Minggu, 07 Agustus 2016

Terdampar di Coconut Island Beach Resort



Terdampar di Coconut Island Beach Resort adalah cerita libur Lebaran beberapa minggu yang lalu. Baru sempat posting, nih. Bukan sekedar lagi riweuh, tapi saya kebetulan lagi pengen introspeksi diri jelang pergantian usia. Kini, usia sudah resmi bertambah, rencana matang sudah disusun, lho kok malah mager alias males gerak? Yah, beginilah kalau terlalu mendalam menghayati arti kehidupan *ngomong apa sih, mak?*

Sebelum tertimpa oleh postingan lain yang lebih mendesak, postingan ini harus segera terbit! Duile, udah kayak reporter aja pakai dikejar deadline. Eh jangan salah, meski cuma postingan pribadi, teuteup harus ada tenggat waktu tayangnya. Kalau kelamaan, bisa meluap dan akhirnya terlewat, terus males ditulis, deh. Ini terjadi sungguhan pada saya, hiks...

Lanjut cerita lagi. Tentang berenang di pantai carita sudah dibaca? Nah, sebelum pergi berenang, kami menginap dulu di sebuah tempat yang suasananya unik dan baru saja dibuka. Namanya Coconut Island Waterpark and Resort. Saya singkat menjadi Coconut Island saja ya. Saya ingin cerita tentang fasilitas menginap di resort ini. Pada postingan selanjutnya baru akan saya ceritakan tentang wahana waterpark yang ada di kawasan resort Coconut Island.

Kami sampai di Coconut Island sekitar pukul 10 malam. Duh, nggak nyangka bakal terjebak kemacetan panjang. Total waktu yang habis di perjalanan dari Bogor ke Coconut Island adalah 8 jam! Iya, DELAPAN JAM! Bayangkan betapa lega bercampur lelah dan mengantuknya kami saat tiba di lokasi.

Perut mulai lapar pun ditahan saat terjebak macet. Kami mau cari makan di sekitar hotel saja. Mampir ke RM Ibu Entin pada pukul 9 malam! Ternyata, begitu sampai di resort kami baru tahu kalau makan malam sudah tersedia di restoran. Owalah nggak ada keterangannya di aplikasi booking hotel. Nggak apa-apa deh. Toh kami jadi nyobain makan di tempat makan yang katanya sudah terkenal enak tersebut. Cerita tentang makanan di RM Ibu Entin nanti menyusul di blog. 

Dari lobby, kami berjalan kaki cukup jauh menuju kamar penginapan yang berupa saung. Tersedia saung pinang dengan dua tempat tidur dan saung bambu dengan empat tempat tidur. Tentu saja kami memesan kamar di saung bambu. Office boy segera mengantar kami ke saung bambu nomer 203. Agak spooky juga jalan kaki malam begini. Begitu sampai, saya sempat memfoto suasana malam di sekitar pondok. 

Saung bambu tempat kami menginap

Suasana malam

  Masuk pondok, 3 boyz bukannya tidur malah asyik dengan suasana kamar yang tidak biasa. Ehm, dengan kata lain: norak, haha. Mereka sibuk bermain kelambu yang tergantung untuk menutupi empat tempat tidur yang diampar di atas lantai bambu. Ya, pondok ini terbuat dari bambu. Foto lengkapnya, tunggu besok baru bisa memotretnya biar kelihatan jelas.

  Tidur malam kali ini ditemani suara kodok dan suasana yang berbeda dibandingkan dengan menginap di kamar hotel. Dan ups, banyak nyamuknya pula! Oh pantas tempat tidurnya dipasangi kelambu. Semprotan obat nyamuk juga tersedia. Selain fasilitas standar seperti kamar berAC, ada kipas anginnya juga, teko air panas dan gelas minum serta air mineral. Juga toiletris dan handuk untuk empat orang sudah tersedia. Plus ada sapu untuk menjaga saung bersih dari pasir pantai. Good good... yuk, tidur dulu. 

  Selamat pagi! Sudah segar nih habis beristirahat semalam. Dari subuh, 3 boyz sudah bangun dan bersemangat untuk berenang di pantai. Ke pantai? Iya, tujuan kami datang jauh-jauh ke sini untuk bermain air di pantai. Boyz sering berenang di kolam renang. Berenang di pantai melawan ombak pasti punya sensasi tersendiri.

  Jangan lupa, sarapan dulu, dong. Kami menyeduh pop mie untuk mengganjal perut. Setelah berenang di pantai, nanti kami kembali ke resort untuk sarapan part two dan lanjut berenang di waterpark. Waterpark? Iya. Coconut Islang Resort dilengkapi dengan waterpark. Makanya saya memilih menginap di sini.

Siap menemani boyz berenang

  Berenang di pantai sengaja dilakukan sepagi mungkin supaya kami tidak terjebak macet dan sempat melanjutkan bermain di waterpark sebelum check out. Wah, agendanya nyemplung melulu, nih. Namanya juga liburan bareng anak-anak. Mereka suka main air, ya hayuk kita beri, hihi. 

  Sambil berangkat ke pantai, kami foto-foto dulu dong...

Jalan di sekitar resort

Mejeng dulu ah

Suasana pagi di Coconut Island

Wonderful view

Waterpark dari kejauhan

Menuju lobby untuk keluar dari resort 


Papan penunjuk jalan

Lobby dan meja resepsionis

Selamat datang!

  Maaf, yang foto terakhir jangan kabur ya kalau seandainya saya yang menyambut begini, hehe. Kemudian, kami berjalan ke parkiran untuk berfoto di tempat yang paling hits. Makin siang, makin banyak pengunjung yang antri untuk foto di spot keceh ini lho! 

3 boyz lagi males bergaya. Pengen buru0buru berenang

Bapa dan Ibu numpang nampang

Tempat parkir yang luas

  Yuk ah, lanjut jalan ke pantai. Tentang berenang di pantai Carita bisa di baca di sini.

  Puas berenang, kami kembali ke resort. Habis berenang pasti lapar ya. Buru-buru mandi dulu di pondok sebelum ke restoran untuk makan pagi. Restoran terletak di lantai dua bangunan yang ada di tengah resort. Makan pagi kami saat itu sudah termasuk kesiangan, yaitu pukul 9. Makanan yang disajikan secara prasmanan sudah tinggal sedikit.


Lantai bawah untuk tempat bersantai.
Restoran ada di lantai dua

Bubur dan soto ayam

Nasi putih dan nasi kuning serta lauk pelengkapnya

  Kami memilih untuk duduk di bagian sebelah kiri restoran. Cuaca cerah dan pemandangan pantai yang indah terlihat jelas. Menikmati sarapan sambil disuguhi pemandangan pantai yang memesona bikin betah duduk di tempat ini. 

Area restoran di sebelah kiri
Area restoran di sebelah kanan


Restoran dari sudut kiri

Aa Dilshad lagi sarapan sambil menikmati pemandangan

Pemandangan dari lantai dua

Pemandangan ke pantai

Bagus ya?

Pemandangan ke parkiran dari lantai dua

Kk Rasyad dan Ibu ikut nangkring

  Hmm, tidak puas dengan nasi goreng, nasi putih dan lauk ayam yang ada, Bapa memesan omelet dan telur mata sapi untuk sarapan. Kirain kayak di hotel yang bisa pesan menu tersebut tanpa tambahan biaya. Ternyata, keduanya tidak termasuk dalam paket sarapan dan kami disodori bill (siapa bill? :D). Harganya? 30 ribu untuk omelet dan 10 ribu untuk telur mata sapi. Kurang sepadan menurut saya karena waktu membuatnya yang lumayan lama. Kami sudah selesai sarapan, pesanan baru datang. Hampir saja mau saya tinggal pergi... 

Menu sarapan tambahan dan harganya 
   Setelah makan, kami melihat pantai di yang ada di Coconut Island. Sesuai dengan hasil browsing sebelumnya, pantai ini berbatu dan agak berbahaya jika berenang di pantai ini. Tapi kenyataannya banyak juga yang berenang. Sekedar bermain air atau naik banana boat yang fasilitasnya disediakan di Coconut Island. 


Pantai yang berbatu 

Wah, ada yang main banana boat 

Panasnya pol

  Suasana panas dan matahari terasa terik di pantai ini. Begitu pula suasana di resort yang baru saja berdiri selama lima bulan. Jadi, harap maklum jika terasa panas. Pohon-pohon yang ditanam di tempat ini belum tumbuh besar dan suasana teduh belum terasa. 

Ngadem di saung pinggir pantai 
  Terus, habis ini apa? Kami berenang lagi di waterpark. Tentang suasana waterpark dan keseruan boyz bermain air saya ceritakan di postingan terpisah, ya.

  Capek nggak sih, berenang melulu? Ah, tiga anak ini mana kelihatan capek kalau asyik main air. Aslinya sih, mereka masih betah di waterpark. Tapi, kami harus pulang supaya tidak kemalaman sampai di Bogor. 

Jalan dari pantai menuju ke pondok 
  Sebelum pulang, saya merapikan kamar dan memotret pondok tempat kami menginap. Saat baru tiba, saya juga sudah mengambil foto. Tapi suasana malam membuat foto kurang jelas. Kalau sudah siang seperti ini kelihatan jelas deh... 

Tempat tidur

Tempat tidur dengan kelambu anti nyamuk

Wastafel

Toilet

Kamar mandi

Bapa and 3 boyz

  Hey, boyz! Yuk, kita kemon. Makan siang sekaligus check out. Bawaan kami memang tidak begitu banyak. Tanpa bantuan office boy, kami membawa sendiri semua tas ke mobil. Jalanan berpasir memang bikin susah buat menyeret koper. Semalam bahkan koper digotong oleh office boy dari lobby ke pondok. Mungkin kalau dipasang paving block lebih enak ya. Kayaknya sih mau dipasang. Saya lihat masih banyak bagian dari resort yang belum selesai dibangun.

  Sambil berjalan, tiba-tiba kami melihat tempat yang menarik. Ada wahana outbond! Jangan tanya seperti apa girangnya 3 boyz. Nih, lihat saja sendiri...

Aa dan Bapa di Elvis bridge. Kk dan Dd lagi manjat jaring.

Demen banget dah 

Langsung pecicilan 

Ayo, coba lagi De! 

Emaknya cuma bisa narsis sambil keringetan 

  Sudah dulu mainnya! Lapar nih! Saya dan boyz langsung ke restoran sementara Bapa menaruh koper dan tas. Sampai di lantai dua, saya bingung. Kok meja prasmanannya kosong? Ternyata, tidak ada menu prasmanan untuk makan siang dan makan malam. Oia, saya lupa menyebutkan kalau selama menginap di Coconut Island ini kami mendapatkan tiga kali makan. Tiga? Bukan satu alias sarapan doang? Yup,tiga kali! Setelah jatah makan malam kami yang hangus karena makan di RM Ibu Entin, kami nggak mau dong melewatkan makan gratisan ini. Engg nggak gratis juga keles... pan udah paketnyaa :D

  Agak under estimate gara-gara sarapan yang kurang berkesan, saya duduk menunggu makanan diantar ke meja kami. Es teh manis diantar pertama kali sebagai minuman pembuka. Wah, maknyes, seger. Tidak lama kemudian, makanan berdatangan. Tahu nggak sih... makanannya ada banyak dan semuanya enaaakk!!! Ada apa saja? Ini dia...

Sup ayam plus chikuwa

Udang asam manis 

Tumis sawi putih dan bakso 

Rolade ayam dengan keju 
Lhah... dapet omelet? :D 

Penutup: es buah 
  Alhamdulillah, kami kenyang dan puas dengan menu makan siang yang nikmat. Energi terisi penuh setelah aktivitas berenang yang cukup melelahkan. Ibu nggak berenang sih, tapi lumayan ikut capek dan kepanasan juga, hehe.

  Liburan di Coconut Island cocok untuk yang menyukai suasana menginap yang membuat kita seolah sedang terdampar di sebuah pulau terpencil. Tidur di pondok tanpa fasilitas televisi dan working space membuat pikiran jauh dari hiruk-pikuk dunia luar dan pikiran tentang pekerjaan. My 3 boyz, anak-anak saya senang sekali mendapat pengalaman liburan di Coconut Island. Jangan menginap di kamar hotel yang kaku melulu. Suasana desa di pinggir pantai ini langsung melekat di memori mereka dan juga minta kami untuk kembali lagi ke Coconut Island.

  Kapan menginap lagi di Coconut Island? Tidak dalam waktu dekat, ya. Jika pepohonan di resort ini sudah teduh, kecepatan pelayanan ditingkatkan, dan saran saya di kertas saat check out sudah dilaksanakan... insha Allah kami akan datang lagi!





COCONUT ISLAND WATERPARK AND BEACH RESORT
Jalan Raya Carita Labuan KM 3.8
Caringin Pandeglang
Kabupaten Pandeglang Banten
Website: www.coconutislandcarita.com

14 komentar:

  1. saya udah pernah denger coconut island ini, tapi blm pernah kesana, tempatnya memang baru ya mba.. dan saung bambunya asyik banget, berasa di pedesaan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya baru buka, mba
      tempatnya emang enak dengan suasana berasa terdampar di pulau :)

      Hapus
  2. lengkap sekali infonya kemarin saya dan keluarga juga kesana tapi lihat gersang banget ga jadi deh nginep disana cuma berenang aja di waterparknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, udah ke sana juga yaa
      nanti kalau pepohonannya sdh rimbun pasti lebih teduh dan nyaman

      Hapus
  3. Catet niiih kalo nanti keliling Banten harus minep sini. Lihat kamarnya asik banget ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. asik banget... anak2 sampe betah :D

      Hapus
  4. Wah tempatnya bagus mba, nice share

    BalasHapus
  5. Mbaaak tempatnya asyiik bangeeet. Jadi pengin main ke sana nih kapan-kapan...

    BalasHapus
  6. Wah pengen ke sana, kayanya lokasinya asyiiik, semoga dapet kesempatan, makasih infonya mbak.

    BalasHapus
  7. Waah...resortnya bagus ya... Tapi kayaknya panas ya? Perasaan gak ada pohon yang besarnya. Berapa harga menginap di sana? Tempat menginapnya unik! Jadi pengen he he he

    BalasHapus
  8. hemmm udang asam manis ya,.....*cleguk*

    BalasHapus
  9. waaaaah, unik bgt.. mba jd ini ceritanya tempat tidurnya terbuka gitu yaaaa.... ga ada dinding di depannya? tapi kalo yg AC pake dinding? jd penasaran ihhh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. di teras saung ada tempat buat tidur2an, sambil lihat pemandangan di luar.
      di dalam saung baru deh ada 4 tempat tidur yg pastinya tertutup :D

      Hapus
  10. Duh, jadi kangen pengen tidur pakek kelambu lagi di rumah kampung. Tp apa masih pengaruh hari gini pakek kelambu,Mbak?

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=