Senin, 04 Juli 2011

Tips Pindah Rumah Jarak Dekat

Pindahan rumah jarak tidak serepot pindahan antar pulau


Belum genap satu bulan kami menempati rumah kontrakan baru ini. Artinya, belum lama kami melakoni pindahan rumah yang ke 9 kalinya! Ya… betul, kami sudah 9 kali pindah rumah dalam waktu 8 tahun. Terus terang saya akui, pindah rumah yang terakhir ini paling santai dan cuek. Lusa mau pindah tapi kami  belum bebenah sama sekali! Bukan berarti malas, tapi keterbatasan waktu karena sibuk (saya mengurus anak2 dan rumah, suami kerja, tanpa asisten) yang membuat acara mengepak menjadi terbengkalai. Selain itu, saya merasa santai karena pindahan kali ini tidak akan serepot bin seriweuh biasanya, karena pindahannya masih di dalam kota, bukan antar pulau.

 Saya menulis tips mengepak barang  untuk pindahan rumah pada postingan sebelumnya, khusus untuk pindah rumah jarak jauh dengan atau tanpa jasa ekspedisi angkut barang. Untuk pindah rumah jarak dekat atau masih dalam kota yang sama biasanya tidak perlu mengemas paket barang2 dan cukup menyewa  mobil pengangkut barang saja. Berikut adalah tipsnya:
1.    Masukkan terlebih dahulu barang2 yang sedang tidak dipakai, jarang digunakan, dan akan digunakan pada saat tertentu.  Antara lain:
  • ·      Buku 
  •         Baju bekas 
  •          Baju lungsuran kakak yang akan dipakai adiknya 
  •          Peralatan masak yang jarang dipakai 
  •         Pajangan rumah (pigura, pecahbelah), bungkus masing2 barang dgn Koran 
  •         Toiletries yang jarang dipakai 
  •          Kereta dorong bayi, sepeda (agar tidak penyok tergencet perabot yg lebih besar
  •           Dan sebagainya

2.    Bila memungkinkan, barang2 yang sudah dipak di atas, ditaruh di rumah baru terlebih dahulu. Gunanya agar tidak terlalu repot saat pindahan keseluruhan isi rumah. Pastikan tidak meninggalkan barang elektronik atau benda berharga di rumah kosong.

3.    Membersihkan rumah baru terlebih dahulu. Beberapa hari sebelum pindahan, bereskan rumah dengan di sapu-pel. Menyingkirkan semua sarang laba2. Mengelap kaca jendela dan memasang gorden.

4.    Mendekati hari pindahan:
  • Sebelum memasang gorden di rumah baru, tutup jendela rumah lama yang masih ditempati (yang tidak mamiliki gorden) dengan koran. Kecuali anda punya gorden lebih dari 1 set atau sudah ada gorden sebagai inventaris rumah lama (alias milik si empunya rumah, bila anda mengontrak). 
  • Mengepak peralatan makan dan masak. Juga bumbu2 dapur. Sisakan seperlunya, bila perlu tidak usah memasak lagi, nanti tambah riweuh ah! 
  • Mengosongkan isi kulkas. Masak seluruh bahan makanan yang ada. Karena kulkas akan dicabut dan bahan makanan akan basi bila masih tertinggal di dalamnya. 
  • Mengepak baju. Sisakan seperlunya untuk dipakai. Bisa dipak di kardus, di koper atau cukup dibungkus dengan seprai (dibuntel). 
  • Mengepak mainan. Anak2 senang memberantakan mainannya. Karena sedang repot pindahan, khawatir tertinggal dan mainan berserakan justru bisa bikin tambah pusing…. segera bereskan dan bungkus. Jangan lupa, minta ijin dulu dan bertanya pada si kecil: mainan mana yang mau dipak lebih dulu dan mana yang masih ia mainkan. Mainan favorit sebaiknya disisihkan.
 5.    Mengepak dus tidak perlu dilakban kuat, dilabel juga bila perlu. Sebaiknya tetap mengklasifikasikan barang di dalam dus agar memudahkan saat membongkarnya.

6.    Mengosongkan isi lemari pakaian.
  •  Taruh dokumen dan surat2 penting dalam 1 tas, lalu dibawa sendiri saat pindahan. 
  •  Mumpung lemari kosong, lap bagian dalam lemari dari debu dan jamur. 
  • Kunci laci, pintu lemari yang kosong. Cabut kuncinya dan simpan baik2. Gunanya agar saat diangkut, pinatu lemari tidak terbuka dan kunci tidak patah.
7.    Menyiapkan camilan dan minuman untuk seluruh keluarga saat pindahan dan orang2 yang akan membantu mengangkut barang. Yang praktis saja: air mineral kemasan, brownis kukus, gorengan …semuanya beli ya, jangan bikin, kecuali kalau sempat…
 8.     Terakhir, tak lupa jaga kondisi! Terutama untuk anak2. Karena saat rumah berantakan, mereka belum bisa beristirahat dengan nyaman. Biasanya saat pindahan justru mereka sibuk mengeksplorasi tempat tingal baru, jadi bisa teralihkan. Untuk yang punya bayi, harus siap menggendong dalam waktu yang lama. Sabar ya!
Sekian tips dari saya. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=