Rabu, 13 Juli 2016

Nyuci Ringan Banyak Waktu Luang dengan Easy Liquid


Pekerjaan rumah tangga pertama yang bisa saya lakukan setelah menikah adalah mencuci baju. Lainnya seperti memasak dan menyetrika baru saya pelajari sambil menata hidup baru bersama suami. Mencuci baju itu kelihatannya gampang. Tinggal cemplang-cemplung, beres. Ternyata, saya salah. Suami saya yang ekstra sabar mengajari istrinya ini cara mengucek dan menyikat baju yang baik dan benar. Duh, ternyata nyuci baju kok riweuh begini ya? Berhubung memang begitu caranya, saya ikuti saja demi mendapatkan hasil cucian yang bersih. 

  Sejak kecil saya memang tidak biasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Semua baru saya pelajari dan dipraktekkan sendiri setelah hidup mandiri bersama suami. Oia, saya pernah bekerja kantoran sebelum menikah. Kemudian saya memutuskan berhenti kerja dan mengikuti suami merantau. Sebelas tahun pernikahan kami dihabiskan dengan hidup berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Dalam rentang waktu tersebut, ketiga anak laki-laki hadir satu per satu dan menyemarakkan keluarga kecil ini.

  Setelah menetap di kota Bogor pada tahun 2011, saya dan suami mendirikan usaha toko obat. Pada saat yang bersamaan, saya juga merintis usaha aksesoris handmade dan mulai aktif menulis blog. Yap, saya jadi semakin sibuk dengan beragam kegiatan tersebut.

  Sebelum berangkat beraktivitas, kegiatan pertama yang saya lakukan pada pagi hari adalah mencuci baju. Kenapa? Biar pas pulang dari toko pada siang hari, semua cucian baju sudah kering. 

   Jika saya sedang ada urusan yang harus dikerjakan sepagi mungkin, saya akan mencuci baju pada malam hari. Tujuannya agar saya bisa segera menjemur baju sebelum pergi dan supaya tidak terburu-buru mencuci pada pagi hari.

  Saya mencuci baju menggunakan mesin cuci bukaan atas. Paling sebel saat mencuci itu adalah banyak waktu tersita untuk mengucek baju kotor. Jika ada noda membandel, sikat cuci ikut bertindak. Punya anak laki-laki yang aktif bermain pasti nggak jauh dari baju yang kotor, ya. Belum lagi kebiasaan mereka yang suka gonta-ganti baju. Entah karena terlalu basah oleh keringat, ketumpahan makanan, atau habis jatuh dari sepeda.   

  Selain anak-anak yang hobi ganti baju, ada Eyang (ibu saya) yang berpenyakit diabetes dan kerap berganti baju karena tidak betah dengan keringatnya yang 'manis'. Jadi, di rumah saya selalu ada banyak baju kotor yang perlu dicuci.  

 Sebelumnya, saya mencuci menggunakan deterjen bubuk. Sampai kemudian saya berkenalan dengan Easy Liquid. Deterjen berbentuk cair ini merupakan produk deterjen cair terbaru yang diproduksi dari PT. Kao Indonesia. Wah, saya jadi penasaran ingin segera mencobanya. Ada dua varian wangi yaitu Romantic Flower dalam kemasan berwarna pink dan Purple Blossom yang berwarna ungu. Ukurannya beragam. Ada kemasan sachet, botol dan pouch isi ulang sebanyak 42 ml, 800 ml, dan 1 liter.    

Dua varian dan beragam kemasan Easy Liquid

  Setelah mencuci dengan Easy Liquid, saya baru sadar bahwa penggunaan deterjen berbentuk cairan lebih efektif dan hemat biaya. Hayoo, mendengar kata 'hemat' pasti bikin kuping para emak berdiri. Mau tahu alasannya kenapa? Biar lebih jelas, yuk ikut saya mencuci baju...

Lebih hemat dengan 1/2 tutup botol

  Takaran mencuci dengan Easy Liquid yang saya gunakan adalah setengah tutup botol untuk 10 liter atau 15 sampai 20 potong baju. Aih, hampir saja saya tidak percaya dengan takaran hemat ini. Biasanya saya boros banget menggunakan deterjen bubuk. Jangan lupa, sebelumnya pisahkan pakaian yang mudah luntur supaya tidak mengotori pakaian yang lain.
  
  Rendam baju selama 30 menit. Saya pernah merendam baju semalaman. Ternyata tidak menimbulkan bau apek dan wangi deterjennya tetap segar. Oia, jika ada noda yang membandel, cukup oleskan cairan deterjen secukupnya pada area yang terkena noda. Noda akan cepat hilang tanpa perlu repot mengucek apalagi sampai menggunakan sikat cucian.

  "Bersih Kilat' adalah moto dari deterjen Easy Liquid. Inovasi terbaru dengan "Kekuatan 10 Tangan" dapat membuat pekerjaan mencuci jadi lebih enteng karena kita cuma perlu melakukan 1x kucek dan 1x bilas. Satu kali mengucek pakaian dengan Easy Liquid sama dengan sepuluh kali mengucek dengan deterjen cair merk lain. Tambahan lagi, satu kali bilasannya setara dengan tiga kali bilas deterjen cair lain. Wow, jadi lebih hemat menggunakan air ya! 

 Wah, senangnya bisa mencuci tanpa harus sering mengucek. Tangan kita tidak perlu bekerja keras lagi. Formulanya yang lembut di tangan tidak menimbulkan panas atau iritasi pada kulit. Mencuci baju nggak horor lagi buat emak yang habis pedicure. Tenang, Cyynn... 

  Setelah dicuci dengan Easy Liquid, baju yang sudah kering tidak gampang kusut dan lebih mudah disetrika. Nggak perlu tambahan pelicin pakaian lagi. Asyiik! Tambah hemat, nih dompet emak. Plus nggak perlu pegel punggung karena kelamaan menyetrika. Jadi, saya bisa melakukan kegiatan lain seperti menemani si bungsu Dd Irsyad bermain.
  
Setrika cepat beres. Yuk, main!

  Easy Liquid bikin nyuci makin enteng! Kegiatan mencuci yang umumnya terasa berat jadi lebih mudah dan cepat. Dengan demikian, kita para emak bisa tetap happy karena punya banyak waktu luang untuk mengerjakan aktivitas yang lain. Punya lebih banyak waktu untuk bercengkrama dengan keluarga. Bahkan punya waktu me time untuk melakukan kegiatan yang disukai.

  Easy Liquid ini recommended banget! Siapa sih yang nggak mau urusan mencuci cepat beres dan punya lebih banyak waktu berkualitas? Atau jangan-jangan masih belum mau move on dari deterjen lama? Coba baca keterangan saya berikut ini:   

Kelebihan Easy Liquid

  Nyuci ringan banyak waktu luang benar-benar terjadi pada saya. Sejak memakai Easy Liquid, waktu luang yang biasanya habis untuk mencuci baju saya manfaatkan dengan kegiatan lain. Saya bisa berangkat ke toko lebih pagi. Artinya, saya bisa mendapatkan lebih banyak rejeki dari pembeli yang datang pada pagi hari.  

Bisa jaga toko lebih pagi

   Jika sedang tidak bertugas jaga toko, saya punya banyak waktu untuk bereksperimen di dapur. Saya bisa memasak aneka makanan untuk keluarga tercinta. Masak banyak nggak masalah. Uji coba resep saya lakukan sambil memotret setiap tahapan memasak untuk diposting di akun Instagram dan blog khusus masakan milik saya di www.dapurngebut.com. Masak sambil motret, bisa banget!   

Banyak waktu luang untuk berkesperimen di dapur

  Waktu luang berikutnya saya isi dengan menulis blog. Saya suka ngeblog. Dengan semakin produktif ngeblog, semakin banyak manfaat yang saya rasakan. Selain karena hobi, ngeblog juga bisa mendatangkan penghasilan lho! Saya menganggap blog yang menghasilkan uang sebagai bonus. Buat saya, ngeblog membawa kepuasan batin yang tidak bisa diukur oleh materi. Tanpa ngeblog, jiwa ini terasa hampa...

Punya waktu untuk ngeblog

   Bicara tentang penghasilan, saya teringat saat masih aktif membuat aksesoris handmade. Dulu saya sempat berjualan dan mendapat penghasilan yang lumayan. Saya membuat sendiri aksesoris berupa bros, jepit, bando, bandana, dan karet rambut. Sayang, kesibukan di toko dan ngeblog membuat saya tidak sempat membuat aksesoris lagi dan berhenti berjualan.  

  Tergelitik melihat kemasan Easy Liquid yang cantik, saya penasaran ingin membuat sesuatu. Saya ingin mendaur ulang kemasan yang tidak terpakai menjadi benda yang bermanfaat. Tangan saya yang gatal ingin membuat aksesoris tersalurkan dengan mengutak-atik kemasan Easy Liquid. Setelah 'ketuwelan' sepanjang siang, saya berhasil membuat bros, bando, dan jepit rambut yang bisa dilihat pada foto berikut:

Aneka aksesoris dari kemasan Easy Liquid

  Kemasan sachet warna ungu dan pink saya campur menjadi sebuah bros model kincir. Bagian tengah bros saya buat bunga mawar dari kemasan pouch 800 ml. Kesulitannya adalah kemasan dari plastik ini licin dan tidak bisa dijahit. Jadi, untuk membuatnya harus langsung dilem satu per satu bagian secara berurutan.

Bros dari kemasan sachet dan pouch
  Dari satu kemasan pouch 800 ml bisa membuat satu bunga untuk aplikasi bando, satu buah jepit rambut, dan sebuah bunga mawar untuk bagian tengah bros (foto sebelumnya). Tutorialnya saya buat di postingan berikut:

Bando dari kemasan pouch

Jepit rambut dari kemasan pouch

  Aksesoris sudah jadi! Bagus nggak? Dicoba dong! Duh, masalah saya dalam membuat aksesoris untuk anak-anak adalah tidak punya model. Ya iya lah, anak saya kan laki-laki semua.Tapi kalau untuk aksesoris jilbab seperti bros, sudah pasti saya sendiri yang jadi modelnya, hehehe.

Saya dan bros dari kemasan Easy Liquid

   Wah, kemasan Easy Liquid bisa didaur ulang menjadi prakarya yang menarik untuk dijual. Peluang usaha baru, nih! Modalnya cuma kemasan bekas pakai dan... kreatifitas tentunya. Bisa dapat keuntungan yang lumayan untuk menambah penghasilan keluarga. Kegiatan ini kalau dipikir-pikir memang sejalan dengan program Serbu Easy yang belum lama ini diadakan oleh Easy. Program ini mendorong ibu-ibu rumah tangga untuk memanfaatkan waktu luang mereka dengan melakukan kegiatan bisnis yang dapat lebih menghasilkan bagi keluarganya.

  Jadi nggak sabar buat ngeborong Easy Liquid supaya kemasannya segera bisa saya sulap menjadi aksesoris yang cantik. Berkat Easy Liquid, nyuci ringan banyak waktu luang. Saya bisa produktif menghasilkan karya dan melakukan banyak kegiatan yang bermanfaat. Terima kasih, Easy!  

38 komentar:

  1. Huaaaaaaaa cantiiiikkk brosnyaaaaa. pintereee mbak e bikinnyaaaa
    pakai easy jadi bisa bikin macem2 yo mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih makasih, Echa. Iya jadi bisa bikin macem2 :)

      Hapus
  2. aiih... saya kok malah fokus ke aksesorisnya yang cantik :) jadi ramah lingkungan ya mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba santi.
      ramah lingkungan yes

      Hapus
  3. Easy liquid emang ngirit banget ya, mba. Pas buat emak2 kayak kita2 ini. Waktunya pun jadi lebih dapat digunakan untuk berkumpul dengan keluarga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul betul betul...irit pleus bisa punya lebih banyak waktu u keluarga :)

      Hapus
  4. Aku juga pakek itu mba, emang lebih bersih kok.
    Anyway kreatif banget sih mba itu bungkus attack dibuat jadi bros :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bersih dan wangi pula.
      hehe makasih mba. lumayan mba jadi bisa didaur ulang

      Hapus
  5. saya langganan pakai easy liquid mba, membantu banget ngilangin noda dipakaian anak2.

    emak cantik bgt bandoonya saya mauu

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung kinclong yak
      mau bandonya erna? sinii

      Hapus
  6. Mbak inna kreatif banget sih dirimu, ini baru duta lingkungan, bisa masak bisa nulis ampun deh bisa kabeh

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaa jadi maluu... dirimu yang paling topp kalo soal penghijauan lingkungan, evv

      Hapus
  7. Sekarang nanny-ku pulang kampung, aku harus ngerjain kerjaan rumah sendiri. Kayanya EasyLiquid bisa ngebantu banget ya buat hemat waktu (dan uang) dan supaya bisa lebih banyak ngerjain kerjaan rumah lainnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti membantu banget mba. art nya udah balik kan?

      Hapus
  8. Kalau Ada yg memudahkan pekerjaan mencuci rasanya senang banget ya mbak. Untung Ada easy liquid ya.

    BalasHapus
  9. Ini namanya ibu pintar serba bisa. Pintar memilih produk, pintar berkreasi...bisaan.Keren.

    BalasHapus
  10. Ini nih yg saya cari, cuci baju bisa bersih tanpa harus ngucek *istripemalas hehehe
    Btw itu kreasinya bagus-bagus banget mbak ^_^ Daripada kemasan jadi limbah ternyata masih bisa dimanfaatkan buat asesoris yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyantai...nguceknya dikit kok, hihi
      makasih mba alma :)

      Hapus
  11. mak ina selalu kreati ya, nyuci emang bukan perkara gampang, tp klo ada yg buat easy jd lebih mudah nyelesainn pekerjaan berat ini

    BalasHapus
  12. Pas banget nih... Mesin cuci saya bukaan depan, tapi lg bermasalah. Krna sekarang bukan pakai air Pam,air kurang deras hingga sabun detergent bubuk dalam laci sabun selalu bersisa. Baiknya saya coba produk ini. Trmks mbak...

    BalasHapus
  13. Dari kecil yg gw kenal detergen cuma tetangga sebelah yg warna ijo, jadi sampai sekarang yaaa itu aja nvak pernah ganti2 yang lain.
    Boleh lah easy liquid ini nanti di coba kalo hemat dan ngak bikin tangan panas

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba easy atuh mas cum... biar bisa santai kayak di pantai :D

      Hapus
  14. wah serius mak lebih hemat pake yg cair...kt biasanya pake detergen...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak fitri. yg cair lebih hemat pemakaiannya

      Hapus
  15. kreatif, mak! bungkusnya bisa dimanfaatkan bikin bando dan pita :D

    btw, aku juga udah beralih ke detergen cair, beneran lbh irit

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mak eda
      iya kaan lebih irit :D

      Hapus
  16. Nyuci jadi lebih mudah dan menyenangkan ya, Mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak, menyenangkan... easy nyuci jadi enteng *nyanyi*

      Hapus
  17. Innaaa, dirimu emang rajin pisanlah!
    Soal nyuci, aku serahkan pada laundry langganan aja ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasii mba ratna...
      xixixi i know i know

      Hapus
  18. Wah, nyuci jadi menyenangkan ya mbak :)

    BalasHapus
  19. Aku blm pernah nyobain deterjen liquid gini

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=