Kamis, 17 April 2014

Bermain Sambil Belajar di Jendela Alam


Postingan telat, nih. Maaf ya, baru sempat ngeblog lagi. Kali ini saya mau cerita tentang tempat wisata keluarga bernama Jendela Alam yang ada di Bandung. Pada tanggal 8 Maret 2014, kami sekeluarga menghadiri acara reuni AN (Administrasi Negara) 94 FISIP UNPAD di Jendela Alam. Reuni teman-teman kuliah Bapa ini juga jadi reuni buat saya. Saya sendiri mengenal hampir semua teman-teman kuliah Bapa ini. Saya dan Bapa kan, sempat kuliah umum bersama di aula kampus pada masa-masa awal kuliah dulu. 
Kolam ikan di depan kamar hotel
  Kami sudah tiba di Bandung sejak hari Jumat malam dan menginap di Hotel D'Qur. Sengaja pilih menginap di hotel lama tersebut, demi nostalgia Bapa dan Ibu yang dulu sering nangkring di dekat kampus Dipati Ukur. Selain itu, agar dekat dengan tempat berkumpul rombongan yang dijemput  bus mini di Jalan Teuku Umar.

   Setelah semua berkumpul, bis berangkat menuju Jendela Alam. Sepanjang jalan menuju tempat wisata, saya bagaikan orang norak karena sudah berabad-abad lama nggak keliling Bandung. Saya bener-bener dibuat keder dengan keadaan kota Bandung yang luar biasa banyak perubahan ini! Kayaknya, kalau saya ujug-ujug ditaro di suatu tempat di kota Bandung, saya bakalan bingung nyari jalan dan nggak tahu mau megat angkot yang mana. Haha...nggak seperti dulu lagi, tukang keluyuran nekad by angkot. Makanya Mak, sering-sering ke Bandung biar nggak kaget, hehe.

  Tiba di tempat wisata Jendela Alam, udara sejuk menyambut kedatangan kami. Tempatnya luas dan rindang dengan banyak pepohonan. Anak-anak langsung ingin mencoba berbagai arena permainan yang ada di sana. Jangan tanya bagaimana pecicilannya mereka..

Banyak patung binatang. Ada apa di dalam perut sapi?
  Tuh kan, baru sampai saja sudah seneng banget. Tunggu tunggu... jangan main dulu. Yuk, ngumpul dulu di tempat acara. Susah juga membuat 3 boyz ini mau nurut sama saya untuk digiring berkumpul bersama rombongan. Para peserta reuni kebanyakan datang membawa anak-anak mereka. Reuni sekaligus mengenalkan keluarga masing-masing. Sekalian acara keluarga. Mari Pak, Bu.. kita ngasuh budak bareng...

Acara sambutan (foto dari Bu Erni)
   Acara reuni berlangsung di aula terbuka di pojok area. Duh, saya kewalahan juga bolak-balik ke aula dan menemani 3 boyz bermain. Mereka tidak betah duduk manis di aula. Mereka maunya main. Jadi, saya tidak mengikuti acara reuni secara keseluruhan karena sibuk ngangon ngasuh bocah. Terus, Bapanya kemana? Ya asyik reunian tentu saja.

  Sebenarnya, saya kewalahan juga nih, megang 3 boyz sendirian. Mereka berlarian ke sana ke mari! Si Aa Dilshad maunya bermain ini, si Kk Rasyad maunya ke sana, sedangkan si Dd Irsyad minta ditemenin main itu. Hadeeuuhh... riweuh pisan si sayah ini! Haha! Saya jadi tidak sempat mengobrol dengan ibu-ibu dan bapak-bapak peserta reuni. Beberapa ibu yang sedang 'dijajah' bocah seperti saya saja yang sempat saya sapa. Duh, punten ya... bukannya nggak mau gabung. Ini bocah tiga narik-narik emaknya melulu...

  Etapi mereka mau juga saya geret paksa kembali ke aula. Soalnya kalau nggak nongol, nanti nggak dikasih makan sama panitia, hihi. Enggak deng. Mereka capek juga habis bermain. Plus lapar. Jadi mau saya ajak rehat dan makan dulu di aula. Setelah itu, kabur... main lagi!
Foto kami sekeluarga yang dicandid (pinjem dari Bu Erni)
  Permainan pertama yang dicoba 3 boyz adalah memancing ikan. Lebih tepat dibilang menyaring ikan, sih. Dua tiket seharga masing-masing 15 ribu saya beli dulu di loket dekat pintu masuk. Anak-anak bisa sepuasnya menangkap ikan dengan saringan kecil. Setelah bermain, untuk satu tiket boleh membawa pulang 3 ekor ikan. Jadi, kami dapat 6 ekor ikan yang kemudian dibungkus dalam plastik berisi air.
Serius memancing
  Beberapa binatang sesekali terlihat sedang dilepas di area wisata. Ada kuda poni yang bisa ditunggangi. Ada pasukan bebek yang numpang lewat (lucu deh, bebek aja bisa berbaris dengan tertib). Ada ular besar yang digendong pawangnya. Juga ada anak kambing yang baru lahir. Kata petugasnya, anak kambing ini baru berusia beberapa hari saja. Anak-anak boleh mengelus anak kambing tersebut. Anak kambingnya sih lumayan bawel, mengembik terus-terusan. Sudah pasti mencari ibunya. Tidak lama, anak kambing itu pun kembali ke kandangnya untuk menyusu. 
Eh ada dede bayi embe!

  Selanjutnya, Kk Rasyad dan Dd Irsyad minta naik kuda.  Karena Dd masih kecil dan takut jatuh jika naik sendiri, maka saya minta Kk ikut naik untuk memeganginya. Harga tiketnya saya lupa. Kuda yang dipakai berkeliling adalah kuda poni yang imut-imut. Kuda poni dituntun oleh pawangnya mengelilingi area wisata. Asyiiikk!
Horee! Naik kuda poni!
  Oia, ada juga becak mini dan permainan seperti otopet (saya nggak tahu namanya apa). Tapi keduanya tidak kami coba. Anak-anak saya lebih tertarik memanjat wahana permainan dan jalan-jalan berkeliling area. 
Becak mini
  Saya mengajak anak-anak kembali ke aula. Rupanya acara games membuat yoghurt baru saja selesai. Meski tidak ikut menyimak, saya dan 3 boyz kebagian juga mencicipi yoghurt. Huah, rasanya asem! Hihi, tentu saja asem. Bukan yoghurt namanya kalau tidak asem, bukan? Saya kurang suka asem, tapi lebih suka yang rasanya manis seperti saya #eh
Membuat yoghurt (foto pinjam dari Bu Erni)
  Setelah menikmati yoghurt, ada acara untuk anak-anak. Segera saja anak-anak yang sedang bermain dikumpulkan di aula. Kegiatan wisata sambil belajar ini termasuk dalam agenda acara reuni. Ide yang bagus! Bukan ortunya saja yang having fun reunian, anak-anaknya juga diajak bersenang-senang.
Berbaris
(foto dari Bu Erni)

   Anak-anak dibagi menjadi dua kelompok sesuai usianya. Masing-masing anak dipakaikan syal untuk menandakan mereka ikut rombongan mana dan dipandu oleh siapa (supaya tidak tertukar dengan rombongan lain). Pengelompokkan ini bertujuan agar penjelasan yang diberikan kakak pembimbing disesuaikan dengan kelompok usia mereka. Pada kelompok yang berisi anak-anak kecil, penjelasannya sederhana dengan bahasa yang dimengerti. Sedangkan pada kelompok anak besar, penjelasan ilmiah bisa diselipkan.



   Saya mengikuti rombongan anak kecil karena ada Kk dan Dd yang ikut dalam barisan. Aa ada di rombongan anak besar. Saya merasa tidak perlu mengawasi Aa karena dua adiknya ini lebih membutuhkan didampingi ibunya. Iya, mereka lebih pecicilan soalnya, hehe.



  Tempat pertama yang dikunjungi adalah kebun sayuran. Anak-anak diminta memetik sendiri kangkung dan wortel untuk diberi makan pada binatang yang nanti akan dikunjungi. Disuruh metik sendiri buat anak-anak kecil ini sudah membuat mereka senang. Kapan lagi bisa cabut mencabut tanaman sesuka hati? Hihihi
Dd serius nyabut wortel

Kita dapat kangkungya!

  Sebelum menemui para binatang yang akan diberi makan, anak-anak diajak berkeliling melihat area wisata Jendela Alam. Kami diajak mengunjungi rumah jamur dan masuk ke dalam green house tanaman hidroponik dan tomat ceri. Kakak pemandu menjelaskan kepada anak-anak tentang pengetahuan seputar tempat yang kami lihat. Misalnya, menjelaskan bagaimana jamur bisa tumbuh dan bagaimana tanaman hidroponik bisa hidup dengan media air.
Rumah jamur
Tanaman hidroponik
Tomat ceri
  "Eeh itu ada binatang yang bisa dikasih makan! Yuk, kasih dia makan! Tapi jangan banyak-banyak, ya! Masih banyak binantang lain yang akan kita beri makan nanti." kata kakak pemandu menunjuk ke kandang kambing di depan green house.  Setelah itu, kami mengunjungi kandang kuda, sapi, dan rusa. Yuk yuk, makan makaan! 

  Ada kejadian lucu di kandang sapi. Dd Irsyad takut memberi makan sapi. Batang kangkungnya malah dilempar. Akibatnya, si sapi kesal tidak dapat kangkung. Dia langsung melenguh keras, "Mooooo!!!", lalu sukses membuat Dd terpental karena kaget, haha!

Memberi makan sapi, kuda, kambing, dan rusa
  Keempat binatang tadi dengan sukses menghabiskan stok kangkung di tangan anak-anak. Lantas, wortelnya buat siapa? Kalau wortel memang ditujukan spesial buat binatang yang satu ini. Apa coba? Yak, betul, kelinci! 
Ternyata, kelinci itu takut ketinggian.
Jadi, mereka nggak bakalan kabur
Dd takut tapi penasaran pengen ngasih makan kelinci
  Wuih, anak-anak seneng banget melihat binatang kecil ini. Di dekat kelinci juga ada segerombol marmut. Kalau kelinci boleh dipegang dan dielus-elus. Bulunya lembut banget. Jadi pengen dibawa pulang, hehe. Sedangkan marmut, saya harus hati-hati karena mereka biasanya suka menggigit. Jangan dekat-dekat ya, Nak!
Foto diambil saat kami berempat tur keliling sendiri
  Binatang unggas juga ada, lho! Ada kalkun, aneka ayam hias, dan bebek. Saat di kandang kalkun, saya ceritakan pada 3 boyz pengalaman saya diudag dikejar kalkun waktu kecil. Saya bercerita sambil menyuarakan suara khas kalkun. Kuluk kuluk kuluk...


Kandang bebek, ayam, dan kalkun
  Tidak jauh dari kandang kelinci, terdapat ruangan berisi aneka reptil. Ada beberapa jenis ular dan kadal serta aligator kecil. Ada juga bajing terbang yang berbbunyi jika ditiup (tanda pertahanan dirinya adalah berbunyi berisik). Ular besarnya boleh saja dipegang, kalau berani. Di luar ruang reptil ada ruangan berisi kucing anggora yang hanya bisa dilihat dari balik kaca dan kandang landak.
Landak, ular besar, dan bajing terbang
  Sementara anak-anak sibuk dengan rombongannya, Bapa dan Ibu sempat menyelinap keluar sebentar dari rombongan untuk berfoto. Boleh dong, numpang narsis dulu sejenak... masa dari tadi anaknya doang yang difoto, hehe. 
Bapa dan Ibu numpang narsis
  Mari lanjut mengikuti rombongan... Kami diajak melihat peternakan ayam. Mulai dari kandang ayam petelur yang dilengkapi kamera cctv, ruang pengeraman dan tempat pengepakan telur-telur yang siap dijual. Waktu di kandang ayam, saya cukup mengintip dari luar saja. Nggak tahan sama baunya. Tuh, lihat... Kk saja sampe menutupi hidungnya dengan kaos :D
Atas: kandang ayam petelur yang dilengkapi dengan cctv
Bawah: kandang anak ayam dan gambar perkembangan embrio ayam
  Selesai? Belum. Pada akhir tur, anak-anak dibawa melewati kebun tanaman sebelum kembali ke aula. Semua tanaman dilengkapi keterangan nama dan kegunaannya. Kakak pemandu bercerita tentang bentuk pohon yang unik dan kegunaan barbagai tanaman obat. Gaya bertutur yang ceria membuat anak-anak betah menyimak penjelasan dari kakak pemandu yang manis itu.
Mengenalkan beragam tumbuhan yang bermanfaat

  Selanjutnya, kami semua berkumpul di aula untuk foto bersama dan acara penutupan. Beberapa ibu-ibu yang datang belakangan ternyata sudah pulang duluan karena ada keperluan lain.  Saya dan 3 boyz juga jarang nampak pada album foto reuni karena sering berada di luar aula.

Anak-anak foto bareng semua

Reuni AN 94 (foto dari Bu Erni)
Bersalam-salaman (foto dari Bu Erni)
Foto bersama sebelum pulang
  Pulang? Belum. Anak-anak masih ingin bermain (perasaan dari tadi main melulu, deh). Kembali mengajak 3 boyz ke arena permainan kesukaan mereka. Kami sudah bolak-balik ke sini dan mereka tetap saja tidak bosan. Yang bosan ya yang ngawasinnya ya, hehe...

Seneng banget main di sini
  Bagaimana rasanya mengasuh tiga anak laki-laki sendirian? Capeeekk saudara-saudara, haha.. Meski capek, tapi saya seneng kok karena 3 boyz hepi. Menemani mereka kadang bikin saya ketawa sendiri. Seperti cuplikan foto berikut ini...
1)  Agak takut tapi penasaran, Dd melihat patung dari jauh
2) Dd mendekati patung dan ngajak ngobrol (ibunya yang jawab)
3) setelah Dd bosan ngobrol dan pergi, datang Kk membully si patung
  Tidak ketinggalan, Aa dan Kk juga mencoba permainan fyling fox. Aa naik flying fox yang ukuran tinggi, sedangkan Kk naik yang ukuran mini saja. Syuuunggg!!! Meluncur! Dan kedua bocah ini pun tertawa bahagia.
1) menara flying fox 2) Aa bersiap meluncur
3) Kk sedang meluncur 4) Aa sampai di menara tujuan
  Nah, gimana.... seru kaan? Yuk, main-main ke Jendela Alam. Jangan khawatir kelaparan di sini, ada resteuran dan beberapa penjaja makanan. Toilet umum dan mushala juga tersedia. Oia saya lupa, ada satu lagi: kolam renang. Saya tidak punya foto kolam renangnya karena sengaja menjauhkan 3 boyz dari situ (takut mereka minta nyemplung). Alamat tempat wisata Jendela Alam ada di foto berikut. Atau bisa juga kunjungi websitenya: www.jendela-alam.com
Alamat lengkap Jendela Alam
  Terakhir, numpang curhat, ah. Pulang dari Jendela Alam, saya sempat sedih. Karena kelelahan, saya tidak bisa hadir di acara Srikandi Blogger 2014 di Jakarta keesokan harinya. Waktu di Bandung, saya juga tidak sempat ketemu dengan Mak Dey yang ternyata rumahnya dekat dari Jendela Alam. Yah, saya belum berjodoh untuk ikut kopdar. Mudah-mudahan suatu saat saya bisa bertemu dan have fun bersama emak-emak blogger semua ^_^



28 komentar:

  1. Eh..eh..kausnya...kaus 50 finalis srikandi blogger....wuaaaaa... (*maaf mak norak...salah fokus lagi... suka liat kausnya...hehehehe)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi...gapapa, Mak Ade :)
      Saya juga masih suka norak sama ni kaos. Saking kesemsemnya jd dipake terus buat nampang ^_^

      Hapus
  2. Yuk ke Jendela Alam lagi ,,, ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk yuk... terus sekalian main ke rumah Mak Dey ^_^

      Hapus
  3. Asyik ya jalan2nya mak. :)

    BalasHapus
  4. Wisata edukatif nih ya, Mak. Mudah2an kapan2 bisa ke sini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mak Leyla. Anak2 dijamin seneng diajak ke sini :)

      Hapus
  5. Lumayan banyak fasilitasnya ya, Mba. Wisata edukasi juga ini. . .
    Lucuu, ada kambingnya juga. . . Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah, anak2 bisa sekalian nambah ilmu di sini, mba Idah ^_^

      Hapus
  6. Jadi dirimu fisip 94 mbaa? Aku fikom 02 mak, satu almamater kita! Hihihi...
    aiih seru deh kegiatannya banyak ya mak, anak2 bisa sambil blajar juga. Ke bandung lagi dong yuuu aku mau juga deh ke jendela alam ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mia. Aku cabut dari Jatinangor, dirimu dateng yak :D
      Yuk yuk! Haduuuh kapan yaa aku bisa ke Bandung lagi... pengen...

      Hapus
  7. Wah... seru nih. Di Lembang, ya? Waduuuuh.... pengen ke sanaaaaaaa....
    Anak-anak kayaknya bakal suka. TFS, Mak. ^^

    BalasHapus
  8. walah asik bgt ya Bu..baru tau Jendela alam ini loh....Bingung jalan2nya kalo ke BAndung, taunya jalan ke kampung gajah doangan he he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dari kampung Gajah tinggal ke atas lagi dikit :)
      Eia aku jg belum pernah ke kampung gajah :p

      Hapus
  9. kemana aja nih Mak baru nongol ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hay mak Lidyaaa...ada nih, cuman susah onlen :(

      Hapus
  10. kayaknya asik main ke sana. Kapan2, ah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk yuk ajak Keke n Nai kesana, Mak Myra ^_^

      Hapus
  11. Saya juga Asyik belajar ngeblog sambil bermain nie. Saking asyiknya kesasar di blog emak-emak. wekeke

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih udah nyasar di blog emak riweuh ^_^

      Hapus
  12. Wah acara reuniannya seru banget mak... gak hanya ortu yang senang, anak2 pun senang hehehe
    Eh itu kaosnya cakep banget ya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul betul betul ^_^
      Kaos Srikandi Blogger yg saya pake? Iyah, emang cakep, sampe dipake kemana2 mulu nih :)

      Hapus
  13. mak, suamiku juga anak Unpad, FISIP 96, aku FH 97. Jadi nongkrongnya juga sering di DU ^_^ Hehe sekarang Bandung udah banyak kemajuan ya, aku aja keder lihat jalan dan rute angkot sekarang. Beda banget sama jaman kuliah dulu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kah, mak? Se almamater dong kita berempat *toss*
      Suamiku walo kuliah di Jatinangor tp kostnya di Bandung. Krna sehari2 nongkrong di Kopma. Jadi sama2 sering nongkrong di DU deh. Terutama di sate padang waktu blm di tenda besar (skr masih ada ga ya?).
      Betul betul...Bandung berubah cepet banget! Bikin terbengong2 dah ^_^

      Hapus
  14. wah tempatnya asyik, anak-anak pasti suka main di situ yaa.
    Ini acara yg bertepatan dg acara SB2014 ya mak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dijamin seneng kalo bawa anak2 ke sini, Mak.
      Acaranya hari Sabtu, Mak Lianny. Besoknya pas acara SB2014. Karena tepar, jadi ga bisa dateng deh ketemuan sama emak2 KEB *hiks*

      Hapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=