Rabu, 20 April 2016

Belajar Menanam Sayuran Hidroponik

belajar menanam sayuran hidroponik

Belajar menanam sayuran hidroponik ini dilakukan ketika kami sekeluarga menghadiri acara pengajian rutin pada tanggal 9 Maret yang lalu. Tepatnya saat libur Hari Raya Nyepi. Duh, maaf baru sempat menulisnya sekarang. Telat posting nggak apa-apa ya. Mudah-mudahan isi postingan ini tidak akan basi dan bisa dibaca oleh siapa saja yang membutuhkan.



   Pengajian yang diadakan oleh teman-teman kuliah Bapa ini bertempat di rumah Ibu Erni di Bekasi. Tidak sulit untuk menemukan rumah beliau. Cari saja rumah yang penuh dengan tanaman hidroponik. Ketika sampai, kami langsung langsung takjub melihat pemandangan berikut ini:


belajar menanam hidroponik
Rumah Ibu Erni

    Para tamu yang datang disambut oleh Ibu Erni dan keluarga. Acara pengajian belum dimulai karena masih menunggu teman-teman lain yang sedang dalam perjalanan. Sambil menunggu, Ibu Erni mengajarkan cara menanam sayuran hidroponik. Para bapak dan ibu yang hadir langsung menyimak dengan serius. Sedangkan anak-anak langsung bermain bersama di taman yang luas di depan rumah.


Anak-anak bermain bersama

  Ibu Erni menjelaskan hidroponik adalah bercocok taman tanpa menggunakan tanah. Pada cara menamam hidroponik, unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman disediakan dari air yang sudah diberi nutrisi khusus hidroponik(AB mix).


Bahan-bahan untuk menaman sayur hidroponik

  Media tanam hidroponik bisa menggunakan rockwool, cocopeat (serbuk sabut kelapa), dan sekam Bakar. Ibu Erni menunjukkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menanam sayuran hidroponik tersebut (lihat foto di atas). Yaitu: cocopeat,  sekam bakar, nutrisi, bibit, rockwool, nampan plastik, kain flanel untuk sumbu, dan netpot (bisa diganti dengan gelas plastik bekas yang dilubangi).


Netpot dari gelas plastik bekas yang dilubangi

  Sekam bakar juga digunakan sebagai media tanam dengan teknik hidroponik. Begitu pula cocopeat. Khusus untuk penggunaan cocopeat harus dicampur dengan sekam bakar. Kedua media tanam ini mempunyai daya serap air yang baik dan berpengaruh baik untuk pertumbuhan akar tanaman. Contohnya adalah tanaman berikut:



Daun bawang
Terong ungu

  Sistem Hidroponik ada berbagai macam. Ada sistem rakit apung, sistem wicks, NFT, DFT,  dan Dutch bucket. Yang digunakan oleh saya adalah DFT yang sudah dimodifikasi oleh suami Saya, Dutch bucket, wicks(yg menggunakan sterefoam).




 Selanjutnya, Ibu Erni mempraktekkan cara menyemai bibit. Menyemai bibit dilakukan sebelum tanaman dipindahkan ke media tanam. Media tanam bisa berupa wadah yang berisi air yang mengalir atau sekam dan cocopeat yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Yuk, simak langkah-langkah menyemai bibit berikut ini: 

  1. Langkah pertama adalah memotong rockwool. Rockwool adalah media tanam dan semai untuk tanaman hidroponik. Bentuknya seperti busa padat. Potong rockwool dengan menggunakan gergaji besi. Buat menjadi kotak kecil berukuran 1,5 cm x 1,5 cm.
  2. Memotong rockwool
  3. Rendam rockwool dengan air.
  4. Taruh bibit yang diambil menggunakan tusuk gigi ke atas rockwool. 
  5. Tutup dengan plastik hitam. Simpan di tempat yang teduh.
  6. Jaga agar rockwool tidak kering dengan menyemprotkan air secara perlahan.
  7. Hari berikutnya, tunas akan tumbuh. Langsung pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari.
  8. Sekitar seminggu kemudian atau jika daunnya sudah besar, pindahkan tanaman ke netpot (jika ingin ditaruh di air yang mengalir) atau media tanam hidroponik lainnya. 

1) bibit sayuran 2) ditanam di rockwool
3) siap untuk dipindahkan 4) di dalam netpot


Tunas kacang tanah ini ngegemesin ya! Pengen ngigit!

Tunas bayam merah dan bayam hijau

  Sayuran di dalam netpot diletakkan pada lubang pipa rak tanaman hidroponik. Pada bagian dalam pipa tersebut terdapat air yang mengalir. Untuk menghemat lahan, bisa didesain pipa bertingkat seperti milik Ibu Erni berikut: 

Pipa bertingkat = menghemat lahan
  Oia, tanaman hidroponik ini tidak boleh terkena air hujan. Jika kehujanan nanti hitungan nutrisinya akan berkurang. Taruh tanaman hidroponik di tempat yang mempunyai atap namun tetap harus terkena sinar matahari. 

Rak tanaman hidroponik


Terlindung dari hujan dengan atap fiber



   Jangan lupa, air di dalam pipa harus terus mengalir jika ingin sayuran hidroponik tumbuh subur. Caranya dengan menggunakan pompa air. Air yang dipompa ditaruh dalam wadah tertutup. Untuk menghindari jentik-jentik nyamuk, Ibu Erni menaruh ikan cupang di setiap wadah air yang berbentuk kotak kontainer ini. Kelihatan nggak? Tuh, ikannya lagi ngumpet, hihi.


Bak air tertutup


   Riweuh ah, bikin rak tanaman hidroponik pakai pipa. Eits, tunggu dulu. Nggak usah pakai pipa juga bisa kok. Pakai kotak styrofoam saja! Tinggal lubangi tutup kotak styrofoam untuk tempat menaruh netpot. Lalu bagian bawahnya adalah styrofoam berisi air yang mengalir (dengan bantuan pompa). Seperti yang ada  di rumah Ibu Erni berikut ini: 

Daun mint di kotak styrofoam

   Ada variasi lain lagi, nih. Saya lihat di 'rumah-rumahan' tempat tanaman hidroponik yang satu ini tidak kelihatan pipa air. Ternyata, pipa ada di bagian bawah lempeng besi yang sudah dilubangi. Bagus juga kelihatannya.

Kangkung hidroponik
   Agar tumbuh subur, nutrisi tanaman hidroponik harus tetap terjaga. Nutrisi harus dipantau dengan seksama dan ditambahkan seminggu sekali nutrisi yang takarannya disesuaikan dengan jenis tanaman. Nutrisinya boleh menggunakan Pk merk apa saja. Ibu Erni menggunakan nutrisi dari Rumah Hidroponik Bertha Suranto, tempat beliau mengikuti pelatihan tentang hidroponik.



Nutrisi hidroponik



  Bagaimana cara mengetahui apakah nutrisi tanaman sudah cukup atau belum? Cek kadar larutan nutrisi di dalam air dengan alat khusus bernama TDS meter. Selain kadar nutrisi yang wajib untuk terus dipantau, kadar keasaman air juga harus diperhatikan. Untuk mengetahui kadar keasaman atau pH air digunakan alat bernama pH meter. Angka yang baik untuk pH air hidroponik adalah berkisar dari 5 sampai 7. Jika pH kurang, gunakan cairan penambah pH (pH up). Begitu pula sebaliknya, jika pH berlebih, turunkan pH dengan cairan pH down.


Alat pengukur pH meter (kiri) dan TDS meter (kanan)


   Wah, asyik ya menanam sayuran hidroponik! Kelihatannya mudah. Kunci agar sukses menanam sayuran hidroponik sejak pembibitan hingga dipanen adalah ketelatenan. Ya harus telaten dong, mengecek kondisi tanaman, kadar air, dan nutrisinya.

Sawi sendok (foto dokpri Ibu Erni)
Bayam merah dan bayam hijau (foto dokpri Ibu Erni)

Paria dan cabai rawit hidroponik 
   Beberapa keuntungan menanam sayuran hidroponik:
  1. Sayuran yang berkualitas karena nutrisinya terjaga. 
  2. Pemakain pupuk dan air yang lebih hemat. Tidak perlu menyiram tanaman. 
  3. Tidak perlu tenaga ekstra untuk mengolah lahan. Tidak perlu mencangkul. Bahkan bisa menghemat tempat dengan menanam berbagai macam tanaman sekaligus di rak khusus hidroponik.
  4. Terhindar dari hama penyakit karena diawasi.
  5. Menghilangkan stres saat bercocok tanam dan menikmati hasil panen di kebun hidroponik buatan sendiri.
  6. Mudah dipanen. Tinggal cabut saja sayuran dari netpot.
  7. Punya harga jual yang tinggi.
  Setelah sesi belajar bareng tentang cara menaman sayuran hidroponik, kami disuguhkan makan siang dan berlanjut ke acara pengajian. Usai mengaji dan shalat ashar, kami siap berpisah kembali ke rumah masing-masing. Ada yang pulang ke rumahnya di Bekasi, Bogor, Depok, bahkan ke Bandung.

Makan siang dan pengajian
  Sebelum pulang, kami disuguhkan minuman 'pencuci mulut' berupa jus dari tanaman sejenis rumput bernama wheat grass. Rasanya agak sepet sepet gimana gitu. Padahal itu sudah dikasih perasan jeruk nipis lho! Nggak kebanyang rasanya tanpa perasan jeruk nipis... Mau sehat itu pahit men!

Wheat grass (foto dokpri Ibu Erni)
  Jus yang mengandung banyak klorofil ini sudah pasti banyak manfaatnya untuk kesehatan. Ada banyak protein, vitamin, mineral, enzym, anti bakteri, dan masih sebagainya. Cocok untuk menetralisir racun, menstabilkan gula darah, bahkan untuk diet. Tentang manfaat pure wheat grass bisa di baca di link berikut http://thechalkboardmag.com/50-reasons-to-drink-wheatgrass-everyday. 

Jus yang diminum dengan perasan jeruk nipis
   Kejutan! Sebelum pulang, Ibu Erni menyuruh kami untuk memanen sendiri sayuran hidroponik untuk dibawa pulang. Eh? Serius? Aduh, kok rasanya sayang mencabut sayuran-sayuran cantik ini dari netpot. Hayuk ah... serbuu!

Saya dan Ibu Erni
Horee! Boleh petik semua sayuran yang sudah bisa dipanen!
   Saya dan Bapa mengambil sawi sendok, daun seledri, dan daun mint. Sawi sendok saya masak menjadi tumis sawi keesokan harinya. Daun seledri langsung saya tambahkan ke atas roti tawar untuk dijadikan garlic bread. Daun mint dicelupkan untuk campuran teh manis. Hmmm, nikmat! Semua resep akan saya posting di blog Dapur Ngebut ya!

Daun mint (foto dokpri Ibu Erni)
   Oia saya tambahkan lagi beberapa foto dari Ibu Erni. Setelah kami pulang, Ibu Erni kembali menanam sayuran lain yang sudah disemai. Pada foto di atas adalah tanaman daun mint yang tumbuh subur dan siap dipanen.

  Senangnya punya pengalaman baru: memetik sayuran hidroponik! Ternyata, Ibu Erni memang sudah menyiapakan sayuran ini agar siap panen bertepatan dengan acara pengajian. "Buat oleh-oleh," katanya. Wah, alhamdulillah.

   Terima kasih banyak Ibu Erni dan keluarga sudah mau direpotkan di acara pengajian kali ini. Dapat ilmu agama dengan belajar mengaji bareng, menjalin silaturahim, plus dapat ilmu bermanfaat tentang cara menaman sayuran hidroponik. Semoga tidak kapok dengan kedatangan kami ya ^_^

Foto bersama sebelum pulang. Mejeng bersama oleh-oleh sayuran hidroponik

Mau tahu lebih lanjut tentang cara menanam hidroponik? 
Bisa dibaca atau hubungi alamat ini:

  • Facebook Rumah Hidroponik Bertha Suranto
  • Website www.rumahhydroponic.com
  • Email Ibu Erni edwiwulandari@gmail.com

26 komentar:

  1. wah keren bgt mak...


    ibu erni kreatif bgt

    BalasHapus
  2. Ayo mbak bikin hidroponik di rumah. Mudah banget kok

    BalasHapus
  3. Rajin banget ibu Erni ini, Alhamdulilah 2 ilmu sekaligus didapat ya, ilmu bercocok tanam sekaligus agama. ^_^

    BalasHapus
  4. Yang foto bersama sebelum pulang, banyak wajah yang gak asing, deh he..he..
    Asik ya, setiap pertemuannya membawa manfaat. Pengajian juga tambahan ilmu untuk menanam sayuran hidroponik. Salut, deh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti kenal kaan hehehe
      iya, alhamdulillah teh.
      jadwal pengajian berikutnya di rumah ibu mia. kebetulan rumahnya deket sama rumahku, tinggal loncat ke belakang komplek :D

      Hapus
  5. Lagi ngetrend banget ya hidroponik gini..
    Suatu saat pengen nyobain juga ah :)

    Salam kenal mbak

    BalasHapus
  6. Aku pengin berkebun hidroponik tapi belum kesampaian. Makasih tipsnya.
    Btw rockwool bisa dibeli dimana ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. peralatan hidroponik bisa dibeli online, mbak. tinggal search aja :)

      Hapus
  7. Aduh, pengeeen banget deh liat sayur ijo-ijo gitu. Tapi menurut pengalaman tangan saya ga ada bakat nih tanam menanam.

    BalasHapus
  8. Kalau udah dipanen malah sayang dicabutin ya? hehe
    Suamiku nih yg kepengen banget belajar hidroponik, tp blm ada kesempatan, rencana mulu :))

    BalasHapus
  9. lhat sayuran ijo rasanya segeerrr
    strategi memakai Pot sbg cara menyiasati keterbatasan lahan ya mbak
    salam sehat dan semangat amin

    BalasHapus
  10. Wah keren sangat bermanfaat sekali aktivitasnya.

    BalasHapus
  11. aaaaah aku kapan belajar menanamnya ini gak jadi trus :)

    BalasHapus
  12. Kalau ditelateni, sebenarnya nggak sulit, cuma butuh waktu hehehe, alasaaaan

    BalasHapus
  13. Aku jadi kepengen juga belajar menanam sayuran hidroponik, kan nanti kalo mau nyambel bisa langsung petik. Bermanfaat banget mba Inna artikelnya :)

    Halo mas Enry, aduh aku jadi malu dibilang gitu, hehehee...
    Makasih banyak ya Mas, semoga rejeki review selalu menghampir kita berdua, hiihihi... Amiiin ^^

    Amanda
    writer of www.tipscantikmanda.com

    BalasHapus
  14. Kreatif banget Ibu Erni :)
    melihat gambar tanaman hidroponiknya jadi pengen nanam juga :)

    BalasHapus
  15. aku pernah nanya2 ke parung farm utk hidroponik ini, tp tetep harus telaten tuuh.
    mrk jual paketanya sekitar 3 jtan utk sarana sm bbibitnya utk ukurans ekitar 1 x 2 mtr gt mak..
    pingiiin deh..tp takut gak telaten #emakbanyakalesan

    BalasHapus
  16. Aku belum berhasil juga nyoba hidroponik. Padahal pgn banget, tapi berat bener mau memulai.

    BalasHapus
  17. saya dan ibu saya dulu pernah nyobain dan lumayan baik, tapi kemudian kami jadi malah menanam konvensional karena pekarangan kami terbilang cukup luas untuk ditanami sayuran :)

    BalasHapus
  18. minggu kmren bela2in ke bandung cuma untuk belajar ini. tapi worth it lah

    BalasHapus
  19. seminggu yg lalu bela2in ke
    bandung belajar hidroponik.seru juga

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=