Selasa, 21 Februari 2017

Kk Rasyad Dirawat di Rumah Sakit


Hari ini, Senin tanggal 20 Februari 2017, Kk Rasyad boleh pulang dari rumah sakit. Setelah dirawat sejak hari Jumat malam, akhirnya demam Kk sudah turun dan badannya kembali sehat. Alhamdulillah. Sakit apa? Kk Rasyad demam tinggi sejak hari Rabu sore. Diobati sendiri di rumah seharian tidak ada perubahan. Kondisinya semakin menurun. 

   Pada hari Jumat siang, saya mau membawa Kk ke klinik terdekat. Sayang, Kk tidur terus dan saya binung bagaimana membawanya dengan ojek. Kk baru bisa dibawa ke dokter setelah Bapa pulang kerja. Kami langsung membawanya ke Rumah Sakit Azra karena suhu tubuhnya tidak kunjung turun dan Kk mulai sulit dibangunkan karena lemas. 

   Sampai di IGD, banyak pasien yang berobat membuat kami menunggu cukup lama. Setelah diperiksa, dokter langsung memutuskan bahwa Kk Rasyad harus dirawat. Obat penurun panas via 'jalan belakang' segera diberikan sebagai tindakan darurat. Saya langsung mencari kamar sementara Bapa dan Dd Irsyad menunggu di ruang tunggu. Setelah mendapat kamar, Kk Rasyad dipasangi infus. Bapa dan Dd pulang ke rumah sementara saya menemani Kk menginap di rumah sakit.

   Kk menempati kamar anak kelas dua di gedung baru lantai 3. Dulu area gedung ini adalah tempat parkir, taman, dan mushola. Kenapa nggak nginep di kamar VIP aja? Sesuai jatah dari asuransi perusahaan dong. Yang penting anak bisa dirawat dengan baik di rumah sakit. Masalah kamar kan cuma tentang berbagi fasilitas aja.

  Oia, Kk Rasyad pernah dirawat sebelumnya di RS Azra pada tahun 2009 karena keracunan makanan. Tepatnya, mie gelas. Waktu itu, Aa Dilshad dan Kk Rasyad makan mie gelas kemudian langsung demam plus muntah dan mencret. Aa segera dirawat oleh almarhum Nenek di Ciapus. Sedangkan Kk harus dirawat di rumah sakit. Saat itu Kk baru berusia 3 tahun. Saya sendirian menjaganya karena Bapa sedang di luar kota. Bayangin betapa riweuhnya saya saat itu karena Kk termasuk anak yang rewel kalau sakit.

Kk Rasyad kecil saat dirawat di RS

Malam pertama di rumah sakit

Kk Rasyad lebih banyak tidur karena lemas. Saya yang kebetulan sedang dalam kondisi kurang fit karena batuk. Saya tidur di sebelah tempat tidur Kk. Beralaskan selimut dan bantal yang dibawa di mobil waktu berangkat ke rumah sakit, saya berusaha untuk bisa tidur. Mana bisa tidur, saya tidak tenang. Infus di tangan Kk bolak-balik tegang karena ditarik Kk yang tidurnya 'motah' alias tidak bisa diam. Ditambah suasana kurang nyaman tidur di lantai, kedingian, badan agak muriang, plus bolak-balik batuk pula. Sesekali suara tangis pasien bayi di sebelah membangunkan saya. Riweuh amat yak, hehe...

Kk yang lagi tidur dan Dd yang anteng main game
   Pada malam itu, Kk juga tiba-tiba bangun dan berteriak. Demam tinggi membuatnya menggigau! Kk duduk, panik, lalu bilang kalau dia takut jatuh. Saya bolak-balik istighfar dan berusaha membuatnya sadar lalu menidurkannya kembali. Fiuh... lumayan bikin deg-degan. Suster yang mendengar buru-buru datang dan membantu saya. Syukurlah, Kk mau tidur lagi dengan tenang.

Hari Sabtu pagi

Seharusnya pada hari ini Kk Rasyad ikut lomba Olimpiade Sains Kuark di SD Insan Kamil pada pukul 8 pagi. Perlengkapan lomba sudah siap. Kk juga sudah belajar sedikit sebelum demam. Lomba Olimpiade Sains Kuark digelar setiap tahun oleh majalah sains Kuark. Tahun lalu Kk terlambat mendaftar. Dua tahun sebelumnya Kk sudah ikut lomba dan berhasil lolos sampai babak semifinal. 

   Semangatnya tinggi sekali untuk ikut lomba ini. Nggak apa-apa ya, Kk nggak bisa ikutan lagi. Tahun depan masih ada kesempatan. Tentang lomba Kuark yang Kk Rasyad ikuti bisa dibaca di sini: Juara Kelas Bukan Segalanya.

Ikut Lomba Olimpiade Sains Kuark 2015

   Jelang siang, Bapa dan Dd Irsyad datang ke umah sakit. Saya segera pulang ke rumah bersama Dd Irsyad dengan memesan Grab Car. Saya beristirahat di rumah untuk memulihkan kondisi badan yang lemas dan kurang tidur. Setelah segar, kami berdua kembali ke rumah sakit pada sore hari. Kata Bapa, saya tidak usah balik lagi ke rumah sakit. Tapi mana bisa tenang di rumah? Saya ingin tahu apa kata dokter anak tentang kondisi Kk.

   Sayang, dokter anak Setyawati yang ditunggu tidak bertemu dengan Bapa. Dokter datang tepat ketika Bapa pergi ke mushola untuk shalat ashar. Hmm, jadi makin penasaran terhadap diagnosa penyakit Kk. Untung ada dokter jaga. Beliau menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan darah. tidak ada indikasi penyakit demam berdarah atau tipus. Kemungkinan demam disebabkan oleh virus atau infeksi. 

   Infeksi? Saya teringat sakit telinga yang pernah Kk derita dulu. Kata dokter THT, Telinga Kk sakit karena dahak yang terkurung dan tidak bisa keluar. Setelah dikorek, telinga Kk tidak sakit lagi. Kayaknya sih, bukan infeksi telinga karena Kk tidak mengeluh telinganya sakit. 

   Berarti karena virus. Kok bisa kena virus? Ya bisa lah. Namanya juga manusia yang menghirup udara bebas, hehe. Dugaan saya dan Bapa, Kk bisa sakit demam tinggi karena kondisi fisiknya yang tengah drop karena kelelahan dan kehujanan juga.

   Ceritanya begini...

   Pada hari libur nasional karena Pilkada kemarin, Kk Rasyad minta dibangunkan pukul 2 pagi untuk nonton pertandingan bola di televisi. Mumpung libur, Kk diijinkan nonton tv dan begadang. Setelah nonton, bukannya melanjutkan tidur Kk malah terus melek sampai siang. Jika saya tidak bawel, mungkin Kk tidak tidur seharian. Keesokan harinya, Kk sudah bangun pagi sekali, berangkat ke sekolah, pulang langsung ngaji, jelang maghrib main bola di tengah gerimis, dan baru mandi setelah maghrib. Nah, setelah magrib itulah Kk mulai demam tinggi.

Gelang penanda dan tangan yang diinfus

   Syukurlah, bukan penyakit yang serius. Malam minggu itu saya kembali pulang ke rumah setelah numpang makan malam di rumah sakit. Makan apa? Makan sisa makanan Kk plus makanan yang dibeli Bapa dari luar rumah sakit, Bapa bawa bebek goreng Pak Slamet dan bakso Seuseupan. Yamii...

Minggu pagi

Saya sudah riweuh nyuci baju, masak mie goreng dan pisang tanduk kukus untuk Eyang di rumah. Emak Onih (ART pulang-pergi) tidak bisa datang karena saudaranya meninggal. Saya meminta Mak Onih datang pada sore hari untuk mengurusi Dd Irsyad berangkat sekolah. Senin subuh Bapa harus berangkat ke bandara untuk dinas di Maumere. Jadi, saya harus ada di rumah sakit pada Senin subuh dan Mak Onih mengurus Dd. Tadinya sih. Dd mau diajak bolos sekolah aja. Tapi Dd ada pertandingan futsal. Sayang jika dilewatkan karena Dd begitu bersemangat ikut pertandingan ini.

Suasana kamar yang kosong

   Pasien sebelah sudah pulang. Kamar anak yang seharusnya ditempati oleh 6 pasien ini jadi terasa leluasa buat kami sekeluarga. Ruangan sebesar ini cuma ditempati oleh Kk Rasyad! Yihaa... merdeka banget ya! Berasa nginep di kamar VIP, hihihi.

Bosan di tempat tidur
   Kk Rasyad juga sudah kelihatan lebih segar. Sudah bisa duduk dan jalan ke kamar mandi, Sudah jalan-jalan keliling kamar, ngintip sebentar di koridor depan kamar. Dd Iryad pun senang karena kakaknya sudah bisa diajak bermain lagi. Setelah saya dan Dd Irsyad datang, Bapa langsung berangkat ke pesantren untuk menjemput Aa Dilshad. Kami sekeluarga pun menghabiskan hari minggu bersama di kamar rumah sakit :)

3 boyz nangkring bareng :D

Dd Irsyad manjatin tempat tidur satu-satu
  Berasa nginep di hotel, ya. Maklum, rumah kami nggak pakai AC, hehe. Banyak tempat tidur kosong jadi tempat bermain buat Dd Irsyad. Makanan di rumah sakit ini menurut saya rasanya lumayan enak. Nasi putih (sedikit lembek agar mudah dikunyah) tersaji lengkap bersama lauk, sayur, dan buah. Lebih sehat karena no gorengan, no msg, dan kadar gizinya sudah ditakar. Porsinya cukup banyak untuk ukuran anak kecil seperti Kk Rasyad. Jadi, Kk Rasyad sering tidak menghabiskan makanannya. Tentu saja selanjutnya saya yang mengambil alih. Sebagai emak vacuum cleaner, saya ikutan makan juga, hehe.

Menu komplit bergizi di rumah sakit
Sebelum disuapi makan
   Minggu sore, Aa kembali pulang ke pesantren dengan Grab Bike. Bapa dan Dd kembali ke rumah untuk mandi. Bapa sekalian bawa koper dari rumah untuk berangkat ke bandara dari rumah sakit. Malamnya, kami kedatangan tamu bapak-bapak dan ibu-ibu tetangga komplek. Terima kasih untuk kunjungannya, Bapak dan Ibu Tommy, Bapak dan Ibu Udin, Bapak dan Ibu Irwan, Mama Rayyan, dan Bu Jajay. Juga terima kasih buat Om Bayu, Tante Nina, dan Ghiyats yang mampir untuk menjenguk Kk Rasyad. 

   Saya dan Dd Irsyad pulang ke rumah pukul 20.30, nggak perlu makan malam lagi. Bapa tadi sudah beli sate padang. Dd Irsyad kembali makan bakso Seuseupan yang dibawa oleh keluarga Tante Irein. Asyik, makasih Tante. Demen banget makan bakso ni anak. Kayak siapa yaa...
   
Hari terakhir di rumah sakit

Keesokan harinya, saya sudah kembali ke rumah sakit. Aplusan jaga sekalian melepas Bapa pergi dinas ke Maumere. Dokter Setyawati berkunjung dan membolehkan Kk Rasyad pulang jika hasil tes darah bagus. Alhamdulillah, hasil tes darah sejam kemudian menyatakan Kk boleh pulang. Horee...

  Ketika menunggu urusan administrasi di rumah sakit, saya dapat kabar bahwa Dd Irsyad dan teman-temannya menang pertandingan futsal di sekolah tetangga dan siap maju ke babak selanjutnya. Wah, selamat ya! Nggak sia-sia latihan main bola setiap saat di mana saja ya De. Di lapangan, di jalanan depan rumah, di dalam rumah, sampai di dalam mobil :D
Dd Irsyad dan teman-teman tim futsal (foto: WA grup)
  Sedikit drama saat saya masih di rumah sakit, Pulang sekolah, Dd Irsyad kabur ke rumah teman sekolahnya, Ihsan. Untung sang mama segera memberi kabar. Saya meminta Mama Ihsan untuk menahan Dd main di rumahnya sampai saya pulang. Makasih ya, Mam!

  Setelah sekian jam menunggu hingga bisa bikin postingan ini, akhirnya proses administrasi yang memerlukan persetujuan asuransi selesai juga. Kami pulang! Terima kasih ya, Allah. Kk Rasyad sudah pulih kembali dan bisa ceria seperti sedia kala. Alhamdulillah. Terima kasih buat teman-teman blogger dan para tetangga yang sudah mendoakan supaya Kk lekas sembuh. Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat, aamiin.

8 komentar:

  1. Alhamdulillah, semoga sehat2 terus ya Nak.

    BalasHapus
  2. wah raffa juga pernah kayak gini, karena demam tinggi..pas abis sunat lagi...

    moga setelah ini sehat terus ya kk rasyad

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah Kk dah pulih dan boleh pulang. Semoga ga sakit lagi dan sehat terus, juga berprestasi. Saya juga lagi nungguin si bungsu yang dirawat Mbak. Sama, panas tinggi awalnya. Semoga besok boleh pulih.

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah ya punya Asuransi, memang kita ga mau sakit tapi kalau pas sakit begini ,asuransi sangat membantu.

    BalasHapus
  5. Makanan di RS lebih sehat memang, ya. Sehat selalu, Kk. ;)

    BalasHapus
  6. Kalau anak sakit duh rasanya ya mak. Antara sedih tapi emak juga harus tetap kelihatan gak sedih dan semangat, supaya anak juga semangat & cepat sembuh.
    Semoga selalu sehat kakak Rasyad :*

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=