Jumat, 17 Juli 2015

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H


Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar

Laa Illaha Ilallahu Allahu Akbar
Allahu Akbar Walillahilhamd...

 Gema takbir berkumandang. Semua bergembira menyambut hari kemenangan. Alhamdulillah, bulan Ramadhan penuh berkah telah usai. Hari nan fitri selayaknya kita rayakan. Di mana kami merayakan lebaran? Lebaran sekarang masih sama dengan lebaran pada tahun sebelumnya: lebaran di Bogor.

  Pasca berhenti merantau, kami sekeluarga otomatis tidak perlu lagi mudik ke kampung halaman. Ya, inilah kami. Menetap di kampung halaman sendiri. Meski tidak mudik, kami bersyukur pernah merasakan bagaimana serunya perjalanan mudik. Terkadang, ada rasa rindu terbersit di dada, kangen deh pengen mudik lagi!

   Lebaran tahun ini, Eyang (ibu saya) memutuskan untuk ke rumah Tante Irein, kakak saya, di Depok. Eyang ingin berlebaran di Depok seperti tahun kemarin. Tapi seminggu sebelum lebaran, Eyang minta dirawat di rumah sakit. Penyebabnya karena tidak mau repot bolak-balik untuk menjalani fisioterapi tangannya yang terkilir. Tidak ada indikasi khusus. Cuma numpang menginap saja. Saat pulang dari rumah sakit, dua hari sebelum lebaran, Eyang langsung dijemput ke Depok.


   Ritual pada hari pertama lebaran adalah shalat Ied di komplek rumah. Setelah itu, kami langsung berangkat ke rumah Kakek (orang tua Bapa) di Ciapus. Biasanya Eyang juga ikut bersama kami. Jika Eyang sedang ada di Depok, kami akan mengunjungi beliau pada hari kedua lebaran.

Ootd ceritanya ^_^
   Berikut adalah foto-foto saya dan para keponakan. Total ada 9 cucu yang dimiliki Kakek. Keponakan tertua, Rinaldi, sedang berlebaran di rumah ibunya. 
4 dari 6 cucu laki-laki Kakek. Sibuk lari2 seharian :D
Cucu perempuan. Cantik-cantik ya!
Saya dan Yalda
Selfie iseng di bawah pohon :D
   Ada yang berbeda dengan lebaran tahun ini. Keluarga besar Bapa di Ciapus kini punya anggota baru. Ada si kecil Fatih, bayi kecil dari Tante Tita, adik Bapa. Sang jagoan cilik ini telah lama dinanti kehadirannya. Bahkan jarak dengan sang kakak cukup jauh, 8 tahun! Kebayang dong, bungsu laki-laki dengan dua kakak perempuan ini membawa kebahagiaan bagi kedua orangtuanya dan seluruh keluarga besar.
Lebaran pertama Dede Fatih :)
  Pendatang baru berikutnya, jangan kaget ya... nenek baru! Dulu, saya pernah bercerita tentang almarhum mamah mertua yang dipanggil nenek pada postingan ini. Ya, kini Kakek sudah menikah lagi. Setelah tiga tahun hidup sendiri, Kakek memilih seorang kenalan barunya untuk menjadi pendamping hidup. Kakek butuh teman untuk menghabiskan masa tua bersama. Semoga samara ya, Kek, Nek.


Nyekar dan berdoa bersama di makam Nenek.
  Bertambahnya anggota keluarga baru membuat keluarga besar kami semakin ramai. Semoga kebersamaan ini bisa terus berlangsung selamanya, aamiin. Lewat postingan ini, saya mewakili keluarga ingin mengucapkan: 

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Mohon Maaf lahir dan batin



   

3 komentar:

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=