Selasa, 28 Juli 2015

Bukan Mamah Gaul


Suatu pagi di pelataran sekolah. Para orang tua murid sibuk mengantar anak-anak berangkat berdarmawisata ke Jakarta. Surat pemberitahuan meminta agar para siswa hadir di sekolah pukul 6.30 pagi. Mendadak semua berangkat lebih awal dari biasanya. Termasuk saya yang mengantar sendiri Kk Rasyad ke sekolah. Dd Irsyad yang biasa bangun siang pun saya tinggalkan di rumah bersama Bibik. Jika bangun nanti dan saya tidak ada di sampingnya, Dd tidak akan menangis. Biasanya dia menyangka saya sedang pergi ke tukang sayur dekat rumah. 

   Saya lihat sekeliling, suasana mulai ramai. Seluruh murid berkumpul dan berbaris di lapangan. Setelah diabsen satu per satu, mereka naik ke bus yang sudah ditunjuk sesuai kelas masing-masing. Kk Rasyad naik ke bus khusus untuk kelas 1A. Saya membuntuti dari belakang. Begitu pula para pengantar yang sebagian adalah ibu-ibu rumah tangga. Sekilas, semua berpenampilan sama: bergaya dan bermake-up dengan pakaian ala hijabers yang trendi. Duh, kok kebanting banget dengan penampilan saya. Coba lihat kostum saya hari itu: kaos oblong tangan panjang, bergo instan, celana training, dan sepatu olahraga!

   Sempat melirik saat berbincang sejenak dengan beberapa mamah, owwh pakai bulu mata palsu! Ealah...kok sempat ya, pasang bulu mata segala? Dandan dari subuh mungkin? Soalnya kita kan ngumpul di sekolah sejak pukul 6. Hebat, euy. Belum lagi mengatur lilitan pashmina agar menjadi gaya turban. Hmm....

   "Dadah! Dadahhh!" saya dan para mamah melambaikan tangan, melepas kepergian anak-anak kami yang tersenyum ceria. Bus rombongan wisata berangkat. Setelah semua bus menghilang dari pandangan, kendaraan para pengantar meninggalkan sekolah. Para mamah gaul juga beranjak pergi. Ada yang membawa sepeda motor. Namun sebagian besar menyetir mobil sendiri. 

   Saya melenggang ke luar gerbang sekolah. Sambil berjalan kaki, saya mengabaikan angkot yang berhenti di depan sekolah. Lanjut berjalan pulang. Tidak lama kemudian, langkah kaki dipercepat. Lalu saya lari menuju rumah. Memang, saya mengantar Kk Rasyad sekalian mau lari pagi.

*****

   Ya, itulah saya pada awal Kk Rasyad masuk sekolah SD. Sampai saat ini, saya masih 'apa adanya' jika datang ke sekolah. Tampil rapi dan sopan memang perlu. Tapi saya merasa tidak harus berdandan bak ke kondangan jika pergi ke sekolah. Apalagi kegiatan saya sehari-hari adalah menjaga toko. Jadi, habis menyelasaikan urusan di di sekolah, saya langsung ke toko. Penampilan saya tentu saja memakai setelan penjaga toko, sederhana saja.

   Jujur, saya memang tidak aktif di perkumpulan orang tua murid. Perkumpulan yang biasanya terdiri dari para mamah ini kerap mengadakan rapat jika ada kegiatan kelas. Para mamah inilah yang menentukan kelas anak-anak akan menyuguhkan apa saat bazaar, penggunaan uang kas untuk souvenir bagi guru atau menengok murid yang sakit, dan sebagainya. Supaya koordinasi lebih mudah, biasanya ditentukan dua sampai tiga orang mamah sebagai perwakilan di tiap kelas. 

  Para mamah ini rajin berkumpul di sekolah. Mereka bahkan kerap gaul bareng. Habis antar anak, mereka heng out sarapan bareng. Bahkan ada arisan bulanan di cafe atau restoran. Beberapa mamah yang dulu saya lihat berpenampilan biasa kini ikut menjadi keren sejak mereka ikut kumpul bareng para mamah gaul. 

   Jujur, saya nggak bisa ikut bergaul dengan para mamah ini. Bukannya sombong. Maaf, saya punya toko yang harus diurus. Belum lagi si bungsu yang saat itu ngintilin saya kemana-mana. Masa mau gaul bawa anak? Hihihi.

  Sekarang, tahun ajaran 2015-2016 ini, tepat menginjak tahun ketiga di sekolah Kk Rasyad. Sekolah yang lumayan banyak terdapat mamah gaul dibanding sekolah anak-anak saya yang lain. Saya amati, dari tahun pertama mereka bergaul hingga saat ini. Mulai dari kelas satu, naik kelas dua, hingga ke kelas tiga. Kelas yang muridnya diacak membuat para mamah gaul berganti teman setiap tahunnya.

   Saya memang bukan mamah gaul. Sekedar pengamat saja. Ternyata, diantara mereka bisa terjadi perpecahan lho! Pecah kubu judulnya. Namanya juga manusia. Beda kepala beda isi pikiran. Mungkin saat sedang menyiapkan satu acara kelas, ada saja satu dua mamah bersitegang. Atau yah namanya juga ibu-ibu, kadang ada rasa saling tidak suka gara-gara alasan tertentu.

   Nah, pada kenaikan kelas tiga ini, saya menemukan kasus yang unik. Saat membaca pengumuman pembagian kelas, para mamah antusias melihat anaknya akan sekelas dengan siapa. Jika sekelas dengan anak yang bandel, si mamah langsung ngedumel. Tapi lucunya, rata-rata bukan sang anak yang jadi fokus perhatian... tapi mamahnya! "Yaah! Aku sekelas sama Mamah Sarah! Bete deh!" gerutu tetangga saya yang sebelumnya anak kami sama-sama sekelas di kelas dua.

   Mamah Sarah (bukan nama sebenarnya) sudah terkenal di sekolah ini. Sarah, sang anak, adalah model dan penyanyi cilik (sekarang belum ngetop). Sarah kerap menang di berbagai lomba model dan pragawati. Sarah juga lumayan berprestasi. Namun gosip miring mengatakan prestasinya itu 'dibeli' sang mamah karena sang anak mengharumkan nama sekolah. Ah, saya mah nggak ikut-ikutan ngegosip. Kalau memang anaknya multi talented ya bagus. Saya suka kok sama Sarah. Anaknya cantik. Suaranya bagus. Kk Rasyad punya vcd lagu-lagu Sarah yang dibagikan sebagai souvenir saat ultah Sarah di hotel berbintang, dua tahun yang lalu.

   Sebelum sampai ke grup mamah gaul, berikut klasifikasi para orangtua murid (tepatnya mamah) di sekolah menurut saya:
  1. Mamah kerja. Para mamah ini jarang datang ke sekolah kecuali saat acara pentas dan pembagian rapor. Sang anak dititipkan pada nenek, tante, atau pembantu. Jadi yang muncul antar jemput ke sekolah ya mereka itu. Bisa juga hanya abang ojek atau supir yang mengantar jemput.
  2. Mamah riweuh. Kayak saya ini, emak riweuh, haha. Sesekali muncul di sekolah. Sesekali ikut nongkrong sebentar dengan para mamah di sekolah. Lalu kemudian menghilang, hehe. Mamah riweuh biasanya punya bayi atau anak yang belum bersekolah. Atau punya kerjaan sampingan seperti saya. Rasanya waktu lebih berharga mengurus kerjaan daripada nongkrong di sekolah.
  3. Mamah pendiam. Memang pada dasarnya pendiam. Jadi nggak pernah ikut nongkrong bareng. Antar jemput, langsung pulang. Titik. Tapi meski pendiam, jika ditegur duluan mereka mau membalas dengan ramah.
  4. Mamah gaul aktivis. Mamah yang biasa aktif pada acara sekolah. Mamah aktivis gaul ada yang berpenampilan biasa dengan tongkrongan sepeda motor. Sedangkan mamah aktivis gaul yang bawa mobil dan berpenampilan trendi juga bisa berbaur dengan cantik. Tidak sombong dan membedakan kelas.
  5. Mamah gaul hore. Mamah gaul yang aktif pada acara sekolah, tapi giliran dikasih tugas yang berat langsung kabur. Suka meramaikan suasana dengan dandanan hebohnya. Punya mobil sendiri bahkan sopir pribadi. Hanya berteman dengan sesama mamah gaul hore. 
  Kembali ke pecah kubu. Pecah kubu biasa terjadi pada mamah jenis 4 dan 5. Para mamah gaul aktivis merasa 'empet' dengan kelakuan para mamah hore. Masih ingat tetangga saya yang kesal karena anaknya sekelas dengan Sarah? Nah, kemarin saya dicolek dengan riang oleh beliau, "Eh, Mamah Sarah pindah kelas! Seneng aku!" Saya heran,"Kok bisa?" Ternyata, Mamah Sarah merasa dirinya tidak aman. Karena di kelas baru Sarah, para mamahnya adalah tipe mamah gaul aktivis. Merasa tidak punya teman, Mamah Sarah minta pindah ke kelas lain. Oalahh...sampai segitunya ya!

   Demikian cerita saya tentang mamah gaul di sekolah. Tentang penampilan, saya nggak mau berubah jadi Syahrini biar diterima di komunitas mamah gaul. Masalah pertemanan, bagi saya, berteman dengan mamah mana saja saya nggak ada masalah. Diminta bantuan untuk acara kelas, jika sanggup pasti saya bantu. Kenyataannya, sampai saat ini saya jarang diikutsertakan pada acara kelas, soalnya saya jarang nongol sih, haha! Aduh, punten, bukan nggak peduli. Harap maklum...mamah riweuh eh emak riweuh tea ^_^   

(Foto: saat acara kenaikan kelas tahun lalu)

73 komentar:

  1. Aku tipe mamah 1, yg datang cuman pas pembagian rapor dan perpisahan....hehehe...kalo sempet nganter anak itu juga pake baju kerja, tapi kalo bagi rapor si kaka dan adik wanti-wanti mama harus dandan siapa tahu aku juara nanti mamah disuruh maju kedepan, yah walau ngga heboh-heboh amat aku teteup dandan :) kadang pas sempat jemput aku sering liat emak-emak gaol pada heng out...aku jarang main ke sekolah suka diliatin dinilai-nilai, tapi aku mah cuek orangnya...hehehe...kalo pas cucok ngobrolnya...ngobrol kalo ngga ya ngomong sama hp...hehehe...lagian mana sempet kongkow-kongkow berhosip sia...mana sempaaaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'mama harus dandan' hihihi...
      iyahh... mana sempatt :D

      Hapus
  2. Wah gitu ya Mba ibu2 jaman sekarang :D

    BalasHapus
  3. ahahaha..banyak sekali ya tipe buat mamah :)

    BalasHapus
  4. aku nomor satu kayaknya..kalau pas sabtu antar anak eskul juga kadang cuma dasteran aja dan belum mandi he he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. haa dasteran? aman2 aja kan mak? ga diamatin dr ujung rambut ke ujung kaki? :D

      Hapus
  5. di tiap sekolah selalu ada group yang kaya gitu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, ada mak.
      kalo di sekolah aa dulu, mamah gaul hore-nya sdkit. mereka justru ga nyaman tampil wah sndirian. akhirnya mereka 'menyederhanakan' penampilannya tiap ke sekolah :D

      Hapus
  6. hihi, sy juga ga termasuk mamah gaul nih mba. anak sy antar jemput jd memang saya jarang ke skolah kecuali ada undangan aja. makanya ga terlalu banyak kenal mamah lain. tp tetap saya usahakan bergaul seperlunya walau sering nolak juga kalo diajak nonton dan arisan. arisan ckp satu aja deh di lingkungan RT kalo kebanyakan repot jg atur duitnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. idem sy diajak arisan jg, mak. ga mau ikutan ah, ngeriii... konon tiap arisan di tempat yg beda n bawa kendaraan sndiri. yg pake motor disuruh nebeng ke yg punya mobil. eh sy jg naik mobil deng...mobil angkot :D

      Hapus
  7. satu lagi dong buat mama gaul aktivis, suka nongkrong di kantin sekolah hehehe..pengalaman jadi guru BK yg tiap ada waktu luang ngecek anak2 di kantin,jebule yang rame emak2 aktifis kantin hehehe..
    harusnya yang no 4 5 kalo digabungin jadinya kan seru,gaul hore ya mak hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. suka gaul kok yg no 4 n 5. cuma rada ambil jarak aja :D
      aku jg suka nongkrong di kantin, makan doang tapi, hihi

      Hapus
  8. Ikut nimbrung walaupun belum punya anak :D
    Mungkin saya akan menjadi mamah tipe 3, abis ngantar langsung pulang, titik. Hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ..lalu nongol lagi buat jemput, titik :D

      Hapus
  9. Wkwkwkk tipe mamah mamah asik aja deh aku makk.. Sana sini asik.. Hihihii..


    http://beautyasti1.blogspot.com/2015/07/beautyasti1-first-giveaway.html

    BalasHapus
  10. Aku kayamya juga sama dengan kamu malk, cuma kerja sambilanku adalah mantengin drama korea wakakakak...pokoknya klo rapat ya datang, klo ngantar yaa cuma sebentar, sempatkan say hai ramah trus ngaburr, seperlunya deh,dandanan juga sekedarnya ga pernah pake macem2 :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. kerjaan sambilanya oke juga tuh maaak :p

      Hapus
  11. akuu belum punya anak, nikah aja belum hihi tapi kayaknya mah bakal tipe 1 lagi... huehehe

    BalasHapus
  12. Aku Mamah Riweuh.

    Tapi ga mau repot sama acara di sekolahan. Hihihii
    Terima beres maunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. samma...sy juga gitu. ogah rapatnya n terima keputusan bersama sajah :)

      Hapus
  13. saya apa ya? pendiem tapi nongkrong terus di sekolah gara2 anak masih mbok-mboken ga mau ditinggal.

    BalasHapus
  14. Ahahahahah bener banget ini liputannya mak !
    Di setiap sekolah memang ada macem2 begini ya
    Seru juga jadi tulisan di blog
    Selama ini yg mak tulis isi batinanku juga kalo lg merhatiin emak2 di sekolah *cuman dibatin tp ga ditulis di blog :p

    Aku tipe emak riweuh, karena ke sekolah anakku seperlunya, masih sibuk urus adeknya yg kecil dan urus bisnis juga
    Bertemen sama semuanya, tapi sekarang jadi dekat sama yg "sealiran" sama2 casual aja dan ga heboh, dateng seperlunya.

    Pertanyaannku juga sama mak, yg datengnya dandan heboh banget itu jam berapa dandannya ya hihihi..

    BalasHapus
  15. Aku kyknya trmasuk mamah pendiam mak hehehe

    BalasHapus
  16. Tipe2 emak selalu ada yg ternyata. Dulu si pas hari pertama nadia TK aku dandan biasa aja si karena mang pada dasarnya ga bisa dandan2 hari2 berikutnya seringnya klo nganter blm mandi hehehe aku juga kya mak inna..gaul seperlunya aja..menfing ngeblog dirumah..
    Nah sekarang nadia SD lebih parah..ga gaul blas kerja lagi sih soalnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak, drpada nongkrong ga jelas, mending waktunya dipake buat nulis blog. lebih bermanfaat untuk bnyk umat :D

      Hapus
  17. Ih saya mamah no 1. Tp sy nganter n ngedrop anak2 lho mak. Hihihi... trus gabung jg sih di grup mamah2 biar ga ketinggalan inpoh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, suka pada bikin grup memang. dan aku ga pernah diajakin, haha.
      soal info, nanti biasanya mereka kirim sms ke mamah kuper macam aku :D

      Hapus
  18. Hihihiii...asyik ya ada pemetaan tipikal mahmud di sekolah anak2nya :)
    Ga pa2 Mak Inna, yg begitu itu bukti eksistensi diri. Bisanya ngeksis dg cara seperti itu udah bikin para mamah bahagia loh hahahaa...
    Aku termasuk yg hanya datang pas event tertentu aja mak, blm bisa jadi aktivis. Maapkeun mak *loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju sama mak uniek. Itu biar eksis demi aktualisasi diri :)
      iya iya dimaapken...jangan lagi-lagi yaa, haha

      Hapus
  19. Kayaknya aku in between mamah riweuh dan pendiam. Riweuh krn suka buru2 nganter trus pulang (suka nongkrong jg tp pas pada brantem geje sayah mundur), tp tentu saja ramah kl ditegur duluan (pd dasarnya saya org baik yg pemalu, halahhh). Yg jelas kl anter jemput ga pernah dandan seakan satpam sekolah yg suka nerimain siswa di depan itu bredpit (qiqiq), dan udh menghindar bgt suasana gosip dsb nya di sekolah

    BalasHapus
    Balasan
    1. brantem cantik mak, hihihi
      tetap harus tebar senyum ya mak. biar ga dikatain sombong :)
      satpam berdpit...mana? mana? haha

      Hapus
  20. aku seperti dirimu deh, mamah riweuh, hehehe. daripada nongkrong cuma ngobrol ngalur ngidul dan ngebicarain enggak penting (menurut aku), lebih baik aku di rumah, nulis, berkebun, jahit-jahit dan ngecraft. kalau ke sekolah pun cuma ngantar lalu pulang, dan jemput, lalu pulang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada urusan riweuh lain yg lebih mendesak ya mak drpada riweuh di sekolah *tossduluah* :)

      Hapus
  21. saia mamah kerja :D eh tapi saia baru tau loh smpe segitunya yak hehe

    BalasHapus
  22. hahaha...ada ajaaa...

    aku yg nmr 1 dek kayanya.. antar anak sekolah pun cuma hari pertama kemarin. selebihnya sama antak jemput :(

    BalasHapus
  23. Sepertinya akan jadi mamah tipe 1, karena kebanyakan ibu2 di kantorku begitu, cuma ijin pas ada acara di sekolah anak-anaknya. Dan aku juga salah satu korban mamah yang nomor 1, tapi kan jadi mandiri dan nggak selalu harus ditemenin,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga ditungguin mamahnya anak memang jadi ga manja :)

      Hapus
  24. Kayaknya saya termasuk mamah pendiam hehehe

    BalasHapus
  25. wah kayaknya saya masuk antara no 2 dan 3, biarlah anak2nya saja yg bergaul dan bersosialisasi hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. mamahnya gaul di tempat lain aja, hehe

      Hapus
  26. Hahahaha segitunya ya, Mak. Melongo Mak baca tulisannya :)))
    Sumpah baru tahu lho kalau ada beginian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. begitulah, mak...kenyataan hidup memang kejam *hloh* :D

      Hapus
  27. kalo saya gak pernah gaul sama mamah2 yg lain mak, seperlunya saja.
    ada satu lagi mak, tipe mamah caper sama guru hehehe di sekolah anak saya ada lho...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo yg caper, yg aku tahu biasanya dilakukan oleh mamah hore, mak. Mereka pengen anaknya diperhatiin terus sama gurunya. Kadang, ada yg sampe 'nyogok' segala :(

      Hapus
  28. saya belum masuk klasifikasi mamah2 di atas deh.
    tapi kalaupun akan. sepertinya akan masuk ke klasifikasi mamah pendiam. hehehe

    BalasHapus
  29. aku calon mamah harus baca engga yaaaah? hehehe

    BalasHapus
  30. Aku termasuk mamah pendiam itu meskipun aku bukan orang yang pendiam. Mendingan waktuku buat umbah2 heheheheeee toh bisa komunikasi via group WA ortu jika ada info2

    BalasHapus
    Balasan
    1. ikutan umbah2 dongg...
      iya, setuju. lebih baik cerewet di blog drpada cerewet nongkrong di sekolah :D

      Hapus
  31. berarti mamah sporty ya mb hehehe

    BalasHapus
  32. Saya pengennya sih nanti dapat seorang istri sekaligus mamah yang sholehah buat anak-anak saya mbak... yang bisa memberikan kesejukan dan kedamaian ketika kegersangan melanda keluarga kami ... Amien :D

    BalasHapus
  33. Kalau aku banyak becanda, ketawa, tetap secukupnya
    Senang kalo ada kawan bau, kan tambah saudara

    BalasHapus
  34. Aku kadang nomor 2, kadang nomor 4. Tapi nomor 4 nya yang naik motor dan penampilan biasa aja (cenderung buluk) hehehe. Di Jogja, tempat terapi Ubii disebut 'sekolah' dan ada banyak sekali mamah-mamah yang menunggui anaknya 'sekolah' jadi walau Ubii belum beneran sekolah, aku sudah mulai bisa mengamati tipe mamah-mamah juga dan jadi bisa menilai diri sendiri masuk yg mana hehehe. Ada yang cantik banget dan selalu catchy saat anter anak 'sekolah' - pakai jilbab nya di model2, tapi anggun sekali, bukan norak atau jelek. Make up tipis. Kalau aku, krn aku susah bangun pagi, cuma pakai daster, dasternya kadang dimasukkin ke celana panjang (bisa bayangin kan mak), terus pake jaket, sisiran, pake bedak bayi, udah. Hehehe. Kalo pas upload di FB berarti aku pas lagi tampil lumayan wkwkwkwk.

    BalasHapus
  35. Saya kayaknya mamah pendiam. Nggak kenal semua ortu. Kalo ke sekolah cuma bentar.

    BalasHapus
  36. kayaknya masuk tipe nomor 3, lha cuma anter n jemput doang gak smpt nongkrong #banyak DL job ripiu menanti *wuih serasa sok sibuk ya ikye :D hehehehe

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=