Jumat, 19 Februari 2016

Medictrust. Pencatat Jurnal Kesehatan Pribadi



Tinggal bersama ibu yang kondisinya kurang sehat membuat saya sering ke rumah sakit dan menemani beliau berobat. Penyakit diabetes, osteoporosis, dan sesekali tekanan darah tinggi membuat Eyang (panggilan terhadap ibu saya) berulang kali harus mendapat tindakan medis jika salah satu atau bahkan ketiga penyakitnya kambuh. Bahkan, menginap di rumah sakit sudah rutin dijalani beliau sejak saya masih anak-anak. Jadi, saya sudah tidak asing lagi dengan suasana rumah sakit dan ruang praktek dokter.

   Namun, saya tidak selalu membawa Eyang berobat ke rumah sakit. Jika kondisinya tidak terlalu parah, Eyang cukup berobat ke klinik yang ada di dekat rumah. Misalnya, cuma sakit kaki atau batuk biasa. Tidak perlu jauh-jauh pergi ke kota. Ke kota? Iya. Saya tinggal di pinggiran kota Bogor. Kebetulan rumah sakit langganan Eyang yang melayani asuransi beliau ada di tengah kota. Kami harus menyewa mobil atau naik taksi jika ingin pergi ke rumah sakit tersebut. Kok tidak diantar suami? Dokter langganan Eyang hanya praktek pada hari kerja. Jadi, Bapa, suami saya tercinta, tidak bisa mengantar kami.

   Ketika berobat, rekam medis pasien ditulis dalam sebuah jurnal kesehatan. Jurnal kesehatan milik Eyang sudah tebal sekali. Hampir mirip bantal! Itu karena saking seringnya beliau berobat dan bolak-balik masuk rumah sakit.

   Ketika pertama kali berobat ke dokter klinik 24 jam di dekat rumah, dokter menanyakan riwayat kesehatan Eyang. Akhirnya Eyang bercerita panjang lebar tentang penyakit yang dideritanya. Dokter mencatatnya di jurnal kesehatan yang baru. Tentu saja, isinya tidak sekomplit yang ada di rumah sakit.

   Sekali waktu, Eyang sakit dan ingin berobat ke klinik 24 jam. Sayang, dokter langganannya, yaitu Dokter Erry, sedang tidak praktek.. Eyang malas bertemu dengan dokter lain. Apalagi jika dokternya laki-laki. Eyang lebih nyaman dengan dokter perempuan. Karena sakit radang tenggorokannya sudah demikian menyiksa, saya mengajak Eyang ke dokter praktek yang juga mantan tetangga di komplek, Dokter Fitri.

   Di tempat praktek Dokter Fitri, Eyang kembali ditanyakan tentang riwayat kesehatannya. Mulai lagi deh cerita panjangnya. Membuka lembaran jurnal kesehatan yang baru lagi. Jadi banyak dong, catatannya ada di sana sini. Repot banget ya.


Jurnal kesehatan di rumah sakit (foto: franklinmillsco.com)

   Cerita lain lagi saat saya mendampingi Dd Irsyad berobat setelah setelah terjatuh. Kaki Dd Irsyad tidak tampak normal setelah kejadian itu. Cemas, kami membawanya ke dokter. Dokter menyarankan kami untuk berobat ke Jakarta. Hasil rontgen yang ukurannya besar itu harus selalu kami bawa setiap kontrol ke dokter spesialis tulang di Jakarta. Repot ya. Padahal kami pergi ke Jakarta naik commuter line. Capek deh...

   Berangkat dari dua kondisi tersebut, saya bersemangat datang ke acara bincang santai Medictrust bersama Asinan blogger pada tanggal 4 Februari 2016. Medictrust adalah aplikasi pencatat rekam medis pada smartphone. Aplikasi ini bisa diunduh di App store untuk iOS dan Google play store untuk android. Wah, cocok nih. Saya penasaran. Siapa tahu hasil pertemuan nanti bisa mengatasi dua masalah di atas.

  Sedangkan Asinan blogger, siapakah mereka? Sudah pernah saya ceritakan di blog ini. Mereka adalah teman-teman blogger yang tinggal di Bogor. Namanya sesuai dengan makanan khas Bogor, asinan. Seperti layaknya asinan, Asinan blogger juga beraneka rasa, nano-nano seru deh! 


Suasana bincang santai dengan berbagai hidangan lezat (foto: Whatsap Asinan Blogger)

   Tempat pertemuan berlangsung di Kafe Two Stories yang nyaman buat nongkrong cantik. Kami, saya dan Asinan blogger, berkenalan dengan founder Medictrust, duo kakak beradik yaitu Mbak Katherine Tjin dan Mbak Grace Tjin. Tidak ketinggalan ada Mbak Gesi alias Grace Melia yang sudah jauh-jauh datang dari Yogyakarta. Mbak Gesi adalah brand ambasador Medictrust dan founder dari Rumah Ramah Rubella. Beliau juga sudah menerbitkan sebuah buku kisah inspiratif. Sebagai fans, selesai acara saya langsung menodong buat foto bareng, hehe.


Saya dan Gesi
   Mbak Katherine yang akrab disapa Kate bercerita, Medictrust berawal dari keprihatinan beliau ketika ayahnya sakit. Data rekam medis milik ayahnya tidak ditemukan. Tidak ada jurnal kesehatan khusus untuk menyimpan data medis tersebut. Padahal jurnal kesehatan itu penting untuk selalu diperlihatkan saat berobat. Muncul ide untuk membuat sebuah aplikasi yang memudahkan pasien memiliki sendiri catatan jurnal kesehatannya. Praktis dan tidak merepotkan saat dibutuhkan dalam keadaan darurat.


Kate, Gesi, dan Grace (foto: Arin).
   Aplikasi Medictrust bertujuan supaya masyarakat dapat melihat jurnal kesehatan pribadinya di mana dan kapan saja. Coba bayangkan, jika kita sedang liburan di luar negeri. Lalu tiba-tiba terjadi sesuatu yang mengharuskan kita berobat di rumah sakit. Tanpa jurnal kesehatan yang ada di tanah air, bisa jadi kita mendapat penanganan medis yang salah. Mau cerita panjang lebar tentang riwayat kesehatan sendiri kepada dokter asing barangkali ada kendala bahasa. Coba jika ada Medictrust, tinggal tunjukkan pada dokter asing tersebut, maka kita akan mendapat tindakan medis yang tepat. Coba simak video ini berikut ini: 



   Tuh bener kan? Penting banget buat punya jurnal kesehatan pribadi. Segera saya mengotak-atik aplikasi Medictrust yang sudah diunduh sebelumnya. Ternyata cara daftarnya mudah. Setelah mengisi beberapa data, profil saya sudah nampak seperti pada foto berikut:

Profil saya di Medictrust

   Selanjutnya, ada dua pilihan menu. Yaitu Medbooks dan Medhub. Pada Medbooks kita bisa memasukkan jurnal kesehatan pribadi secara aman dalam sitem Cloud. Dilengkapi dengan perangkat analisis dan diagnosis yang mutakhir. Jangan khawatir, kemanan dan privasi data yang ada di Medictrust dijamin aman. 

Medbooks dan Medhub

   Untuk mengisi data Medbooks, kita diminta untuk mengunduhnya dulu. Tinggal ikuti saja langkah-langkahnya. Nggak susah kok. Aksesnya juga cepat karena mobile friendly. Kalau saya sih, pilih mengunduh semuanya. Ada imaging untuk hasil foto, laboratory test, medical assesment, dan medication. Nanti tinggal diisi saja semua data sesuai dengan kategorinya masing-masing.

Isi menu Medbooks



  Apa saja yang bisa disimpan di aplikasi Medic trust? Kita bisa menyimpan hasil laboratorium seperti test darah, riwayat alergi, riwayat konsultasi dan diagnosa dokter, data kehamilan, riwayat dan jadwal vaksinasi, hasil gambar seperti foto rontgen, dan daftar obat yang dikonsumsi.


(foto: Facebook Fanpage Medictrust)

  Sedangkan Medhub berisi daftar dokter yang sudah bergabung dengan Medictrust. Masuk ke menu Medhub, ada sederetan daftar dokter sesuai dengan keahliannya masing-masing. Kita bisa melihat jadwal praktek dan lokasi praktek dokter dan membuat perjanjian untuk konsultasi. Bahkan bisa chatting juga lho! Jika sedang tidak sibuk, dokter akan menjawab pertanyaan yang kita ajukan lewat kolom message. Wah, keren! 

Dokter spesialis yang bisa dihubungi

  Nah, cukup dengan data-data yang sudah kita input di Medictrust, tidak perlu repot lagi menceritakan riwayat kesehatan jika berobat di tempat yang tidak memiliki jurnal kesehatan kita. Seperti pada kasus Eyang, data jurnal kesehatan bisa ditunjukkan ke dokter di tempat praktek dekat rumah untuk melengkapi diagnosa dokter. Juga untuk masalah repot membawa foto rontgen saat mengantar Dd Irsyad. Cukup memperlihatkan foto rontgen di aplikasi Medictrust, dokter bisa menentukan pengobatan yang tepat. 

   Jadi kepengen melengkapi data Medictrust. Saya masih berada di tahap awal untuk satu user saja, yaitu saya sendiri. Saya ingin memasukkan data Eyang, Dd Irsyad, Kk Rasyad, Aa Dilshad, dan Bapa juga. Eh tunggu, data user cuma bisa sampai empat orang saja dalam satu aplikasi. Nanti saya bagi di smartphone Bapa saja deh. 

   Untuk memasukkan beberapa user dalam aplikasi Medictrust diperlukan 250 poin. Cara mendapat tambahan poin nggak susah kok. Tinggal masukkan saja data dari jurnal kesehatan seperti hasil lab atau foto rontgen. Nanti poin akan bertambah. Jika mengundang teman untuk mengunduh aplikasi ini, kita dapat 50 poin. Asyik ya!

   Masih bingung? Bisa tanyakan langsung kepada customer service yang bertugas di website Medictrust. Bahkan Mbak Katherine bilang siap membantu jika kita bingung untuk mengupload data medis yang jumlahnya banyak. Cukup bawa saja semua data tersebut ke kantor Medictrust untuk diinput semua datanya ke aplikasi milik kita. 

   Alhamdulillah, pertemuan hari itu sungguh mencerahkan! Terima kasih Medictrust. Saya jadi sadar akan pentingnya memiliki jurnal kesehatan pribadi. Let's tell our health story with Medictrust. 

Tell your health story with Medictrust (foto: Grace)

Untuk informasi selengkapnya bisa dilihat di website www.medic-trust.com

Instagram Medictrus https://www.instagram.com/medictrust

Facebook fanpage Medictrus https://www.facebook.com/medictrust

Twitter Medictrust https://twitter.com/MedicTrust 

Alamat kantor Medictrust : 

Gedung Cyber 1 Jl. Kuningan Barat No.8, lt 8 Jakarta Selatan 12710 Indonesia
Layanan Pelanggan: +62 21 2755 5288 (24 jam, Senin - Jumat)
Email: customer.care@medic-trust.com

23 komentar:

  1. Eciieee...hp baru..*gagalfokus*
    Berasa manfaat banget lho kopdar kemaren itu, ngomongin kesehatan..jadi aware sama rekam medik

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih sdh gagal fokus wkwkwk
      iya, seneng bngt bs hadir di acara kemarin. lngsd nyadar pentingnya jurnal kesehatan pribadi

      Hapus
  2. Seneng ya mba, kalo keremuannya "berisi" kaya waktu itu. Ngeriungnya nggak cuman ketawa ketiwi doang,
    Semoga selalu sehat

    BalasHapus
  3. Kemarin sempat download aplikasinya, setelah baca blogpostnya Gesi. Tp belum keisi, si Arya malah masuk RS. Habis gini deh, diisi. Mengingat pentingnya juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hasil lab arya jg bs diisi, mak.
      semoga arya cpt pulih ya

      Hapus
  4. Weleh lengkap bener reviewnya mbak. Aku udah mulai menggunakan untuk mencatat riwayat sakit alfi. Apalagi sekarang dia lagi sakit

    BalasHapus
    Balasan
    1. moga alfi cuma demam biasa aja ya. pet sembuh alfi

      Hapus
  5. Praktis, ya, Mbak. Cukup bawa hp. Masukin datanya juga mudah. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya. mobile friendly. aksesnya cepet n ga ribet ;)

      Hapus
  6. Wah keren ya sekarang banyak aplikasi yang bermanfaat.

    BalasHapus
  7. Mantef ya medic trust...pokoknya keren

    BalasHapus
  8. Balasan
    1. iya. jd ketemu beneran deh sama aku :)

      Hapus
  9. Mau nyobain aplikasi ini juga ah. Sepertinya membantu banget.

    BTW, makasih sudah mampir di blog saya. Udah follow blognya dan FP-nya, ya? ^^

    BalasHapus
  10. Aplikasi ini harus saya unduh deh, secara suka sakit dan masuk keluar rumkit hikz setidaknya bisa tercatat ya mak rekam medisnya

    BalasHapus
  11. Gesi dan Grace kembar apa ya? ehheee, iya MBak, emang penting sekali aplikasi ini...nanti aku coba instal dech...sekalian inget-inget riwayat kesehatan anak-anak dan aku

    BalasHapus
  12. Yes, penting sekali mencatat riwayat kesehatan kita ^^

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=