Senin, 09 Desember 2013

Taman Topi


Pada tanggal 6 April 2013, saya mengajak Aa Dilshad dan Kk Rasyad membeli perlengkapan olahraga di toko langganan kami di dekat Jembatan Merah di Jalan Kapten Muslihat. Setelah selesai, kami berjalan kaki ke Taman Topi yang letaknya tidak jauh dari Jembatan Merah. Setelah melewati stasiun kereta, kami pun sampai. Disebut Taman Topi karena ada beberapa bangunan berbentuk topi raksasa. Taman topi menjadi salah satu tujuan wisata keluarga maupun anak muda untuk tempat bersantai sambil menikmati aneka jajanan yang tersedia di sana. 


Bangunan berbentuk topi raksasa. Foto diambil dari www.kotabogor.go.id
Di dalam area Taman Topi, terdapat taman bermain bernama Taman Ade Irma Suryani. Di sini banyak sekali wahana permainan untuk anak-anak. Nah, saya mau mengajak Aa dan Kk bermain. Kami hanya pergi bertiga dengan kendaraan umum dari rumah. Kebetulan saat itu Aa dan Kk sedang libur sekolah. Bapa tidak bisa mengantar karena masuk kerja. Ya, saya sengaja mengajak 2 boyz main ke sini pada hari kerja. Soalnya, jika datang ke sini saat akhir pekan pasti suasananya ramai. Dd Irsyad juga tidak saya ajak karena....riweuh! Saya nggak sanggup ngangon menuntun 3 anak laki-laki sendirian *lap keringet*

Sumber foto: www.bogor.net
Memasuki area Taman Topi, kami disambut oleh patung Kapten Muslihat. Nama jalan dan patung ini dibuat untuk menghormati jasa-jasa beliau semasa perang kemerdekaan. Sekilas tentang perjuangan Kapten Muslihat, bisa dibaca di sini.

Patung Kapten Muslihat diambil dari sini
Sebelum bermain, kami beristirahat dulu sambil menikmati somay dan es doger. Suasananya adem karena banyak pohon. Tempat yang nyaman untuk beristirahat sambil melepas lelah setelah berjalan kaki tadi. Penjaja makanan yang lain adalah mi ayam, bakso, es duren, aneka gorengan, restoran padang, masakan sunda, dan California fried chicken. 

Jajan somay dan es doger. Sedap!
Selanjutnya, kami masuk ke Taman Ade Irma Suryani. Tiket masuknya tidak mahal, hanya Rp.4000 untuk satu orang pada hari biasa dan Rp.5000 saat hari libur. Untuk menikmati aneka permainan, pengunjung harus membeli tiket terlebih dahulu. Tenang saja, loket tiket tersedia tidak jauh dari arena permainan. Jadi, tidak perlu berjalan jauh hanya untuk membeli tiket permainan. 

Wah, Aa dan Kk langsung bersemangat melihat begitu banyak wahana permainan. Mereka ingin mencoba semuanya! Ya sudah, saya turuti saja *sayang anak sayang anak*

Main boom-boom car. Difotonya susah, lagi ngebut :D
Selesai naik boom-boom car yang sering nabrak itu, 2 boyz minta naik kereta mini. Kereta mini ini berjalan diatas rel yang letaknya sekitar empat meter di atas tanah. Kereta hanya muat untuk dua penumpang saja. Engg...emaknya kayaknya nggak muat, deh. Ya sudah, saya tunggu di bawah saja sambil dadah-dadah ke atas saat mereka melintas ^_^

Wiiiih! Ada di atas!
Kami lalu berjalan menyusuri taman bermain. Di bagian belakang ada tempat khusus untuk sepatu roda. Untuk yang baru belajar, tempat ini aman karena dipasang pagar pembatas yang bisa jadi tempat berpegangan. Selain permainan berbayar, ada juga permainan yang gratis, lho. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini: 

Naik singa, main ayunan, gelantungan, dan serodotan.
Di dalam taman ini juga ada beberapa penjual makanan dan minuman. Jadi, tidak perlu khawatir akan kelaparan dan kehausan. Kebanyakan menjajakan bakso dan mi ayam. Saya melihat ada pengunjung yang membawa bekal makanan sendiri. Tinggal gelar tikar, buka bungkusan, asyik deh, serasa piknik ^_^

Puas mengitari taman, 2 boyz ingin mencoba komidi putar. Duh, saya kira mereka sudah besar dan tidak tertarik dengan wahana permainan yang satu ini. Ternyata masih suka juga, ya. Karena sepi, yang naik wahana ini ya cuma mereka berdua saja, hihi.

Naik komidi putar


Di sebelah wahana komidi putar alias karusel ini, ada wahana yang saya kenal sebagai wahana gajah beledug di Dufan Ancol. Di sini bukan pakai gajah, melainkan pesawat. Nah, pesawat ini bisa naik turun sambil berputar-putar. Pesawat beledug, dong, namanya :D 

Horeee! Pesawatnya bisa naik turun!
Capek dulu, ah. Kami duduk sebentar di pinggir kolam yang terletak di tengah taman. Lumayan ngos-ngosan juga ngikutin kedua anak ini. Kadang mereka langsung ngacir begitu melihat wahana yang menarik. Jika sudah berlari seperti itu, ya emaknya ikutan lari juga. Paling kalau capek, saya cuma bisa meneriaki mereka supaya tidak pergi jauh dari saya. Sejak punya anak, saya hampir tidak pernah pakai high heels. Pergi ke mana saja cukup pakai sendal teplek saja. Biar gampang nguber anak! Haha!
Ibu, ada gajah lagi nyemplung di kolam!
Duh, kayaknya 2 boyz nggak mau pulang, nih. Matahari sudah semakin tinggi. Perut sudah mulai lapar karena sudah lewat waktu makan siang. Saya membujuk mereka untuk menyudahi bermain. Mereka merajuk minta bermain di satu wahana lagi. Baiklah, naik perahu adalah permainan yang terakhir.

Yippi! Naik perahu! Perahunya lewat kolong jembatan.
"Sudah ya anak-anak. Kita pulang dulu. Nanti kapan-kapan kita ke sini lagi sama Bapa juga Dd Irsyad." bujuk saya. 2 boyz yang mulai terlihat lelah akhirnya menurut. Kami pun pulang dengan hati senang. Sebenarnya, bisa saja kami bermain seharian. Namun saya tidak bisa meninggalkan Dd Irsyad di rumah lebih lama. Cuaca Bogor yang kerap diguyur hujan jelang sore hari juga membuat kami harus segera tiba di rumah agar tidak kehujanan di jalan. 

Main ke Taman Topi lagi, ya Bu!
Bermain di Taman Topi mengasyikkan lho! Kami nyaris lupa waktu. Wahana permainan yang saya tulis di sini hanya sebagian kecil saja. Karena hanya wahana-wahana tersebut yang paling menarik perhatian dan yang sempat dimainkan oleh anak-anak saya. Andai kami punya lebih banyak waktu, pasti semua permainan akan dicoba oleh 2 boyz.

Saya juga berencana kelak mengajak Dd Irsyad bermain bersama di Taman Topi. Kapan? Yah, suatu saat, pasti. Sebelumnya, saya harus mengumpulkan kekuatan bulan dulu. Maklum, bawa tiga anak laki-laki yang pecicilan ini lumayan bisa menguras energi dan dompet. Hehehe.
Peta Taman Ade Irma Suryani. 
Diambil dari sini
Berwisata ke Taman Topi Bogor mudah dijangkau dari Jakarta, lho. Cukup turun dari kereta, keluar dari stasiun, dan berjalan kaki sedikit sudah sampai ke tujuan. Gampang kan. Yuk, ke Bogor! ^_^

15 komentar:

  1. Wah Taman Topi. Mertua saya selalu cerita... Dulu waktu suami saya seumuran jagoannya mak. Selalu dibawa ke taman topi ini lho. Apalagi kalau akhir pekan. Nahhh saya cuma suka lewat aja nih mak kalau mau ke stasiun. Ternyata seru ya mak... pantasan mertua saya suka bgt cerita tentang taman topi ini.... Kapan2 kesini aahhh ajak cucunya. Biar jadi penerus ayahnya hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga suka ngelewatin aja dulu, Mak. Setelah tetangga n temen cerita bawa anak2nya main ke situ, jd penasaran deh.
      Yuk, anak2nya dibawa, Mak. Biar jd penerus ayahnya ^_^

      Hapus
  2. Taman Topi, tempat plg sering di datengin kalo lg sedih atau BT..
    dr jaman bayarnya cuma gope ampe skg 3rb, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang bisa ngilangin bt main ke taman topi :)
      Wow, udah lama banget dong kalo dari jamannya gope :D

      Hapus
  3. Wahh ini sih surga nya bocah2 ya mak, Kliatan bgt anak2 wajahnya sumringah :) Kyanya kl bawa Nadia ksni plgnnya hrs di seret dehh :-P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak...sumringah, hihi.
      2 boyz mah ga diseret, tp aku uber2 disuruh pulang :D

      Hapus
  4. tempatnya baguus unyu2 gitu, anak2 pasti seneng lah dibawa kemarii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, unyu2-nya bikin anak2 betah main di sini ^_^

      Hapus
  5. di malang belum ada taman ginian :(
    adanya di batu T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg di Batu jg katanya bagus ya? Sy waktu tinggal di Solo, pengen ke Malang ga kesampean. Penasaran belum nginjek kota Malang

      Hapus
  6. wah senangnya ke Taman Topi, belum kesampean bahkan waktu tinggal di Cibinong dulu niatnya ajah mau kesini, salam kenal buat 3 jagoan ya Bu, samaan nih..Ijin link blognya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, jangan2 rumahnya dulu deketan ama rumah saya :)
      Salam kenal juga sesama emak 3 anak laki2 :)
      Boleh, silakan Bu Fitri ^_^
      Oia, saya sudah mampir ke blognya n follow pakai akun blog yg satu lagi (entah kenapa blog ini gak bisa follow balik)

      Hapus
  7. Wih keren nih taman tematiknya teh. :D

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=