Jumat, 24 Februari 2012

Berkunjung ke Pusat Reintroduksi Orangutan Arboretum Nyaru Menteng




Saat tinggal di Palangkaraya Kalimantan Tengah, tempat wisata favorit kami adalah Pusat Reintroduksi Arboretum Orangutan di Nyaru Menteng. Letaknya di tengah hutan, sekitar 28 km dari kota Palangkaraya. Anak-anak sangat senang melihat orangutan sehingga kami berulang kali datang ke sana. Tidak ketinggalan, kami selalu mengajak keluarga dan teman yang sedang singgah di Palangkaraya untuk datang menengok orangutan yang lucu-lucu ini. 

Pusat Reintroduksi Orangutan Arboretum Nyaru Menteng adalah kerjasama antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA Kalteng) Departemen Kehutanan dan Borneo Orangutan Survival Foundation. Disini orangutan yang diselamatkan oleh petugas akan dilatih dan dibina untuk kemudian dilepas kembali ke alam bebas.

Gerbang masuk
Areal parkir yang luas
Lokasinya yang berada di tengah hutan menjadikan kawasan ini juga sebagai arboretum untuk pelestarian tumbuhan. Kami merasa seperti  berada di kebun raya. Beberapa pohon di sekitar kawasan ini dilengkapi dengan papan nama yang bertuliskan nama pohon dan nama latinnya.

Papan informasi
Apa itu orangutan? Orangutan berasal dari kata “orang” dan “hutan” artinya orang yang hidup di hutan. Dalam bahasa Dayak orangutan disebut 'kahiyu' dan di Sumatra disebut 'mawas'. Orangutan tidak memiliki ekor dan digolongkan sebagai kera besar. 


Bersama Eyang dan Almh.Nenek
Orangutan memiliki banyak kesamaan fisik dengan manusia, DNA mereka 97,3% hampir mirip dengan DNA manusia. Kemiripan fisik dengan manusia ini membuat orangutan juga memiliki rasa takut, sedih, bahagia dan sakit. Selain itu orangutan juga dapat menularkan dan tertular penyakit yang sama dengan manusia, seperti tertular penyakit TBC, Hepatitis, Herpes, Tifus, Malaria, Diare, Influenza, dll.


Pusat Informasi (Information center). Eh, ada Kk Rasyad
Oleh karena itu, tidak sembarangan orang diperbolehkan masuk ke kawasan ini. Mengingat kondisi orangutan yang rentan terkena penyakit, maka pengunjung yang ingin melihat orangutan bisa melihatnya dari balik kaca di bagian Pusat Informasi (Information Center). 


Orangutan di balik kaca gelap

Sedangkan kawasan Pusat Reintroduksi itu sendiri wilayahnya cukup luas dan tertutup. Hanya petugas saja yang diperbolehkan masuk. Jadi kami tidak tahu persis seperti apa keadaan sebenarnya di dalam kawasan Pusat Reintroduksi ini. Kami hanya tahu seperti apa situasi di dalam melalui foto-foto dan video di Pusat Informasi.
Kandang orangutan, lengkap dengan permainannya
Kandang orangutan di Pusat Informasi ini ada dua, di sebelah kiri dan kanan. Kandang jantan dan betina terpisah (saya lupa sebelah mana yang jantan dan mana yang betina). Pengunjung dapat melihat orangutan dengan dibatasi oleh kaca gelap. Jadi hanya kita saja yang bisa melihat orangutan, sedangkan orangutan tidak bisa melihat kita namun bisa mendengar suara kita saja. Jadi orangutan tidak akan terganggu oleh para pengunjung.
Orangutan di dalam kandang
  
Kandang orangutan betina dan jantan terpisah

Lagi rebutan tempe gembus, lucu deh
Pusat Informasi menyediakan banyak buku bacaan mengenai orangutan. Bahkan beberapa permainan anak-anak juga ada, seperti boneka, lego dan puzzle. Anak-anak bisa duduk dan bermain di atas karpet dengan nyaman. Selain itu, pengunjung juga bisa menonton video mengenai orangutan melalui layar lebar dan disediakan kursi-kursi unik dari pohon sebagai tempat duduknya.
Tempat duduknya unik, dari pohon
Menonton video orangutan
 Saya sampai menangis ketika menonton video mengenai kisah nyata seekor orangutan. Saya menangis karena sedih akan nasib mereka. Kemudian saya juga menangis terharu saat menyaksikan beratnya  perjuangan para relawan dalam menyelamatkan orangutan dari kepunahan. Ayo, terus berjuang! Kami akan selalu mendukung!

 Punya banyak pertanyaan? Jangan khawatir apabila kita bingung dan ingin mengetahui lebih banyak tentang orangutan dan kegiatan di Pusat Reintroduksi ini. Petugas di Pusat Informasi akan selalu siap menjawab pertanyaan pengunjung dengan ramah.

 Di pojok ruangan tersedia aneka souvenir bergambar orangutan. Beberapa brosur dan poster orangutan boleh dibawa pulang oleh pengunjung secara gratis. Oh iya, ada satu lagi yang disediakan dan boleh dipakai gratis oleh pengunjung, yaitu lotion anti nyamuk! Yah namanya juga di tengah hutan, pasti banyak nyamuknya, kan. Hebat. Benar-benar membuat pengunjung jadi merasa nyaman dan betah berada berlama-lama disini.

 Setelah puas berlama-lama di Pusat Informasi, yuk kita jalan-jalan ke lokasi di sekitarnya...

Kandang beruang madu
Tidak jauh dari Pusat Informasi, ada terowongan kecil yang pembuatannya belum selesai. Dari dalam terowongan yang menyerupai gua itu, kembali kita bisa sedikit 'mengintip' ada apa di dalam kawasan tempat orangutan belajar ini. Dari balik kaca gelap kami bisa melihat ternyata ada kandang beruang madu, lho.

Selanjutnya kami berpose sejenak di depan pintu masuk ke dalam kawasan Pusat Reintroduksi yang hanya diperuntukkan khusus bagi petugas....    

Ibu dan Dd Irsyad
Foto sama patung orangutan. Eh kok diupilin sih?
 Di halaman parkir dekat pintu masuk ini, kami menjumpai 1 mobil pickup yang penuh dengan pisang dan buah-buahan untuk makanan orangutan. Dari cerita petugas yang kami dengar, ternyata tidak hanya buah-buahan saja, lho... bahkan susu formula juga dikirim untuk para bayi orangutan yang telah kehilangan induknya. Aduh, kasihan ya bayi-bayi orangutan itu. Dengan perawatan dan bimbingan di Pusat Reintroduksi ini, saat besar nanti mereka sudah bisa hidup mandiri di alam bebas.

 Kembali menjelajah ke hutan di sekitar kawasan.  Suasananya begitu alami dan tenang. Oh iya, sewaktu di perjalanan, dari mobil saya melihat ada tanaman pemakan serangga di pinggir jalan. Seumur hidup saya belum pernah melihat tanaman itu secara langsung. Jadi, cukup kaget juga. Tanaman tersebut memang kerap digunakan orangutan sebagai gelas minum. Pintar ya! Sayang, saya  tidak sempat memfoto tanaman tersebut.

Suasana hutan di sekitar kawasan
 Tanah di sekitar kawasan ini menyerupai tanah rawa. Untuk berkeliling di sekitar kawasan, kami menapaki jalanan yang terbuat dari papan kayu. Rasanya seolah berjalan di atas jembatan kayu yang panjang. Hati-hati ya, meski di bawahnya hanya tanah becek atau selokan kecil, tetap awasi dan tuntun anak-anak saat berjalan di atas jalanan ini.

 Ketika sedang menikmati suasana hutan, tiba-tiba kami melihat beberapa ekor orangutan dari kejauhan. Waah, anak-anak langsung panik! Saya juga takut. Orangutan ini kan hewan liar, saya takut seandainya mereka malah menyerang kami.Hiii...ngeri! Yuk ah, jangan lama-lama ada di sini...
Bapa takuuutt !!! Ada orangutan lepas!
Beberapa ekor orangutan yang sudah pintar memang dilepas untuk bermain di luar kandangnya. Bila sudah waktunya pulang, maka mereka akan kembali sendiri ke kandangnya di dalam kawasan. Meski sedang panik dan deg-degan, kami sempat berfoto sejenak dengan orangutan ini. Tak lama kemudian orangutan itu pergi menjauh, kami pun melakukan hal yang sama, yaitu langsung kabur, haha...

Jalanan dari papan dan orangutan yang menjauh
Kami sangat menikmati suasana hutan pedalaman Kalimantan ini di Pusat Reintroduksi dan arboretum ini. Kerena lokasinya jauh dari keramaian, jangan kecewa bila tidak banyak pedagang makanan dan minuman yang bisa ditemui. Saya sarankan, sebaiknya membawa bekal sendiri jika hendak berkunjung ke sini. Terutama untuk anak-anak, kasihan kan kalau sampai mereka kelaparan.

Ceria di tengah hutan
Mom and baby in the jungle
Ibu, Kk Rasyad dan Dd Irsyad
Sebelum pulang, saya membeli souvenir yaitu tas dan pin bergambar orangutan. Beberapa poster, brosur dan mini book tentang orangutan juga saya bawa pulang, mumpung gratis, hehe..

Lama sekali saya menyimpan poster-poster ini. Rencananya akan saya pasang di rumah sendiri jika kami sudah tidak berkelana lagi. Dan alhamdulillah, akhirnya poster-poster ini baru terpasang di rumah kami sekitar sebulan yang lalu. 

Poster orangutan
Melalui poster orangutan yang dipajang di rumah ini, saya berharap anak-anak saya tidak hanya ingat bahwa kami pernah pergi ke Pusat Reintroduksi Orangutan. Melainkan juga memupuk kecintaan mereka terhadap orangutan dan pentingnya melestarikan hewan yang terancam punah.
Suasana di dalam Pusat Reintroduksi (foto: orangutan.org.au)
Saya selalu bercerita pada anak-anak tentang pentingnya orangutan bagi kehidupan kita. Kenapa? Karena orangutan turut melestarikan hutan kita. Orangutan adalah  'satwa penyebar biji'. Biji dari buah2an hutan yang dimakan oleh orangutan akan tersebar diseluruh hutan yang dilaluinya. Biji2an itu akan tumbuh menjadi tunas pohon yang baru sehingga hutan kita akan tetap lestari. Hutan yang lestari karena peran orangutan tersebut akan sangat bermanfaat bagi manusia, yaitu sebagai sumber penghidupan dan penyedia udara bersih. Hutan juga akan melindungi manusia dari bahaya banjir, tanah longsor dan kekeringan.  

Angkutan orangutan (foto: lightstalkers.org)
Dari waktu ke waktu populasi orangutan semakin menurun, hutan sebagai rumah si orangutan semakin sempit. Penyebabnya adalah: penebangan hutan secara liar, pembukaan area perkebunan secara besar2an, kebakaran hutan, perburuan untuk dikonsumsi ataupun diperjualbelikan.   

Saat perburuan, induk orangutan akan mati terbunuh akibat pemburu yang ingin mengambil bayi orangutan. Padahal satu induk orangutan tidak mudah untuk bereproduksi. Semakin sedikit jumlah induk betina di alam maka semakin sulit orangutan untuk dapat berkembang biak. 
Bayi orangutan (foto: theburningseasonmovie.com)
Untuk mencegah terjadinya kepunahan orangutan, diperlukan peran serta semua pihak untuk melindungi orangutan. Populasi orangutan semakin sedikit. Bila dibiarkan terus menerus maka orangutan akan menjadi punah! 

Induk orangutan dan anaknya (foto: sciencedaily.com)
    Ayo, bantu orangutan hidup bebas di alam! 
    Caranya:
  1.  Jagalah kelestarian hutan. Tidak menebang pohon di hutan secara liar, tidak membakar hutan, serta memanfaatkan hutan secara bijaksana sesuai dengan fungsinya.
  2.  Tidak memelihara orangutan ataupaun satwa liar langka lainnya. Selain berbahaya bagi manusia, tindakan ini  juga termasuk pelanggaran hukum dan dapat dikenai sanksi.
  3.  Laporkan bila ada keluarga yang memelihara orangutan. Sebaiknya orangutan tersebut diserahkan kepada petugas kehutanan atau kepada petugas di pusat reintroduksi orangutan terdekat. Gunanya agar orangutan dapat dibantu supaya hidup kembali di hutan atau habitat aslinya
  4.  Membantu menyebarkan informasi tentang orangutan dan kegunaan hutan kepada orang-orang terdekat atau siapa pun disekitar tempat tinggal kita.
   Informasi lengkap mengenai Pusat Reintroduksi Orangutan dan Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation dapat di lihat di www.orangutan.or.id

   Mari selamatkan orangutan dari kepunahan!

(sumber data diperoleh dari brosur mengenai orangutan)

5 komentar:

  1. Hahaha... aku terkejut. terbahak-bahak. ternyata ada temennya buanyak #eh.

    keren mak, ehh bu, ehhh mah... apa dong??

    BalasHapus
  2. Makasih sudah mampir, Faizal... Panggil emak juga boleh :)

    BalasHapus
  3. Saya senang sekali bisa membaca blog anda.Kebetulan kami baru saja mengadopsi orang utan lewat yayasan BOSF.Kami ingin sekali ke Palangkaraya untuk berkunjung ke Nyaru Menteng,setelah membaca blog anda,niat kami semakin bulat untuk datang.Terimakasih untuk kepeduliannya,semoga terus semangat dan berbahagia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah hebat..mengadopsi orang utan:) ...sama-sama, terimakasih juga sdh berkunjung ke blog saya :)...semoga terwujud ya keinginan untuk berkunjung ke nyaru menteng :) sukses selalu

      Hapus
  4. Tulisan ini juga dimuat di The Urban Mama, kecuali bagian terakhir tidak saya tulis selengkap di blog ini.

    http://theurbanmama.com/articles/melihat-orangutan-di-nyaru-menteng.html

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=