Senin, 16 Desember 2013

Tips Mengasuh Anak Sambil Memasak di Dapur


Urusan dapur tidak jauh dari kegiatan sehari-hari para ibu rumah tangga. Bagi ibu-ibu yang gemar memasak, dapur menjadi ajang berkreasi mengolah bahan makanan menjadi masakan yang enak dan sehat untuk dihidangkan pada anggota keluarga tercinta. 

  Beruntung bagi ibu yang memiliki asisten rumah tangga atau sanak saudara di rumah yang bisa diminta bantuannya saat sedang memasak. Entah itu ikut membantu di dapur atau sekedar mengasuh si kecil sementara sang ibu sibuk memasak. Lantas, bagaimana dengan para ibu yang hanya tinggal bersama anak-anaknya yang masih kecil dan tanpa asisten atau oarang lain yang membantu? Mau tidak mau, memasak dilakukan sambil mengasuh anak seperti yang saya lakukan selama tinggal di tanah rantau.

  Agar lebih efisien, lakukan beberapa kegiatan sekaligus saat sedang memasak di dapur. Misalnya, mememotong sayur sambil merebus kuah daging, menggoreng sambil mencuci beras, dan sebagainya. Jika punya bayi, waktu yang paling tepat memasak adalah saat si kecil sedang tidur. Lantas, kalau kebetulan bayinya tidak mau tidur bagaimana? Masa tidak jadi memasak? Nggak mungkin, kan. Mau tidak mau kegiatan memasak dilakukan sambil mengasuh bayi.

  Begitu pula jika memiliki anak batita yang masih perlu pengawasan ekstra. Saat memasak sambil mengasuh si kecil, kita tidak boleh lengah. Capek memang, bolak-balik melngecek aktivitas anak saat kita sedang memasak. Namun itu wajib dilakukan agar tidak terjadi sesuatu pada anak saat kita sedang asyik memasak. 

Berikut beberapa tips untuk memasak sambil mengasuh anak sesuai dengan umurnya:

Tips Menyambi Masak Sambil Mengasuh Bayi:

1. Ditaruh di stroller (kereta dorong bayi)
    Setiap hari Dd Irsyad 'mangkal' di dapur
  • Bayi yang belum merangkak: ditidurkan di stroller, dan beri mainan supaya anteng.
  • Bayi yang sudah duduk dan merangkak: dudukkan dan pasang tali pengikat di stroller, dan beri mainan
  • Bila bayi mulai terlihat bosan, ganti mainannya, atau gendong sebentar lalu taruh kembali di stroller. Jika menangis, hentikan kegiatan memasak sampai bayi tenang dan mau ditaruh di stroller lagi.
  • Jangan lengah. Selalu awasi bayi jangan sampai dia merosot dari posisinya yang bisa membuatnya terjatuh. Saya bolak-balik membetulkan posisi Dd Irsyad yang selalu merosot karena dia tidak bisa diam. Kadang Dd malah membalik badan lalu tengkurap! Haduh, nanti jatuh, De!
.2. Ditaruh di lantai

Horee! Berantakin kulit bawang!
  • Hanya dilakukan untuk bayi yang sudah bisa duduk tegak, sudah merangkak, dan merambat.
  • Bila mengompol, segera dilap dan dibersihkan agar bayi tidak terpeleset.
  • Berikan mainan supaya bayi tidak bosan.
  • Biarkan si kecil membuat dapur anda berantakan dengan bahan masakan atau alat masak yang aman. 
  • Awasi jangan sampai dia bermain dengan benda yang bisa melukai atau berbahaya.

3. Digendong
  • Memasak sambil menggendong? Ini yang paling sulit. Gerak tangan kita jadi terbatas. Ini terpaksa jadi pilihan jika bayi benar-benar sudah rewel dan minta digendong. 
  • Hati-hati bila menggendong bayi sambil memasak, terutama saat menggoreng. Saya sering terpaksa melakukan ini dan Dd terkena sedikit percikan minyak. Duh, maafin Ibu, ya Nak. 
  • Tangan bayi pasti tidak bisa diam. Ini bisa membuat kita jadi serba salah alias grogi.Paling aman ya mencuci sayuran sambil menggendong. Kalau memotong sayuran sambil menggendong sebaiknya jangan dilakukan.
  • Bila bayi terlihat gelisah karena bosan, hentikan pekerjaan. Ajak ia bermain sebentar, kemudian lanjutkan memasak.
4. Ditaruh di baby walker
  • Saya pernah punya baby walker hadiah kelahiran anak pertama. Tidak saya pakai untuk belajar jalan. Melainkan sangat membantu untuk menaruh bayi saat kita sedang riweuh. Dengan bayi ditaruh di baby walker, saya bisa memasak, mencuci pakaian, bahkan ke kamar kecil.
  • Kunci roda baby walker agar bayi aman. Jika tidak dikunci, bayi akan berjalan dengan baby walkernya. 
  • Awasi jangan sampai bayi terguling dari baby walker.
  • Beri mainan dan ajak mengobrol, supaya bayi tidak merasa diacuhkan.
5. Ditaruh di ayunan
  • Ini tidak saya lakukan. Berdasarkan pengamatan saya pada tetangga, menaruh bayi di ayunan juga bisa membantu ibu leluasa memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga lain. Beberapa ada yg membuatkan ayunan di dapur lho. Tentunya, tetap dalam pengawasan,  ya. Jangan sampai bayi terjatuh tanpa sepengetahuan kita.
  • Gunakan ayunan model kain yang dikat tali atau model per.
  • Jangan gantung ayunan terlalu tinggi.
  • Letakkan kasur di bawah ayunan. Fungsinya untuk mencegah seandainya bayi terjatuh dan tidak langsung membentur lantai.
6. Menggendong dengan babywrap
  • Ini juga tidak saya lakukan karena alasan ekonomi. Dilihat dari cara menggendongnya, kedua tangan kita bisa bisa bebas bergerak dan bayi yang didendong terikat erat di tubuh orang yang menggendongya. Sepertinya enak juga ya bisa mengerjakan apa saja sambil menggendong bay :)

Tips Menyambi Memasak Sambil Mengasuh Batita:
  1. Berikan mainan kesukaan. Bisa boneka, pasel, balok, mobil2an, dll.
  2. Menyetel acara kartun atau vcd animasi yg mendidik. Misalnya Upin dan Ipin di televisi atau menyetel vcd barney, dsb.
  3. Ajak anak ikut membantu kegiatan memasak di dapur. Beri tugas yang ringan dan menyenangkan. Anak-anak suka bermain dengan air. Seperti memandikan kerang yang menjadi keasyikan tersendiri untuk Kk Rasyad (foto berikut) dan Dd Irsyad (foto pada awal tulisan).
Kk Rasyad bantu mencuci kerang. 
Sikat yang bersih ya sayang!
  • Ajak anak bermain masak-masakan. Bisa dengan alat masak mainan atau alat masak sungguhan. Pilih alat masak yang aman, ya. Jangan beri alat masak yang bisa melukai si kecil.
Kreasi masakan Kk Rasyad: bawang tabur garam
  • Biarkan si kecil membuat dapur anda berantakan. Sambil membantu di dapur, anda bisa sekaligus mengenalkan aneka peralatan dapur dan fungsinya. Misalnya wajan untuk menggoreng, panci untuk merebus, dan lain-lain.
  • Belajar mengenal bentuk dan warna. Misalnya menjelaskan tomat bentuknya bulat dan berwarna merah. Kacang panjang berwarna hijau dan bentuknya panjang, dan seterusnya.
  • Bermain dengan bahan makanan. Ajak anak ikut membantu memasak di dapur dengan kegiatan yang mudah. Seperti mengaduk adonan, mencuci sayuran, membentuk bola-bola untuk bahan bakso, dan lain-lain. 
    Dd Irsyad dan Kk Rasyad menumbuk ubi untuk membuat biji salak
  • Mengulek bahan makanan bersama si kecil. Kegitan ini cocok untuk menyalurkan energi berlebih sang batitanya. Saya kerap mengajak anak saya mengulek tahu untuk pepes tahu, atau kentang untuk perkedel. Tapi ingat, jangan sdiuruh mengulek bumbu ya. Apalagi mengulek cabai. Haduuhhh…
4. Selalu cerewet
  • Ajak anak mengobrol, atau mengajaknya bernyanyi bersama lebih bagus. Tujuannya biar anak tidak merasa kesepian dan diabaikan karena ibunya sibuk memasak.
5. Tetap diawasi
  • Bila tiba-tiba anak menghilang dari pandangan anda, cari dia! Tunda kegiatan masak sejenak. Jangan sampai misalnya, amit-amit nih, si kecil ternyata sedang bermain dengan kabel listrik! Hiii!
  • Pasang telinga baik-baik! Jika anak tidak terdengar suaranya, dipastikan dia sedang asyik bermain sesuatu. Trust me deh! Saya pernah mendapati Aa Dilshad tiba-tiba tidak mengoceh. Setelah dilihat, ternyata Aa sedang mandi bedak. Di lain kesempatan bahkan Aa sedang sibuk 'mengoser-oser' bekas pipisnya. Hmmfftt...
Tips Menyambi Memasak Sambil Mengasuh Bayi dan Batita sekaligus:


Kk Rasyad lagi nepungin udang dan Dd Irsyad main panci.
  1. Kombinasikan kedua cara di atas.
  2. Utamakan kondisi kedua buah hati anda. Tunda memasak jika salah satu atau keduanya sedang rewel. Jika kondisinya demikian, ya sudah, beli matengan saja! Siapa pun pasti ngerti kok, kalau ibu ini riweuh berat, hehe. Tapi usahakan jangan sering-sering, ya! Nanti bangkrut , dong, kalau beli matengan terus.
  3. Tetap konsisten dengan jadwal rutin anak-anak.Jangan sampai jadwal anak-anak jadi kacau gara-gara ibunya sibuk di dapur. Atur waktu memasak disesuaikan dengan jadwal anak-anak. Jangan sampai sudah waktunya makan siang tapi belum ada masakan yang matang. Atau bayi mengantuk ingin tidur pagi tapi ibunya lagi 'tanggung' memasak.
  4. Ajak  sang kakak bekerjasama mengajak bermain sambil menjaga adik bayinya.
Aa Dilshad sedang mengasuh Dd Irsyad
  • Sedikit sulit bila usia kakak dan adik berdekatan. Namun setelah diajari dengan sabar, nanti sang kakak pasti bisa mengasuh adik. 
  • Jangan percayakan begitu saja saat sang kakak sedang menjaga adiknya. Namanya juga anak-anak. Bisa jadi tiba-tiba si kakak pergi meninggalkan adiknya, atau bahkan terjadi perkelahian. 
  Saya tidak pernah memaksa 3 boyz ke dapur. Mungkin karena sejak bayi sudah sering diajak  ke dapur, mereka kini dengan sukarela mau membantu saya memasak di dapur. Kegiatan favorit mereka adalah yang berhubungan dengan tepung, membentuk adonan, dan mencuci bahan makanan.

3 boyz membantu ibu membuat cireng

   Belakangan ini Aa Dilshad tertarik untuk menggoreng. Saya belum ijinkan karena khawatir terpercik minyak panas. Bagaimana tidak kena minyak, memasukkan bahan makanan ke wajan saja sambil dilempar! Duh, persis saya banget waktu masih belajar memasak, hehe.

Aa Dilshad membantu ibu membungkus pangsit

   Sekarang Aa Dilshad sudah bisa memasak sendiri mie instan, pasta instan, dan merebus bakso. Bisa memasak bukan monopoli anak perempuan saja, kan. Kelak pengetahuan memasak ini bisa berguna saat anak sudah besar dan hidup mandiri.

   Kesimpulan: menyambi mengasuh anak sambil memasak di dapur bisa dilakukan dengan mudah. Kuncinya adalah cara apa pun yang dilakukan, sebaiknya tetap mengawasi si kecil dan tidak boleh lengah. Demikian tips dari saya. Semoga bermanfaat ^_^


(Postingan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Tabloid Nakita Kategori Aktivitas Positif)

29 komentar:

  1. heubat heubat heubat, sukses lombanya ya ...

    BalasHapus
  2. salut euy... tapi saya paling gak bisa gendong bayi sambil masak,takut banget :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo takut ya jangan, Mak. Jika kita ragu, bahasa tubuh kita jg ikut gelisah. Nanti malah ga konsen masak dan bayi tambah rewel.

      Hapus
  3. keren mak,, semoga menang ya lombanya..
    btw saya pernah juga masak sambil ditungguin bayi 12m di dapur, yang ada dia asik ngupas bawang mak.. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mrs. Amidy :)
      Waah sudah bisa bantuin ibunya ngupas bawang dong :D

      Hapus
  4. Saat ini saya baru bisa nyimak doang Mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah menyimak. Semoga suatu saat bisa dipraktekan ya, Mbak Titis :)

      Hapus
  5. wihh, tipsnya kereeeennn ^.^

    Kalo aku punya bayi 10 bulan, selagi masak, biasanya oma-nya jagain, atau gak ditaruh di baby walker, tapi tetap aku awasin, aku palang arah ke dapur. Nah, biasanya Athar udah bosan dan ulurin tangan, aku gendong sambil ngaduk masakan. Alhamdulilah, Athar anteng selagi digendong, aku sodorin sendok masak, dia gak mau pegang heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mak Ranny :)
      Duh Athar pinter mau main sendiri. Kalo sendok masak ga mau, maunya masakan yg udah mateng ya :p

      Hapus
  6. waaaah sama banget nih kondisinya kita, mak :D sayapun dengan 2 anak cowo yg ikutan terjun ke dapur, heheheh. semoga sukses ya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dapur jadi rameee :D
      Makasih, Mak Eliza ^_^

      Hapus
  7. Kayak Thifa tuh kalo maknya masak, katanya pengen bantuin tapi malah nge riwehin hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Horeee...karna sering latihan ngeriweuhin di dapur, bentar lagi Thifa jadi jago masak lho kalo udah gede ^_^

      Hapus
  8. Aduh iri sekali aku mak, padahal anaknya cowok semua ya. Anak2ku susah diseret ke dapur. Tapi kata ibuku, persis kayak waktu kecil sih heheheee.... Kadang nggak mau melibatkan anak2 karena pengin cepat beres saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku baru belajar masak pas nikah, lho. Dulu ga males kalo disuruh bantu ibu di dapur, hihi.
      Memang kalo bawa anak ke dapur, jadi riweuh plus berantakan. Tapi nggak apa-apa. Yang penting mereka jadi belajar masak sambil bermain ^_^

      Hapus
  9. Hahaha.. seru banget ya masak bareng anak-anak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, seru banget. Mak Leyla pasti juga sering masak bareng anak2 ^_^

      Hapus
  10. maak ijin share ya...banyak temanku yang masih punya anak kecill

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan, Mak Ida. Semoga bermanfaat ^_^

      Hapus
  11. Balasan
    1. didoakan segera terwujud, ya Mbak...aamiin :)

      Hapus
  12. semoga sukses ya mak ikut lombanya.... :)

    BalasHapus
  13. saya jg suka minta bantuin jav (3thn) 'masak' di dapur :)

    BalasHapus
  14. hahaha aku banget tuh mak makasih sharingnya yaaa

    BalasHapus
  15. Sukses lomba nya ya Mak Inna....very inspire parenting....^_^

    BalasHapus
  16. boleh tuh. ide bagus. soalnya kaka saya suka masak and anaknya gak mau ditinggal...

    BalasHapus
  17. boys? tiga2 nya mba? he he,,acungin 2 jempol,,salut mba :) kalo aisyah biasanya aku gendong di belakang kalo lg ngga bisa ditinggal,,

    BalasHapus
  18. wow...keren mba tipsnya :) TFS ya mba...

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=