Rabu, 09 September 2015

Social Media Commerce: Fakta Teknis dan Keamanan


Social media commerce. Tema pelatihan Kelas Bogor yang diadakan oleh Blogger Bogor ini sangat menarik! Pada hari Sabtu tanggal 6 September 2015, saya datang ke acara tersebut bersama teman-teman Asinan Blogger, grup perempuan blogger di Bogor. Pelatihan berlangsung di ruang Hegarmanah Hotel Padjadjaran Suite. 

  Ini kedua kalinya saya menghadiri pelatihan dari Kelas Bogor. Pelatihan rutin diadakan sebulan sekali dan gratis, lho.  Kebetulan, pelatihan sebelumnya yang bertema smartphonegraphy juga bertempat di Hotel Padjadjaran. Bedanya, hotel pertama adalah Padjadjaran Resort and Convention Hotel yang berlokasi di Nirwana Estate. Sedangkan Hotel Padjadjaran Suite ada di jalan Padjadjaran. Seneng deh, kalau ikut acara di hotel begini. Masuk hotel berasa jadi horang kayah, haha.


Ruang Hegarmanah
   Sebelum acara dimulai, kami menikmati kudapan ringan sambil minum kopi dan teh yang sudah disiapkan oleh panitia. Lumayan, sarapan kedua, hihihi. Tunggu, foto dulu bareng teteh-teteh geulis ini.

Ngopi cantik (foto: Mak Dwina)
  Sekitar pukul 9.30 WIB, acara dimulai. Dibuka oleh pembawa acara yang memperkenalkan para pembicara yang hadir, yaitu Mas Erick dan Mas Fahmi serta dibantu oleh Mbak Indri dari Blogger Bogor. 
MC dari Kelas Bogor membuka acara.
   Sesi pertama dimulai dengan materi mengenai internet sehat. Mas Erick dari Internet Sehat memperkenalkan Internet Sehat yang peduli tentang internet safety (keamanan dalam berinternet), internet rights (hak2 pribadi dalam berinternet), dan internet govermance (usaha agar internet bisa diatur lebih baik). 

Mas Erick dari Internet Sehat
     Apa itu social media commerce? Social media commerce merupakan bagian dari electronic commerce yang melibatkan media sosial, media online yg mendukung interaksi sosial, dan kontribusi pengguna untuk mewujudkan  pembelian dan penjualan barang dan jasa.

   Semakin hari semakin banyak yang melakukan bisnis melalui media sosial. Namun seringkali perilaku penguna dalam menggunakan media sosia cenderung beresiko, tidak aman dan tidak memberian perhatian serius terhadap keamanan akun. Ini merupakan tantangan dalam social media commerce.

   Dalam penggunaan media sosial, terdapat beberapa perilaku yang sebaiknya dihindari demi keamanan, yaitu: 
Perilaku tidak aman pengguna media sosial.
   Yang dimaksud dengan 'too good to be true' adalah tawaran iklan sebuah barang mahal yang bisa diperoleh secara murah atau gratis jika mengklik atau mengisi data tertentu. Pernah lihat kan, iklan smartphone yang dibagikan secara gratis asal mau share sebanyak-banyaknya? Itu salah satu contohnya. 

  Beberapa data yang diambil ada yang dimanfaatkan untuk meretas akun seseorang atau untuk mencuri data. Tiba-tiba saja wall Facebook kita berisi postingan tidak senonoh yang bukan dilakukan oleh kita melainkan oleh orang yang sudah meretas akun kita. Atau ada sebaran link tidak jelas di timeline Twitter kita meskipun bukan kita yang membuat tweet tersebut. Itu adalah virus atau malware


   Contoh lainnya, smartphone jadi sering nge-hang atau mati secara tiba-tiba. Jika sudah terlanjur kena virus, segera reset password atau smartphone dari awal. Jangan lupa laporkan akun Facebook atau Twitter yang mencurigakan. Ubah setting keamanan (privacy) pada akun Facebook agar tidak sembarangan orang bisa men-tag atau share postingan yg aneh. Pada Twitter yang sudah kena hack, bisa di-revoke lagi aplikasi yang diijinkan pada menu setting.

  Bagaimana cara bertransaksi online yang aman via media sosial (medsos)? Simak tips dari Mas Erick berikut ini:
  1. Teliti dulu situs website (web) atau akun medsos tempat anda akan berbelanja. Riset ini penting jika penjual belum anda kenal sebelumnya. Periksa nomor telepon penjual dan coba hubungi. Kalau tidak meyakinkan, search situs atau akun medsos tersebut melalu mesin pencari Google. Cari ulasan tentang penjual, komentar pengguna sebelumnya, rekomendasi dari teman, dan lain-lain. Jika dirasa ada yg tidak beres, lebih baik ditinggalkan.
  2. Baca dengan seksama kebijakan situs web atau penjual terhadap data pribadi anda. Jangan sampai ada kebijakan dari pengelola situs penjual tersebut yang mengizinkan data pribadi anda bisa diberikan pada pihak lain. Periksa juga kebijakan yang memperbolehkan anda menukar barang yang telah dibeli dan ternyata rusak. Periksa biaya pengiriman, biaya asuransi, dan lain-lain.
  3. Baca dengan baik deskripsi barang dagangan yang akan dibeli.
  4. Curigalah pada barang yang bermerk tapi dijual dengan potongan harga yang besar.
  5. Jangan cepat tergoda oleh penawaran barang dengan harga murah. Penawaran biasanya dikirim via email spam. Lebih baik lihat dan kunjungi situs web resmi perusahaan yg menawarkan barang dan belanja di sana.
  6. Cari tanda kalau situs web tersebut aman. Saat buka web di status bar, lihat tanda gembok di samping kiri tulisan. Alamat web harus didahului oleh ‘https’ artinya informasi pembayaran dienkripsi dan lebih aman.
  7. Amankan personal computer (pc) atau smartphone anda. Minimal pc harus punya antivirus. Lebih baik lagi jika punya anti spyware dan firewall.
  8. Pertimbangkan cara pembayaran. Untuk menghindari pencurian nomor kartu kredit, lakukan pembayaran melalui paypal, transfer, atau cod (cash on delivery).
  9. Periksa harga total. Harga barang plus ongkos kirim atau biaya handling. Mungkin ada diskon dan bandingkan dengan situs web lain.
  10. Simpan bukti transaksi. Mulai dari deskripsi produk dan harga, kuitansi dan salinan email atau screenshot percakapan antara anda dan penjual.
  Materi tentang internet sehat selesai. Selanjutnya Mas Fahmi menyampaikan materi tentang "Social media commerce, fakta teknis dan keamanan." Mas Fahmi memperkenalkan diri sebagai salah satu founder Jualio, yaitu situs jual beli berupa pihak ketiga yang menjamin keamanan bertransaksi.

Mas Fahmi dari Jualio
   Ternyata, pengguna internet yang mengakses media sosial itu jumlahnya cukup mencengangkan. Mas Fahmi menjelaskan tentang platform media sosial yang paling banyak digunakan yaitu Facebook pada urutan pertama, Instagram, You tube, dan terakhir adalah Pinterest. 

  Kegiatan social media commerce tentu saja tidak bisa dilepaskan dari media sosial. Berdasarkan data, pengaruh social commerce dapat dilihat sebagai berikut: 
  • 74% konsumen menggunakan media sosial untuk membeli barang.
  • 74% konsumen merekomendasikan perusahaan atau produk melalui akun Twitter.
  • 81% melihat pendapat teman pada postingan medsos sebelum memutuskan untuk membeli.
  • 33% pengguna medsos membeli produk atau jasa yang sudah dipromosikan di akun media sosial perusahaan tersebut.
  • 35% konsumen share barang yang sudah mereka beli melalui medsos.
  • 34% pembeli memilih membeli melalui medsos dibandingkan website penjualan.
   Bahasan selanjutnya makin menarik. Mas Fahmi menjelaskan bagaimana mendongkrak penjualan dengan memanfaatkan socia media commerce. Sebagai pedagang, lakukan tidakan engagement sebagai berikut saat bertransaksi:
  1. Ask. Tanya apa keinginan konsumen.
  2. Listen. Dengarkan pendapat dari konsumen. Juga masukan saran dan kritik.
  3. Respon. Jawab dan penuhi keinginan konsumen.
  4. Works. Berhasil!
   Jangan lupa, tes target market dengan menunggu respon pasar terhadap produk baru. Bisa dengan membuat status tentang varian baru. Misalnya, "Gimana pendapat kamu jika ada rasa green tea di Donat Yumyum?" Lalu tunggu reaksi dari followers kita. Dengarkan pendapat konsumen. Promosi melalui buzzer juga bisa dilakukan jika perlu.

   Bagaimana caranya supaya brand atau merk yang kita miliki semakin lekat dengan konsumen? Lakukan empat  peran kunci untuk membangun brand kita sebagai berikut:

Key role of branding.
   Brand sudah ada. Lalu bagaimana agar konten jualan kita mudah ditemukan di media sosial? Cara yang harus dilakukan adalah:
  1. Gunakan hastag atau kata kunci. Hastag ditulis dengan tanda pagar pada awal kalimat. Contoh: #jilbabmurah. Test hastag melalui www.ritetag.com. Nanti bisa dilihat seberapa potensial hastag kita dibaca orang lain. Analitic dari hastag tersebut juga bisa dilihat. Jangan lupa, letakkan hastag di belakang kalimat. Jangan ragu membuat hastag. Dengan hastag, tanpa jumlah followers yang banyak, postingan kita bisa dibaca oleh orang banyak. 
  2. Perbanyak informasi untuk mempromosikan produk pada akun medsos. Informasi yang lengkap membuat konsumen tidak perlu banyak bertanya lagi.
  3. Meningkatkan jumlah kunjungan ke website. Pasang auto responder dengan tools GetResponse atau AWeber yang bisa diperoleh secara gratis. Sedangkan untuk yang berbayar bisa menggunakan MailChimp. Bisa dicoba SumoMe pada web atau blog jualan.
   Satu trik lagi nih. Ada cara supaya orang yang tertarik dengan postingan kita kemudian langsung membeli! Yaitu dengan membuat postingan foto produk yang jelas (tanpa tulisan di dalam foto), tulis keterangan produk pada postingan, dan sisipkan link. Jika diklik, link tersebut langsung menuju keranjang belanja sebuah web! Jadi, langsung beli tanpa pikir panjang bukan? Contoh tweet: Tas sekolah Hello Kitty lucu untuk putri tersayang. Ayo, beli sekarang di sini (di sini merupakan link ke keranjang belanja).

   Dalam bertansaksi online, keamanan juga dibutuhkan oleh pihak penjual. Jadi, bukan hanya konsumen saja yang bisa tertipu belanja online. Agar penjual tidak tertipu oleh pembeli, lakukan langkah berikut:
  • Online sistem pada website. Meski percakapan secara manual masih mendominasi proses transaksi, penjual tetap harus teliti dan sabar. 
  • Payment sistem. Gunakan payment gateaway dengan anti fraud.
  • Cek rekening bank setelah konfirmasi transferSetelah uang masuk, baru kirim barang,
  • Gunakan pihak ketiga untuk memastikan pembayaran telah diterima. 
  • Cari platform social media commerce yang bisa menjaga branding dan website anda, tanpa memindahkan traffic ke web lain (web jualan lain). 
   Mengapa diperlukan pihak ketiga dalam bertransaksi? Pihak ketiga memastikan uang masuk. Setelah konfirmasi uang sudah diterima, penjual bisa langsung mengirim barang pada konsumen. Tidak ada lagi kejadian tertipu karena transfer palsu. Produk juga dipromosikan oleh pihak ketiga, jadi tidak perlu lagi jasa customer service

   Masih bingung? Masih ragu mempromosikan produk di medsos sendiri? Takut tertipu transaksi online? Tenang. Ada Jualio sebagai pihak ketiga yang bisa membantu. Jualio membantu promosi produk kepada para follower. Jika terjadi transaksi, lewat Jualio kita bisa tahu uang sudah ditransfer atau belum dari konsumen. Setelah itu, baru deh kirim barang. Aman bukan? 
Website Jualio
  Kita bisa menjual apa saja di Jualio. Enaknya lagi, produk jualan kita mendapat satu landing page sendiri. Artinya, Jualio tidak akan menjual produk yang sama jenisnya dengan jualan kita. Jadi, jika kita menjual baju koko, Jualio tidak akan menjual baju koko dari online shop lain.

   Biaya yang dikenakan Jualio adalah biaya per transaksi yang murah. Tidak perlu lagi biaya bandwith, biaya desain, biaya hosting, dan biaya setup. Jumlah transaksi juga nilainya tidak dibatasi. Asyik ya!


   Apa bedanya Jualio dengan online shop lain? Jualio berjualan melalui social media commerce. Promosi dilakukan di akun medsos Jualio. Pada keterangan produk, disisipkan link untuk mengarahkan pembeli ke web penjual. Target marketnya adalah follower Jualio sendiri. 


   Nah, nggak perlu pusing kan. Gabung di Jualio yuk! Cara mendaftarnya mudah. Cukup ikuti langkah-langkah berikut: 



Cara daftar di Jualio
   Sesi terakhir ditutup oleh tanya jawab dan kuis. Kebetulan saya menang kuis dan mendapatkan hadiah flask disk 8 MB. Alhamdulillah, pas banget lagi butuh benda yang satu ini. Member Asinan Blogger yang lain juga dapat hadiah. Mak Evrina menang live tweet dan mendapat hadiah yang sama dengan saya. Mak Winny dan pemenang kuis lainnya mendapat hadiah kaos. 
Pemenang live tweet dan kuis.
   Sebelum pulang, kami semua berfoto bersama. Senangnya... jadi tahu apa itu social media commerce. Terima kasih buat Mas Erick dan Mas Fahmi yang sudah menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti (terutama buat emak gaptek seperti saya). Terima kasih untuk Kelas Bogor dan Blogger Bogor. Ditunggu pelatihan berikutnya. Tidak ketinggalan, terima kasih untuk Hotel Padjadjaran Suites sebagai tempat pelaksana acara. 

Asinan Blogger. Nano-nano dan ceria (foto: Mak Dwina).
Bareng pembicara dan para peserta yang hadir (foto: Kelas Bogor).
  Usai pelatihan, saya langsung pulang. Saya tidak ikut rombongan Asinan Blogger ke acara selanjutnya. Maklum, suami saya sudah cukup lama mengasuh 2 boyz (Kk Rasyad dan Dd Irsyad) selama saya mengikuti pelatihan. Mereka menunggu saya sambil menghabiskan waktu di sebuah mall. Kebetulan, suami saya habis memperbaiki smartphone dari Smartfren yang rusak. Saat berada di counter Smartfren, beliau melihat ada smartphone yang cocok untuk menggantikan milik saya yang sering eror. 

   Wah, seneng banget dong, mau dibeliin smartphone baru. Smartfren pula! Pengalaman suami menggunakan Smartfren memang bikin saya iri. Koneksi internetnya cepat! Sementara yang punya saya mulai lambatt... kayak siphuttt (bahasa iklan).

Brosur Smartfren yang saya ambil di counter.
   Minggu berikutnya, kami mendatangi counter Smartfren untuk mengambil smartphone yang sudah selesai diperbaiki. Sekalian beli smartphone baru. Cihuy! Tapi... saya terpaksa kecewa. Stoknya habis. Mau beli tipe yang lainnya, kok rasanya saya kurang sreg. 
Kk Rasyad mencoba semua gadget Smartfriend.
   Saat tengah galau karena gagal mendapatkan Smartfren idaman, saya melihat spanduk yang sangat familiar dalam perjalanan pulang ke rumah. Lho, itu kan spanduk Smartfren?Saya sempat membaca spanduk tersebut ketika mobil berhenti saat lampu merah menyala. Tulisan di spanduk kurang lebih tentang promosi membuka tabungan berhadiah smartphone! Wah, bisa dapat Smartfren gratisan nih! "Coba besok datengin, Bu. Lumayan. Nabung dapat hp gratis." saran suami saya. 

   Keesokan harinya, setelah membobol celengan dalam jumlah tertentu, saya mendatangi bank tersebut. Oleh mbak customer service, dijelaskan syarat dan ketentuan yang berlaku. Sebelumnya, saya sudah paham jika menabung dapat hadiah smartphone begini pasti dana yang kita setorkan akan 'dikunci' dalam jangka waktu tertentu. Harapan saya, uang tabungan yang terkunci itu maksimal dua tahun saja.
Jumlah dana dan jangka waktu yang ditentukan oleh bank.
   Sudah baca keterangan gambar di atas? Untuk mendapatkan Smartfren Andromax R, saya harus menyetor dana sebesar 6,3 juta rupiah. Dana tersebut akan dikunci selama lima tahun! Aduh, lama banget! Kalau mau cepat, ya setor lebih banyak lagi. Setor uang campur daun boleh nggak? *dikeplak customer service* Maaf ya Mbak CS yang cantik, saya tidak jadi menabung di sini *ngeloyor pergi*

   Begitulah. Barangkali belum rejeki saya untuk bisa menggenggam Smartfren Andromax. Padahal ,saya punya rencana indah jika bersama Smartfren. Koneksi internet yang cepat akan saya manfaatkan untuk menghidupkan lagi online shop Inas Craft yang khusus berjualan aksesoris handmade. Notifikasi yang mudah dibalas, sudah pasti akan melancarkan bisnis saya kelak. Ditambah penerapan ilmu social media commerce yang baru saya pelajari, mudah-mudahan usaha saya bisa berkembang dengan pesat.

   Boleh dong bermimpi punya smartphone Smartfren Andromax secara gratis? Gagal dapat Smartfren gratisan dari bank, saya berharap bisa mendapatkan  Smartfren Andromax C2 yang merupakan hadiah dari lomba blog Kelas Bogor melalui postingan ini.  Kalimat pada gambar berikut lumayan makjleb: "Mau ganti handphone kamu tapi nggak mau menabung lama-lama? Andromax C2 muncul untuk mengakhiri galau kamu!" Semoga galau saya cepat berlalu. Aamiin.

Smartfren Andromax C2 untuk mengakhiri galau.

23 komentar:

  1. Bogor asik banget, ya. Sekarang banyak acara keren :)

    BalasHapus
  2. materinya oye bgd y mbk, lengkapkapkapkap..
    en..amiiinnn, moga galaunya cepat berahir mbak, :)

    BalasHapus
  3. Semoga galaumu segera berakhir ya maak.. sekseiss ya.. ^^

    BalasHapus
  4. Wah mo punya hape baru nih kayanya...
    Seru banget ih Bogor aekarang banyak kegiatan seru2..makin ngehits lah pastinya emak2 bogor ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin *kenceng*
      iya, seru mak. ke bogor yuu.. biar ketemu sama emak2 bogor yg hitz :D

      Hapus
  5. Dalam satu hari ada dua acara emang asik ya, apalagi kalo bocil udah ada yang ngajak main. Seru juga acaranya, materinya komplit :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waktu nitip boyz terbatas, jadi ga bisa lanjut ke acara berikutnya. yg ngasuh udah keringetan :D
      makasih mak :)

      Hapus
  6. Waaa...lengkap bgt ini materinya. Salam kompak buat Asinan Blogger!

    BalasHapus
    Balasan
    1. biar ga lupa, mak wi. maklum suka pikun :D
      uhuyy salam kompak selalu ^_^

      Hapus
  7. jaman sekarang media sosial emang meraja lela banget. selain buat gaul-gaulan, bisa buat bisnis-bisnisan juga.. dan keamanan akun itu emang penting..

    BalasHapus
    Balasan
    1. penting banget. supaya ga bisa dihack dan aman dari postingan bervirus

      Hapus
  8. asyik sharingnya, nanti kalau ada lagi kabarin ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah kumensyen di twitter ya mak.
      ditunggu di Bogor :)

      Hapus
  9. Balasan
    1. yeayy alhamdulillah, aku ga menang :D

      Hapus
  10. Bogor aktif, euy, acaranya. Itu yang smarfren maksudnya dikasih HPnya begitu setor dana, kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan mak. HP-nya hadiah pertama dr lomba nulis ini :)

      Hapus
  11. Waah materinya super lengkap, jadi bisa ikutan belajar. Makasihnya mak, sharingnya

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=