Selasa, 18 Oktober 2016

Kenapa Harus Motret Pakai HP?



Kenapa harus motret pakai HP? Karena saya nggak punya kamera canggih. Duh, jawaban yang jujur banget. Iya, saya memang nggak punya kamera dslr, mirorless atau apalah yang canggih itu. Semua foto saya ambil dengan kamera HP alias smartphone. Seadanya saja.

  Jaman sekarang, siapa sih yang nggak motret pakai HP? Sudah bukan pemandangan aneh lagi melihat orang mengambil foto di mana saja dan dalam berbagai situasi. Mau tua atau muda, semua bisa motret pakai HP. Lagi jalan-jalan di mall, cekrek. Mau makan, cekrek. Ada anak kecil lucu, cekrek. Bahkan selfie juga sering pakai HP, iya kan?

  Keuntungan motret pakai HP adalah lebih praktis. Nggak perlu nenteng kamera canggih yang besar dan berat. Satu lagi, momen apa saja bisa mudah diabadikan dengan kamera HP karena benda tersebut selalu kita bawa. Jika kebetulan mendadak ada objek menarik atau kejadian yang perlu diabadikan, langsung sreett keluarkan HP dan langsung difoto deh. 

   Mau cerita sedikit tentang HP yang saya miliki. Saya termasuk orang yang setia memakai satu merk HP sampai titik darah penghabisan. Kalau belum mati, ya nggak bakal beli yang baru. Saya tidak peduli dengan model HP keren yang baru diluncurkan. Bagi saya, beli beras lebih penting daripada beli HP. 

  Menyadari kebutuhan akan HP yang bagus untuk motret, saya merogoh tabungan pribadi untuk membeli HP Lenovo S920 atas rekomendasi seorang teman. Saya cukup puas dengan kualitas foto yang dihasilkan HP tersebut. Namun sayang, kelemahannya adalah saya harus bolak-balik menginstall ulang karena memorinya cepat penuh.

   Mau ganti HP, rasanya gimana gitu. Memahami kegalauan sang istri, Bapa membelikan saya HP Andromax. Jadi, si Lenovo cuma khusus buat motret doang. Baru beberapa minggu, si Andromax pecah layarnya. Ongkos perbaikan sebesar 500 ribu tidak masuk garansi. Tahu gitu, sekalian dari awal beli HP yang harganya 2 juta-an. Biayanya sama saja kan, hehe.

   Beruntung, beberapa minggu kemudian, saya mendapat rejeki dari ngeblog berupa HP Samsung Galaxy Note 3. Saya keluar sebagai sebagai Juara 2 Morinaga Writing Competition. HP yang saat itu harganya sekitar 5 juta-an menjadi andalan saya untuk memotret. Alhamdulillah.

Alat motret: HP Samsung Galaxy Note 3
  Berawal dari asal jepret doang untuk dokumentasi blog, semakin lama saya ingin belajar bikin foto yang bagus. Langsung dong, saya kepoin blog dan Instagram orang-orang yang fotonya keren. Saya juga sempat bergabung di komunitas fotografi. Kemudian... saya patah hati! Mereka semua pakai kamera canggih *nangis di pojokan*

  Baiklah. Foto yang dihasilkan oleh kamera canggih memang tidak bisa diragukan lagi kualitasnya. Lalu, apakah saya akan menyerah? Tidak, tidak. Tentu tidak, Rudolfo... (eh salah scene yak).

  Kemudian, saya kepoin akun Instagram untuk mencari orang-orang yang keukeuh motret pakai HP. Nyari temen senasib ceritanya. Ternyata, motret pakai HP itu bisa bagus hasilnya lho! Asal tahu tips dan triknya! Wah, saya harus belajar tentang yang satu ini!

 Pucuk dicinta ulam pun tiba. Blogger Perempuan Network menginformasikan ada workshop motret pakai HP. Pengajarnya adalah smartphone photographer kenamaan yang hasil fotonya keren abis, yaitu Ariana Octavia. Lihat saja karya beliau di akun Instagram @ariana_arriana. Dijamin bakal mangap karena terkesima. 



 Tanpa menunggu lama, saya langsung mendaftar. Workshop #yukbelajarbareng4 Motret Pakai HP Saja yang diadakan di Kami Ruang & Kafe Depok pada hari Sabtu tanggal 8 Oktober 2016. Saya ambil sesi 1, yaitu pagi hari. Biar cepat pulang ke rumah.


Banner Workshop di Depok
  Saya berangkat dari Bogor naik commuter line bareng Mbak Alma dari Blogger Perempuan Network. Turun di Stasiun UI, kami sempat bingung mencari lokasi kafe. Akhirnya ketemu juga setelah berjalan kaki cukup jauh. Olahraga dulu ceritanya, hup hup...

   Oia, workshop ini diselenggarakan khusus untuk perempuan yang memiliki online shop dan blogger. Pada sesi 1 yang saya ikuti, sebagian besar pesertanya adalah pemilik online shop. Saya sempat berfoto bareng dengan teman blogger yang sudah lama tidak bertemu sejak acara pelatihan blog di Dilo Bogor, yaitu April Hamsa

Saya, April, dan Alma.
   Setelah peserta berkumpul dan panitia siap, workshop yang diadakan di lantai tiga pun dimulai. Usai pendaftaran, acara dibuka oleh sambutan dari Mbak Amika. Selanjutnya, Mbak Ariana langsung mengisi acara dengan menjelaskan materi workshop.


Mbak Ariana sedang mengajar
  Para peserta workshop diajarkan teori dasar fotografi, tips motret dengan HP, cara edit foto, dan basic styling menata objek yang akan difoto beserta properti pendukungnya. Nah, yang terakhir ini nih... kelamahan saya banget! 



  Saya biasa memotret dengan properti seadanya dan dalam keadaan terburu-buru. Maunya cepet beres, karena harus berangkat ke toko (jika motret pada pagi hari) dan lagi riweuh di dapur (jika motret pada sore hari). Problem tersebut saya utarakan pada Mbak Ariana, dan jawabannya adalah tentu saja saya tidak boleh seperti itu lagi! Motret itu perlu waktu cukup lama. Jangan terburu-buru. Siap, Bu Guru!

  Usai menyampaikan teori, peserta dibagi menjadi lima kelompok sesuai dengan produk yang akan difoto. Saya masuk ke kelompok 2 yang memotret aksesoris. Wah, cocok banget buat latihan motret bros Inas craft, jualan aksesoris online saya yang sudah lama pingsan (bantu bangunin, dong).

   Objek foto di kelompok 2 adalah parfum. Properti pelengkapnya ada mutiara dari bros, tas tangan, kerudung, dan HP saya. Berhubung HP saya sedang jadi model, saya nggak bisa ambil foto hasil syling yang dibantu oleh Mbak Ariana (ya iyalah, haha).

Menstyling kerudung (in frame: tangan Mbak Ariana)
   Semua foto dinilai secara kelompok oleh Mbak Ariana. Selanjutnya, peserta bebas praktek motret dengan memanfaatkan properti yang tersedia. Tidak harus memotret objek di kelompoknya. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk mampir ke meja kelompok -nah lho saya lupa kelompok berapa- yang memotret objek makanan.

   Dasar yah, bukannya motret aksesoris malah motret makanan. Ini pasti gara-gara saya lebih sering nguprek di blog Dapur Ngebut, jadi lupa sama dagangan sendiri, hihi. Ini foto saya saat workshop berlangsung:

Foto saat workshop
   Sambil istirahat shalat dan makan siang, peserta bergantian memotret objek yang disukai. Setelah semua selesai, Mbak Ariana menilai hasil foto yang diunggah di akun Instagram masing-masing. Foto puding saya mendapat kritik alas fotonya masih kelihatan. Hehe, sudah saya duga. Saya terpaksa mengambil angle dari sudut yang tidak memantulkan cahaya pada puding. Mau dicrop, saya nggak tega sama puding yang sebelah kanan. Ternyata  Mbak Ariana bilang, nggak apa-apa si puding kepotong, yang penting alas foto nggak kelihatan. Oke, noted.

Makan siang yang lezat
   Usai makan siang dengan hidangan yang entah namanya apa dan rasanya lezat itu, workshop ditutup dan para peserta berfoto bersama. Ilmu yang saya dapatkan hari ini sungguh bermanfaat. Memotret memang perlu belajar praktek langsung. Ikut workshop ini saya bisa melihat langsung aksi memotret Mbak Ariana yang begitu luwes dan mahir mengatur properti foto.

Para peserta Worshop #yukbelajarbareng4 Sesi 1 (foto: Putri Taruno)
  Teryata, workshop ini masih ada kelanjutannya. Peserta mendapatkan pekerjaan rumah untuk mempraktekkan langsung ilmu yang baru saja didapat. Nah loh? Gimana nih? Bingung deh. Mau motret apa ya? Mana dikejar detlen tulisan blog pula. Sempet nggak ya posting lima foto dalam waktu lima hari? Hanya lima hari kerja yang saya punya. Kebetulan, Bogor sedang mendung pada minggu kemarin. Tapi saya tetap nekad posting foto dalam keadaan mendung.

   Kenapa semangat banget ngerjain PR? Karena nanti akan dipilih dua peserta yang beruntung untuk berkonsultasi langsung dengan Mbak Ariana melalui online chat. Boleh bertanya apa saja seputar motret pakai HP. Jujur, melihat foto PR dari peserta lain membuat saya minder. Pikir saya, nggak apa-apa nggak kepilih juga, yang penting saya sudah mengerjakan PR dengan baik :)

  Peserta yang hadir juga mengakrabkan diri lewat grup Whatsapp yang dibuat oleh Mbak Putri Taruno. Tujuannya agar silaturahim kita terus berlangsung. Makasih, ya Mbak Putri. Saya menaruh grup tersebut di HP Andromax karena HP Samsung saya sudah kepenuhan grup. Jadi, maaf kalau saya telat memantau grup Whatsapp yang bernama Owner Olshop YBB. HP Andromax tersebut lebih sering dipegang oleh Kk Rasyad, anak tengah saya, hehe.

   Balik lagi tentang PR motret. Tidak disangka, saya terpilih untuk bisa konsultasi langsung dengan Mbak Ariana. Alhamdulillah. Chat berlangsung pada hari Senin malam, tepat pukul 20.00 WIB. Agak bingung juga nih. Soalnya pada jam tersebut saya biasa puasa gadjet untuk quality time bersama keluarga. Demi belajar, saya pun pamit pada boyz supaya anteng dan jangan mengganggu Ibu yang sedang belajar via chat Line grup.   

   Chat dimoderasi oleh Mbak Becky. Waktu chat dibatasi hanya 30 menit saja. Mbak Ariana membahas keempat foto yang saya kirim sebagai PR tempo hari. Saya pun bebas curhat seputar behind the scene pengambilan foto dan masalah memotret yang sering dialami. Mau tahu komentar Mbak Ariana tentang foto-foto saya? Komentar Mbak Ariana saya tulis di bawah foto.
Foto pertama: pie
Foto pie kurang mundur. Cropping terlalu ketat. Akan lebih cantik lagi kalau buahnya lebih kelihatan, ambil dari angle agak ke atas. Sebagai pelengkap, tambahkan cangkir. Cangkir apa, ya? Saya punya cangkir enamel. Lalu mbak Ariana bilang jangan pakai cangkir enamel. Karena cangkir enamel lebih cocok untuk makanan daerah atau cemilan jadul.
Foto kedua: jepit pita
Foto jepit sudah oke menurut Mbak Ariana (alhamdulillah). Motret yang satu ini lumayan bikin stres karena si jepit ogah diajak setengah tiduran dan ganjelannya kurang mantap.
Foto ketiga: bumbu masak
Foto bumbu bisa dibuat kelihatan semua. Jika ingin botol bumbu yang diexpose, gunakan angle eye level (lurus sejajar pandangan mata), biar kelihatan.
Foto keempat: bitterballen
Foto bitterballen kurang mundur. Kelihatan terlalu dekat. Tampilan cabe bisa dacak sedkit agar tidak terkesan diatur. Bisa ditempel satu per satu di atas bitterballen. Duh, sudah kepikiran mau nancepin cabe kemarin. Berhubung kehabisan cabe, ya sudah jadi dijembrengin bertiga gitu, hihi.

  Tidak terasa, waktu setengah jam berlalu dengan cepat. Mbak Ariana yang ramah menjawab semua pertanyaan saya. Motret saat cuaca mendung pun bisa ditebak oleh Mbak Ariana karena foto-foto saya banyak yang koneng alias kekuningan. Huft! Pencahayaan memang penting banget! Baiklah, saya nggak bakalan lagi nekad motret saat mendung. Bikin despret emang, hehehe.

 Dari hasil chit chat bersama Mbak Ariana, saya jadi paham apa saja kekurangan yang harus diperbaiki. Siap terus berlatih. Jadi PR beneran buat saya nih, Mbak. Insha Allah, semua saran akan saya praktekan. Termasuk saran untuk bermuka tembok saat motret, haha. Terima kasih banyak untuk ilmu dan bimbingannya, Mbak Ariana. Jazakillaahu khairan.

  Motret pakai HP memang perlu perjuangan. Perjuangan agar bisa kelihatan indah seperti diambil dengan kamera canggih. Perlu keterampilan khusus yang didapat dari hasil belajar dan latihan yang konsisten.

  Jangan berkecil hati meski cuma punya modal kamera HP.  Yuk, kita sama-sama belajar bareng supaya hasil foto jadi makin oke. Buat pemilik online shop, jika sudah bisa motret keren pakai HP, produk jualan yang ditawarkan pasti banyak dilirik orang. Buat blogger, foto yang keren tentu akan membuat blog kita semakin menarik dan memikat pembaca.

 Bagi yang penasaran pengen belajar motret pakai HP, bisa ikutan Workshop #yukbelajarbareng Motret Pakai HP Saja. Coba pantengin akun Instagram @yukbelajarbareng untuk update kelas terbaru. Kelas selanjutnya akan diselenggarakan di Bekasi tanggal 29 Oktober 2016 dan di Jakarta tanggal 5 November 2016. Info lengkap ada di banner. Segera daftar karena kuota terbatas.

Selamat motret pakai HP ^_^

Banner Workshop di Bekasi

Banner workshop di Jakarta



72 komentar:

  1. lengkap bngt penjelasannya ya mbak, kalau kita gunakan kamera hp dengan pixabay.com rendah bisa enggak ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kalo itu saya belum pernah coba, mas

      Hapus
  2. Wah cakep-cakep hasilnya. Aku juga masih modal hp aja buat moto. Itu juga rasanya masih belum maksimal. Dan soal setia (haish) aku juga termasuk user yang bakal pake hp sampai ga bisa dipake lagi hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi iya...sampe eror baru deh mau diganti

      Hapus
  3. Mba Inna..keren...selamat jadi pemenang..hihi...

    BalasHapus
  4. Saya mah, motret pake hape karena layarnya yang gede. Jadi hasilnya keliatan. Dan praktis juga. Padahal ke mana-mana selalu bawa kamera pocket, tapi tetep aja, kamera hp yang dipake. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih enakeun kamera hp ya mak :D

      Hapus
  5. Foto Mba Inna cantik2.. yg Lenovo kenapa gak beli Memory card aja? Tapi Alhamdulillah dapat hadiah hape cantik ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi mba leyla.
      udah pake memory card, teuteup eror ajah.
      iya, alhamdulillah... pas butuh pas dapet :)

      Hapus
  6. jadi pengen ikutan juga workshopnya... *lirikdompetdulu

    BalasHapus
  7. whuaaa makin canggih aja nih mak riweuh photonya hbs belajar sm mastahnya...aku pollow mba ariana dah lama kenal di uploadkompakan bliau bu lurah kompakerstangerang

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, biar makin keceh kayak mak ophi
      bulur kompakers tangerang emang keren yaa

      Hapus
  8. Bagus2 mak hasil fotonya.. Sata suka lihat foto2 mak Inna yg di instagram. Apalagi kalau posting makanan. Hhmmm....

    BalasHapus
  9. Tfs mbak. Aku juga lagi belajar motret. Browsing2 sama liat yutub. Dirimu beruntung bs belajar lgs ke mbak ariana

    BalasHapus
  10. seru banget workshopnya ya, tambah pengalaman juga memotret pakai HP, semangat mbak....*kapan ya ada workshop di palangkaraya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba indri. semoga di palangkaraya nanti ada workshopnya :)

      Hapus
  11. Bagus y mba ternyata ada tehniknya :) makasi sudah mau berbagi semoga kelas belajarnya juga bisa diadain di Bandung :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah2an segera ada di bandung :)

      Hapus
  12. hasil fotonya bagus mba, aku paling gak bisa urusan styling foto dan suka bingung untuk pake props foto mau kaya gimana akhirnya cuman motoin makanannya aja, jadi pengen ikutan workshopnya juga nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mba yesi. aku juga paling ga bisa syling foto. pas workshop diajarin sama mba ariana, jadi paham skr (tapi teuteup susah prakteknya hehe)

      Hapus
  13. Penasaran bngt pengen ikutab workshopnya berguna bngt ilmunya neh ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak. plus praktek langsung juga

      Hapus
  14. Wah..jadi sadar saya suka crop.makanan terlalu dekat. Ternyata ga bagus ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. idem mbaa... mari kita bertobat hahaha

      Hapus
  15. Wah foto-fotonya cantik-cantik. Motret dengan hp jadi seni tersendiri karena keterbatasan yang ada. Jangan lupa selalu menyeka lensa sebelum action ya Mak... suka nggak sadar kalo si lensanya berminyak dan ngaruh sama hasil nantinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. siapp... makasih tipsnya mak junita :*

      Hapus
  16. Iya Mbak...sekarang agak males ngeluarin kamera gede2...kamera hp lebih praktis..

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih praktis pakai hp kaan :D

      Hapus
    2. Ya Mbak, makanya sekarang lagi terus oprek Hp. Masalahnya kalau SLR males juga ya Mbak, berat and perlu setting2 juga. Ya, memang ada plus minusnya ya Mbak.

      Hapus
  17. Sejak kamera DSLR hilang saya mau nggak mau harus menggunakan kamera handphone untuk motret mbak. Salah satu kuncinya adalah mengandalkan cahaya matahari karena kalau saat malam hari hasilnya kurang bagus. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul, cahaya penting banget buat motret pakai hp.
      duh, semoga dpt genti kamera dslr yg lebih bagus ya mak, aamiin

      Hapus
  18. Makasih kakak sharingnya aku klo motret emang pake hp soalnya belum punya kamera hehe.

    BalasHapus
  19. waaa ini aku pengen banget dateng waktu itu, tapi sayang bentrok sama acara lain.. tapi untung ada artikel ini, jadi lumayan terhibur, makasih, yaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. masama, mba zata. coba kemaren dateng :)

      Hapus
  20. Motret pake hape enak ya, mba. Aku juga suka karena praktis dan ngga terkesan mengintimidasi gitu :). Sayangnya kalo pas low light suka kurang maksimal hasilnya :).

    BalasHapus
  21. hiks, aku pgn ikut ini... tapi tiap sabtu aku hrs masuk weekend banking masalahnya :(..

    aku lgs follow IG nya mba ariana :D.. pgn bisa secanggih dia jg kalo lg motret makanan ^o^.. aku sbnrnya punya dslr mba..tp males aja kalo lg makan, trs mw niat ngereview, fotoinnya pake kamera begitu ;p.. kadang suka malu diliatin hahahaha ;p.. makanya memang slama ini kalo utk foto makanan aku lbh seneng pake HP juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. padahal cuek aja mbaa...
      sama kayak saran mba ariana ke aku, kalo motret harus muka tembok, haha

      Hapus
  22. Bagus hasil motretnya....saya dulu paling ga suka moto krn jelek aja hasilnya tapi semenjak punya IG jadi latihan terus karena harus upload xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku dulu biar asal jepret teuteup pede majang di IG, hehehe. kalo skr jadi mikir2 lagi mau posting foto :D

      Hapus
  23. Aku sudah kepoin IGnya MBak Ariana, aaach mupeng banget sama rumahnya, Mbak Inna, makasih banyak ya tulisannya, aku jadi tahu bagaimana kudu memotret menggunakan hape

    BalasHapus
    Balasan
    1. benerrr... rumahnya mba ariana keren banget ya. idem mupeng :D
      masama mak astin :)

      Hapus
  24. Aku follow IG Mbak Arianna ini memang bagus-bagus ya fotonya. Pengen deh ikut workshopnya tapi harinya nggak pas euy. Aku belajar dari tulisan teman-teman yang ikut workshopnya aja deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. foto2 mba ratna udah keren. sering latihan pasti jadi keren banget :)

      Hapus
  25. Wahh mba inna pemenang ybb...kereen. aku mah dipraktekin di lomba theragran kemaren heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe makasih. kita beda sesi ya. coba barengan :)

      Hapus
  26. Wah sayang nih aku nggak ikut acara ini pas di Depok. Padahal kan di Depok. Tapi asyik nih bisa banyak tahu dari blog mba Inna :)

    BalasHapus
  27. Saya juga selama ini motret pakai HP saja mba untuk kegiatan blogging..soalnya kamera DSLR saya rusak..ahahaha..keren fotonya mba!

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi mba gena :)
      toss sesama pemotret pake hp

      Hapus
  28. iya mbak, kadang kemana2 bawa kamera malas kalo nggak pas event tertentu aja, pengen juga ikutan workshop motret pakai hp ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayuk, kalo ada lagi ikutan mba :)

      Hapus
  29. Saya juga cinta mati sama satu hape sampai hapenya uzur dan pensiun,baru diganti. Hehe :D Btw, infonya keren! ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. pake terus sampe isdet ya, hehehe
      makasi mba aira :)

      Hapus
  30. Saya masih PR di styling nih. Trus kalo motret harus nunggu anak tidur supaya ga rebutan :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. styling paling susah yaa...
      idem, aku jg masih rebutan hp :D

      Hapus
  31. Wah ternyata itu hp Mbak Inna to hehehe, yg sempet muncul pas foto di pelatian :))

    BalasHapus
  32. Waaah fotonya meskipun di ambil dari hape udah kayak pro mbaa ^^
    gapapa ga punya kamera dslr atau mirorless, memanfaatkan apa yang kita punya juga udah alhamdulillah. Btw seneng banget bisa menang lomba begitu. aku sih cupu belum pernah menang lomba sama sekali :D
    Hahhaa

    Itu terbuka untuk umum mba acaranya?
    Waaah pengen ikt tapi november pas banget lagi pulang kampuaang

    BalasHapus
  33. Mbak Inna, berasa banget ya manfaatnya ikutan workshop memotret pakai HP... aku juga mau ikutan ah.. Makasi ya infonya! :)

    BalasHapus
  34. Beruntung banget Mba bisa belajar langsung sama Mba Ariana. Aku belajar motret pake hp juga otodidak dari akun IGnya blio. Mraktekin bts yang sering banget di baginya.
    Semoga someday bisa belajar langsung.

    BalasHapus
  35. Sekarang banyak kamera HP yang bagus. Motret pake hp aja hasilnya udah keren

    BalasHapus
  36. memang praktis banget ya make hp dan hasilnya bisa oke banget kalau udah tahu caranya

    BalasHapus
  37. Emang sekarang jamannya kamera hp udah sangat canggih, lebih mudah juga

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=