Jumat, 26 Mei 2017

Liburan Impian: Napak Tilas ke Bali


Liburan napak tilas ke Bali sudah lama diimpikan oleh saya dan suami. Napak tilas? Iya, kami punya rencana berlibur sekaligus napak tilas ke tempat kenangan saat masih menetap di Bali.  Dulu, kami adalah keluarga perantau yang selalu berpindah tempat tinggal mengikuti pekerjaan Bapa, suami saya. Denpasar Bali menjadi tempat tinggal kami pada tahun 2004 sampai 2006. 

   Sebelumnya, Bali sudah tidak asing lagi bagi saya dan Bapa karena tempat tersebut menjadi destinasi bulan madu kami pada tahun 2002. Selama tiga hari dua malam, kami bersenang-senang dan tidak lupa berfoto di tempat-tempat wisata yang kami kunjungi. Ke pantai Kuta, pantai Sanur, dan berkeliling di dalam kota Denpasar. Siapa sangka, lokasi wisata tersebut kami datangi lagi di masa mendatang dengan membawa seorang anak! Wah, rasanya gimana gitu! 

Atas: Monumen Bajra Sandi. Bawah: di depan pura
  Foto di atas adalah di depan Monumen Bajra Sandi (monumen perjuangan rakyat Bali) di Lapangan Puputan Renon. Satu lagi foto di sebuah pura yang ada di dekat Lapangan Puputan Badung. Dua tahun kemudian, kami sering datang ke sana untuk menikmati sore yang sejuk bersama Aa Dilshad kecil yang berlarian di tengah lapangan sambil bermain bola.

   Penuh kesan. Itulah yang saya simpulkan selama dua tahun tinggal di Bali. 
Saya paling suka menikmati bulan purnama di Bali. Melihat suasana kota yang mendadak sibuk dengan warga yang ingin bersembahyang. 

  Ada lagi yang bikin kangen, yaitu Mido dan Coki-coki. Dua anjing anak beranak yang menumpang tidur di rumah kami setiap malam. Di rumah kami di daerah Dalung, kami sempat memelihara anjing tanpa sengaja. Ketika pindah dan kebetulan Bapa kembali lagi ke Denpasar untuk urusan kantor beberapa bulan kemudian, keduanya masih mengenali Bapa! Ah, terharu. Kalau sekarang, saya yakin mereka sudah tidak ada di situ lagi. Yah sudah 13 tahun berlalu. Eh, bisa saja lho mereka masih ada!


Aa Dilshad bersama Mido dan Coki-coki
  Tinggal di tempat yang menjadi idola pariwisata dunia ini membawa kami yang saat itu menjadi penduduk Bali seolah ikut berlibur juga. Apalagi, di Bali itu banyak perayaan hari besar keagamaan yang artinya Bapa libur dari kantor. Horee, bisa sering liburan dong!



  Eit, jangan salah. Mentang-mentang tinggal di Bali. Belum tentu juga kerjaan kami sekeluarga jalan-jalan melulu. Jalan-jalan kan perlu ongkos juga, hihihi. Ditambah punya satu anak batita yang aktif, rasanya lumayan repot jika sering traveling. Maklum, di rumah saya tidak memakai jasa ART (asisten rumah tangga), jadi yah lumayan ngos-ngosan mengasuh si kecil Aa Dilshad sekaligus mengurus rumah dan memasak. Energi buat traveling rasanya sudah habis...

   Itulah sebabnya, mengapa kami sekeluarga kurang mengeksplorasi Bali saat tinggal di sana. Sayang memang. Tapi, mau bagaimana lagi. Beberapa tempat yang sempat kami kunjungi sudah cukup membuat kami bahagia. Boleh lah berbangga hati bahwa kami sudah mengunjungi beberapa tempat wisata di Bali yang sedang hits pada masa itu. Sayang, semua dokumentasi foto masih dalam bentuk album foto. Tidak bisa diunggah kecuali discan dulu seperti foto di atas.

   Serunya mengajak anak-anak liburan napak tilas, saya dan suami bisa bercerita tentang tempat-tempat bersejarah yang pernah menjadi saksi dalam kehidupan keluarga kami. Jadi, anak-anak bisa membayangkan seperti apa kehidupan kami pada saat itu.  Mereka akan antusias bertanya apa saja yang kami lakukan saat itu. Biasanya dua anak yang terkecil akan tertawa geli saat saya ceritakan tentang kisah si sulung yang masih kecil dan banyak tingkah di tempat-tempat tersebut.

  Mau jalan-jalan ke mana di Bali? Karena ini napak tilas, itenary diawali dengan mengunjungi rumah lama di jalan Nangka, lalu rumah di daerah Dalung. Kemudian kami akan berkeliling kota Denpasar dan sekitarnya. Termasuk berfoto di lapangan Puputan Renon dan Lapangan Puputan Badung. Bikin foto ala-ala before dan after biar greget!

  Main ke pantai Kuta dan Sanur juga jadi agenda utama. Untuk berkeliling, kami akan sewa mobil atau pinjam mobil pada saudara yang ada di Denpasar. Sama seperti waktu bulan madu dulu, Bapa meminjam motor jadi kami tidak perlu menyewa lagi. Hemat banget ya, hehe.

Pantai Kuta (sumber: Wikipedia)
  Mumpung ada mobil, kami sekalian mengunjungi tempat wisata Tanah Lot. Bali Zoo Park, Ubud, Monkey Forest, Tirta Gangga, Patung Garuda Wisnu Kencana, dan lainnya jika sempat. Maklum, traveling dengan tiga anak laki-laki ini harus menyesuaikan dengan kondisi mereka. Jika sempat, semua tempat pasti bisa kami kunjungi.

Pura Tanah Lot (sumber: Traveloka)

Monkey forest (sumber: Traveloka)

Tirta Gangga (sumber: Traveloka)

Bali Zoo Park (sumber: Traveloka)
  Tapi, jika kenyataannya mereka ingin main air di pantai atau di hotel lebih lama, ya berarti tempat berikutnya tidak bisa terlalu jauh mengingat kondisi tubuh mereka yang lelah sehabis berenang. Liburan nggak sesuai itenary? Yah, melenceng dikit nggak apa-apa. Masih bisa diulang jika ada kesempatan. Yang penting semuanya merasa senang, kan?

  Usai bikin itenary, mari kita mulai eksekusi rencana liburan napak tilas impian. Dimulai dari yang paling penting dan yang paling banyak menyedot biaya. Apalagi kalau bukan tiket pesawat dan akomodasi hotel. Waktu liburan kami pilih pada akhir tahun, yaitu ketika liburan Natal dan tahun baru. 

   Biasanya kami membeli tiket pesawat untuk mudik dan kembali ke tanah rantau. Belum pernah booking tiket pesawat dan hotel sekaligus. Pernah juga cuma booking hotel saja saat berlibur ke Anyer. Wah, kalau ada aplikasi yang memudahkan kita untuk booking tiket pesawat dan hotel sekaligus, kayaknya enak nih! Nggak perlu repot lagi hunting ke sana ke mari. 

  Pengalaman booking hotel saat berlibur ke Coconut Island Beach Resort di Anyer membuat saya kembali membuka aplikasi Traveloka untuk mencari tiket pesawat dan hotel ke Bali. Eh, nggak disangka, saya menemukan paket wisata Traveloka yatu paket booking untuk tiket pesawat dan hotel sekaligus! Wow, ini dia yang saya cari!

Paket wisata yang saya cari
  Dengan paket ini, booking tiket pesawat dan hotel dapat dilakukan secara bersamaan. Nggak perlu repot lagi. Lebih hemat waktu! Dan setelah lihat harganya, ternyata dapat diskon juga lho! Hemat biaya! Coba kalau pesan secara terpisah, sudah repot dan lebih mahal pula! Duh, emak mana yang nggak suka sama diskonan begini. Aih senangnya! Sisa uang bisa buat wisata kuliner, beli oleh-oleh, bahkan ditabung untuk keperluan lain!







   Mau bayar paket yang sudah kita pilih caranya gampang. Tinggal pilih metode pembayaran yang tersedia. Kalau saya sih, lebih suka transfer via ATM. Nanti akan ada email tentang rincian tagihan dan voucher bookingan diinfokan setelah pembayaran dilunasi.


  Gampang banget kan? Makanya saya pilih Traveloka lagi untuk liburan ini. Mau booking via aplikasi di smartphone atau di website www.traveloka.com, keduanya sama mudah dan cepat diproses.


Aplikasi Traveloka
  Cerita sedikit nih, waktu pertama kali booking via Traveloka, saya gaptek dan main asal booking saja. Tidak sadar kalau saya ternyata tidak bergabung di Traveloka, cuma pakai email saja untuk transaksi. Waktu saya mau sign in, ternyata email tersebut tidak terdaftar.



Bingung? Live Chat aja!

   Langsung saja saya chat dengan custumer service Traveloka bernama Mbak Sevira. Responya cepat, lho! Saya jelaskan permasalahan saya dan Mbak Sevira memberikan jawaban yang jelas. Jelas saya yang salah karena dulu tidak klik bergabung, hihi. Jadi, kalau bingung dan mau bertanya apa saja berkaitan dengan Traveloka, bisa langsung chat dengan CS-nya ya!

   Yeay! Liburan impian hampir terwujud! Kami siap untuk bersenang-senang menikmati kebersamaan dengan keluarga tercinta di akhir tahun 2017 nanti! Kalau kamu sendiri, mau pilih paket wisata yang mana? Yuk, cek Traveloka dulu nyaman liburan kemudian ^_^

12 komentar:

  1. Bali emang destinasi impian aku ni mba sama keluarga belum kesampean aja krn tabungannya selalu buat yang lain xixixi

    BalasHapus
  2. bali memang selalu ngangenin untuk kembali ke sana ya

    BalasHapus
  3. Aku belum pernah ke Bali bersama keluarga mba. Biasanya sendirian karena urusan kerja. Asik juga kalau bersama keluarga ya :)

    BalasHapus
  4. Saya baru dua kalo ke bali, itupun pas piknik sekolah. Pengen lagi ke bali....

    BalasHapus
  5. Duh jadi pengen ke Bali lagi, tempat diatas belum sempat saya kinjungi tfs ya Teh

    BalasHapus
  6. Aku juga mau ke BALIIIII :)
    Traveloka OK banget
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  7. Wah seru tuh kalo bisa napak tilas lagi. Atau honeymoon lagi. Ke Bali pula. Pulangnya langsung berbadan dua atuh. :D

    BalasHapus
  8. Wah asiknya dulu bulan madunya ke Bali. Aku jg pengen ke sana lagi, tapi suamiku ogah wkwk..

    BalasHapus
  9. Bali memang indah, baru sekali ke sana mbak, pingin balik lagi tapi gak sambil kerja

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=