Minggu, 15 Desember 2013

Museum Zoologi Bogor


Horeee! Ke Museum! Duh, sudah lama sekali saya dan Bapa ingin mengajak 3 boyz mengunjungi museum. Lagi-lagi, belum sempat selalu saja jadi alasan. Alasan lainnya, apa lagi kalau bukan kondisi saya dan Bapa yang belum siap untuk mengajak 3 boyz. Memang perlu persiapan? Ya iya dong, bawa 3 boyz bepergian kan suka agak riweuh gitu, hehe. Oia, tulisan tentang museum ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang Kebun Raya Bogor di sini dan di sana. Merupakan sambungan karena Museum Zoologi yang kami kunjungi ini ada di dalam area Kebun Raya Bogor dan tiket masuknya merupakan satu paket dengan tiket masuk KRB. Yuk, mulai jalan-jalan ^_^

Mencari Museum Zoologi di dalam Kebun Raya Bogor tidak sulit. Di pintu masuk, ada peta lengkap seluruh area KRB. Papan petunjuk jalan juga ada di setiap sertigaan atau perempatan jalan. Mudah, bukan? Dari gerbang utama, letak museum ini tidak terlalu jauh, kok. Tinggal belok ke kanan dan mengikuti jalan saja, lalu berbelok ke kiri mengikuti papan petunjuk. Nah, sampai deh :)
Papan petunjuk jalan dan tampak depan museum
Museum Zoologi awalnya bernama Landbouw Zooligisch Museum. Didirikan oleh Dr.J.C. Koningsberger pada tahun 1849 dan selesai pada tahun 1901. Nama museum ini sempat berganti menjadi Zoologisch Museum en Laboratorium, hingga menjadi Museum Zoologicum Bogorinse yang kemudian disebut Museum Zoologi Bogor.

Museum Zoologi ada dibawah naungan Pusat Penelitian Biologi LIPI. Awalnya museum ini berfungsi sebagai wadah penelitian yang berkaitan dengan pertanian dan hama. Kemudian museum yang memamerkan beragam fauna yang diawetkan ini akhirnya dibuka untuk kepentingan ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas. Melihat isi museum, kita akan menemui jutaan spesimen dan puluhan ribu jenis hewan dari berbagai daerah di Indonesia. (Sumber: www.bogorheritage.net)

Pertama masuk ke museum, kami disambut oleh beberapa tengkorak hewan. "Selamat datang ke Museum Zoologi!" mungkin itu yang ingin mereka katakan, hehe

Tengkorak hewan berkaki empat di pintu masuk
Dari ruangan utama di pintu masuk, kami menuju ruangan di sebelah kiri. Dalam ruangan ini dipamerkan berbagai jenis burung. Wah, hewan-hewan yang dipajang kayak beneran hidup, lho! Wah, anak-anak jadi tahu aneka hewan dan wujud yang sebenarnya setelah melihat-lihat hewan yang dipajang di dalam kaca lengkap dengan suasana habitat tempat hidupnya.

Berbagai jenis hewan unggas
Tidak salah deh, saya membawa 3 boyz ke museum.  Aa Dilshad dan Kk Rasyad juga banyak bertanya dan kami sebagai orang tua menjawab sebisanya. Kami jadi berwisata sambil belajar. Keterangan lengkap tentang hewan yang dipajang juga tersedia.Hiburan sekaligus menambah ilmu. 
Hewan primata
Maaf jika foto-foto yang saya ambil hasilnya kurang bagus. Beberapa terilihat buram terutama pada objek foto yang menyertakan 3 boyz. Kenapa? Ketiga anak saya ini senang sekali melihat isi museum dan tidak bisa diam. Jadi, baru difoto di depan satu objek, anaknya sudah ngacir karena tertarik lihat objek museum yang lain. Ehm, perasaan bukan ke museum aja deh, 3 boyz ini pecicilannya :D

Atas: bersama sang badak.
Bawah: sapi, kerbau, dan harimau.
Kalau foto yang satu ini rada lumayan menurut saya. Biasanya agak blur karena model foto sudah melarikan diri. Kali ini sang model dengan suka rela mau berpose agak lama demi difoto bersama si meong eh si macan dahan, hehe.

Kk Rasyad dan macan dahan.
Isi museum selanjutnya bisa dilihat di ringkasan foto-foto berikut ini. Aslinya, koleksi museum ini banyak sekali dan tidak mungkin saya foto satu per satu. 

Kiri: asyik mengagumi isi museum
Kanan: kepala hewan yang diawetkan

Di ruangan ikan dan reptil
Di ruangan serangga dan hewan bawah laut
Kerangka paus biru. Besarnyaa!


Tidak terasa, semua ruangan museum sudah kami jelajah. Di dekat pintu keluar dipajang kerangka ikan paus biru. Wow, kerangkanya saja sudah segede gini. Gimana ikan aslinya ya? Pasti besar sekali! Subhanallah.

Ini bukan paus, tapi mahluk langka :D
Selesai. 3 boyz terlihat puas setelah melihat seluruh isi museum. Kami pun melangkah ke luar museum, kembali ke area Kebun Raya Bogor untuk melanjutkan wisata kami. Kapan-kapan saya dan Bapa akan mengajak 3 boyz ke museum lagi. Museum apa? Tunggu saja cerita selanjutnya, ya ^_^


Asyik, pulangnya digendong atas sama Bapa

6 komentar:

  1. Saya pernah ke sana mbak waktu sd dan di Bandung juga ada. *jadi rindu masa" SD*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Titis, di Bandung juga ada, tapi saya belum pernah ke sana. Kok saya waktu SD ga main ke sini ya, malah ke museum Bahari di Jakarta.

      Hapus
  2. Ya Allah aku ke museum ini jaman karya wisata SMP dlu Mbak, dlu gelap n horor gtu, ga menarik blass.. Moga2 skr udh byk kemajuan yah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang agak gelap sih kalo ga deket jendela n pintu. Mungkin dulu pajangannya ga sama posisinya sama yg skr, Mak Muna.

      Hapus
  3. unik.. banget jalan jalannya potonya lumayan lengkap buat saya yang belum liat KRB he..he..
    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aslinya lebih banyak lagi objek museum yang menarik untuk difoto. Kalau difoto semua, nanti saya ketinggalan rombongan, hehe.
      Salam kenal kembali, Mas :)

      Hapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=