Kamis, 10 November 2011

Berwisata ke Tana Toraja (bagian 1) : Pasukan Riweuh di Perjalanan



   Rencana pergi berwisata ke Tana Toraja sudah kami rencanakan sejak 1 bulan sebelumnya. Pada tanggal 4 November 2011 ada undangan pernikahan salah seorang salesman di kantor Bapa. Sebagai perwakilan dari kantor, rencananya Bapa sendiri yang akan pergi ke sana. Berhubung jaraknya yang sangat jauh dari Makassar, Bapa mengajak saya dan anak-anak ikut serta. Sambil sekalian main ke Toraja, mumpung kita lagi ada di Sulawesi nih...
   Menjelang hari keberangkatan, tiba-tiba saja Aa dilshad sakit diare dan muntah-muntah. Nyaris tidak ada makanan yang bisa masuk ke perutnya. Kondisinya juga makin lemah. Saya pasrah. Sudah dibawa ke dokter dan diberi obat namun tidak ada perubahan. Saya juga bingung karena apa pun yang terjadi, Bapa tetap harus berangkat ke Toraja. Saat itu ada kemungkinan: 1) Aa dirawat di rumah sakit  2) saya ditinggal Bapa pergi selama 2 hari dengan 3 anak dan salah satunya sedang sakit 3) nekat berangkat daripada kewalahan di rumah. Malam itu saya mengepak pakaian untuk berjaga2. Tapi tidak yakin untuk pergi kemana. Ke Toraja, atau malah ke rumah sakit…

  Alhamdulillah keesokan harinya kondisi kesehatan Aa Dlshad membaik. Akhirnya kami putuskan untuk nekat berangkat! Maafkan kami ya nak, trip ini memang tidak bisa ditunda. Kalau tidak sekarang, entah kapan lagi kita akan punya waktu untuk pergi ke Toraja.
  Bismillah...kami memulai perjalanan dengan santai. Syukurlah sepanjang perjalanan, Aa tidak apa-apa. Ia terus tertidur di mobil. Saat berhenti makan siang pun ia mulai mau makan agak banyak. Justru si bungsu Dd Irsyad nih, yang di jalan malah sampai muntah 2x, dan di hotel 1x. Mungkin Dd Irsyad masuk angin. Saya pun menghentikan susu UHTnya dan memberikan dia full ASI saja.
   Bagaimana dengan Kk Rasyad? Wah, anak saya yang nomer dua ini paling ceria sepanjang perjalanan. Mulutnya cerewet sekali tidak berhenti berkomentar tentang pemandangan yang dia lihat. Ah, anak balitaku yang bawel….
Melewati Pare-pare, kota di pinggir pantai
Aa tidur terus di mobil
    Kami tiba di Tana toraja setelah menempuh perjalanan selama 9 jam. Berangkat jam 9 pagi dan tiba saat maghrib. Berhenti beberapa kali untuk istirahat dan mengganti baju Dd Irsyad yang muntah. Istirahat makan siang dan shalat di mesjid di pinggir jalan. Sedangkan yang menyetir hanya Bapa sendiri. Sambil puasa pula…hebat kan….
  Oh iya...di tengah-tengah perjalanan yang jalannya berbelok-belok karena melintasi bukit, kami sempat singgah sebentar di pinggir jalan. Sekalian beristirahat sambil menikmati pemandangan sebuah tempat wisata bernama Gunung Nona. 
Berfoto di depan gunung Nona
   Sampai di hotel Missiliana di daerah Rantepao Tana Toraja. Duh senangnya! Kami sudah sangat kelelahan dan lapar. Segera kami menyantap bekal yang sudah kami beli sebelumnya di jalan. Makan malam di lantai kamar hotel bersama keluarga. Nasi hangat, the hangat (yang baru dibeli). Sedangkan lauknya kami bawa dari rumah makan sunda di Makassar ketika berangkat: ayam goreng, pepes ikan dan sambal lalap….teuteup ya….nyunda…hehe..
    Malam itu di hotel kami browsing untuk menentukan tempat wisata mana saja yang wajib untuk dikunjungi di Tana Toraja. Wah, ternyata banyak juga ya tempat-tempat wisatanya! Ngga bisa didatengin semuanya nih! Lagipula, kami kan harus pergi ke acara pernikahan jam 1 siang. Jadi, kami mencari tempat wisata terbagus dan yang termudah aksesnya untuk anak-anak, untuk kami para pasukan riweuh!
   Setelah menentukan pilihan hendak pergi kemana besok, kami pun melepas lelah dengan langsung tidur! Sayang, tengah malam Dd Irsyad terbangun dan muntah. Duh, jadi agak khawatir juga....mudah2an besok Dd tidak apa-apa.
   Keesokan paginya, kami sudah segar kembali. Anak-anak tetap ceria seperti biasanya. Lebih melegakan lagi, Aa Dilshad sudah mulai usil terhadap adiknya. Itu artinya dia sudah sembuh! Good...good...
Dd Irsyad di depan kamar hotel
Di kamar hotel, ngga pakai AC tetap sejuk
Rumah tongkonan di area hotel
Lihat kolam ikan di dekat lobby hotel
Ibu ikutan bergaya ah...
    Sebelum berangkat, foto-foto dulu di lingkungan hotel. Sarapan bertiga. Bapa tetap melanjutkan puasa sunnah arafahnya sambil menggendong Dd Irsyad yang sudah selesai saya suapi sebelumnya. Perut kenyang. Siap jalan-jalan!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=