Rabu, 31 Juli 2013

Buka Puasa di Gurih 7



Halo, apa kabar? Selamat berpuasa bagi yang menjalankan. Semoga lancar sampai hari kemenangan nanti. Aamiin. Maaf ya, saya absen ngeblog akhir-akhir ini. Saya tetap riweuh seperti biasa. Bulan Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan tersibuk bagi saya. Jadi, masih bingung soal membagi waktu. Lho, sekarang kok bisa nulis blog? Yaa rada maksa gitu, deh. Soalnya tangan rasanya sudah gatal pengen ngeblog, hehe.

  Tidak terasa puasa tinggal beberapa hari lagi. Sudah beli baju lebaran belum? Seperti biasa, keluarga kami santai saja tentang urusan baju lebaran. Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, beli baju lebaran sudah kami lakukan sebelum bulan puasa. Nambah dikit, sih, minggu lalu beli baju untuk anak-anak. Tapi bukan baju untuk pergi, melainkan baju biasa untuk dipakai sehari-hari. Cerita tentang baju lebaran pernah saya tulis di sini

  Menjelang minggu terakhir di bulan puasa, pasti banyak undangan buka bersama (disingkat bukber), ya? Kalau saya sih enggak diundang siapa-siapa. Maklum, masih pendatang baru di kota Bogor ini. Kemarin saya dan keluarga mengadakan bukber di Restauran Gurih 7. Tempatnya asyik, lho. Mau tahu seperti apa? Yuk, berangkat...

  Restauran Gurih 7 terletak di Jl. Raya Pajajaran Bogor No.102 Bogor. Persisnya di sebelah kiri jalan kalau datang dari arah Kebun Raya, terletak diantara Hotel Padjadjaran Suites dan Mall Jambu Dua. Dulu waktu kuliah, saya pernah ke sini dan restauran ini bernama Ponyo. Bangunan depan yang juga merupakan bagian dari restaurant, dulu adalah tempat makan dengan meja dan kursi. Kini bagian depan sudah berubah menjadi toko kue dan oleh-oleh khas Bogor (sayang, saya tidak sempat mampir dan melihat apa saja yang dijual di situ). Sedangkan bagian lesehan berupa saung-saung tetap ada di bagian belakang.

Ikannya gendut-gendut! Bergerombol minta makan, hap!
   Kami sekeluarga berangkat dari rumah pukul 4 sore. Datang kepagian, dong? Tidak apa-apa. Takut jalanan macet. Lagipula, jika datang mepet waktu buka puasa, dijamin pasti dapat tempat parkir mobil yang jauh dari restauran. Bisa jadi dapat parkir di pinggir jalan raya. Letak restauran di dalam dengan jalan yang menurun pasti menyulitkan bagi Eyang (ibu saya) yang sudah sepuh. Tidak mau Eyang repot, kami datang lebih dulu dari pengunjung lain yang akan bukber di restaurant. Nah, dapat parkir vi ai pi, kan, dekat dengan saung! Alhamdulillah.

Jalan tapak batu di depan air terjun buatan.
Aa Dilshad dan Kk Rasyad bolak-balik nyebrang.
  Masih sore, nih. Buka puasa masih lama. Tapi kami tidak bosan, kok. Suasana restauran berupa saung-saung di atas kolam yang nyaman dengan pemandangan indah membuat kami betah. Apalagi anak-anak jadi puas bermain sambil menunggu bedug maghrib. Simak serunya lewat foto-foto berikut: 
Di dalam saung. Pasukan riweuh bersama Eyang, Enang, dan Bibik.

Eh, ada jalan tapak batu lagi! Duh, demen deh!
Tengah: foto Ibu agak kabur, Aa fotonya lagi enggak fokus :p

Saung tempat kami makan dilihat dari sebrang kolam

Patung ikan gede

Asyik! Ada tempat main-mainnya juga!
   Sudah hampir maghrib. Kakek sudah datang. Tinggal menunggu Yalda dan Rona tiba. Kemana yah itu anak dua? Rupanya mereka mengambil rute memutar karena sesuatu hal. Pantas! Kirain nyasar. Eh, enggak mungkin dong, ponakan-ponakan yang gaul ini nyasar di kotanya sendiri, haha!
Yalda dan Rona yang datang belakangan.
Bawah: sebagian makanan yang sempat dijepret

Pasukan narsis: Enang, Yalda, dan Rona. 
  Restauran Gurih 7 juga dilengkapi dengan mushala yang cukup besar. Alhamdulillah, bisa bukber dan tetap bisa menunaikan kewajiban shalat maghrib tepat waktu.Saya selalu membawa mukena sendiri. Selain merasa lebih nyaman pakai mukena sendiri, juga supaya cepat dan tidak mengantri pinjam mukena dengan pengunjung lain. Kalau lama mengantri, nanti takut keburu habis waktu maghribnya.

  Habis makan, pulang. Wah, benar-benar bukber yang menyenangkan. Duo ponakan Yalda dan Rona kembali pulang ke sarang eh rumah Ciapus. Kami juga pulang ke Cibinong. Perut kenyang, hati senang.

  Oia, sekedar tips dari saya jika anda ingin mengadakan acara buka puasa bersama keluarga atau teman-teman di Restauran Gurih 7:
  • Pesan tempat beberapa hari sebelumnya. Di restauran ini kebanyakan pengunjungnya sudah memesan tempat terlebih dahulu. Jika datang mendadak untuk buka puasa di sini bisa saja sih, tapi tunggu sampai ada tempat yang kosong.
  • Pesan makanan jangan mepet waktu maghrib. Semua pengunjung makan di waktu yang bersamaan, jadi kebayang dong betapa sibuknya koki restauran di dapur? Kami sudah memesan makanan beberapa hari sebelumnya. Haa?! Lama amat. Haha, sekalian pas waktu booking tempat, Ketika datang, kami hanya menghubungi waiter untuk tambahan menu.
  • Datang lebih awal jika tidak ingin dapat tempat parkir yang jauh dari restauran. Saat padat pengunjung, parkir restauran ini penuh. Bahkan mobil yang parkir sampai luber ke pinggir jalan raya.
  • Bawa mukena sendiri bagi muslimah untuk shalat maghrib di mushola restauran. Antri pinjaman mukena jika kelamaan dikhawatirkan waktu maghrib sudah selesai.
  • Bawa baju ganti/cadangan jika membawa anak kecil. Restauran ini berada di atas kolam. Bermain di jalan tapak batu dan ciprat-ciprat air bisa membuat baju menjadi basah. Buat jaga-jaga saja jika si kecil terpeleset dan basah. Mudah-mudahan sih jangan.
  Tentang terpeleset, kami sendiri menyaksikan seorang pengunjung yang jatuh terpeleset saat akan menaiki saung yang lokasinya di atas 'bukit'. Ketika menanjak di atas rumput yang basah sehabis terkena hujan, jalan yang licin membuatnya terjatuh. Duh, untung enggak sampai ngegerolong ke kolam ya, Mas. 

  Jika anda berminat datang ke Restauran Gurih 7 Bogor, boleh lihat-lihat dulu di websitenya http://gurih7.com/
  
  
Buka puasa bersama ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2013
dalam rangka memperingati hari ulang tahun saya yang ke 38 tahun .

5 komentar:

  1. Balasan
    1. Selamat milad juga ya teeehhh...
      Moga panjang umur, murah rezeki, selalu akur dan bahagia berasama keluarga kecilnya **peyuuuukkkk teteh

      Hapus
  2. Aamiin. Makasih, Bunda Niken. Makasih, Irda sayang *peluk*kirimlopelope*

    BalasHapus
  3. Aamiin. Makasih Mbak Myra :)

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=