Selasa, 24 Mei 2016

7 Santapan Khas Cirebon yang Maknyus dan Aman di Kantong



Banyak kota di Indonesia yang mempunya bangunan bersejarah dan menjadi daya tarik wisata. Suasana penuh kesan bisa menginspirasi untuk menghasilkan sebuah karya seni. Contohnya, suasana di stasiun Balapan Solo menginspirasi penyanyi Didi Kempot untuk menciptakan sebuah lagu. Lagu Stasiun Balapan Solo menjadi populer dan liriknya yang romantis langsung akrab  di telinga sebagian masyarakat Jawa. Tidak kalah dengan kota Solo, kota Cirebon juga punya stasiun yang tak kalah megah, yaitu Stasiun Kejaksaan. 


Stasiun Kejaksaan Cirebon (sumber: Terry Endropoetro)
  Memulai perjalanan dengan naik kereta, kita akan turun di Stasiun Kejaksaan Cirebon. Stasiun ini dirancang oleh Pieter Adriaan Jacobus Moojen, arsitek dari Belanda sekitar satu abad yang lalu. Bangunan ini masih berdiri kokoh dan dalam kondisi baik. Dari stasiun kita bisa menemukan beberapa hotel dan penginapan untuk beristirahat sejenak setelah perjalanan dengan kereta. 

  Untuk mencari hotel tempat menginap di sekitar lokasi, coba cek di promo hotel (review post refers to disclosure) yang ada di Cirebon. Selain akan mempermudah dalam melakukan pencarian, anda juga bisa langsung melakukan pemesanan hotel di situs yang dikunjungi.

  Setelah kedatangan kita disambut oleh Stasiun Kejaksaan yang besejarah, kita akan bersiap mengukir kenangan tak terlupakan lewat santapan khas Cirebonan yang maknyus. Kurang lengkap rasanya jika berwisata di suatu kota tanpa mencicipi kuliner khas daerah yang kita kunjungi, ya nggak? Dijamin langsung jatuh hati deh dengan aneka kuliner khas Cirebon yang populer.  Ternyata, ada banyak makanan enak dengan harga terjangkau di kota Cirebon. Berikut ini adalah beberapa makanan khas Cirebon yang maknyus, paling populer, tidak mahal, dan banyak dicari para pelancong dan wisatawan lokal maupun manca negara:

1. Nasi Jamblang

Nasi Jamblang adalah makanan khas dari Jamblang, nama daerah di sebelahbarat Kota Cirebon. Nasi ini sebelumnya menggunakan daun jati sebagai pembungkusnya namun saat ini daun jati hanya digunakan untuk alas nasi.

Nasi jamblang (sumber: Flickr)
Ada beragam lauk yang bisa ditambahkan dengan nasi, yaitu sayur, tempe, tahu, sambal goreng, dan ikan asin. Lauk lainnya ada ayam goreng, aneka sate, telur, limpa sapi atau olahan sea food (seperti cumi dan udang) Sudah tahu dong, Cirebon dikenal sebagai kota udang, jadi ada banyak sekali jenis menu udang yang ditawarkan. Pengunjung bebas memilih lauk yang akan disanta. Tapi ingat, semakin banyak pilihan menu lauknya maka semakin mahal harganya, ya.

Saat ini ada banyak warung yang menyediakan menu nasi jamblang, hampir setiap warung nasi jamblang ramai pengunjungnya. ,Tidak heran, menu yang satu ini sudah habis terjual sebelum jam 7 malam. Harganya pun cukup bersahabat, rata-rata tak lebih dari Rp 20.000 saja. 

Nasi jamblang yang cukup terkenal adalah Nasi Jamblang Ibu Nur yang berlokasi di Jalan Cangkring II No. 34 dan Nasi Jamblang Mang Dul yang berlokasi di sekitar Grage Mall, Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo. Lokasi tersebut sangat mudah dijangkau dari kawasan perumahan atau hotel tempat kita menginap. Kita bisa sekalian mampir untuk sarapan sebelum jalan-jalan berkeliling kota Cirebon.

2. Nasi Lengko

Nasi lengko cocok untuk wisatawan yang suka sayuran. Kuliner ini dapat ditemukan dengan mudah karena hampir semua kawasan di Cirebon banyak terdapat penjual nasi lengko. Isian nasi lengko tidak jauh berbeda dengan nasi jamblang, hanya saja nasi ini diberi taburan bawang goreng dan disiram dengan bumbu kacang. Selain itu bisa juga ditambahkan dengan kecap jika anda suka dengan rasa manis. 


Nasi lengko (sumber: Wikipedia)

Tak perlu khawatir soal harga, rata-rata harga nasi lengko sekitar Rp8.000 sampaiRp15.000.Nasi lengko bisa ditemukan di jalanPagongan Cirebon dan banyak yang tersebar di jalan-jalan utama kota Cirebon.

3. Empal Gentong

Empal gentong ini tidak jauh berbeda dengan gulai daging sapi lainnya. Tetapi ada cita rasa istimewa yang didapat saat proses memasaknya yang menggunakan sebuah gentong atau periuk yang terbuat dari tanah liat. Empal gentong dimasak dengan kayu bakar atau bisa juga di atas kompor biasa. Proses ini menjadikan tekstur daging yang sangat lembut. Kuah empal gentong terasa gurih dan manis yang didapat dari campuran rempah sebagai bumbunya.


Empal gentong (sumber: Ala Restoran)
Sebagai tambahan saat menikmati empal gentong, kita bisa memilih variasi toppingnya seperti kerupuk,sambal kering dan kacang. Selain empal gentong, ada juga empal asam. Perbedaan keduanya adalah pada kuahnya. Kuah empal asam berwarna bening dan cita rasa asam didapat dari rebusan belimbing wuluh dan asam jawa tanpa tambahan santan dan kayu manis. 

Harga yang ditawarkan juga sangat bersahabat dan variatif yaitu Rp 20.000 sampai Rp35.000 per porsi. Empal gentong bisa ditemukan di berbagai penjuru di kota Cirebon. Yang terkenal ada di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo atau di Jl. Raya Ir.H. Djuanda yang dikenal dengan Empal Gentong H. Aput atau R.M Empal Gentong Hj. Dian. Lokasi ini cukup strategis karena dekat dengan jalan tol.

4. Tahu Gejrot

Mungkin sebagian besar dari kita sudah sangat akrab dengan tahu gejrot bahkan kita bisa menemukannya di kota besa seperti Jakarta dan Bandung. Makanan ini berisi potongan tahu yang diberi bumbu dengan bahan dasar bawang merah, bawang putih, cabai, dan gula merah. Selain enak karena rasanya yang asam sekaligus pedas, harganya juga sangat ramah, yaitu berkisar dari Rp.6.000 sampai dengan Rp8.000 per porsi. 


Tahu gejrot (sumber: Wikipedia)

5. Docang

Makanan ini tak kalah uniknya dengan yang lain.Kata docang berasal dari bahasa Cirebon yang merupakan singkatan dari bodo (baceman) yang berasal dari oncom dage ditambah kacang hijau yang dijadikan tauge. Docang berisi irisan lontong, daun singkong, tauge dan kelapa parut kemudian disiram dengan kuah yang dicampur dengan oncom dan tambahan kerupuk di atasnya. 


Docang (sumber: Wikipedia) 

Makanan ini cocok untuk santapan pagi hari atau sarapan.Penjual Docang bisa ditemui di Jl. Siliwangi, pusat Kota Cirebon dan lokasinya dekat dengan stasiun Kejaksaan. Rasanya yang maknyus dan mengenyangkan, kita cukup sediakan uang Rp 6.000 sampai Rp 8.000 saja untuk satu porsinya. 

6. Sate Kalong 

Hampir seluruh wilayah di Indonesia menyajikan jenis makanan berupa sate. Namun, hal menarik dari sate asal Cirebon berasal dari rasanya yang khas. Meskipun namanya adalah sate kalong, bukan berarti berbahan dasar daging kalong, melainkan daging kerbau. Disebut demikian karena ternyata sate ini hanya dijajakan di saat malam hari saja sehingga sangat cocok untuk wisata kuliner malam. 


Sate kalong (sumber: Kuliner di Cirebon)

Sate kalong populer karena bumbunya yang gurih dan manis. Rasa ini diperoleh dari rempah-rempah dan gula yang dilumurkan ke potongan daging sebelum dibakar. Sate disajikan dengan bumbu kacang. Boleh juga dicampur dengan oncom plus kuah kaldunya. Terdapat pilihan rasa asin untuk sate jika kita tidak terlalu menyukai rasa manis. Harganya masih terjangkau, yaitu sekitar Rp 10.000 sampai Rp 15.000 per porsinya. Penjual sate kalong banyak ditemui di sekitar stasiun Kejaksaan, Jl. Cipto Mangunkusumo, dan masih banyak lagi.

7. Mie Koclok

Bahan utama makanan ini adalah mie yang ditambahkan dengan telur rebus, suwiran daging ayam, sayuran tauge, kol, dan daun bawang. Mie kemudian disiram dengan kuah gurih berwarna putih dan kental. Aromanya sangat menggoda. 


Mie koclok (sumber: Cirebon kuliner)

Tidak seperti menu khas Cirebon lainnya, mie ini masih jarang ditemui dan hanya tersedia di Cirebon. Jadi jangan lewatkan untuk mencicipi menu kuliner yang unik ini. Harganya variatif dari Rp 12.000 sampaiRp 15.000 saja.

  Nah, gimana? Enak semua, kan? Yuk, berkunjung ke kota Cirebon. Jalan-jalan sambil berwisata kuliner yang maknyus dan aman di kantong ^_^

42 komentar:

  1. cirebon, i'm coming....

    BalasHapus
  2. kalau lihat sate-nya hmmm pasti tidak kalah dengan yang ada di Malang : )

    BalasHapus
    Balasan
    1. sate selalu menggoda selera ya :)

      Hapus
  3. tahu gejroot... aku suka banget.
    aku baru tau tahu gejrot itu dari cirebon.
    thanks infonya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. soalnya penjual tahu gejrot keliling ada di banyak kota :D

      Hapus
  4. kalau ke cirebon, kudu nyobain semuanya nih~ :D
    makasih Mak, rekomendasinya~

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat berkuliner di cirebon :)

      Hapus
  5. blm pernah ke cirebon. slama ini imej cirebon dimata saya identik dgn 'ziarah' dan 'kuliner'. liat ini beneran ya tnyat kulinernya nyummy..mauu

    BalasHapus
  6. Haduuuuuuuuh bikin ngiler deh mak riweuh mah!

    BalasHapus
  7. Baru tau,kalo nasi jamblang itu asalnya dari nama daerah. Saya juga baru tau sate kalong yang ternyata bukan daging kalong ya? He..he.. Kalo daging kalong mah, gak mau ah.
    Btw, makasih infonya. Jadi makin mantap mau ke Cirebon untuk kulineran. Soalnya hanya sejam dari kota saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama...aku jg takut kalo daging kalong beneran :D

      Hapus
  8. Waah bikin mupeng semua ini makanannya, jadi makin banyak deh list destinasi libur lebaran besok, padahal belom tentu bisa berangkat hahaa..

    BalasHapus
  9. saya pernah ke Cirebon dan makan empal gentong ama nasi jamblang
    moga2 someday bisa balik ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga bisa berkunjung lagi ke cirebon ya mas

      Hapus
  10. Kenapa pas lapar begini ada gambar makanan....

    Ternyata di Cirebon juga menggunakan daging kerbau ya (sate kalong). Kayak di Kudus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah sama2 pakai daging kerbau ya

      Hapus
  11. Cirebon emang beda mak, penasaran nih sama sate kalong. Belum pernah nemu sate daging kerbau.. enak gak mak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. cobain deh biar ga penasaran :D

      Hapus
  12. foto makanannya bikin ngiler

    BalasHapus
  13. hadeeh..., terakhir ke Cirebon baru nyoba empal asem..
    berikutnya nasi lengko dan mi koclok bakalan jadi target he..he..

    BalasHapus
  14. Nasi jamblang aku pengen banget ngerasain soalnya selama ini cuma ngiler lihat di gambar-gambar. Rencana one day trip sama suami ke Cirebon pun belom jadi-jadi, jadinya belum sempat nyobain. Oh ya, aku juga penasaran sama pedesan enthog. Katanya itu juga khas Cirebon.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah boleh jg buat dicoba, mbak

      Hapus
  15. Baru nyoba tahu gejrotnya soalnya sering lewat rumah yang jualannya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama. tapi saya beli pake cabenya satu aja :p

      Hapus
  16. foto mie kocoknya menggugah selera Mba :)

    BalasHapus
  17. Pernah bertugas mengantar taruna Akabri yang OJT di Cirebon.
    Suka Empal Gentongnya
    Mi Kocok saya nikmati pertama kali di Cimahi
    Terima kasih info kulinernya
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya malah pertama kali makan empal gentong di Denpasar, hehe
      Salam hangat kembali dari Bogor, Pakde

      Hapus
  18. Belum pernah ke cirebon euy :( Makanannya enak enak nih heuheuheu~

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak bakal nyesel ke cirebon. makanannya memang enak :)

      Hapus
  19. Nasi lengko itu mirip kyk pecel bukan Mbaak Inna?

    BalasHapus
  20. hampir mirip. bedanya nasi lengko pakai irisan kucai

    BalasHapus
  21. Akhhhhh jam segini liat ini hikshikshiks....

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=