Jumat, 20 Januari 2012

Mengajak Bayi Bermain Air Tetesan Hujan



   Hujan turun perlahan. Membasahi pohon, membasahi jalanan, membasahi rumah kami. Air cucuran atap mengalir seiring dengan nyanyian saya, “Tik tik tik....bunyi hujan di atas genting....airnya turun tidak terkira..."
   Saya bernyanyi sambil mengendong si kecil. Dia pun terpana. Saat pertama kali melihat hujan, dia nampak bingung. Kenapa ada air menetes dari atas? Mungkin itu yang ada di pikirannya.  Masih tetap bernyanyi, saya pegang tangan mungilnya, telapak tangannya saya letakkan menengadah ke atas. Air cucuran atap kemudian jatuh tepat di tangannya. Kemudian dia kaget lalu tertawa senang…..

   Saya selalu menyanyikan lagu ini saat hujan turun sambil menggendong bayi di teras rumah. Mulai dari bayi anak pertama, kedua, sampai si bungsu. Dan semuanya menyukai permainan yang satu ini.
   Setiap hujan turun, Irsyad, anak bungsu saya langsung berkata “Tiiihh tiihh…” maksudnya dia ingin merasakan tetesan air hujan sambil mendengarkan saya bernyanyi. Eh kalau yang terakhir barangkali bukan ya, soalnya suara saya kan jelek banget…. Yang pasti dia ingin bermain air. Kalau mendengarkan ibunya bernyanyi, yaah itu bonusnya, hehe…
   Tapi ingat ya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk permainan ini, yaitu:
  1.  Anak dalam kondisi sehat. Kalau sedang kurang fit, ya jangan doong...kan  nanti kena air hujan dan udara dingin.
  2. Hujan yang tidak terlalu deras. Kalau hujannya deras, maka air cucuran atapnya juga akan deras bukan? Nanti terlalu banyak air dan tidak fun lagi jadinya.
  3. Hanya dilakukan di teras depan rumah atau halaman belakang.
  4. Pastikan air cucuran atapnya bersih (tidak keruh).
  5. Perhatikan lantai. Saat terkena air hujan, lantai teras rumah / halaman belakang menjadi basah dan licin. Jangan sampai terpeleset. Apalagi sedang menggendong si kecil.
  6. Gendong terus si kecil. Jangan biarkan dia turun dan menapak di lantai yang licin. Khawatir terpeleset. Kalau dia meronta ingin turun, sudahi permainan.
  7. Jangan terlalu lama. Apalagi sampai jemari si kecil jadi keriput karena main air berlama-lama. Juga untuk mencegah si kecil masuk angin.
  8. Cuci tangan setelah bermain. Namanya juga air cucuran atap, air hujan yang 'numpang lewat' atap rumah. Kebersihannya belum terjamin. Jaga kesehatan tetaplah yang terpenting.
   Mumpung sekarang sedang musim hujan, yuk kita bermain...tik tik tik....bunyi hujan...
   Have fun ya!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=