Kamis, 28 Januari 2016

Berhenti Berlangganan TV Kabel

berhenti berlangganan tv kabel


Sepertinya, kami harus berhenti berlangganan tv kabel. Sudah lama saya ingin putus hubungan dengan siaran televisi berbayar ini. Alasannya adalah untuk membatasi waktu menonton tv pada boyz, anak-anak saya. Sejak ada tv kabel, saya dan Bapa jadi jarang menonton tv. Siaran tv dikuasai oleh boyz. Di rumah ada dua televisi. Kenapa nggak tambah paket langganannya supaya dua tv bisa menerima siaran tv kabel? Biar keduanya menyajikan gambar yang jernih? Ehem, ogah ah. Males bayarnya. 

   "Bulan depan kita berhenti langganan ****vision, ya!" kata saya pada suatu hari. "Yahhhh jangan dong, Buuu!" langsung saja Kk Rasyad dan Dd Irsyad protes. Saya suka sebel juga gara-gara asyik nonton film kartun, boyz jadi susah disiplin. Males mandi, males makan, bahkan kadang-kadang malas belajar juga (tidak berlaku untuk Dd Irsyad yang belum masuk sekolah saat itu). Film kartun selalu ada kapan saja di channel khusus anak-anak. Mulai dari pagi, sore, siang, sampai malam. Meskipun sudah siaran ulang, boyz tidak bosan pernah bosan menontonnya lagi. Kalau sudah begini, kapan giliran saya dan Bapa nonton tv?!

   Ada sih, waktu bagi saya dan Bapa bisa menonton tv dengan tenang. Pada pagi dan siang hari, saya bisa nonton tv saat Dd Irsyad sedang tidur atau asyik bermain. Sedangkan Bapa dapat jatah menonton tv pada malam hari sepulang kerja. "Sudah, sudah. Sekarang giliran Bapa yang nonton tv." kata Bapa untuk mengusir kedua bocah ini dari depan tv. Kadang berhasil. Kadang ada acara berantem dulu. Yah, begitulah.

   Acara yang biasa saya tonton adalah acara hiburan. Seperti kompetisi masak atu pemilihan top model. Sempet juga saya main kucing-kucingan menonton serial kompetisi Asias Top Model dan American Top Model. Kedua acara ini bukan acara anak-anak. Jadi, saya usir Dd Irsyad saat sedang menyimak siaran tundanya pada pagi hari. Atau menonton episode terbaru ketika mereka sudah tidur pada malam hari. ANTM baby!

  Sedangkan Bapa lebih suka acara olahraga, National Geographic, dan Animal Planet. Acara tentang pengetahuan biasanya kami tonton sekeluarga. Tapi, ada acara yang tidak boleh ikut ditonton bersama anak-anak. Apa itu? Saya dan Bapa suka sekali nonton CSI (Crime Scene Investigation). Yang kami berdua ikuti cuma CSI Miami, CSI Las Vegas, dan CSI New York. Itu juga nggak rutin. Nonton kalau sempat saja. Dan kalau boyz sedang mau diusir jauh-jauh dari depan tv.

   Kebanyakan nonton tv itu tidak baik. Saya baru menyadari jika Dd Irsyad sudah terlalu banyak duduk di depan tv. Yah, namanya juga belum sekolah. Kegiatannya cuma main dan nonton tv. Main di luar pada pagi hari dia tidak suka. Mau main di luar tidak ada temannya karena anak-anak tetangga pergi ke sekolah (termasuk teman-teman sebayanya yang masuk playgrup). Diajak ikut jaga toko juga nggak mau. Kalaupun mau, ya di toko nonton tv juga. Hadeuh...

   Setelah mengumpulkan tekad, saya menelpon customer servis (CS) untuk berhenti berlangganan. Mbak CS bertanya mengapa saya ingin tidak ingin berlangganan lagi. Saya bilang bahwa saya jarang menonton tv. Mbak CS merayu saya. Menawarkan paket berlangganan lain yang lebih murah. "Kasihan anak-anak, Bu. Kehilangan acara kesayangan mereka..." Dan saya pun luluh. Tidak jadi berhenti. Cuma pindah paket. Hahaha!

   Setelah beberapa bulan, saya amati kelakuan boyz semakin menunjukkan gejala kecanduan tv. Waduh, gawat! Saya pun 'mengancam' mereka akan menghentikan siaran tv kabel. Lagi-lagi mereka merengek. Namun tekad saya sudah bulat. Harus berhenti secepatnya! Namun kenyataanya, saya tidak tega. Pada bulan Juli 2015, saya kembali mengutarakan niat saya itu. Berhasil? Ketunda lagi nggak? Ternyata... berhasil, saudara-saudara!

   Saya menelpon lagi mbak CS sebelum jatuh tempo pembayaran. Tepatnya sebelum bulan Juli berakhir, saya bilang untuk tidak berlangganan lagi di bulan Agustus. Lagi-lagi, mbak CS bertanya alasan saya berhenti. Saya bilang lagi bahwa saya jarang nonton tv. Waktu saya lebih banyak di toko. Memang betul sih. Sejak Dd Irsyad masuk sekolah, saya ada di toko sampai dia pulang. Pada mbak CS, saya berbohong mengatakan ada di toko seharian dan tv di rumah tidak ada yang menonton. 

"Tv kabelnya dipindah ke toko aja, Bu." rayu mbak CS.

"Nggak bisa, mbak. Tokonya masih ngontrak. Nggak enak sama yang punya," saya mengarang alasan.

"Kan sayang, Bu. Anak-anak jadi nggak bisa nonton tv di toko..." sekali lagi mbak CS merayu.

  Duh, nggak mungkin dong saya luluh lagi. Harus kuat! Setelah berkelit dengan kata-kata, jadi juga mbak CS memutuskan langganan tv kabel saya. Horee! Selesai? Belum. Masih ada kelanjutannya. Rupanya, perusahaan tv kabel ini tidak mau menyerah begitu saja. Mereka seolah enggan melepaskan saya sebagai konsumennya. Usai berhenti berlangganan, pihak tv kabel jadi rajin menelpon. Membujuk saya untuk berlangganan lagi! Bahkan mereka menawarkan paket murah dan beberapa program promosi khusus untuk saya! Wah, gawat!

  Saya curhat pada ibu-ibu tetangga dan beberapa teman. Seorang ibu yang sudah berhenti berlangganan tv kabel dari perusahaan yang sama memberi saran jitu. Katanya, jika pihak CS kembali menelpon, tolak saja dengan alasan keuangan. Alasan keuangan? Katanya, alasan keuangan itu manjur banget! Dijamin nggak bakalan ditelpon lagi oleh CS untuk diajak berlangganan tv kabel. 

   Tidak lama kemudian, pihak CS kembali menelpon, kali ini oleh mas-mas. Saya masih keukeuh dengan alasan yang sama, yaitu ada di toko seharian. Ingat juga sih saran memakai alasan keuangan. Tapi, saya kok gengsi untuk mengatakannya, hehehe. 

   Sejak menyatakan berhenti, saya juga sudah bilang agar pihak tv kabel datang ke rumah untuk mengambil dekorder dan parabola. Begitu pula saat mereka menelpon kembali. Tapi mereka tidak merespon tentang pengambilan perangkat milik mereka tersebut.

   Gara-gara gengsi, saya mendapat telepon lagi dari mas CS. Karena malas, saya tidak mau mengangkatnya. Tahu nggak apa yang terjadi kemudian? Keesokan harinya saya mendapat nomor telepon yang tidak dikenal. Seperti biasa, saya nggak mau angkat. Toh selama ini jika orang yang menelpon dan tidak saya angkat pasti langsung mengirim sms. 

   Telepon dengan nomor tidak dikenal dan selalu berganti-ganti itu kerap 'menteror' saya hampir setiap hari! Lama-lama, intensitasnya jadi seminggu dua kali. Pada hari Sabtu dan Minggu, terornya libur. Iya lah, kan pakai telepon kantor. Eh kebanyakan pakai nomer selular sih. Dugaan saya, telepon-telepon itu dari mas CS. Soalnya saya tidak punya urusan dengan pihak lain. Para salesman di toko obat juga sudah biasa menggunakan sms dan menelpon seperlunya melalui nomer telepon yang sudah saya catat. Alamak, berasa kayak dikejar debt kolektor deh!

   Kok betah sih diterorejing begitu? Diangkat napa tu telpon! Saya males! Males kena rayuan lagi. Takut luluh. Kalau saya terbujuk untuk kembali berlangganan tv kabel bagaimana? Gagal dong rencana menjauhkan boyz dari tv. 

   Setelah tiga atau empat bulan (saya lupa),teror telepon berakhir. Gara-gara saya nggak sengaja mengangkat telepon. Wah, kena juga deh! Pembicaraan yang sama terulang lagi. Saya keukeuh tidak ingin melanjutkan langganan tv kabel. Saya juga minta mereka segera mengambil peralatannya. Dan hei, ada respon juga akhirnya. "Baik Bu. Kami akan kirim teknisi ke rumah Ibu untuk mengambil parabola dan dekorder. Ibu punya waktu hari apa dan jam berapa?" Nah, gitu dong dari kemaren, Masss!

   Hari yang dinanti pun tiba. Mas teknisi tv kabel datang ke rumah. Dekorder yang sudah saya bungkus rapi pun berpindah tangan. Mas teknisi langsung menyodorkan formulir untuk saya tanda tangani. Selain formulir, ada berkas di tablet yang juga ditanda tangan. Canggih ya. Urusan dokumen selesai, mas teknisi langsung mencabut parabola yang menempel di tembok pagar. Bye bye (beneran kali ini) tv kabel!

   Lega rasanya. Hidup tenang tanpa tv kabel. Juga tanpa gangguan telpon penawaran berlangganan. Terus gimana reaksi boyz tanpa tv kabel? Pada bulan pertama memang berat. Belum terbiasa dengan jadwal nonton tv yang baru. Lha, kok nonton tv lagi? Tetap nonton tv dengan antena tv biasa. Tentu saja jadi terbatas. Acara khusus anak-anak kan cuma ada pada jam-jam tertentu saja. Tentang pembatasan waktu menonton tv akan saya ceritakan di postingan yang berbeda. 

   Saya bersyukur telah berhasil mengatasi kecanduan menonton siaran tv kabel pada boyz. Tanpa menonton tv, mereka jadi punya banyak waktu melakukan aktivitas yang lain. Mereka jadi lebih sering membaca buku dan bermain sepeda. Bahkan jadi lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan saya dan Bapa. Budget untuk berlangganan tv kabel dialihkan menjadi anggaran untuk membeli buku. Sungguh menyenangkan.

40 komentar:

  1. Bikin penuh kepala kalau ada tv kabel, nonton juga nggak fokus, karna sering ganti ganti chanel yang banyak itu. Pas bayar berasa banget, nggak ada yang kita dapat dari tontonan. Anak anak pun jadi males bergerak. Sekarang saya pakek parabola yang sekali bayar untuk selamanya. Chanel islaminya banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari sekian banyak channel, kalo di rumahku yg di klik cuma itu2 aja mak. berasa rugi dah bayar mahal hihi
      wah asyik ya ada yg channel islaminya banyak. kapan2 mau ah *kumpulin receh dulu*

      Hapus
  2. aku masih pake mak...anak yang abege inet suka pake buat belajar kelompok..jadi tv berbayar dan inetnya nyatu ghitu mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengen jg yg kyk gt mak. tp di tempatku msh terbatas sinyalnya euy

      Hapus
  3. wah selamat ya mak, udh berhasil 'membebaskan si kecil' dr kecanduan nnton tv, selanjutnya, bebasin eikeh donk mak, eikeh kecanduan tv kabel nih, *ahayyyy

    BalasHapus
    Balasan
    1. sini sini aku hipnotis biar hilang kecanduannya. tatap mata saiyahhh.......

      Hapus
  4. Ngga pake TV kabel aja, anakku yang kecil seneng banget nonton TV. Karena itu kami sampai sekarang bergeming terhadap si TV kabel. Kalo ingin nonton acara yang ngga diputar di TV lokal, search aja di Youtube ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo sama youtube aku takut mak. takut keterusan :D

      Hapus
  5. Aku baru masang indihome mak, tp ya jarang dipake nonton, banyakan main internetnya. Tp karena sepaket ya internet dan tv cable gak bisa dipisahkn, bayar juga sama. Hihi, jadi semacam bonus. Krna butuh internet aja sih tadinya, ya sudahlah dinikmati saja. Anakku jg jrg nonton tv, nonton youtube yang doyan, hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. enak ya satu paket sama internet. di rumahku internet cuma aku aja yg pake. suami sesekali doang :D

      Hapus
  6. Kenapa gak dibatasi waktunya saja mak pas anak2 nonton?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah mak. sekarang anak2 ada jam nonton tv-nya. ceritanya di postingan terpisah nanti :)

      Hapus
  7. Nadia jg kalo udah nontom disney junior deeuuhh ampyuun deh tp aku belum bisa cabut tv kabelku mak soalnya aku juga suka nonton disitu...
    Aku jg kecanduaaannn HELP!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sini makk aku tulunginn... aku numpang nonton yaa #lhoh

      Hapus
  8. Saya malah baru mau pasang Indihome...programnya juga bejibun tuh...kayaknya kudu rajin2 ngawasi anak-anak deh

    BalasHapus
  9. Hebat mak, bisa berenti beneran. Aku mah gak bisa, tp untungnya anak2 blm keliatan tanda2 kecanduan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah bagus mak kalo anak2 ga sampe kecanduan

      Hapus
  10. Ini suamiku malah nyaranin langganan tv kabel, kubilang jangan selain eman duitnya ya takut juga malah jadi tambah candu nonton tv

    BalasHapus
  11. Anak ku jg kdang nonton acara khusus anak di tv kabel itu jg waktunya dibatasi

    BalasHapus
  12. aku malah belum pernah pake tv kabel mak.. emang ga pernah nonton tv sih hahahaa.. beberapa bulan ini kepikiran mau langganan buat anak2 tapi baca postingan mak inna ini kok jadi luntur lagi niatnya ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. gppa mak. langganan aja. asal bisa dibatasi waktu menontonnya

      Hapus
  13. saya masih mak. bulan ini sengaja saya nelat bayar sampai diblokir sementara. yg ada cuma tvri, channel info, mnc shop sama apa lagi ya. lupa.

    anak-anak protes. saya cuek aja. tahan cuma enam hari. lha gimana, malah pd nonton tv pakai antenna yang kalau lagi upin-ipin tiba-tiba nongol iklan cewek mandi. huaduuuh...belum lagi iklan sinetron. trus berita juga yang kadang ada yang ga boleh didengar anak kayak berita kriminal.

    wis, balik deh balik. tapi sebelum balik saya kasih peringatan. kalau nggak bisa ngontrol diri lagi, ibu blokir lagi. alhamdulillaah sampai detik ini lumayan manjur.

    kalo youtube saya juga parno mak. lha gimana, home-nya youtube id isinya dangdut mlulu sama video-video heboh. nggak deh, nggaaak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah idem aku jg maju mundur pas mau batalin, mak. pdahal udah pake anceman, etapi teuteup mereka yg menguasai tv hehe
      kalo youtube aku takut sama iklan2 video di sampingnya itu, mak. takut kalo anak2 yg buka n ga diawasin mereka main klik aja gambar horornya :(

      Hapus
  14. Belum pasang, Belum ada niat pasang juga sih. Biarin deh anak-anak pada main sepeda deket-deket rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk main sepeda bareng my boyz :)

      Hapus
  15. aku TV biasa aja jarang nnton, Mak. Eman lah kalo langganan, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kalo jarang mah sayang pake langganan :D

      Hapus
  16. Susah jg ya lepas dari tv kabel. Keputusan yang betul dengan memutuskan berhenti.

    BalasHapus
  17. emang yang pada betah kalo dah nonton tv kabel. Tapi kalo di rumah jarang di tonton lebih seneng pada onlen masing2 hhaaa

    BalasHapus
  18. aku masih langganan mba, soalnya kl tv biasa semutan layarnya hihihi sekarang sih 18-21 no gadget no TV alhamdulillah lumayan efektif..

    BalasHapus
    Balasan
    1. idem mak aku juga no tv n gadget dari 18-21.
      semutnya usir pake kapur semut makk :D

      Hapus
  19. Gak terlalu minat sama tivi mbk... takut kalo anak ketagihan

    BalasHapus
  20. Alfi gak kecanduan nonton tv mbak tapi dvd, sama aja ya hehe, aku gak berlangganan tv kabel sih soalnya nonton aja jarang bgt

    BalasHapus
  21. Itu mbak-mbaknya pinter merayu amat ya Mak :') Beberapa waktu yg lalu saya mau langganan tv kabel tapi ngga jadi soalnya motivasinya cuma pengen nonton AFC :))

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=