Senin, 06 Januari 2014

Bulan Madu Ke Bali


Menyambut hari jadi pernikahan kami yang ke 12 tahun pada tanggal 6 Januari 2014 ini, saya ingin berbagi tentang cerita hanimun alias bulan madu kami yang dilaksanakan beberapa hari setelah resepsi pernikahan. Yah siapa tahu dengan membaca postingan saya ini, ada yang berbaik hati mau menjadi sponsor bulan madu kedua *ngarep* Yuk, ikut...eh jangan...nyimak aja yaa...

Berfoto setelah acara resepsi
Usai resepsi pernikahan yang diadakan di tempat tinggal orang tua saya di Cikampek Jawa Barat, saya dan Bapa sebagai pengantin baru berangkat berbulan madu ke Bali setelah keluarga Bapa berpamitan pulang ke Bogor. Pagi hari berikutnya, kami berdua diantar supir  orangtua saya ke bandara. 

Tiket pesawat dan akomodasi hotel selama 3 hari 2 malam sudah disiapkan oleh teman kuliah saya, Rospita, yang bekerja di Jakarta. Saat sebelum akad nikah, Phita (begitu dia biasa dipanggil) menyerahkan amplop berisi tiket dan keterangan hotel tempat kami akan menginap. Thank's ya, Phit :) Tahu aja kalau saya lagi riweuh mempersiapkan acara penikahan, sampai nggak sempat beli tiket. Untuk paket ini kami membayar seharga 3,4 juta rupiah. Ini bukan paket lengkap lho, cuma hotel dan tiket pesawat pp saja. Paket lain lebih mahal harganya karena hotel berbintang dan ada tur wisatanya.

Sampai di bandara Ngurah Rai, kami dijemput oleh supir hotel yang mengantar kami menuju hotel di Jalan Legian, dekat pantai Kuta. Sayang, kami sudah lupa nama hotel tersebut. Pada saat itu, hotel baru dibuka dan sedang memasang tarif promo. Lumayan, kan.

Atas: sarapan di hotel
Bawah: Bapa di pinggir kolam renang
Hotel tempat kami menginap ini tempatnya bagus dan bersih, lho. Memang untuk masuk ke area hotel, kami harus masuk gang dulu dari Jalan Legian. Jadi dari pinggir jalan, hotelnya nggak kelihatan. Kira-kira dua tahun berikutnya, saya dan Bapa pindah ke Kota Denpasar. Kami berdua mencari hotel ini, tapi sayang, hotel tersebut sudah tidak ada. Pasca bom Bali I rupanya hotel tersebut bangkrut dan ditutup. Sayang, ya :(

Bapa berenang di kolam renang hotel
Terus, sampai di Bali ngapain aja? Pertama yang kami lakukan adalah mengunjungi adik ipar Bapa, yaitu Ruli. Kami berkunjung ke rumah orang tua Ruli yang bernama Pak Wim. Dari hotel kami naik taxi. Pak Wim mempunyai usaha bengkel kaca mobil. Sedangkan Ruli berprofesi sebagai pemusik di kafe. Ruli menikah dengan adik Bapa, Tita, dan memiliki satu putri bernama Rona. Kini mereka berdua sudah berpisah dan masing-masing sudah menikah dan mempunyai anak lagi. Sebelum berpisah, Tita dan dan Rona sering bolak-balik antara Bogor dan Denpasar. Kebetulan saat kami berdua datang, Tita sedang ada di Bogor karena ikut menghadiri acara pernikahan kami.

Setelah beramah tamah dan bertukar kabar tentang keluarga di Bogor, kami pamit. Kami meminjam motor keluarga Ruli untuk dipakai berjalan-jalan. Lumayan, daripada sewa motor, hehe. Dengan berbekal sepeda motor ini kami mengunjungi beberapa tempat wisata.. Karena waktu yang terbatas, tempat-tempat yang kami kunjungi yaitu: pantai Kuta dan pantai Sanur, melihat monyet di Sangeh, dan jalan-jalan di dalam kota Denpasar.

Wisata pertama kami di Bali adalah berjalan-jalan di pantai Kuta dan sekitarnya. Dengan berjalan kaki, kami menyusuri Jalan Legian dan menyisir pantai Kuta. Kami mencari makan siang. Bingung mencari makanan halal (dulu tidak sebanyak saat ini), betapa senangnya hati kami saat menemukan warung makan padang. Seporsi nasi rendang yang alot dan agak aneh rasanya cukup untuk mengganjal perut kami berdua. Berikut beberapa foto kami di pantai Kuta:
Foto berdua di pantai Kuta
Saya di pantai Kuta
Bapa di pantai Kuta
Jelang sore kami berputar-putar di dalam kota Denpasar dengan sepeda motor. Saat melewati sebuah lapangan besar, ada sebuah pura yang menarik perhatian kami. Kami berhenti sejenak untuk berfoto di depan pura tersebut. Beberapa warga setempat terlihat sedang menikmati sore dengan berolahraga atau berjalan-jalan di sekitar lapangan yang dikelilingi oleh banyak pohon ini. Saya sempat kagum, asyik juga ya, ada sarana umum untuk warga di kota ini. Lapangan tersebut bernama lapangan Puputan. 

Lapangan berikut yang menarik perhatian kami adalah lapangan Renon. Ada bangunan unik di dekat lapangan itu. Ternyata, itu adalah museum. Sama seperti lapangan Puputan, di lapangan ini juga banyak warga yang sedang berjalan-jalan, berolahraga, atau sekedar nongkrong saja.

Atas: Bapa di lapangan Renon
Bawah: pura di sebelah lapangan Puputan
Tidak disangka, pada masa mendatang justru saya menjadi warga Kota Denpasar dan menikmati fasilitas umum tersebut. Bersama keluarga kecil saya, lengkap dengan anak kami Aa Dilshad yang masih batita, kami bertiga sering nongkrong di lapangan Puputan dan Renon. Menghabiskan sore bersama. Aa Dilshad kecil berlari gembira di tengah lapangan sambil menunjuk penjual balon dan mainan yang banyak berkumpul dipinggir lapangan. Ah, kenangan yang indah :')


Pada tahun 2005, Bapa juga ikut serta berkumpul bersama para warga muslim Denpasar di Lapangan Puputan untuk melaksanakan shalat Ied. Waktu itu kami tidak bisa berlebaran di kampung karena ongkos pesawat yang mahal. Saya tidak ikut shalat Ied karena Aa sulit bangun pagi. Menurut cerita Bapa, ada yang berbeda saat shalat Ied di Lapangan Puputan. Meski penceramah sudah memperingatkan sebelumnya agar jamaah tidak segera pulang, para warga malah banyak yang beranjak pergi setelah shalat Ied selesai dan tidak mendengarkan ceramah. Duh, semoga sekarang situasi seperti itu sudah tidak ada ya di sana.

Kembali ke carita hanimun. Keesokan harinya, kami menuju Sangeh Monkey Forest dengan sepeda motor. Agak jauh juga ya jaraknya dari hotel. Saya lupa berapa lama perjalanan ke sana. Yang pasti, jalan berdua pas bulan madu itu waktu terasa begitu cepat #eaa

Di Monkey forest tentu saja kami melihat banyak monyet di sebuah pura besar yang dikeliingi hutan. Kami menyewa jasa pemandu wisata. Sayang, saya lupa Pak Pemandu cerita apa saja tentang Sangeh Monkey Forest ini. Soalnya, saya dan Bapa lumayan sibuk juga meladeni para monyet yang mendatangi kami, bahkan nemplok dengan semena-mena di bahu kami. Atas saran Pak Pemandu, saya mencopot kacamata saya dan menyembunyikan kamera. Ini saya lakukan agar sang monyet tidak merebut barang-barang tersebut dan melarikannya ke atas pohon. Duh, monkeys...kamu nakal banget deh!

Monyetnya agresif!
Monyet-monyet ini lumayan berat, lho! Mungkin ada sekitar 4 atau 5 kilogram beratnya. Mana mereka hobi banget tau-tau nemplok di punggung kami. Untunglah kami bawa kacang untuk menghalau para monyet itu. Tahu kami bawa makanan, mereka malah nggak sabar mau merebut kacang yang kami pegang. Tuh lihat saja foto di atas, si monyet tahu-tahu plokk ada di punggung Bapa. Kaget juga. Langsung saja saya sodori kacang. Pak Pemandu sempat memfoto adegan ini. Look again. Tangan Bapa sedang memegang tangan saya dan satu lagi sedang merangkul saya. Mencoba melindungi saya dari serangan si monyet. Benar-benar suami yang melindungi istrinya. Ihiyy *kegeeran*

Ditemplokin monyet di Sangeh
Foto di atas diambil lewat jasa tukang potret keliling. Kamera polaroid gitu. Yang habis jepret, terus fotonya langung keluar dari kamera. Setelah itu, foto dikibas-kibas dulu supaya gambarnya keluar. Hihi, sekarang mah udah nggak ada yah yang pakai kamera begituan. Udah pake kamera digital, dong!

Lanjut jalan-jalan... kami menuju ke Pantai Sanur. Nggak lengkap deh rasanya ke Bali kalau nggak lihat pantai Kuta dan Sanur. Dulu mah, saya belum tahu pantai Bali yang eksotis lainnya. Ya tahunya cuma kedua pantai itu. Lagipula, cuma dua pantai itu yang dekat dengan kota Denpasar bukan? Jadi kami tidak perlu pergi jauh-jauh untuk menikmati suasanan pantai Bali.

Di pantai Sanur
Ngomong-ngomong dekat kota Denpasar, pada masa mendatang (lagi-lagi, hehe) kami malah bisa setiap hari pergi ke pantai jika kami mau! Yap, karena tinggal di Denpasar, jarak tempuh ke Kuta atau pantai Sanur yang hanya setengah jam dari rumah. Kami bisa pergi ke pantai kapan pun kami mau! Lama-lama malah bosan juga main ke pantai karena dekat, hehe *ih belagu*

Saya diantara pajangan di toko oleh-oleh
Puas jalan-jalan, jangan lupa beli oleh-oleh tentunya. Kami mengunjungi toko khusus oleh-oleh di pasar Sukawati. Saya lupa beli apa saja oleh-oleh untuk saudara dan teman-teman. Yang pasti saya beli kaos Joger sebelum berangkat ke bandara.

Tidak terasa, waktu bulan madu kami sudah selesai. Mestinya bulan madu ya sebulan ya lamanya, hihihi. Kalau begitu, kapan kerjanya, dong? Sebulan mah kelamaan, keburu bangkrut dong kita, hihi. 
Menunggu pesawat di bandara

Sebelum saya sudahi cerita ini, coba lihat lagi, pada foto-foto di atas. Saya masih terlihat imut, kaan *plak* Etapi ada yang beda dengan saya sekarang dan saya yang di foto hanimun ini. Yaitu: alisnya! Yup, alis saya dikerok juru rias pengantin, saudara-saudara. Jadi kalau fotonya do zoom, saya terlihat seperti tante-tante yak, hihi.  

Demikian cerita hanimun saya. Harapan saya, semoga suatu saat kami bisa menikmati bulan madu kedua. Aamiin (maklum, emak riweuh, susah banget mau pergi berduaan sama suami tanpa ada yang 'ngintilin' di belakang) ^_^

6 Januari 2002
Happy wedding annyversary, untuk suamiku tersayang. 
Dua belas tahun berlalu dan semakin hari aku semakin mencintaimu

Foto terbaru diambil tanggal 2 Januari 2014

51 komentar:

  1. Sama Dong mak,,, alis saya juga dikerok pas jadi pengantin aja,, sekarang sudah g lagi dan g mau heheh...

    Happy wedding anniversary ya mak,,, semoga langgeng dan selalu diberikan kebahagiaan aamiin. (ngomong2 foto2nya manglingin deh, asa g kenal gitu) heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cepat sekali komennya. Padahal blm dishare :)
      Iyah, Mak. Dikerok krn dipaksa udah diancem pake pisau cukur. Kapok deh. Engg...fotonya beda sama aslinya ya Mak, hihihi
      Makasih ya, Mak. Aamiin.

      Hapus
    2. wah keren sekali Bulan Madunya ke Bali ya. Hotel di bilanga Legian dekat Pantai Kuta ada banyak. Saya dulu pertama kali ke Bali tahun 2005 ngnapnya di Hotel Bali Summer dekat banged sama Pantai Kuta. Dari tahun 2005-2011 tercatat sudah 10 kali saya berkunjung ke Bali dalam rangka dinas. Sponsor saya waktu itu IALF dan KangGURU Indonesia Denpasar.

      Ingin rasanya ke Bali lagi. Hiks hiks membaca kisah yang indah ini tentang Bali jadi kangen sama Bali semakin membuncah. Huuhuhuhuhu Bali I miss so much

      Hapus
  2. Happy anniversary mak, smoga bisa bulan madu kedua yaaa. Aku dulu bulan madunya bersih2 rumah, dan setelah 12 tahun pernikahan kami bulan madu "berlima" ke Bali hihi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...makasih, Mak Lianny :)
      Bersih2 rumah berdua juga bulan madu, Mak :)
      Kalo aku ga mau ah bulan madu berlima, maunya berdua ajah *keukeuh* hihihi

      Hapus
  3. hahahaha, saya dari awal mau komen soal alis. Tapi ternyata di tulis di bagian akhir. Saya juga di kerok waktu nikah & dikomentarin aneh kata suami :D

    Selamat untuk 12 tahun ya, semoga langgeng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih Mak Dey :)
      Brarti dari awal udah keliatan tu alis yak, hehe. Untungnya suamiku ga ngomentarin apa2 alisku yg aneh itu :p

      Hapus
  4. waah mak Ina nggak berubah ya sesudah 12 tahun, tetep langsing dan cantik. Bapak malah tambah gagah. Krucilnya juga lucu2. Selamat hari pernikahan ya emak riweuh sayang, semoga nggak riweuh lagi ke depannya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa sih, Maak??? *langsung ngaca* hihihi
      Makasih untuk pujian dan doanya, Mak Winny yg cantik dan anggun.
      Aamiin :)

      Hapus
  5. Horeeeeeeeeeeeeee, dulu aku pas kawinan bisa bebas dari kerokan aliss :D Akhirnya sama tukang riasnya cuma ditutupi pakek foundation. Udah gitu mukanya jutek lagi. Pakek ngancem2 kalo alis nggak dikerok hasil fotonya bakal jelek.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Horee,,,selamat! :)
      Kalo aku ga bisa nolak soalnya juru riasnya tetanggaku. Dulu dia jg yg ngerias kakak pas nikah. Kakak jg dikerok alisnya.
      Untungnya aku tipe yg cepet tumbuh rambutnya. Jadi dlm sebulan tu alis dah balik lg deh ke wujud aslinya :)

      Hapus
  6. Cihui, happy anniversary ya Mak
    Buntutnya udh 3 mana bisa hanimun cuma berdua lagi hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mak Esti :)
      Hihi iyah, udah ada buntut 3 begini susah mau kabur berduaan :D

      Hapus
  7. uhuyyy...hepi eniperseri ya mak, eh malam pertamanya di Bali dunk??? #kaboorrrrr sebelum ditimpuk :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mak Icoel :)
      Aaa....rahasia deeh, hahaha

      Hapus
  8. happy eiverseri mak riweuh.. moga semakin langgeng mak :)

    BalasHapus
  9. Wah jadi kepengen merit eh ke bali juga eh dua2nya ding *gimana ini sih teh yang komen :D* Btw happy wedding annyversay ya mak, moga langgeng terus, happily ever after kayak Drew Barymore di film Cinderella *korban film*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk, dua2nya aja sekalian, Mak Efi :)
      Aamiin, makasih Mak. Kalo saya mah sukanya sama Mas Nunu Keanu Reeves (ih ga nyambung), hehe

      Hapus
    2. Hehehe... gpp mak. Dia emang charming tapi sekarang Orlando Bloom ya yang cuco :) *apaan sih*

      Hapus
    3. Huaduh, aku cuma tau Orlando Bloom yg gondrong di pelem ttg cincin ituh doang. Kudet pisan yak :D

      Hapus
  10. Happy Anniversary.. semoga langgeng terus ya, dan ada honeymoon kedua :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Makasih doanya, Mak Santi ^_^

      Hapus
  11. Sudah 12 tahun ya Bu, senangnya...Happy Anniversary ya.

    Anak2 udah gede bs tuh ditinggal bulan madu ke 2 lagi he he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah, makasih, Mak :)
      Yang bungsu masih nemplok kek perangko nih, bentaran lg bisa ditinggal kali yak, hihi

      Hapus
  12. Happy universaire ya mak.semoga SAMARA selalu

    BalasHapus
  13. Cieee yg pake baju ungu.. Ayu tenan Rek... Kok bisa sih Mbak udh anak 3 ttp cantik jelita gtu, langsing pula (sirik. Com)
    Happy anniversary mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hidup ungu! Hiyaa...itu make up, Maak :D
      Jangan sirik dong...dirimu kan byutipul byutipul byutipul *sambil nyanyik*
      Tengkiyu, Mak Muna ^_^

      Hapus
  14. happy anniversary ya mak... semoga langgeng, happily ever after...
    Pengen ih ke Bali lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Tengkiyu, Mak Vica :)
      Hiyuk, ke Bali lagi ^_^

      Hapus
  15. Aseeek.. mak 12 tahun bedaa banget yah :D
    *pangling*
    ke bali lagi maaak, bali yang ada di ciapus tapii hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda yak? Hihihi
      Iyah nih, penasaran pisan pengen ke pura yg di ciapus itu. Pdahal orang Bali aja bela2in dateng jauh2 ke situ. Kita yg deket kok belum ke sana ya? *penasaran* Atau jangan2 dirimu ke situ ya, Mak Rani?

      Hapus
  16. Wah, pemandangan Sanur tahun 2002 masih bisa kerasa kalo itu Sanur ya, beda sama Kuta.

    Sekarang buntutnya udah 3, mak. Time flies ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo Kuta skr crowded banget ya, Mak (liat di tipi)?
      Iyah, ga kerasa tau2 ada 3 bocah ngikutin :')

      Hapus
  17. Happy anniversary ya mba...semoga happy terus deh :)

    BalasHapus
  18. happy anniversary ya maaaak....honeymoonnya samaa...di Bali hihihi...biar kata sejuta umat berbulan madu disana, tapi saya dan suami ngg pernah bosaaan dengan Bali :D...semoga bahagia selalu ya maaak...dan siap2 honeymoon kedua hehehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahiy, toss dong :)
      Betul, Mak. Bali emang ga ngebosenin. Dua tahun tinggal di sana, kita belum puas jalan2 nikmatin semua tempat wisata (bingung saking banyaknya,tapi waktu dan isi dompet terbatas, haha).
      Aamiin. Tengkiyu doanya, Mak. Mauuu banget hanimun kedua, hehe

      Hapus
  19. 12tahun? Wah, bener butuh bulan madu kedua buat penyegaran :p

    BalasHapus
  20. subhanallah udah 12 tahun ^_^, kalau usia pernikahan saya belum genap 1 tahun mak,
    semoga bisa langgeng yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih Mak :)
      Wah masih suasana bulan madu terus dong :p Moga berbahagia selalu buat Mak Chika Rei, aamiin ^_^

      Hapus
  21. Happy anniversary, mba, moga belum telat ngucapinnya ya :-) semoga sakinah, mawaddah, warrahmah selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..makasih doanya, Mak Leyla :)
      Belum telat kok, masih bulan madu ini *maunya* :D

      Hapus
  22. Aih..jadi pengin honey moon...selamat ya Mak Inna, semoga langgeng, sakinah ,mawadah dan warohmah

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin..makasih untuk doanya mak Ety :)
      yuk ajakin hanimun ^_^

      Hapus
  23. Seru sekali kisahnya mak, baru ya anniversary nya, walau telat, selamat dech, semoga langgeng seumur-umur

    BalasHapus
  24. wah..ada namaku kekeke langgeng terus ya bu..ikut hepi..jd inget dulu waktu pedekatenya ya..yang pedekate sapa yang nyangkut sapa xixxii

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi....siapa nyangkut sama siapa dong...hihihi
      Senang diriku dimampiri oleh dirimu, Phit. Miss you ^_^

      Hapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=