudah kembali ke rumah sakit. Aplusan jaga sekalian melepas Bapa pergi dinas ke Maumere. Dokter Setyawati berkunjung dan membolehkan Kk Rasyad pulang jika hasil tes darah bagus. Alhamdulillah, hasil tes darah sejam kemudian menyatakan Kk boleh pulang. Horee...

  Ketika menunggu urusan administrasi di rumah sakit, saya dapat kabar bahwa Dd Irsyad dan teman-temannya menang pertandingan futsal di sekolah tetangga dan siap maju ke babak selanjutnya. Wah, selamat ya! Nggak sia-sia latihan main bola setiap saat di mana saja ya De. Di lapangan, di jalanan depan rumah, di dalam rumah, sampai di dalam mobil :D
Dd Irsyad dan teman-teman tim futsal (foto: WA grup)
  Sedikit drama saat saya masih di rumah sakit, Pulang sekolah, Dd Irsyad kabur ke rumah teman sekolahnya, Ihsan. Untung sang mama segera memberi kabar. Saya meminta Mama Ihsan untuk menahan Dd main di rumahnya sampai saya pulang. Makasih ya, Mam!

  Setelah sekian jam menunggu hingga bisa bikin postingan ini, akhirnya proses administrasi yang memerlukan persetujuan asuransi selesai juga. Kami pulang! Terima kasih ya, Allah. Kk Rasyad sudah pulih kembali dan bisa ceria seperti sedia kala. Alhamdulillah. Terima kasih buat teman-teman blogger dan para tetangga yang sudah mendoakan supaya Kk lekas sembuh. Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat, aamiin.

>>>> Read More >>>>