Rabu, 29 Januari 2014

Jadi Bagian dari 50 Besar Finalis Srikandi Blogger 2014



Alhamdulillah, saya terpilih jadi salah satu finalis 50 Besar Srikandi Blogger 2014. Apa itu Srikandi Blogger? Srikandi Blogger adalah ajang penganugerahan untuk perempuan blogger Indonesia yang diselanggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger. Selengkapnya tentang Srikandi Blogger 2014 bisa dibaca di www.srikandiblogger.com

Awalnya, saya tidak berniat untuk ikut ajang ini mengingat jam terbang saya di dunia blog yang masih sedikit. Pikir-pikir, ini adalah kesempatan baik untuk mendapatkan pengalaman baru. Akhirnya pada hari terakhir pendaftaran, saya nekad mengirim CV kepada MakPan (sebutan untuk Emak Panitia). Tidak disangka, dari 175 pendaftar, saya terpilih menjadi 50 besar bersama para emak blogger lainnya.

Senang, bangga dan terharu rasanya. Finalis lainnya ternyata para emak hebat dalam bidangnya masing-masing. Wah, wah...saya sampai melongo melihat potensi mereka pada saat promosi diri alias kampanye tempo hari. Keren banget!

Nah, giliran saya berpromosi adalah hari Minggu tanggal 26 Januari kemarin. Jangan tanya bagaimana riweuhnya saya berusaha untuk bisa online pada saat weekend di rumah. Akhirnya saya ngumpet dulu di kamar belakang selama jam kampanye saya, yaitu pukul 19.00 sampai 20.00 WIB. Mau tahu seperti apa kampanye saya? Simak yaa... 


Inilah kampanye saya sebagai #50FinalisSB2014: 


Selamat malam, Emak semua :) Sekarang sudah tiba giliran saya untuk mempromosikan diri. Ehm ehm… test test satu dua tiga *mik ngejuit*

Perkenalkan, nama saya Riana Wulandari. Boleh panggil saya Riana atau Inna (nama kecil saya). Waktu sekolah dulu saya sering dipanggil Inna Riana agar tidak tertukar oleh Ina yang lainnya, hehe.

Akun Twitter saya memakai nama @EmakRiweuh. Kenapa? Memanggnya selalu riweuh alias repot melulu, ya? Menurut saya, setiap ibu adalah emak riweuh, Saya hanya mewakili saja. Setuju, Maks? Setuju doong *maksa*

Keseharian saya memang boleh dibilang riweuh. Saya adalah ibu rumah tangga dengan tiga anak laki-laki yang masih pecicilan, yaitu Aa Dilshad (11 tahun), Kk Rasyad (6,5 tahun), dan Dd Irsyad (3,5 tahun).

Setelah menikah, saya mengikuti suami merantau ke berbagai daerah di Indonesia. Riweuh berpindah-pindah tempat tinggal menjadi pengalaman yang mengasyikkan bagi kami sekeluarga. Di rantau juga tidak mudah mendapatkan asisten rumah tangga. Terbayang kan, bagaimana riweuhnya saya saat itu. Ingin mendokumentasikan cerita keluarga saat merantau mendorong saya untuk membuat blog www.emakriweuh,blogspot.com. Blog ini berisi tulisan tentang tempat-tempat wisata yang pernah kami kunjungi, aneka tips anti riweuh dalam menyambi pekerjaan rumah tangga, dan mengepak barang saat pindahan.

Kini saya sudah tidak merantau lagi. Sudah insap ceritanya, hehe. Sudah dua tahun lebih saya dan pasukan riweuh (sebutan untuk keluarga kecil saya) menetap di kota kelahiran suami, Kota Bogor. Saya juga sudah dibantu oleh ART yang menginap. Lantas, apakah saya masih riweuh? Masiiihhh! Sejak menetap, saya juga merawat orangtua yang kurang sehat di rumah. Jadi selain ada 3 anak yang perlu diurus, ada ibu saya yang membutuhkan perhatian ekstra.

Saya dan suami membuka usaha toko obat TRISAD (diambil dari nama belakang ketiga anak saya) di depan komplek tempat kami tinggal. Saya yang hanya berlatar belakang ilmu sebagai sarjana sosial ini harus belajar banyak tentang obat-obatan demi kelancaran usaha ini. Tentu saja, dengan bimbingan suami tercinta dan orang-orang terdekat yang sudah lebih dahulu terjun dalam usaha ini. Kalau lewat, jangan lupa mampir ke toko saya ya *promosi*

Untuk menambah omzet penjualan, saya juga membuka warung obat di rumah. Saya juga menerima layanan antar alias delivery obat yang dipesan via telpon, sms atau whatsapp. Dengan adanya warung obat di rumah, para tetangga tidak perlu pergi jauh-jauh ke depan komplek jika membutuhkan obat. “Bukalah usaha yang bermanfaat bagi orang lain.” Kata suami saya.

Pada saat bersamaan, saya juga merintis usaha kecil-kecilan aksesoris handmade dengan label inas craft. Saya membuat bros, bando, bandana, dan jepit rambut dari bahan kain dan pita. Sementara saya belum berani membesarkan usaha ini karena keterbatasan tenaga dan waktu. Saya hanya membuat jika ada pesanan saja. Saya masih focus pada took obat. Mudah-mudahan sering berjalannya waktu, saya bisa membesarkan kedua usaha ini sesuai harapan. Aamiin.

Saya mulai mengenal KEB setelah melihat salah satu tweet teman di twitter. Wah, sama-sama emak, nih! Pikir saya. Tertarik, saya mendaftar untuk menjadi member KEB. Alhamdulillah Mak Sary Melati menerima permohonan saya dan diterima menjadi member KEB.

Setelah bergabung dan mengamati postingan para emak di grup, ya ampuunn! Saya melongo! Emak=emak di KEB keren-keren! Mereka juga ramah dan tidak pelit berbagi ilmu. Sejak itulah saya mulai giat ‘menggali’ ilmu di komunitas kita tercinta ini.

Saya selalu ingin belajar tentang banyak hal, termasuk tentang menulis dan ngeblog dengan baik dan benar. KEB mengajarkan saya tentang itu semua. Lewat kelas online yang saya ikuti, saya belajar editing, mempercantik blog, dan menulis fiksi. Hasil nyatanya adalah sebuah blog bernama www.ceritaemakriweuh.blogspot.com yang berhasil saya buat berkat bimbingan mentor KEB Mak Shinta Ries.

Blog kedua saya ini berbeda dengen blog yang pertama. Di blog ini saya lebih bebas mencurahkan isi hati dan apa saja yang saya minati. Blog ini berisi tentang cerita keseharian saya di took obat, kegiatan membuat prakarya inas craft,, cerita hijab dan fashion, serta beberapa tulisan untuk lomba dan Giveaway. Rencananya, saya ingin blog ini nanti juga berisi cerita fiksi dan berbagai tutorial prakarya dan hijab. Doakan ya, Mak :)

Saya tipe orang yang tidak bisa diam dan senang keluyuran. Kata Mak Indah Nuria: itchy feet. Saya sering pergi ke pusat kota Bogor untuk membeli berbagai keperluan took maupun bahan craft. Saya sangat menikmati perjalanan panjang naik ojek, naik angkot beberapa kali, dilanjut dengan naik bus kota. Dengan naik kendaraan umum, saya bisa bebas mengamati orang-orang di sekitar saya. Siapa tahu jadi inspirasi untuk menulis, ya nggak Mak?

Tempo hari, saat hujan mengguyur negeri kita terus-menerus, saya tetap berangkat beraktivitas seperti biasa. Di atas angkot, saya melihat air sungai yang mengalir begitu deras dari atas jembatan. Saya bergidik ngeri. Ya Allah, air sungai sudah sederas ini di Bogor. Semoga kota Jakarta tidak terkena banjir yang parah. Namun ternyata, dari berita di televisi, bukan hanya Jakarta saja yang terkena banjir. Daerah lain juga tertimpa ebncana secara bersamaan.

Hari ini saya lihat di Twitter, Makpon Mira Sahid dan Mak Indah sedang menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir di Muara Gembong. Yuk emak-emak, kita bantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana melalui rekening #KEBPeduliBencana rekening BCA an Irma Susanti acc no 066285746 cabang Bekasi. Sms konfirmasi: 081389095599 (Mak Jurbay) atau ke MakPon Mira Sahid 085210334998. 

Akhir katam sekian dulu dari saya hari ini. Nampaknya tempat persembunyian saya sudah ketahuan oleh 3boyz. Jangan lupa dukung saya, yaa ^_^

7 komentar:

  1. Iya maaak..
    Sukses terus yaaa...

    BalasHapus
  2. Jadi Bagian dari 50 Besar Finalis Srikandi Blogger 2014
    Suksese Selalu Yah....

    BalasHapus
  3. maju terus untuk membantu sesama ya mba.. dan sukses selalu untuk menjadi emak riweuh.. :D

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=