Selasa, 30 Juni 2015

Tips Ikut Bukber di Luar Rumah


Buka puasa bersama alias bukber. Melewati hari kesepuluh bulan Ramadhan, undangan bukber mulai berdatangan. Kenapa sih, ada acara bukber? Bukber memperpanjang tali silaturahim pada bulan puasa. Ada rasa senang saat berkumpul dengan orang-orang terdekat dan berbuka puasa bersama. Merayakan kemenangan setelah berpuasa satu hari penuh. Makan bersama sambil bercengkrama dalam suasana akrab. Benar-benar menyenangkan!

  Saya pernah beberapa kali mengadakan acara bukber dengan keluarga besar. Keluarga besar yang tinggal di sekitar Bogor segera datang berkumpul di sebuah restoran sunda di jalan Pajajaran. Seru! Kami mengobrol santai dan anak-anak bermain riang dengan riang. Sungguh suatu kebersamaan indah yang tidak terlupakan.


Sebagian menu buka puasa
  Sebelum bukber, saya memesan tempat beberapa hari sebelumnya. Mengapa harus pesan tempat? Halow, ini bukber lho! Jika datang mendadak, dijamin tidak kebagian tempat! Saat bukber, semua pengunjung restoran makan dalam waktu yang bersamaan. Tentu saja, jam kedatangan mereka juga serempak. Jadi, restoran mendadak penuh dalam waktu singkat!

  Saya pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mendadak datang untuk bukber tanpa memesan tempat. Restoran dengan ruangan besar dan meja yang banyak itu ternyata tidak bisa menampung seluruh pengunjung. Beberapa orang bahkan ada yang makan sambil berdiri! Ck ck ck! Segitunya ya! Saya yang baru datang akhirnya memutuskan makan di tempat lain.

  Ramainya pengunjung juga membuat pelayan restoran kewalahan.Bahkan pengunjung mengambil sendiri sambal lalap dan minuman teh (biasanya diantar ke meja oleh pelayan). Mentang-mentang mengambil sendiri lalapan dan sambal, pengunjung yang lapar jadi berebutan! Duh, kesannya takut nggak kebagian makanan ya.

  Jika sudah demikian, bukber di tempat makan atau restoran jadi tidak nyaman. Mengapa tidak membuat acara bukber di rumah saja? Suasananya lebih santai dan makanannya insya Allah pasti cukup. Para tamu yang ikut bukber di rumah juga bisa ikut shalat magrib berjamaah di ruang keluarga atau di kamar tuan rumah. Kelebihan lain bukber di rumah, waktu berkumpul bisa lebih lama. Menjelang buka puasa bisa diadakan acara kultum atau ceramah singkat. Bahkan ada beberapa acara bukber di rumah juga disertai dengan shalat tarawih berjamaah. Benar-benar bermanfaat bukan?

  Tahun ini, saya dan suami tidak mengadakan bukber untuk keluarga besar. Begitu pula untuk undangan bukber. Kami memutuskan untuk tidak hadir. Bukan berarti saya tidak mendukung buka puasa di luar rumah. Situasi bukber di restoran seperti yang sudah saya sebutkan di atas membuat kami merasa tidak nyaman. Waktu untuk berkumpul juga hanya sebentar. Setelah shalat dan makan bersama, kami harus segera pulang agar tidak kemalaman dan sempat menjalankan shalat tarawih di rumah. Menghadiri bukber berarti kami tidak bisa pergi shalat tarawih di masjid.

Berdasarkan pengalaman bukber yang pernah saya jalani, berikut tips agar acara bukber di luar rumah (tempat makan atau restoran) bisa berjalan lancar:
  1. Pesan tempat terlebih dahulu. Bisa lewat telpon atau datang langsung ke restoran atau tempat makan. Ada restoran yang menerapkan sistem deposit. Membayar sejumlah uang saat booking. Nanti setelah bukber, total tagihan akan dipotong dengan harga booking.
  2.  Pesan makanan sekalian, biar cepat. Namanya bukber, restoran pasti akan memasak banyak dalam waktu yang singkat. Jangan heran jika pesanan kita belum datang sementara adzan magrib sudah berkumandang. Saran saya, pesan menu utamanya saja. Menu minuman bisa dipesan saat bukber dan disesuaikan dengan selera masing-masing peserta bukber.
  3. Pastikan tempat bukber menyediakan mushola yang nyaman. Bukber bertepatan dengan waktu shalat maghrib. Saat bukber, sudah dipastikan mushola juga langsung dipadati oleh pengunjung. Bagi wanita, sebaiknya membawa mukena sendiri jika ingin shalat di mushola. Memang ada mushola yang menyediakan mukena. Karena memakainya bergantian, nanti jadi lama menunggu giliran shalat. Padahal, perut sudah lapar minta segera diisi.
  4. Jika membawa anak-anak, pilih tempat bukber yang aman dan nyaman. Lebih bagus lagi jika ada taman bermainnya. Jadi, orangtua bisa santai mengobrol dan anak-anak tidak bosan karena asyik bermain.
  5. Jika jarak dari rumah ke tempat bukber jauh, bawa bekal kudapan untuk berbuka puasa di jalan secukupnya. Lalu lintas yang padat bisa menyebabkan kemacetan. Berbuka puasa di jalan terpaksa dilakukan untuk mengusir rasa lapar saat beduk magrib terdengar. Korma beberapa potong dan air putih sudah cukup.
   Sedangkan untuk acara bukber yang diadakan di rumah, tuan rumah sebagai panitia menyediakan hidangan untuk para tamu. Agar tidak merepotkan tuan rumah, ada juga lho, para tamu yang ikut menyumbang makanan (istilahnya: potluck). Jadi, tuan rumah tidak terlalu repot. Hidangan yang tersaji juga beragam dan bisa saling bertukar makanan. Seru, ya!

   Ikut bukber tidak dilarang. Saya senang bisa ikut bukber, meskipun kehadiran saya pasti hanya sebentar. Jangan lupa, kalau ikut bukber tetap tunaikan ibadah shalat maghrib ya!

(foto: bukber keluarga tahun 2013)

36 komentar:

  1. Mak, bener bgt tuh cerita bukber di resto. Ho oh, lbh nyaman di rumah.
    Makasih tipsnya, ya.

    BalasHapus
  2. Betul banget mak, lebih enak buka puasa di rumah, lebih leluasa dan waktu salat pun terjaga :-)

    BalasHapus
  3. Betul, prihatin kalau lihat orang buka di resto, seakan sdh seabad nggak makan & takut nggak kebagian. Berarti puasanya cuma dpt lapar aja. Kalau di mal nggak sempat booking biasanya aku minum & makan roti aja, trus sholat. Setengah jam kemudian pasti udah byk resto yg longgar krn yg makan sebelumnya pd buru2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih prihatin lagi, bnyk yg ga shalat magrib dan lebih mentingin makan :'(
      iya, kalo mendadak memang datangnya enak pas stl sholat. jd nyantai ya mak

      Hapus
  4. yes makasih tipsnya..apalgi emak2 yg riewuh bawa anak ya mak...sukses selalu buat emak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mak dwi. sukses buatmu jg :*

      Hapus
  5. yup, sama lebih nyaman bukber di rumah, dan wiken bukan hari kerja hehehe ....

    BalasHapus
  6. Tahun ini sy bhkn blm menerima undangan bukber dr mana pun...undangan sih byk tp bukber bersama anak2 msh menjd pilihan utama :)

    Bnr banget... bukber di rmh lbh leluasa shltnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak. kumpul bareng keluarga nomer satu :)

      Hapus
  7. Sama, Mbak. Aku juga pernah bukber dengan kondisi resto yang semrawut. Padahal sudah booking dan pesan makanan.

    BalasHapus
  8. Aku belum pernah pergi ama keluarga bukber diluar neh, yang ada di rumah terus hehehe.

    Sudah aku follow mak blognya

    BalasHapus
  9. aku belum pernah ikut bukber sama teman-teman walapun di undang ada surat aku lebih suka bukber di rumah bersama keluarga hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. di rumah memang lebih nyaman ya :)

      Hapus
  10. iya mak...kuciwa kalau gak pesan dulu ya restonya

    BalasHapus
  11. Setuju sama tipsnya Mak. makanya saya nerima undangan buka puasa kalau lagi halangan aja ah.. Biar ga keburu2 sholat maghrib. Hihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ide cemerlang itu mak. boleh nih dipraktekin :)

      Hapus
  12. datang lebih awal supaya kebagian tempat ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung tempatnya, mak. Kalo pake sistem booking, blm tentu kebagian tempat meski datang lebih awal

      Hapus
  13. saya termasuk yang kurang nyaman kalau harus bukber. Biasanya kalau terpaksa bukber di luar, lebih memilih makan sekitar jam 7 ke atas. Pas buka minum air putih aja dulu sama sedikit camilan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih tenang krn udh shalat magrib tanpa buru2 ya mak

      Hapus
  14. aku jarang banget bukber di resto mba, riweuh bawa krucils, dan malas berdesakan solatnya ituu..

    BalasHapus
  15. Nearti samaan. Meski di sini kota kecil, kalau ngga pesan dulu ya pasti ngga dapat tempat. :D

    BalasHapus
  16. setuju mak buka puasa mending dirumahan gitu, karena lebih nyaman hehhee....

    BalasHapus
  17. iya Mbak, lebih baik dipikirkan masak-masak kalau mau buka puasa di luar rumah

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=