Selasa, 08 November 2016

Kenali Perbedaan Karakter Anak dan Cara Menghadapinya


Halo, parents! Ada berapa anak di rumah anda? Satu, dua, tiga... sepuluh? Buat yang masih punya satu anak, kagum nggak sih dengan perilaku sang buah hati tercinta? Setelah lahir saudaranya yang lain, rasanya kita tambah takjub dengan perilaku lain dan menambah semarak suasana di rumah. Betul tidak? 

 Saya punya tiga anak laki-laki yang kerap saya sapa dengan 3 boyz. Mereka adalah adalah Aa Dilshad, Kk Rasyad, dan Dd Irsyad. Semuanya alhamdulillah tumbuh sehat dan ceria seperti anak-anak pada umumnya. Mereka punya karakter yang berbeda satu sama lain. Kadang saya dan Bapa suka geleng-geleng kepala sendiri melihat ulah mereka, lalu berpikir... dapat sifat seperti itu dari siapa ya? Hahaha.


My 3 boyz saat menunggu antrian kasir di mall

  Gimana, sudah kebayang kan? Seru pastinya! Perbedaan karakter itu tidak menghalangi kami berdua untuk berbagi perhatian untuk mereka. Setiap anak itu unik dengan caranya masing-masing. Cara menghadapi mereka juga harus dengan pendekatan yang berbeda. 

  Lucunya, saya bisa menebak kepribadian mereka sejak masih bayi. Ada yang anteng, ada yang meledak-ledak, dan ada yang suka usil. Benar saja, sifat itu terbawa hingga mereka besar sekarang.  

  Yuk, kenalan dengan 3 boyz dan kepribadiannya yang dominan serta cara menghadapinya:
Aa Dilshad (paling susah difoto)

1. Aa Dilshad

Saat ini Aa duduk di kelas 9 alias kelas 3 SMP. Aa sebentar lagi berulang tahun yang ke 14 pada bulan Desember. Waktu masih bayi, Aa begitu kalem. Bahkan sempat mengalami kesulitan berbicara pada usia batita. Setelah saya masukkan ke playgrup, kemampuan berbicaranya langsung berkembang pesat. 

Setelah besar, Aa memang kelihatan seperti anak yang pendiam. Padalahal sebenarnya, Aa itu orangnya rame. Terutama jika sedang bercerita. Siapa saja bisa terpukau mendengarnya. Aa cocok nih kalau nanti jadi guru atau dosen. Eh mau jadi apa terserah Aa saja, pasti kami berdua dukung.

Kepada Aa, sebagai anak sulung dia lebih dewasa dibandingkan kedua adiknya. Aa bisa membimbing dan menasehati mereka supaya jangan nakal. Tutur katanya yang berstruktur seolah diatur sungguh enak didengar. Saya tidak perlu berbicara panjang lebar, dia sudah mengerti yang saya maksud dan mematuhinya.

Menurut pengamatan saya, Aa itu punya perasaan yang halus. Dulu, hal-hal kecil mudah membuatnya terbawa perasaan. Aa suka membaca buku dan pernah aktif menulis di blog. Menginjak usia ABG, Aa menyukai cerita fiksi dan banyak melahap novel serta memperhatikan para penulis cerpen kenamaan. Demi hobinya ini, saya membelikan buku apa saja yang dia inginkan. Selama buku itu bagus dan cocok untuk dibaca anak seusianya.

Kk Rasyad

2. Kk Rasyad

Anak tengah kami ini sudah berusia 9 tahun dan duduk di kelas 4 SD. Waktu hamil, saya bawaannya marah-marah. Kayaknya jadi terebawa dan Kk jadi bayi yang emosional, hehe. Saat Kk marah, kadang, saya ikut jadi sebal. Tapi, heup, langsung sadar. Untuk menghadapi Kk saya harus tenang dan tegas. 

Kk juga spontan dan seperti kelebihan energi. Di sekolah, saya membuktikan sendiri perkataan gurunya bahwa Kk sangat suka bermain kejar-kejaran. Bahkan saking serunya berlari, Kk pernah sampai robek bibirnya. Celana seragam yang robek pada bagian kaki pun sudah tidak aneh lagi. Untuk menyalurkan hobinya, Kk saya daftarkan les renang dan saya biakan bermain bola bersama anak-anak tetangga pada sore hari. Tidak lupa saya belikan peralatan olahraga sebagai pendukung.

Meski emosional, Kk adalah sosok yang perhatian. Dia bisa menjaga adiknya jika saya sedang tidak enak badan. Dia juga yang paling peka sekaligus kepo jika ada sesuatu yang tidak beres. Rasa penasaran akan membuatnya untuk mengusut secara tuntas. Investigator yang handal.

Kk juga sosok pemimpin yang bertanggungjawab. Saat menjadi ketua regu kemping pramuka di sekolah, jumlah hadiah tempat pensil untuk kelompoknya kurang satu buah. Lalu Kk mengalah tidak dapat tempat pensil dan membagikannya pada seluruh anggota kelompok. dan berenang. Ketika guru di sekolahnya tahu, Kk diberi tempat pensil yang menjadi haknya. Tempat pensil itu kebetulan lebih bagus dari yang dibagikan kepada teman-teman kelompoknya. Rejekimu ya, Nak.

Dd Irsyad

3. Dd Irsyad

Si bungsu ini sekarang berumur 6 tahun dan mau masuk SD. Kesan pertama bertemu, Dd pendiam dan tidak banyak bicara. Tapi kalau sudah kenal dekat, hati-hati ya! Dd itu anaknya jahil! Bahkan sudah kelihatan jahil sejak bayi dengan mengusili kedua kakaknya, haha. Untuk menghadapi Dd, saya akan bilang baik-baik jika kejahilannya sudah merugikan orang lain. Jika ada yang menangis atau marah karena ulahnya, saya akan menyuruh Dd untuk meminta maaf pada anak tersebut (termasuk pada kakaknya yang sering jadi sasaran kejahilan Dd).

Saat ini, saya belum tahu apa bakat Dd yang menonjol. Yang pasti, dalam usianya ini Dd masih suka membuat kapal pecah dan aneka kreativitas untuk menuntaskan rasa ingin tahunya. Untuk Dd, saya memfasilitasi aneka mainan kreatif untuk mengasah perkembangan otak dan motoriknya. Setelah bermain, tidak lupa saya mengingatkan Dd untuk membereskan lagi mainannya.

Khas anak bungsu, Dd memang lebih manja kepada saya dibandingkan kedua kakaknya. Berangkat dan pulang sekolah masih minta ditemani. Masih suka dipeluk, digendong, dan diuyel-uyel. Tentu saja saya tidak melewatkan kesempatan untuk lebih banyak kontak fisik dengan Dd. Kapan lagi momen ini bisa terulang? Sudah besar sedikit, pasti dia malu dipeluk cium oleh ibunya.


Ooow! They're so cute!

  Nah, itu baru contoh perbedaan karakter tiga anak yang saya miliki. Bagaimana dengan anak-anak anda? Seperti apa karakter mereka sudah bisa kelihatan bukan? Menghadapi mereka sesuai dengan karakternya bisa menjalin kedekatan emosional, lho. Anak-anak merasa kita sebagai orang tuanya bisa memahami mereka. Jadi, tidak perlu perang urat syaraf yang panjang saat memecahkan masalah bersama.


  Berikan anak apa yang mereka butuhkan dan sesuai dengan karakter mereka. Misalnya, ketiga anak saya punya selera yang berbeda dalam hal berpakaian. Hal ini juga dipengaruhi oleh usia. Aa suka baju dengan kata-kata yang menarik. Kk suka baju berwarna terang. Dd suka baju bergambar tokoh kartun kesayangannya. Mereka sudah memilih sendiri baju yang disukai. Ya, mereka sudah punya keputusan sendiri.

  Membeli keperluan untuk tiga anak sekaligus kan lumayan mengeluarkan banyak biaya. Jika ada salah satu anak perlu ganti sepatu, biasanya kami akan menggilir agar anak yang lain juga bisa beli sepatu pada bulan berikutnya. Sekarang beli keperluan Aa, bulan depan untuk Kk atau Dd.

  Demi anak, apa sih yang nggak bakal kita, orangtuanya, lakukan? Betul tidak? Perbedaan karakter juga mempengaruhi selera anak-anak terhadap benda favoritnya. Misalnya buat Aa Dilshad, dia suka buku novel bergenre fantasi. Kk Rasyad suka bola sepak atau kacamata renang yang menempel pas di mata. Sedangkan Dd Irsyad masih suka dengan aneka mainan mobil-mobilan, lego, atau puzzle.

   Pernah suatu ketika, anak yang satu minta dibelikan satu barang. Eh, yang lainnya juga kepingin. Nah lho, bisa bangkrut nih kalau harganya lumayan. Tapi lain ceritanya jika kebetulan ada promo diskon yang ditawarkan. Wah, kesempatan langka ini tidak akan saya sia-siakan. Belanja kebutuhan untuk tiga anak bisa terpenuhi sekaligus. Aneka barang dengan penawaran harga yang murah bisa diborong, nih! Tinggal pilih barang apa yang kebetulan sedang dibutuhkan anak-anak. Asyik kan!

Ini lho... Ibu sama Bapanya :)
   Nah parents, bagaimana dengan putra-putri tercinta di rumah? Sudahkah anda mengenali perbedaan karakter mereka dan bagaimana cara menghadapinya? Share yuk di kolom komentar ^_^


40 komentar:

  1. mak Inna paling cantik donk ya di rumah hahaha...btw, sepakat mba beda karakter anak harus beda menghadapinya,disesuaikan tapi kadang secara sadar dan tidak saya masih suka menyamakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe masa ikutan ganteng :D
      sama, mak. kadang aku suka ga nyadar nyamain juga

      Hapus
  2. 3 anak 3 karakter. Riweuh tapi seru :D

    BalasHapus
  3. wah dikelilingi pria2 asyik sekali mbak

    BalasHapus
  4. Iyaa sama kaya dua anakku juga, meski ada beberapa kesamaan tp tetep ada jg yang beda dr segi karakter maupun selera, padahal dibesarkan di lingkungan yg sama, pola asuh yg sama yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah bawaan dari sananya beda karakter ya mak :D

      Hapus
  5. wah iya ya ya bener bgt mak..


    sampai sekarang masih terkagum2 dengan 3 anak dengan sifat dan karakternya masing-masing...


    kalau marah2 terus bawaannya saya yg anak ke 3 ..

    kalau yang ke-2 waktu hamilnya kalau pengen sesuatu baru dipikir aja pengen apa, ayahnya udah paham ,,ternyata yg ke-2 ayahnya bgt,plek plek plek,telepati dari dalam kandungan ma ayahnya.

    kalau anak 1 banyak yang gak bisa dipenuhi keinginannya waktu hamilnya ,nahan2 karena lagi LDR, anak yg pertama, nerimo dan banyak pengertiannya he he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah loh kok samaan mak. anak pertamaku juga gitu. beneran yahh bawaan hamil mempengaruhi sifat jabang bayi :D

      Hapus
  6. Waah setuju bangat Mba Inna, perlu bangat untuk orang tua mengenali karakter anak-anaknya, dan sebaiknya orang tua tidak pernah membanding-bandingkan antara anaknya yang satu dengan yang lain, karena setiap anak terlahir berbeda dengan segala keistimewaannya :)

    BalasHapus
  7. duuh... itu pipinya dd irsyad minta dicium deh... hehehe...
    asyik ya mba, menghadapi anak2 yg berbeda2 karakternya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, nano-nano rasanya.
      ciyum dong ateuu santi :D

      Hapus
  8. setujuuuu... jangan sampe orang tua malah banding2in anak, padahal cara menangani mereka aja udah pasti beda karena punya karakter masing-masing..

    BalasHapus
  9. rameee passti anak laki bertiga di rumah ya dengan karakter yang berbeda :)

    BalasHapus
  10. Masih kurang, mba... Tambah anak cewek lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ampuun... sudah bertobat, ma uwi :D

      Hapus
  11. Ahh..3 Boyz dah pada gede2 ya, mengenal mereka dl masih kecil2.
    Anakku cuma 1, alhamdulillah sangat mengenal banget karakternya, meski dari lirikan mata aja tau dia maunya apa hahaha...

    Maak, 1 lagi napa cewe !!
    *kabor sebelom di timpuk kue2

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha iya, satu2nya solmet olive ya mamah nchie nu geulis. jadi dah paham luar dalem :D

      aku ga bisa bikin kueh maak...kutimpuk pake combro aja yaaa

      Hapus
  12. jagoannya makin besar ya mba Inna. Aku juga percaya semua anak pasti punya kepribadian yang beda beda ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba lid. hayuk ramaikan rumahnya dengan nambah anak #hloh

      Hapus
  13. Wah, anaknya udah ada yang SMP ya, udah gede euy. Aku juga 3 Mbk anakku dan suka banget nyari diskonan haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah mba. mayan banget kalo ada diskon bisa sekalian borong buat anak2 :D

      Hapus
  14. Hihi, aku jg mba, kayak bisa nebak karakter anak sejak bayi :D

    BalasHapus
  15. Aku mau komen agak oot sama postingannya. Soalnya nggak percaya Mbak Inna udah masuk #UsiaCantik lho! Punya anak cukup banyak tapi tetep awet muda OMG aku iri :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah makasi dibilang awet muda *blushing*

      hayoo putri, jangan iri...
      mumpung masih muda segera raih segala peluang yg ada.
      kalo udah punya anak n suami nanti mah rada riweuh hahaha

      Hapus
  16. Lucu2...
    Semoga jadi anak soleh ya semuanya 😊

    BalasHapus
  17. Mba..lucu2 bangeet anaknyaa..aku baru satu nih jadi baru kenal satu karaktrr arfa yang agak rebel hehehe..semoga jadi anak soleh ya kakak adek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya kalo umur segitu mah arfa pasti rebel, haha.
      aamiin, makasih ateu Lingga :)

      Hapus
  18. Emang beda anak beda karakter y mb, uniknya manusia.. ngadepinnya juga beda2

    BalasHapus
  19. hidup jadi penuh warna ya mbak kalo liat perbedaan karakter anak begini :)

    BalasHapus
  20. jadi ingat emak saya yang punya 11 anak

    BalasHapus
  21. Wah seru anaknya cow semua. tetap ganteng n Soleh ya

    BalasHapus
  22. Waw 3 anak cowok? Saya lagi ngurus 1 anak cowok dan udah puyeng, hihi...

    BalasHapus
  23. anak2 udah gede ya mbak, makin terlihat karakter masing2 pastinya
    beda pula cara menghadapinya ya

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=