Kamis, 18 April 2013

Bermain Igloo-iglooan (Kemah Payung)

Igloo-iglooan yang sudah jadi
   Mengganti seprei di rumah sudah menjadi tugas rumah tangga sehari-hari. Setiap kali saya akan mengganti seprei, adegan ini pasti terjadi: Dd Irsyad datang, berguling-guling di atas kasur yang sudah steril dari bantal dan guling (mungkin dia suka karena lapang), kemudian masuk ke dalam seprei. Dd Irsyad bilang kalau dia sedang berkemah. Hihihi! 


Aku ada di dalam!
Baaa!!!
     Setelah masuk ke dalam seprei, biasanya saya ajak Dd bermain. Seprei saya goyang-goyang, pura-pura ada angin puyuh dan kemah seprei jadi kembang-kempis. Wah, Dd senang sekali! Sampai tertawa-tawa! Lalu, saya ikut masuk dan kami berkemah bersama. Tapi, saya tidak kuat lama-lama ada di dalam kemah seprei ini, pengap! Jadi, saya bolak-balik keluar untuk menghirup oksigen. Huuffftt ...legaa!
   Kalau sudah asyik begini, Dd suka enggak mau udahan. Pengen main terus. Sedangkan saya kan, tetap harus ke tujuan semula, yaitu mengganti seprei. Lalu saya teringat permainan waktu kecil dulu: bermain igloo-iglooan. Betul, rumah igloo orang eskimo. Bedanya, saya tidak membuat igloo dari balok salju (ya iya lah, sudah nyarinya, hehe). Saya membuat igloo dari payung. Caranya: ambil payung berukuran besar, tutupi dengan selimut lebar, selesai. Kali ini saya menggunakan seprei yang mau dicuci tadi sebagai penutupnya.

Dd di dalam igloo payung
Diberi alas bed cover supaya empuk
   Nah, saya bisa tenang melanjutkan bebenah mengganti seprei tempat tidur tanpa diganggu Dd. Dd asyik bermain di dalam igloo-nya. Setelah saya beri alas bed cover, suasana di dalam igloo menjadi semakin nyaman. Dd memasukkan bantal, guling, buku, boneka dan mainannya yang lain ke dalam igloo. Terkadang, penghuni igloo-nya terlalu banyak, sampai Dd sendiri enggak kebagian kapling di dalam. Hihihi
   Mau membuat igloo-iglooan juga di rumah? Perhatikan beberapa hal berikut: 
  1. Gunakan payung berukuran besar. Payung berukuran kecil menyulitkan anak bergerak di dalamnya, sempit! Paling mantap, coba pakai payung untuk main golf (meski saya belum pernah main golf, hehe)
  2. Payung tidak rusak atau ada salah satu besinya yang patah. Jika ada bagian payung yang patah, besinya menjuntai dan bisa membahayakan si kecil. Kalau tertusuk bagaimana? Hiiii!
  3. Jika bermain dengan dua anak, gunakan dua payung. Lho, sepayung berdua kan romantis? Hehe..itu kalau lagi hujan beneran dan berpayung bersama kekasih hati. Ini payung untuk bermain igloo. Dijamin kalau sepayung berdua, pasti beranteman! Dua anak dalam satu payung mempercepat rubuhnya igloo, goyang-goyang teruuuss!
  4. Supaya tidak mudah bergeser, tempatkan payung di pojok ruangan. Tapi biasanya anak-anak enggak mau ditaruh dipojokan. Maunya di tengah ruangan. Yah, atur saja deh :)
  5. Sabar. Anak-anak tidak bisa diam. Sering bergoyang-goyang akan membuat igloo ini roboh. Kain penutupnya mudah lepas. Jadi, emaknya bakalan bolak-balik dipanggil untuk membetulkan. 
Ok, sekian dulu ya. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di postingan berikut :)

2 komentar:

  1. Hahaha anak2 saya semua suka bermain igloo mak. Kami punya payung ada lebih dari 5 jumlahnya, rusak semua gara2 suka dimainkan mulai dari si sulung (11,75 tahun) sampai si bungsu (3,5 tahun). Gak ada satu pun payung yang beres :)

    Btw, kapan pernah tinggal di Makassar? Sayang ya kita gak sempat ketemu :|

    Postingannya sehari2, khas emak riweuh tapi sangat unik. Mengalir dan mudah dicerna, mengandung solusi lagu.

    Moga menang ya mak.
    *Eh bukan lomba ya?*

    Moga sukses deh... :)

    Kalo ke Makassar lagi, kabarin dong ... ^__^

    BalasHapus
  2. Aih sama yaa :D Kasihan nasib payung2nya, haha
    Sy tinggal di Makassar tahun 2011-2012 saja. sebentar ya. aseli belum puas, ingin lebih lama menjelajah sulawesi :(
    Terima kasih pujiannya, mak :) hihihi iyah, yg ini mmng bkn u lomba. Postingan u ikut lomba sy tulis di www.ceritaemakriweuh.blogspot.com skr.
    Insya Allah kalau sy kapan2 main ke makassar sy kabari spy kita bisa ketemuan, aamiin :)

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=