Sabtu, 27 Agustus 2016

Menikmati Masakan Khas Sunda Dengan Suasana Pedesaan di Bukit Air Resto


Dalam rangka merayakan hari ulang tahun Dd Irsyad, kami sekeluarga mencoba sebuah tempat makan baru di ujung kota Bogor. Tepatnya di Bukit Air Resto. Hasil browsing menyatakan tempat ini menyajikan masakan khas sunda. Suasana restoran bernuansa pedesaan dengan pemandangan perbukitan di kawasan Ciomas, latar belakang Gunung Salak di kejauhan dan hamparan sawah yang menyejukkan mata. Nah, jadi penasaran kan?

  Setelah menjemput Aa Dilshad di pesantren, kami langsung mengarahkan mobil ke Ciomas. Tidak asing dengan jalan ini karena kami pernah melewatinya untuk menuju ke rumah Kakek di Ciapus. Nggak sadar kalau ternyata ada tempat makan ini. 

   Kami datang pada hari Minggu sekitar pukul 10.30 WIB. Sengaja biar tidak ramai pas jam makan siang. Mobil diparkir di halaman rumput yang luas. Masuk area restoran, ada pelayan langsung datang menyambut kedatangan kami. Hmm, rupanya untuk makan di tempat ini dan mendapat posisi saung yang enak harus booking dulu. Berhubung kami tidak booking sebelumnya, kami menempati saung yang available di depan area restoran, yaitu saung hiji. 

Saung hiji. Maaf fotonya gelap :(
  Sambil menunggu pesanan, saya dan Bapa berjalan-jalan sebentar melihat suasana restoran. Sementara 3 boyz asyik bermain game Boboboi di smartphone. Aa Dilshad ikut bermain sambil mengawasi kedua adiknya di saung.

Jalan masuk ke restoran
  Ternyata, ada banyak saung si Bukit Air Resto. Ada saung panjang untuk menampung pengunjung yang datang bersama rombongan. Saung lainnya tersebar di penjuru restotan. Tinggal pilih mau duduk di saung sebelah mana. Bisa pilih saung yang ada di tengah sawah, di tengah taman, atau di atas kolam ikan.

Saung panjang dan saung aki nini
Saung di Bukit Air Resto
Saung yang dikelingi kolam ikan
Saung di tengah sawah
   Jalan-jalan lagi, saya melihat ada jembatan yang meghubungkan area belakang restoran ke mushola di bagian depan. Jangan takut nyasar ya, ada banyak papan petunjuk di tempat ini. Toilet juga disediakan dengan sebutan 'wese'. Iya, di tempat ini banyak sebutan yang lucu-lucu. Termasuk dengan nama makanan di buku menu. 


Papan petunjuk di restoran
Wese alias toilet
Jembatan
   Di ujung jembatan, ada tembok besar yang ditempel cuplikan kata-kata lucu. Cuma orang sunda atau orang yang mengerti bahasa sunda yang bisa tertawa atau senyum-senyum sendiri membaca tulisan di dinding itu.

Ngerti artinya nggak? :D
Hihihi... 
   Sudah ah, balik ke saung dulu. Siapa tahu makanan sudah diantar. Benar saja, pesanan kami sudah tersedia. Wah, lumayan cepat juga ya. Nggak sampai setengah jam menunggu. Saat saya dan Bapa datang, terlihat 3boyz sudah gelisah ingin menyusul kami memberitahu makanan sudah ada. Untung saya keburu balik...

Fotografer ikut nampang :D
Piring dan poci teh jadul dari kaleng
  Yuk, makan dulu. Alat makannya disediakan piring kaleng. Poci tehnya juga daria kaleng. Pakai piring jadul dari kaleng ini yang mengingatkan saya pada almarhum nenek buyut di lembur. Pesanan kami kali ini cukup beragam. Untuk hidangan pembuka, kami memesan tutut kari monyong (harga Rp.13.700 per porsi). Rasanya enak. Tidak terlalu pedas sehingga Dd Irsyad bisa ikut menikmatinya tanpa harus 'dinyup-nyup' dulu oleh Ibu. 


Makan tutut kari monyong
   Selanjutnya, kami makan nasi beserta lauknya. Bapa pesan sangu tutug oncom (harga Rp.13.750 per porsi). Sayang, ada yang salah pada setingan kamera smartphone saya. Beberapa foto makanan dan foto suasana di resto pun tidak bisa disimpan. Jadi, yah foto sangu tutug yang belum dibuka ini yang sempat tersimpan di memori smartphone.

Sangu tutug oncom
  Menu lain untuk dinikmati beramai-ramai adalah gurame hiber ukuran sedang (harga Rp.85.800), patin kejepit awi (harga Rp. 81.950), karedok (harga Rp.15.960 per porsi), angeun haseum (Rp.13.750 per porsi), tempe butut (Rp.7150 per porsi), dan tahu butut (Rp.7150 per porsi). Tidak ketinggalan, sangu bodas alias nasi putih untuk empat orang yang dihidangkan dalam boboko seharga Rp.6.140 per porsi.

Sangu bodas
Gurame hiber alias gurame goreng
Patin kejepit awi (patin terjepit bambu)
Karedok
Tahu butut dan tempe butut (tahu dan tempe goreng)

Angeun haseum (sayur asem)

  Oia hampir lupa, ada sambal lalapnya juga. Khusus untuk gurame hiber, disediakan sambal kecap dengan irisan cabai rawit (tidak nampak dalam foto). 

Sambal lalap yang segar
   Minumannya apa? Selain teh tawar yang diberikan secara gratis, kami memesan aneka minuman dengan nama-nama yang unik. Saya memesan es kalapa tingting batok (harga Rp. 14.500). Aa Dilsad memesan es obladi oblada (harga Rp.17.500) yang rasanya seperti soda. Kk Rasyad memesan es beleketeplek (harga Rp.17.500), yaitu es sirup dengan camputan biji selasih. Terakhir, Dd Irsyad memesan es balakaciprut (harga Rp.15.500) yaitu semacam es buah. Sayang, es ini tidak sempat dihabiskan oleh Dd karena 'kedupak' hingga isinya tumpah semua... hadeuh...

Es kalapa tingting batok, es obladi oblada, dan es beleketeplek
   Selesai makan, saya mengajak 3 boyz bermain di area restoran. Wah, mereka seneng banget banyak tempat yang menarik untuk anak-anak. Bisa ngala (ngambil)  tutut di sawah, lihat angsa, main di taman bermain, nangkep kecebong, dan mencoba permainan tradisional yaitu egrang dan bakiak.

Malah anteng lihat angsa di bawah jembatan
Menyusuri sawah dan ngambil tutut
Mejeng dulu ah...
   Cuaca terik tidak menghambat keceriaan ketiga bocah ini. Oke, si sulung memang sudah jelang abege, tapi dia masih suka bermain-main, hehe. Sebagai anak paling tua, Aa Dilshad ngemong dan mengasuh kedua adiknya dengan baik selama bermain. Jadi, saya tinggal 'ngintilin' dari belakang saja sambil mengawasi mereka.

Dd Irsyad di taman bermain
Main egrang. Susah ya!
Nangkep kecebong
Main bakiak dan main air

   Tepat setelah berpose berdiri di batu di tengah sungai, Dd Irsyad jatuh terpelesat. Ya sudah, kita akhiri bermain air dan pulang. Celana Dd yang penuh lumpur pun dikucek oleh Bapa. Tidak membawa baju ganti, Dd memakai celananya yang basah sebelah. Hmm... berarti kalau mau ke Bukit Air Resto dan mengajak anak-anak, jangan lupa bawa baju ganti yaa... Dijamin mereka pasti nggak tahan pengen main air bahkan nyebur ke sawah! 

  Oia, kalau tidak salah di tempat ini ada paket wisata menanam padi dan bisa menginap juga di cottage dari bambu. Tapi saya tidak tahu ada di sebelah mana cottage tersebut (belum sempat nyari). Mau ajak rombongan kantor atau keluarga besar halal bihalal atau kegiatan lainnya juga bisa. Ada aula yang cukup besar untuk menampung pengunjung dalam jumlah banyak. Jangan lupa, booking dulu ya. Pada akhir pekan tempat ini ramai lho!

   Jalan menuju Bukit Air Resto memang cukup jauh dan berliku. Berikut rutenya:
  • Dari Jakarta, masuk ke jalan tol Jagorawi. Keluar ke pintu tol Bogor.
  • Belok kanan di pertigaan depan terminal bus. Dari tugu Kujang langsung belok kiri. Masuk ke Jalan Juanda. Ceritanya mau berkeliling separuh Kebun Raya Bogor dulu nih.
  • Ada pertigaan Mall BTM, ambil ke kanan.
  • Bertemu pertigaan, belok kiri ke Jalan Kapten Muslihat. 
  • Lewatin stasiun Bogor, jalan terus sampai Jembatan Merah hingga pertigaan Gunung Batu. 
  • Bertemu pertigaan Gunung Batu, belok kiri. Lurus terus sampai bertemu pertigaan dan lansung belok ke kanan, ke jalan raya Ciomas. 
  • Ikuti terus jalan sampai jauh (beneran jauh) hingga bertemu Perumahan Ciomas Permai. 
  • Dari Perumahan Ciomas Permai masih terus naik ke atas ke arah Desa Sukaharja. 
  • Ikuti petunjuk menuju lokasi Bukit Air Resto yang banyak terdapat di pinggir jalan hingga sampai ke lokasi.
Atau bisa juga:
  • Dari Jakarta, masuk ke jalan tol Jagorawi. Keluar ke pintu tol Bogor.
  • Belok kanan di pertigaan depan terminal bus. Dari tugu Kujang langsung belok kiri. Masuk ke Jalan Juanda. 
  • Lurus terus saat bertemu pertigaan Mall BTM.
  • Ikuti jalan sampai pertigaan Empang, belok kanan.
  • Ikuti jalan yang sampai pertigaan Pancasan, belok kanan.
  • Masuk ke Jalan Aria Suryalaga. Ikuti jalan sampai bertemu pertigaan.
  • Di pertigaan, lurus terus ke jalan raya Ciomas. 
  • Ikuti terus jalan sampai jauh (beneran jauh) hingga bertemu Perumahan Ciomas Permai. 
  • Dari Perumahan Ciomas Permai masih terus naik ke atas ke arah Desa Sukaharja. 
  • Ikuti petunjuk menuju lokasi Bukit Air Resto yang banyak terdapat di pinggir jalan hingga sampai ke lokasi.
 Oke deh, sampai di sini dulu cerita jalan-jalan pasukan riweuh di kota Bogor tercinta. Total biaya yang kami habiskan untuk makan berlima adalah Rp.379.324 termasuk pajak 10%. Lumayan sepadan lah...

Sampai ketemu di postingan jalan-jalan berikutnya ^_^

Nangkring di saung hiji dengan pemandangan ke sawah

Bukit Air Resto
Jl. Babakan Encle Desa. Sukaharja
Kecamatan Ciomas
Kabupaten Bogor
Jawa Barat
Telp: 0251-7521-777 / 0822-2600-0439
www.restobukitair.com

50 komentar:

  1. Whuaa ini sudah tidak asing benget mba bagi saya yang orang sunda di rumah pun ada Nasi timbel. Piring kaleng/seng dan bakul bambu pun ada :D cuman suasana nya aja yang beda disitu kayaknya sejuki banget yh :-)

    BalasHapus
  2. Wah ada tutut jadi pengen atuh teh makan tutut soalnya sudah lama tidak makan tutut lagi.
    Itu kata katanya keren juga ya, gk gk gk kreatif sekali yang punyanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    2. hayuk makan tutut, kang.
      kata2nya kreatip ya :D

      Hapus
  3. Pasti asyik banget makan di saung dengan panorama sekitar yang masih asri dan segar ya Mba..

    BalasHapus
  4. tempatnya sangat all in one euy, bisa makan, sambil outbound2 an kecil ya makkkk, suka :)

    BalasHapus
  5. mantap nih, tempat nyaman makanan enak

    BalasHapus
  6. Suasananya alami banget yaa....kayak back to nature gitu... perlengkapan makannya tempo dulu ya

    BalasHapus
  7. Aaah kabita tempat dan makanannya. Tututna eta nu menggoda pisan

    BalasHapus
  8. Wah, tempatnya asri. Anak-anak pasti betah.
    Saya penasaran sama tutut. Kayaknya sedep ya, diisap gitu.

    BalasHapus
  9. keren deh suasananya..
    selalu suka resto khas Sunda yang banyak saung2 ala pedesaan..
    belum familiar daerahnya tapinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. tempatnya memang jauh dari pusat kota Bogor, mba. tapi sampai di sini, dijamin ga nyesel :)

      Hapus
  10. mba tempatnya asik banget yaa buat jalan-jalan bareng keluarga, untuk rasa makanannya gmn? waktu tempuhnya ke lokasi dari exit tol jagorawi sekitar berapa jam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekitar 40 menit sampai satu jam, mbak.
      makanannya enak dan pelayanannya cepat

      Hapus
  11. Ooo itu yg waktu itu tulisan2 di spanduk yang dipajang di FB ya Mbak. Makan disitu pastiinya betah ya, tempatnya asri :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi iya betul
      betah dan kayaknya ga pulang2 kalo dd ga kecebur :D

      Hapus
  12. Luas ya mba restonya :D, aduh jadi laper nih liat menu-menunya

    BalasHapus
  13. aaaa suasananya nyaman banget ini resto ya, betah deh foto2 disini

    BalasHapus
  14. mantab suasanannya mak..ditambah makanan enak jadi kombinasi yang luar biasa ya

    BalasHapus
  15. tempatnya adem banget mbak , natural

    BalasHapus
  16. Dari semua masakan Indonesia, aku paling suka masakan Sunda meski bukan orang Sunda. Apalagi kalau makannya di saung macam ini yang pemandangannya amboi banget. Sambil menikmati semilir angin bisa sambil ngisepin tutut deh.

    BalasHapus
  17. hehehe, kasep kalo banyak fans menyiksa ya, mak :D btw, makanannya bikin ngiler, paling sedep dimakan bareng keluarga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sungguh malang jadi orang kasep hihi

      Hapus
  18. Aku penggemar masakan Sunda, Mak, terutama lalapannya. Pinginnya kalau ke warung sunda itu lalapannya bervariasi gitu. Dari warung sunda juga aku jadi kenal daun poh-pohan yang seger itu, hehehe.
    Ada enggak ya warung sunda yang lalapannya buanyak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung rumah makannya, mak. ada yg sedikit kasi lalap dan ada juga yg royal suru ambil sesuka hati (yg terakhir ini nikmat banget yak)

      Hapus
  19. wah enak banget, pasti maknyus sambalnya hehehe

    BalasHapus
  20. Asa di lembur ini mah hehehehe. Pengen ih es beleketepleknya, lucu namanya.

    BalasHapus
  21. Whoaaaa.. Di Bogor ada tempat kece juga yah.. Lumayan nih bisa masuk daftar kunjungan kalo lagi mampir ke Bogor.. Btw, itu tulisan-tulisan di dindingnya lucu-lucu euy.. Hihihi..

    BalasHapus
  22. Tempatnya asri banget dan harganya sangat terjangkau.

    Apa sajian yang paling spesial dan menjadi andalan ya Mbak?
    biasanya setiap resto dan rumah makan punya menu andalan.
    terima kasih dan salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal kembali
      menu andalannya patin kejepit awi, gurame hiber, tutut dan satu lagi sop ikan yg disajikan di dalam buah kelapa (yg terakhir tidak saya pesan karna sudah kebanyakan :d)

      Hapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=