Kamis, 10 November 2011

Berwisata ke Tana Toraja (bagian 2) : Makam Londa



   Setelah check out dari hotel, kami segera menuju Londa. Tempatnya kebetulan tidak jauh dari hotel Missiliana tempat kami menginap. Dari pinggir jalan raya, masuk ke dalam sejauh 1,8 km untuk mencapai Londa, sebuah tempat pemakaman berbentuk gua.
   Pagi itu cuaca cerah. Sedangkan suhu di Toraja cukup sejuk.  Kami diantar oleh seorang guide yang membawakan lampu petromaks untuk masuk ke dalam gua. Berjalan kaki dari tempat parkir, melintasi sawah yang menguning. Dari kejauhan sudah tampak mulut gua tempat makam berada.

Makam dalam gua terlihat dari kejauhan
   Sampai di depan mulut gua. Foto-foto dulu ah…
Di depan makam
Aa Dilshad berpose dibawah patung tau-tau
    Di depan gua terdapat patung orang-orangan atau tau-tau dalam bahasa Toraja. Tau-tau ini dibuat menyerupai orang meninggal yang dimakamkan di gua ini.
2 tengkorak di depan gua, dikasih uang dan rokok?
Di depan mulut gua sebelah kanan
"Yuk, masuk! Jangan takut." kata Om Guide
   Selanjutnya, yuk, kita masuk ke dalam. Kk Rasyad sebenarnya takut, tapi setelah dibujuk, dia berani juga ikut masuk digandeng ke dalam gua (sambil terus-terusan nempel karena takut sama tengkorak). Suasana dalam gua sangat lembab dan sedikit menyeramkan, tengkorak dan tulang belulang terlihat berserakan. 
Tengkorak dimana-mana
Yang di atas makam bayi dan anak-anak
Beberapa peti terlihat plastiknya baru diganti oleh keluarganya
Romeo dan Juliet Toraja
    Ada yang menarik di makam ini. Konon ada kisah Romeo dan Juliet dari Tana Toraja. Di sini ditemukan sepasang tengkorak yang katanya adalah pasangan kekasih yang bunuh diri bersama-sama karena hubungan mereka tidak direstui oleh keluarga.  Kedua tengkorak ini kebetulan letaknya agak di sudut. Fotonya kurang jelas ya?

Tengkorak dan peti mati lagi
Tengkorak di dinding gua
Pintu masuk gua sebelah kiri
  Sebenarnya kuburan atau makam yang ada di dalam gua adalah makam orang biasa. Sedangkan kaum bangsawan yang meninggal ditempatkan dibagian atas gua dengan bebatuan yang cadas. Untuk mencapainya sangat sulit dan saat menaruh jenazah di atas sana juga butuh keahlian memanjat tebing yang hebat. Di atas sana, peti mati kaum bangsawan terkesan mewah,dan didalam peti banyak barang-barang berharga milik almarhum ikut tersimpan.  Tentu saja pengunjung tidak ada yang berani untuk naik ke sana.
   Mengapa makamnya diletakkan di tempat yang tinggi? Menurut Om Guide, orang Toraja percaya, semakin tinggi letak kedudukan makam, maka akan semakin mudah orang yang meninggal untuk mencapai puya/surga (karena jaraknya semakin dekat, maksudnya).
   Setelah puas melihat-lihat, saatnya pulang....

Jalan pulang


Toko souvenir


Eh ada kerbau bule

Hati-hati ah, takut nyeruduk!
   Sebelum meninggalkan Londa, kami mampir dulu sejenak di toko souvenir. Eh, ada kerbau hitam yang terawat dengan baik lagi parkir disitu. Ada kerbau bule juga. Kedua kerbau ini akan dikorbankan pada upacara adat untuk pemakaman salah satu kerabat seorang pejabat kelak. Numpang foto dulu ya. Lalu, lanjutkan lagi perjalanan menuju tempat wisata berikutnya....



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=