Selasa, 24 Juni 2014

Berenang di Rumah Ibu Waterboom


Bertepatan dengan tanggal merah, pada hari Kamis tanggal 29 Mei kemarin, kami sekeluarga pergi berenang ke Rumah Ibu Waterboom di Jalan Raya Pemda Cibinong. Letaknya memang lumayan jauh dari rumah. Yah, tidak apa-apa. Sekalian mencoba tempat berenang yang baru dibangun ini. Pasti menyenangkan untuk anak-anak. 

  Berhubung saat itu sedang tanggal tua, demi menghemat, hanya saya dan 3 boyz yang masuk ke waterboom. Bapa hanya mengantar kami sampai ke gerbang. Selanjutnya, Bapa pergi untuk bertugas jaga toko. Hmm... ditinggal? Agak ragu juga dengan kemampuan diri sendiri. Sanggupkah saya mengasuh tiga anak laki-laki kecil ini di kolam renang sendirian? Tanpa dibantu Bapa? Mari kita simak ceritanya...


   Di pintu masuk, saya membayar tiket untuk empat orang. Satu tiket seharga Rp.40.000. Wah, lumayan juga yah. Belum lama saya mengelus dompet yang tiba-tiba kempes, kami diberitahu bahwa dengan tiket masuk itu sudah termasuk es krim gratis! Horee! Ada juga gratisannya, hihihi.

   Aa Dilshad, Kk Rasyad, dan Dd Irsyad sudah tidak sabar pengen nyemplung melihat birunya air kolam dan beraneka permainan air yang ada di Rumah Ibu Waterboom. Wahana permainan air ini terbilang baru. Dari pinggir jembatan di jalan raya menuju Bojong, waterboom ini sudah dapat terlihat jelas. Jadi seolah mengundang orang yang lewat untuk berenang di sini. Yuk, mari kita main air!
Kk dan Dd main air bersama
   Saya menaruh tas di tenda payung di pinggir kolam. 3 boyz sudah mengenakan pakaian renang dari rumah. Jadi, tinggal buka bajunya, lalu nyempung! Saya yang tidak punya pakaian renang ini hanya bisa mengawasi dari pinggir kolam. Sesekali, saya menemani Dd di pinggir kolam jika kedua kakaknya ingin bermain bersama.  



  Kk dan Dd senang bermain di kolam anak. Airnya cukup dangkal dan banyak permainannya. Aih, coba saya bisa nyebur juga ya. Sayang, saya tidak membawa baju ganti. Lagipula, jika saya ikut nyebur, siapa yang menjaga tas beserta isinya? Apalagi saya bawa kamera, dompet, dan handphone. Andai ada fasilitas loker atau tempat penitipan barang...
Kolam anak

   Kami berempat bermain di kolam anak. Namun, Aa yang sudah mahir berenang ini mulai bosan. Aa sudah tidak sabar ingin mencoba wahana seluncuran yang ada di water boom. Demi bisa mengawasi Aa, saya juga harus membawa Kk dan Dd pindah bermain di kolam renang dekat seluncuran.

Selincuran di Rumah Ibu Water boom
   Sementara Aa asyik serodotan, saya mengajak Kk dan Dd bermain di kolam arus. Ada jembatan kecil di atas kolam. Kk berenang di kolong jembatan. Dd bermain di atas jembatan. Sesekali Kk harus menyingkir karena ada pengunjung lain yang lewat dengan ban besar. Oia, di sini juga bisa sewa ban. Sayang, tidak ada ban kecil untuk anak seusia Dd yang bisa disewa (hanya ada yang dijual). Jadi, yang punya anak balita sebaiknya mambawa ban renang sendiri, ya! Kecuali memang mau beli ban  di sini :) 
Bermain di jembatan
   Bosan menunggu Aa, kedua bocah ini minta untuk  kembali ke kolam anak. Duh, boyongan lagi deh! Andai Bapa ikut, pasti Aa sudah ditemani Bapa. Jadi saya tidak riweuh ngasuh anak kesana kemari, hehe. "Yuk, Aa! Pindah dulu!" panggil saya setengah berteriak kepada Aa.   
Kk dan Dd berenang bersama

   Belum lama berselang, lagi-lagi Aa menghilang ke kolam seluncuran. Duh, masa saya harus menggiring Kk dan Dd lagi untuk mengikuti Aa? Capek juga menggiring dua bocah yang lincah ini. Saya harus ekstra hati-hati memegangi Dd. Lantai kolam renang kan licin. Jadi kami jalan dengan ketimak-ketimik di pinggir kolam. Menurut saya, seharusnya ada papan peringatan "Jangan Lari!" atau "Hati-hati! Lantai Licin!" seperti yang ada di kolam renang langganan kami di dekat rumah.

   Ya sudah. Daripada capek bolak-balik, saya membiarkan Aa sendirian. Lha, mau bagaimana lagi. Saya kan harus mengawasi Kk dan Dd. Aa sudah bisa berenang. Aa juga sudah besar. Sudah mengerti jika ada bahaya atau orang tidak dikenal yang beniat jahat. Tuh kan, malah parno! Tetap saja mata saya bolak-balik mencari sosok Aa dari kejauhan. Hati-hati ya. A! Jadi emak celingukan deh saya...
Payung terbalik untuk main air
   Saya mengawasi Kk dan Dd yang tidak bisa diam. Mereka cepat sekali berpindah tempat! Saya hanya bisa mengikuti mereka dari pinggir kolam. Sesekali saya berteriak untuk mengigatkan mereka agar berhati-hati. Kadang Kk suka iseng bercanda sambil mendorong adiknya. Nah, kalau main dorong-dorongannya di kolam, kan bahaya juga. Duh, bocah bocah...
Horeee! Hujaan!
   Capek? Yuk, istirahat dulu! Saya kembali mencari Aa untuk mengajaknya beristirahat sejenak. Eh iya, katanya dapat es krim gratis? Yuk, kita ambil! Kami berempat kembali ke dekat gerbang masuk untuk mengambil es krim. Ternyata, selain es krim, ada minuman teh dalam kemasan botol juga. Saya pilih tidak makan es krim dan menukar tiket dengan minuman saja. 3 boyz langsung melahap es krim mereka. Yuumm! Panas-panas begini memang nikmat kalau makan es krim!
Es krim dan minuman teh gratis
   Beres makan es krim, lanjut main air lagi! Lanjut ngasuh 3 boyz lagi! Uw yeaah...
Main bertiga
Main serodotan bareng. Dd dipangku Aa
   Ada satu yang bikin saya penasaran. Yaitu ember tumpah yang ada di tengah wahana permainan. Pengunjung menunggu dengan sabar di dekat menara dengan ember raksasa di atasnya. Setelah beberapa menit, ember penuh dan byuuurrr!!! Tumpahan air mengenai orang-orang di bawahnya. Seru!

   Susah juga memotret ember tumpah ini. Momennya harus pas. Saya beberapa kali terlewat dan gagal mendapat foto yang bagus. Kadang kelewatan. Kadang lampu kamera keburu mati karena kelamaan nunggu. Ada juga yang fotonya bagus, tapi tiba-tiba pas jadi ada penampakan punggung orang lewat! Haha, nasib!
Memotret ember tumpah
   Saya nggak menyerah dong! Meski cuma bisa ambil foto dari pinggir kolam, akhirnya saya bisa juga dapat foto ember tumpah yang bagus. Eh ini bagus menurut saya, lho *ge-er*
Tampak setelah dizoom
   Matahari sudah semakin tinggi. Tidak terasa sudah sampai tengah hari kami bermain air. Sudah waktunya pulang. 3 boyz juga sudah terlihat lelah dan lapar. Ya iyalah...berenang panas-panasan getooo... Ayo, kita pulang dulu! Apa coba jawab mereka? "Sekali lagi, Bu!" Duh, susahnya menggiring mereka keluar dari kolam!
Kamar mandi
   Kamar ganti ada di bangunan berbentuk perahu di bagian tengah wahana. Bagian bawah adalah kamar mandi. Sedangkan bagian atas sepertinya untuk dijadikan restoran (belum terisi). Karena saya tidak bisa masuk ke bagian laki-laki, 3 boyz saya suruh mandi sendiri. Tadinya saya mau memandikan Dd di kamar mandi perempuan. Tapi Dd tidak mau dan ingin dimandikan oleh Aa. Ya sudah. Saya tunggu di luar kamar mandi saja. Aa bertugas memandikan kedua adiknya. Mandi yang bersih yaaa!

   Huufft! Selesai sudah tugas saya. Lumayan ngos-ngosan juga ngangon ngasuh tiga anak ini seorang diri. Saya hebat kaaan! Ayo, kasih tepuk tangan! Saking riweuhnya, sampai nggak ada yang motoin saya di Rumah Ibu Waterboom. Nanti disangka hoax karena nggak ada penampakan saya. Biasanya saya kan suka narsis di setiap postingan. Baiklah, ini foto saya. Hasil motret sendiri. Cuma kakinya doang, hahaha!
Kaki emak riweuh yang pegel, hehe
   Pulang! Pulang! Eh ternyata ada mainan kereta-keretaan dan mandi bola di dekat tempat penukaran es krim. Berhubung sudah lelah, 3 boyz hanya mengamati saja kedua permainan tersebut. Kalau lagi nggak capek, pasti mereka minta main di tempat ini juga. 
Tempat bermain anak-anak
   Sayang, ada kejadian tidak enak ketika kami hendak pulang. Ada kecelakaan! Seorang anak jatuh terpeleset dan kepalanya membentur lantai. Luka dengan darah bercucuran cukup membuat ngeri pengunjung yang melihatnya. Bahkan Aa sempat bergumam, "I don't wanna see!" sambil memalingkan muka. Untung saja Kk dan Dd sedang berada di dalam kamar mandi dan tidak melihat pemandangan berdarah itu. Petugas water boom dengan sigap mengobati anak tersebut dan melarikannya ke klinik terdekat. Semoga tidak apa--apa ya. Peristiwa ini bisa jadi masukan untuk pengelola waterboom. Pemasangan karpet anti slip diperlukan agar anak-anak tidak jatuh terpeleset. Namanya juga anak-anak, saking senangnya bisa saja malah berlarian di pinggir kolam. 

   Sudah dulu ya, cerita berenang yang terlambat diposting ini. Rumah Ibu Waterboom tempat yang mengasyikkan untuk keluarga. Yuk, ajak anak-anak ke tempat ini! Mereka pasti betah dan tidak mau pulang. Persis seperti anak-anak saya, hehe. Rumah Ibu Waterboom bisa jadi pilihan keluarga untuk berenang dan main air. Happy holiday!

22 komentar:

  1. Uwaaaa seru bgt mak..segerrrrr ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaah... emaknya aja ga tahan pengen ikut nyemplung :D

      Hapus
  2. wah mahal jg ya mak..tp kayaknya puas hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumajan mak...tapi seneng liat boyz hepi :)

      Hapus
  3. wah asyik dapet minuman gratis ya mak. Tapi kejauhan dari tempatku ya. Disini paling deket ke water boom lippo cikarang, eh tapi skr banyak juga sih yang sejenis deket rumah seperti colombus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia, Mak...ada gratisannya, hehe.
      Iya, kejauhan dari tempat mak Lidya.
      Betul mak. Sekarang jadi makin banyak kolam renang yg dibenahin jadi waterboom. Di sekitarku aja udah banyak yg kecil2an tapi penataannya apik.

      Hapus
  4. jadi pengen ajak anak dan suami main basah-basahan di kolam renang. Tapi untuk ke waterboom amh sayang dompet, hehe.
    Eh, tepuk tangan untuk emak, riweuhnya jadi terasa juga. Iya, anak cowok kan aktif banget. Anak saya baru satu, balita cowok. Tapi meski baru satu sudah terasa riweuhnya, apalagi tiga, hehe.
    Jadi ngeri ngebayangin anak yang jatuh itu, moga gak apa-apa. Itu bisa jadi semacam peringatan untuk kita kalau berkunjung ke tempat wisata. Saya ngeri dengan lantai licin. Super parno.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih tepuk tangannya, Mak Rohyati.
      Aku rada syok juga lihat harga tiketnya :(
      Betul, Mak. Riweuh lho punya anak cowok, hehe.
      Sebelum pulang, sempet liat dulu anak yg jatoh tadi, sbl dia dibawa ke klinik.. Lukanya udh dibersiihin dan anaknya sdh tenang. Spertinya luka di kepala dan perlu dijahit.
      Aku jg parno sama lantai licin, mak. Dulu pernah kepeleset dan dirawat krn gegar otak ringan. Makanya boyz aku gandeng kenceng2 pas jalan2 di pinggir kolam kemarin

      Hapus
  5. Mak, disitu kan ada lokernya jg, dikamar mandi perempuan.
    Tp lokernya sedikit sih.
    Aku baru sekali kesitu, deket bgt dr rumah..hihi
    gak tahan panasnya ituuu klo udah siang. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada ya? Ga liat. Ga masuk ke kamar mandi kemaren.
      Deketan dari rumahmu ya Mel. Aku paling deket kalo berenang ke Gaperi. Disitu lebih kecil tapi adem n nyaman buat anak2.
      Ho oh...panas bener yak...belum ada pohonnya :(

      Hapus
  6. Iyaaaah Mak Riweuh..saya cukup melotot membaca postinganmu..hihii akhirnya sukses yaaa ngasuh 3 boys, sendiri..kalau saya....pasti nangis kali..hihiiii

    Eiya, itu juga yang membuat saya cukup was-was adalah lantai yang licin kalau di kolam renang, belum lagi anak-anak pasti sukanya kan lelarian yaaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bumiill jangan melotot gede2, haha
      Betul Mak Astin. Anak2 itu susah direm kalo lagi kesenengan bin pecicilan di kolam renang. Musti diawasi ekstra ketat biar aman.

      Hapus
  7. trima kasih info waterboomnya, mak. Kali aja suatu saat ke sana, harus waspada krn papan2 peringatannya blm lengkap ya :)

    BalasHapus
  8. sepertinya waterboom sudah ada di seluruh indonesia ya....senangnya bisa melihat AA, KK, DD bermain air dengan bahagia......
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Pak. Sekarang waterboom jadi ada banyak.
      Terima kasih untuk kunjungannya.
      Salam dari Bogor ^_^

      Hapus
  9. kalau lagi panas, berenang rasanya seger, ya

    betul tuh, Mbak. di sekitar kolam harusnya dipasang karpett anti slip. Di deket rumah saya juga ada kolem renang, cuma karena lantainya keramik, saya gak pernha ngajak anak2 ke sana. Lah, saya jalan aja beberapa kali kepleset

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kolam yg deket rumahku ga pakai anti slip, tapi papan peringatannya ada. Iyah, lantai licin bisa bikin parno, Mbak :(

      Hapus
  10. Andai ada loker penitipan barang, si Emak bisa dengan senangnya ikut ceburan, ya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada ternyata di dalem kamar mandi wanita, kata Melly. Aku kemaren sama sekali ga masuk ke kamar mandi, jadi ga tau ada lokernya

      Hapus
  11. Wah..asyik asyik...main air itu gak ada bosennya ya. Keren foto-fotonya Mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, main air memang ga ngebosenin.
      Makasih, mbak Eka :)

      Hapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=