Rabu, 23 Agustus 2017

Ketika Cilu Ditabrak Motor


Sudah hampir dua hari Cilu tidak pulang ke rumah. "Ah, paling lagi kawin. Nanti juga pulang sendiri," pikir saya. Anehnya. meski sedang kawin biasanya Cilu nggak pernah pergi jauh. Biasanya, para pacar diajak main ke rumah. Kali ini, bahkan salah satu pacarnya, si Kugar (kucing bulu megar) terlihat anteng di garasi rumah. Cilu pergi ke mana, ya?

   Cilu tidak nampak seharian pada hari Minggu tanggal 30 Juli 2017. Saat itu saya sedang ulang tahun dan seharian tidak ada di rumah. Jadi, saya tidak memperhatikan apakah hari itu Cilu pulang ke rumah atau tidak (ternyata tidak). Cilu baru datang pada keesokan harinya, yaitu hari Senin pagi dengan kondisi yang tidak biasa.

   Cilu terlihat lemas dan seperti ketakutan. Dia nggak mau makan. Cuma ngumpet di kolong kursi meja makan dan tidur seharian. Ah, pasti Cilu capek habis kawin. Nanti juga habis puas tidur, dia mau makan lagi. Biasanya begitu. Kenyataannya, Cilu mau makan tapi sedikit banget. Saya mulai cemas pada hari ketiga melihat perubahan kondisinya yang belum normal. Saya harus membawanya ke dokter!

A post shared by Cilu (@ucingbelangtilu) on

   Dibawa ke dokter? Gimana caranya? Cilu kan belum pernah bepergian naik motor. Saya harus beli keranjang khusus untuk membawa Cilu. Setelah mencari ke pet shop yang agak jauh dari rumah, dapat juga keranjang rio sesuai saran Mba Een (teman Asinan blogger yang juga penggemar kucing).



  Tinggal nyari dokter hewan terdekat. Berdasarkan hasil googling, berapa pet shop merangkap klinik hewan sekitar Cibinong sudah saya hubungi via telepon. Tapi tidak diangkat. Kontak suster klinik hewan rekomendasi Mbak Yanti (teman Asinan blogger yang juga suka kucing) di pusat kota Bogor belum ada respon. Saya coba kontak via whatsapp ke dokter hewan yang praktek di rumah dan lokasinya dekat sekolah TK Dd Irsyad dulu. Nihil juga, nggak ada respon.

  Putus asa, saya nekad mendatangi rumah dokter hewan tersebut (nama tidak diberi tahu agar lokasi rumah saya nggak ketahuan, hehe). Saya pikir, whatsapp tidak dibalas pasti Pak Dokter sedang sibuk. Saya ingin menjumpai asistennya atau orang di rumahnya untuk membuat janji. Setelah nyasar, saya dan mamang ojek langganan berhasil menemukan rumah Pak Dokter. Ternyata beliau sedang ada operasi di Jakarta. Saya pun membuat janji dengan asistennya untuk datang besok pada pagi hari sebelum Pak Dokter berangkat kerja.

  Keesokan harinya,saya datang membawa Cilu. Sepanjang jalan Cilu terus mengeong panik karena tidak biasa dibawa naik motor. Saya menenangkannya dengan terus membujuknya supaya tenang. Sampai di ruang praktek dokter, Cilu langsung diperiksa. Penjelasan Pak Dokter langsung membuat saya kaget...

   Ternyata, Cilu habis ditabrak motor! Pantas saja dia terlihat seperti yang habis mengalami kejadian yang bikin shock. Cilu pulang dalam keadaan masih trauma. Ketika ditabrak, kata Pak Dokter, Cilu tidak langsung pulang melainkan diam dulu bersembunyi untuk meredakan shocknya. Ah Cilu, kasihan kamu.

  Kondisi Cilu setelah ditabrak, tulang pangkal ekor dan ekor bagian tengah retak. Luka lecet di kaki belakang sebelah kanan dan kukunya patah. Perut seperti 'melendoy' turun. Pak Dokter bilang, kalau pada manusia sering disebut turun bero. Dikhawatirkan saat ditabrak, tulang dada retak dan organ tubuh turun ke bawah. Hii! Tapi setelah diamati, kondisi ini bisa membaik dengan sendirinya dan perut akan kembali naik pada posisi semula. Cilu hanya butuh istirahat saja.




   Selama masa penyembuhan, Cilu saya beri makanan kucing kalengan yang lunak. Saya juga bela-belain beli pasir dan bak buat pup dan pipisnya Cilu. Biasanya, Cilu selalu pup dan pis di luar rumah. Tapi khusus untuk masa istirahatnya, Cilu cukup pup dan pis di rumah saja, ya. 




  Ada lagi yang saya lakukan demi membuat Cilu nyaman. Yaitu mengungsikan kucing jantan yang selalu setia mengikuti Cilu. Si Kugar adalah kucing anggora milik tetangga jauh yang kabur dari rumah. Sang empunya Kugar sudah tidak mempedulikan dia lagi. Kondisi Kugar yang dekil dan kuping somplak karena habis berkelahi membuktikannya. Saya dan anak tetangga yang perhatian dan mengobatinya selama ini. Selama Cilu sakit, Cilu begitu ketakutan saat melihat Kugar. Bahkan Cilu sampai berteriak histeris dan terkencing-kencing begitu ketemu Kugar. Cilu takut dikawin Kugar. Saya terpaksa mengungsikan Kugar ke rumah Mak Onih (art pp) supaya Cilu tidak diganggu terus. Maaf ya, Kugar... 

 Nggak ada ancaman dari Kugar, Cilu bisa beristirahat dengan damai sentausa. Setelah satu minggu kondisi Cilu sudah membaik. Ekornya butuh waktu lama untuk bisa bergoyang dan berdiri tegak. Cilu belum bisa kibas ekor dulu. Nggak apa-apa. Yang penting, traumanya perlahan menghilang. Cilu sembuh! Alhamdulillah. Semoga sehat terus ya, Cilu!



 Oia, sejak kecelakaan, Cilu jadi nggak sering keluyuran lagi. Cilu yang menjabat sebagai preman betina di gang rumah saya ini tidak lagi berpatroli di ujung jalan. Sekarang, Cilu cukup mengawasi dari garasi rumah saja. Bahkan ada kucing betina asing dari kejauhan tidak dikejarnya. Cukup dipelototi dari jauh dan sang kucing asing langsung ngibrit. Good job, Cilu!

11 komentar:

  1. Nah gitu dong ga usah main kluar2 lagi. Cukup patroli dari jauh aja. Sehat2 terus ya cilu

    BalasHapus
  2. Cepat sembuh, Cilu .... :( Sedih lihat ekspresinya Cilu yang kaya masih shock gitu. :'(

    BalasHapus
  3. Cilu lucu banget. Sayangnya, lagi lemes gitu ya karena sakit? :( Semoga cepat sembuh, ya?

    BalasHapus
  4. Mainnya jangan jauh2 Cilu.. Semoga sehat trs yaa.. ��

    BalasHapus
  5. Aahhh aku selalu sedih tiap kali tau hewan peliharaan celaka. Semoga lekas membaik ya Cilu! Keliatan banget yah wajahnya yang lelah tapi habis ini pasti semangat seperti sedia kala :*

    BalasHapus
  6. Jangan pergi jauh2 lagi ya cilu sayang. Sehat selaluuu muuuahhh

    BalasHapus
  7. Ahhh Cilu sehat terus ya jangan main dijalan ya..

    BalasHapus
  8. Saya trauma kalo liat kucing ketabrak, mb

    Kucing saya dulu pagi-pagi udah terkelapar di teras. Mati. Kata tetangga sebelah rumah ditabrak motor tetangga belakang

    Satu lagi pas liat kucing tetangga yang rencananya mau dikasihin ke saya, karena dia mau pindah kota. Eh, kelindas mobilnya sendiri pas mau ke bandara buat pindahan. Mana liat sakratul mautnya, saya sampai nangis Mb. Udah sedih nangis ditinggal pindah tetangga, eh kucingnya kena kejadiab begitu. Nangis abis sesenggukan jadinya

    BalasHapus
  9. Hi Cilu cantik...
    Cilu pinter, mau pipis di kamar mandi.

    Soal kucing ketabrak..saya sering kasian klo di jalan, trus liat kucing tergeletak..penabraknya nggak ngerawat. Pernah juga lihat yang hancur gitu badannya tergilas kendaraan..

    BalasHapus
  10. Kasihan Cilu. Semoga semakin membaik kondisinya, ya

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=