Selasa, 12 Januari 2016

Tips dan Info Wisata: Taman Air Sabda Alam Cipanas Garut



Tips dan info wisata dari Abah, pemilik rumah tempat kami menginap, menyarankan untuk berenang di Cipanas Garut. Ada dua pilihan, pertama Taman Air Sabda Alam Cipanas dan Darajat Cipanas. Yang pertama sebelumnya bernama Water Boom Sabda Alam. Sedangkan Darajat Cipanas menurut Abah lebih indah pemandangannya tapi letaknya lebih jauh.

    Berdasarkan tips dan info wisata tersebut, kami memutuskan untuk pergi ke Taman Air Sabda Alam. Kemacetan lalu lintas membuat kami harus menempuh perjalanan lebih dari satu jam menuju lokasi. Rumah Abah tempat kami menginap terletak jauh dari pusat kota. Rasanya tidak sanggup jika harus pergi ke lokasi yang lebih jauh. 

  Terakhir saya berkunjung ke Garut, Taman Air Sabda Alam sedang dalam tahap pembangunan. Jadi penasaran, seperti apa ya kolam renang terbesar yang ada di kawasan wisata Cipanas ini.

   Taman Air Sabda Alam berada satu kawasan dengan Sabda Alam Resort Hotel. Terletak di Jalan Raya Cipanas No.3 Garut. Lokasinya bisa dilihat pada peta berikut:


   Sebelum sampai ke lokasi, berikut tips dan info wisata untuk mengunjungi Taman Air Sabda Alam bersama keluarga:
  1. Mencari lokasi dengan Google maps atau banyak bertanya pada penduduk setempat. Kami sempat nyasar dan malah menjauhi lokasi. Padahal sudah pakai panduan dari smartphone, hehe.
  2. Membawa bekal makanan yang cukup di dalam kendaraan. Cemilan untuk anak-anak di perjalanan. Apalagi jika terjebak macet. Cemilan bisa mengganjal perut yang lapar sebelum berhenti di tempat makan. 
  3. Membawa bekal makan siang bisa dilakukan jika ingin sekalian makan di tempat wisata. Kami tidak membawa bekal karena sedang menginap di rumah saudara dan memang berencana untuk membeli makan siang di luar tempat wisata.
  4. Membawa baju renang, baju ganti, handuk, peralatan mandi, dan plastik kresek untuk baju yang basah. Beberapa tempat wisata pemandian umum ada yang menyediakan sabun ada. Sebaiknya memang membawa peralatan mandi sendiri.
  5. Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi untuk berjaga-jaga jika ada yang sakit. Misalnya minyak kayu putih, penurun panas, obat mual, obat masuk angin, dan sebagainya harus tersedia di dalam tas. 
  6. Mendampingi anak-anak saat bermain air. Jangan biarkan mereka lepas dari pandangan. Suasana ramai bisa membuat anak tersesat atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 
  7. Jangan tinggalkan tas dan barang-barang pribadi tanpa pengawasan. Situasi tempat wisata yang ramai tidak aman dari tindak pencurian.
  8. Menjaga ketertiban di tempat wisata. Ikuti peraturan yang ditetapkan oleh pengelola wisata untuk kenyamanan bersama.
  9. Menjaga kebersihan dengan membuang sampah di tempat yang sudah disediakan.
Foto di pelataran parkir. Latar belakangnya pegunungan yang indah.
  Akhirnya sampai juga! Langsung masuk ke tempat penjualan tiket. Ya ampun! Penuh banget! Musim liburan begini tempat wisata di mana-mana pasti ramai pengunjung. Bapa mengantri untuk membeli tiket seharga Rp.40.000 per orang. Rombongan kami terdiri dari dua keluarga. Keluarga saya berjumlah lima orang, dan keluarga adik ipar saya berjumlah empat orang. Total tiket yang dibeli adalah delapan. Keponakan saya yang masih bayi tidak dihitung.

Pintu masuk dan loket penjualan tiket.

   Masuk ke lokasi taman air. Luar biasa! Kolam renang yang penuh manusia terlihat seperti cendol. Bagaimana bisa berenang dengan nyaman ya. Kepalang sudah sampai di sini. Yah, dinikmati saja.

Taman Air Sabda Alam (sumber foto: www.sabdaalam-garut.com)
Kolam renang air panas
Ember raksasa tumpah! Byuurrr!

   Kami kesulitan mencari tempat untuk berteduh dan menaruh barang-barang. Saung untuk pengunjung sudah penuh semua. Bahkan taman juga dipakai pengunjung untuk menggelar tikar. Duh, kami lupa membawa tikar. Kayaknya sih, ada juga tempat penyewaan tikar. Tapi saya malas mencarinya. Untunglah kami menemukan sebuah pohon untuk menggelar barang-barang kami di bawahnya. Darurat pisan. Kasihan kasihan...
Terpaksa nangkring di bawah pohon

  Meskipun saya mengomel dengan kondisi seadanya ini, tidak demikian dengan anak-anak. Mereka sudah tidak sabar ingin berenang! Ya sudah. Bapa mengawal keempat anak-anak yang pecicilan: Aa Dilshad, Kk Rasyad, Dd Irsyad, dan Rani (keponakan). Sementara adik ipar saya Ateu Ntit dan suaminya Om Age serta si kecil Dd Fatih menunggu di bawah pohon. Saya ngapain? Saya mah cukup jadi tukang kuntit yang lagi berenang merangkap fotografer. Berikut adalah hasil jepretan dengan kamera smartphone hasil bidikan saya:
Di atas jembatan gantung. Goyang-goyang...

Horee! Berenang! 

Horee! Saya gantian difoto. Padahal belum mandi :D

Bungee Jumping

Berendam di kolam air panas. Enak...

   Sayang, kami tidak jadi menyewa ban karena tempat penyewaan ban terlalu ramai. Kalau cuma ramai saja sih nggak apa-apa. Asal sabar mengantri pasti kebagian. Masalahnya, para pengunjung tidak antri dengan tertib. Tanpa jalur antrian, pengunjung berdesakan di depan loket penyewaan. Males banget buat berjuang capek antri dan adu otot demi mendapatkan ban. Maaf ya A, Ibu nggak bisa ambil ban buat kalian. 

  Aa Dilshad dan Rani yang paling pecicilan ingin mencoba semua wahana permainan. Kebanyakan seluncur yang tinggi cuma boleh dinaiki dengan ban. Tidak ada keterangan di bawah bangunan tangga. Sudah capek-capek naik, ternyata sampai di atas malah diusir petugas karena tidak membawa ban. Huft!
Seluncuran paling tinggi

   Untung saja masih ada wahana yang membolehkan pengunjung berseluncur tanpa ban. Aa Dilshad dan Rani kegiranan dan bolak-balik naik wahana ini. Saya menunggui mereka dengan sabar dari pinggir kolam. Sementara Bapa mengasuh Kk Rasyad dan Dd Irsyad di kolam renang anak yang letaknya tidak jauh dari wahana seluncuran.

Wahana seluncuran tanpa ban.

Aa Dilshad dan Rani setelah meluncur.

  Tidak terasa, matahari sudah tepat berada di atas kepala. Sudah jam 12 siang! Wow, pantas saja udara semakin panas. Saya mengingatkan Bapa untuk membawa anak-anak ke lokasi penyimpanan tas. Biar berenangnya nggak usah terlalu jauh dan kami bisa cepat pulang. Pulang? Yah mau bagaimana lagi. Selain udara makin panas, sudah waktunya makan siang dan shalat Dzuhur. Belum lagi harus bersiap untuk mengantri di depan kamar mandi yang jumlahnya terbatas. 
Patung bebek angsa...
  Tempat wisata Taman Air Sabda Alam ini sebenarnya menyenangkan jika tidak sepadat ini pengunjungnya. Jadi kurang leluasa untuk bermain air. Beberapa kekurangan yang bisa diperbaiki oleh pengelola wisata:
  • Papan keterangan pada setiap wahana. Wahana mana saja yang mewajibkan penggunaan ban tau tanpa ban.
  • Lantai karet anti licin agar pengunjung tidak terpeleset. Selain itu juga untuk meredam panas akibat sinar matahari. Pengunjung yang tidak menggunakan alas kaki banyak yang berjinjit kepanasa saat menginjak lantai keramik di sekeliling kolam renang.
  • Tempat istirahat bagi pengunjung yang tidak berenang lebih diperbanyak lagi.
  • Lebih banyak shower, kamar mandi, dan tempat ganti baju.
Shower yang rusak

Wahana yang tidak terpakai

  Padatnya pengunjung tidak dibarengi dengan sikap tertib. Banyak sampah di mana-mana. Saya perhatikan, tempat sampah yang disediakan pengelola wisata cukup banyak. Sayang sekali pengunjung tidak bisa menjaga kebersihan. Padahal tinggal bangkit dan jalan kaki sedikit ke tempat sampah. Lingkungan yang bersih juga untuk kenyamanan bersama bukan?


23 komentar:

  1. waktu ke garut, kami mapir kesini juga mak..cuma lagi males foto2..soale penuuuh bgt ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini jg susah buat motret mak. hadeuhh padet dett

      Hapus
  2. asik banget, bisa melihat pegunungan juga...kolam renangnya juga asik...anak2 pasti betah main disini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betah mak. kalo ga dipaksa ga mau pulang

      Hapus
  3. Aku malah belum pernah ke Sabda Alam. Nyari yg lebih murah tiket masuknya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. baru ngeh ini yg paling mahal krn paling gede ya mak. kita males nyari lg yg laen. bingung hihi

      Hapus
  4. Matur nuwun mbak Riana sudah turut mendukung Gerakan PKK Warung Blogger

    Terima kasih juga untuk koreksi tanggalnya ya

    Salam PKK

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Terima kasih, Admin WeBe ^_^

      Hapus
  5. Wah pernah juga ke Sabda Alam. Tempatnya kayak kurang perawatan, kelihatannya gak bertambah bagus juga yak heuheuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. duh kudu dibenahin ya biar pengunjung merasa lebih nyaman

      Hapus
  6. Teryata ada juga ya tempat pemandian air panas yang keren gini. Aku tahunya tempat berendam air panas tapi masih dikelola secara sederhana. Slam kenal, mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Di Cipanas Garut hampir semua penginapan menyediakan tempat pemandian air panas untuk umum. Tinggal pilih aja.
      Salam kenal kembali Mbak Rach Alida :)

      Hapus
  7. wah lebih besar dari pada kolam renang yang di Citra Raya Tangerang nih,, patut dikunjungi......

    BalasHapus
  8. Selama ini kupikir Garut cuma identik dengan wisata alam. Ternyata ada juga yang begini.

    BalasHapus
  9. tempat ini selalu menjadi tempat liburan olive,
    entahlah ampe bosen sendiri, yang katanya ga bosen2 maak :v

    BalasHapus
  10. Benar2 harus prepare, ya. Mending bawa tiker sendiri deh, Mbak. Ngirit. Hahaha

    BalasHapus
  11. Dulu, sering sekali lewat Garut, kalau mudik... Baru tahu, Garut memiliki potensi tempat wisata yang bagus ya, Mbak

    BalasHapus
  12. Asik tuh klo kena siram ember raksasa...
    Kyak di seret air bah... :D

    BalasHapus
  13. fotonya bagus2 bgt ..

    waktu kesini 3 boys ama ayahnya pada nyebur, emaknya bengong aja,,,malas penuh bgt ...

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=