Sabtu, 13 Januari 2018

Staycation Bertiga di Hotel Mercure Simatupang



Staycation bertiga di Hotel Mercure Simatupang. Lho, staycation kok bertiga? Pasukan riweuh kurang komplit, nih! Iya, pergi numpang nginep kali ini cuma bertiga aja. Kk Rasyad nggak mau ikut karena mau tanding sepak bola di komplek. Karena Kk Rasyad nggak ikut, maka Aa Dilshad nemenin di rumah. 

Kenapa staycation lagi? Bukannya kemaren baru aja staycation di Hotel Mercure Ancol? Hm, ngaku nih. Sebenernya staycation akhir tahun ini dalam rangka memanfaatkan nginep gratisan dari sebuah member card yang Bapa miliki. Jatah sudah terpakai waktu menginap di Hotel Santika Cirebon. Nah, tinggal satu lagi. Harus buru-buru dipakai biar nggak gosong pada akhir bulan Desember 2017.

Staycation gratisan yang nggak sempat saya tulis di blog adalah waktu menginap di Hotel Ibis Bandung. Selain lelah karena perjalanan dari Bogor, saya juga puyeng melihat banyaknya pengunjung hotel. Kalau sudah begitu, saya nggak mood buat berkeling hotel dan memotret fasilitas yang ada. Blogger tanpa motivasi ya. Andai ada yang bayar, saya pasti semangat untuk mereview, hihi.

A post shared by Emak Riweuh (@innariana) on

Staycation gratis berikutnya mau ke mana? Setelah berunding nggak mau pergi jauh, pilihan jatuh ke Hotel Mercure Ancol. Namun, terjadi kesalahan booking yang membuat Bapa harus membayar. Gagal staycation gratis, usaha lagi dong. Kali ini berhasil booking ke Hotel Mercure Simatupang. Sayang, waktunya kurang pas. Aa dan Kk kayaknya udah kelihatan bosen mau ke hotel. Mereka lebih suka mager di rumah, haha.

Ya sudah, yang penting ada satu anak yang dibawa yaitu Dd Irsyad. Kesannya saya nggak kayak bulan madu kalau cuma staycation berduaan sama Bapa aja, haha. Ditambah, saya jadi nggak kesepian berangkat ke Jakarta naik umum. Oia, kami menginap pada hari Jumat tanggal Desember 2017. Bapa ke hotel langsung dari kantor. Sedangkan saya dan Dd Irsyad berangkat dari Bogor naik krl dan taxi.

Sampai di Hotel Mercure Simatupang, saya sempat ditolak oleh resepsionis. Demi kemanan, katanya harus Bapa sendiri yang check in sebagai pemegang kartu yang memanfaatkan fasilitas gratis ini. Saya langsung menelpon Bapa, menjelaskan apa yang terjadi dan memberikan telepon pada mbak resepsionis. 

Saya mah pasrah, kalau disuruh nunggu sampai Bapa datang ya sudah, saya tunggu di lobi sampai magrib. Tapi untunglah akhirnya saya diperbolehkan masuk dengan catatan Bapa harus melapor ke meja resepsionis dulu. Oke deh...

Karena lelah dan agak gondok, saya malas berkeliling area hotel untuk memotret. Serupa ama postingan sebelumnya, saya ambil beberapa foto dari website hotel saja ya. Toh saya review hotel ini kan nggak dibayar, hehe.

Masuk ke dalam kamar hotel di lantai 8. Karena ini adalah hotel bisnis yang terletak di tengah kota, penataan kamarnya minimalis dan ada meja kerja yang melengkapi kamar ini.

Suasana kamar hotel (foto: mercuresimatupang.com)

Dd Irsyad langsung tiduran

Pintu ke luar kamar (atas) dan pintu ke kamar mandi (bawah)

Sambil menunggu Bapa datang, Dd Irsyad asyik nonton Youtube sementara saya mah anteng aja nonton film lama Mas Nunu eh Keanu Reeves yang berjudul Devil Advocate di tv kabel. Pas Bapa datang, saya sudah menyiapkan teh hangat untuk berbuka puasa. Kami pun makan malam bersama usai shalat maghrib. Makan apa? Saya bawa nasi timbel, ayam goreng, dan sambal lalap. Kok nggak beli di luar? Malas ah. Di sekitar hotel nggak ada tukang jualan. Eh ada sih. Tapi kami malas jalan kaki ke mall yang kalau nggak salah namanya Point Square. 

Malam itu, kami bertiga cuma bermalas-malasan di kamar hotel. Pemandangan yang terlihat di jendela kamar kami pada malam hari sangat cantik dengan lampu jalan dan lampu mobil yang berkerlap-kerlip. Berikut pemandangan di jendela pada malam dan pagi hari...

Pemandangan dari jendela pada malam dan pagi hari

Pagi telah tiba! Saya lupa membawa bekal cemilan karena riweuh bawa tas dan menggandeng Dd Irsyad naik kendaraan umum. Minum teh manis sedikit, saya dan Bapa mengantar Dd Irsyad yang kepingin berenang. Kolam renang terletak di lantai paling atas. Tepatnya di roof top lantai 19. 

Berdampingan dengan kafe Karumba, kolam renang ini nampaknya cuma sebagai pemanis saja. Yah namanya juga hotel bisnis dan bukan hotel keluarga, jadi kolam renangnya minimalis saja. 

Kolam renang di website Hotel Mercure
Kolam renang yang sesunguhnya (kolam anak ditutup)

Tidak jadi berenang, kami akhirnya hanya melihat-lihat suasana di Karumba. Interiornya cantik dan instagramable banget. Sayang, saya lagi nggak mood berfoto karena agak lapar.  

Interior yang cantik (foto: mercuresimatupang.com)

Nyaman dan santai (foto: mercuresimatupang.com)
Di seberang kolam renang ada ruangan untuk fitnes. Sayang belum dibuka karena masih terlalu pagi. Padahal saya penasaran banget karena seumur hidup belum pernah masuk ke tempat fitnes. Bukannya apa-apa. Tempat fitnes sebenernya ada juga yang dekat sekolah anak-anak. Saya aja yang udah horor duluan karena takut nemu yang aneh-aneh di sana, hehe.
Tempat fitnes (foto: mercuresimatupang.com)

Oke, sebelum balik lagi ke kamar hotel untuk siap-siap check out, foto-foto dulu deh...


Anak kecil yang nggak jadi berenang

Masih cocok kelihatan kayak baru punya anak 1 nggak?
Oia, di Hotel Mercure Simatupang ada dua tempat makan lagi. Yaitu Grafitti Restaurant dan Madeleine & Macaron (M&M). Keduanya terletak di lantai dasar. Yang pertama adalah restoran dengan aneka menu buffet dan western food. Sedangkan M&M cocok untuk kudapan ringan, pastry, dan kopi atau teh. 

Grafitti Restaurant (foto: mercurejakartasimatupang.com)
Madeline and Macaron (foto: mercuresimatupang.com)

Kami check out setelah Dd Irsyad selesai mandi. Anak kecil ini kecewa tidak jadi berenang karena kolam renang anak yang ditutup. Berhubung masih pakai baju renang, Dd Irsyad sengaja memuaskan diri bermain air shower sambil tetap memakai baju renang, hehe.

Ornamen natal di lobi hotel
Kok buru-buru amat pulangnya? Iya nih, laper banget soalnya! Lagipula, hati ini nggak tenang ninggalin Aa Dilshad dan Kk Rasyad di rumah. Memang sih, mereka nggak berdua di rumah. Ada Mak Onih, asisten pulang pergi yang saya minta nginep untuk menjaga mereka. 

Kami memutuskan untuk sarapan di rest area. Makan apa? Cukup soto ayam yang harganya lebih mahal dari harga normal (harap maklum). Nggak apa-apa, yang penting nggak semahal kalau sarapan di hotel, haha. Dasar emak pengiritan!

Alhamdulillah, akhirnya tahun ini bisa juga ngerasain yang namanya staycation gratisan.  Sampai tiga kali malah (di Hotel Santika Cirebon, Hotel Ibis Bandung, dan Hotel Mercure Simatupang). Maklum, sebagai blogger yang mager parah, rejeki staycation gratisan buat saya adalah jauh dari angan-angan. Jadi, saya mah cukup bahagia menikmati staycation gratisan dari suami aja ^_^


>>>> Read More >>>>

Selasa, 09 Januari 2018

Liburan Akhir Tahun 2017: Staycation di Hotel Mercure Ancol



Selamat tahun baru 2018!

Tahun 2017 sudah berlalu. Liburan akhir tahun 2017 kemarin memakan waktu cukup lama. Yaitu tiga minggu lebih anak-anak libur sekolah! Nggak heran, liburan kali ini sudah seperti mudik Lebaran. Banyak keluarga yang memutuskan untuk pulang kampung atau memilih tempat liburan yang jauh ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. 

Banyak orang pergi berlibur. Padatnya lalu lintas menimbulkan kemacetan. Ah, pada akhir pekan biasa juga sudah sering macet. Lihat berita kemacetan di televisi bikin saya dan suami malas mengajak 3 boyz bepergian jauh. Mau pergi liburan ke mana? Cari yang nggak jauh dari rumah aja, deh! Pilihan jatuh untuk staycation di Hotel Mercure Ancol. Sekalian main ke Ancol juga. 

Kami berangkat dari Bogor pada siang hari. Menunggu waktu check out hotel selesai. Perjalanan dari Bogor ke Jakarta aman dan lancar. Agak sepi karena lebih banyak kendaraan yang menuju ke luar kota Jakarta. Tapi, jangan senang dulu. Begitu keluar pintu tol dan masuk wilayah tempat wisata Ancol... eng ing eng... macet parah! Dari pintu gerbang menuju hotel (yang sebenarnya lebih dekat jika jalan tidak ditutup) memakan waktu satu jam! Pengunjung Ancol padat luar biasa!

Hotel Mercure Ancol tampak depan (foto: mercure.com)

Tiba di hotel, kami semua leyeh-leyeh di kamar sampai waktunya shalat Maghrib. 3 boyz asyik mager main game dengan wifi kamar. Saya agak segan berkeliling hotel untuk mengambil foto. Ramainya pengunjung hotel bikin suasana tidak nyaman. Jadi, mohon maaf, sebagian foto suasana hotel saya pinjam dari websitenya. Satu hal lagi, berhubung ini bukan sponsored post, saya tidak merasa punya kewajiban memotret suasana hotel, hehe.
Suasana di sekitar lobi hotel (foto: mercure.com)
Kamar tidur yang kami tempati di lantai 2 (foto: mercure.com)

Nah, mumpung cuaca cerah, saya yang sengaja membawa properti foto langsung menuntaskan pekerjaan saya memotret produk makanan Banana untuk direview. Ini pertama kalinya saya piknik sambil bawa properti foto. Saya menggotong meja yang ada di kamar ke teras dan memotretnya dengan cepat sebelum matahari tenggelam.

Baca: New York Style Banana Cheese Cake: Oleh-oleh Khas Bogor yang Unik dari Bika Bogor Talubi

Makan malam di Taman Santap Rumah Kayu Ancol

Sudah lapar, nih! Makan malam di mana ya? Lihat di depan hotel, ulala...macet masih berlangsung! Alamat nggak bisa pergi jauh, nih. Untung saja ada beberapa tempat makan dekat hotel. Kami putuskan untuk makan di Restoran Taman Santap Rumah Kayu. Restorannya cukup luas. Ada live music dan kolam ikan. Bisa pilih duduk lesehan atau di meja. Kami duduk di meja saja. Setelah memesan makanan, saya menemani Kk Rasyad dan Dd Irsyad berkeliling restoran.

Ada pesawat di tengah restoran. Pengunjung bisa menikmati sensasi makan di kabin pesawat. Wah unik juga, ya! Saya segan mengajak 2 boyz naik ke pesawat. Takutnya ini area khusus yang dipesan pengunjung. Dengan kata lain, saya malu kalau nanti diusir, hehe.

Sebelum makan, saya sempat meminta pelayan restoran untuk memotret kami sekeluarga...



Makanan pesanan kami datang dengan cepat. Ada cumi goreng tepung, cah tauge ikan asin serta minuman es kelapa, lemon tea, jus alpukat, dan saya lupa lagi. Saya dan suami memuji ketangkasan pelayanan di sini. Sayang, satu pesanan terakhir lambat sekali datang. Yaitu ikan kerapu bakar madu. 

Setelah dua kali menanyakan pada pelayan, ikan bakar baru tersaji 20 menit kemudian saat semua hidangan sudah habis. Sayang sekali, ya. Padahal rasa masakannya setara dengan harga yang dibayar. Tapi kalau mau makan harus diperlambat mengunyahnya karena menunggu ikan bakar datang... ya sudah pasti kami kecewa.

Menu makan malam kami yang sedikit :D

Jalan-jalan Malam di Sekitar Hotel

Sebelum masuk kamar, sehabis makan kami berjalan-jalan dulu di sekitar hotel. Tepatnya di bagian belakang hotel yang menghadap ke pantai. Suasana malam dan lampu taman di belakang bangunan ditata dengan apik dan membuat suasana menjadi syahdu.


Taman di belakang hotel (foto: mercure.com)

Ternyata, ada play ground alias area bermain di bagian belakang hotel. Sayang, waktu kami bermain hanya sebentar karena area itu tutup pukul 9 malam. Kami sempat bermain sejenak dan memutuskan untuk kembali lagi esok pagi.

Suasana play ground hotel untuk anak-anak dan orang dewasa

Besok main ke sini lagi, ya!

Berenang di Hotel

Pagi! Mumpung belum rame pengunjung, kami berenang pada pukul 6 pagi. Sempat mengganjal perut dengan sedikit mie instan dalam kemasan cup alias Pop mie, biar nggak keram saat berenang. Oia, kami tidak mengambil paket sarapan pagi di hotel. Jadi, kami sudah bekal sarapan sendiri. Ya Pop mie tadi, hehe.



Suasana kolam renang saat sepi (foto: mercure.com)

Kolam renang di Hotel Mercure Ancol ini cukup bagus. Ditata cantik dengan area seluncuran dan pancuran yang membuat anak-anak betah berenang di sini. Sayang, karena bersebelahan dengan pantai, angin yang bertiup lumayan membuat kedinginan untuk Dd Irsyad. Dd tidak betah bermain air dan langsung berpakaian. 

Seluncuran di kolam renang (foto: mercure.com)
Seluncuran juga belum dibuka ketika kami datang. Kolam renang semakin siang semakin ramai. Bapa dan 3 boyz yang berenang mulai merasa tidak nyaman. Sementara saya yang daritadi menunggu di pinggir kolam sambil memotret produk (teuteup yah), langsung berkemas dan siap-siap untuk kembali ke kamar. Eits, sebelum bangkit dari kolam renang, saya memanfaatkan situasi dengan foto bareng untuk lomba di Instagram. 


Nggak menang 100$ yang penting teuteup hepi :D

Jalan-jalan ke Pantai

Setelah mandi, kami pergi jalan-jalan ke pantai. Pintu gerbang hotel ke pantai dibuka pukul 8 pagi. Cuaca agak terik. Jadi kalau lagi difoto terus kelihatan matanya nyureng, harap maklum yaa...
Pemandangan pantai dari balkon

Agak sulit mengajak 3 boyz berfoto bareng. Apalagi saat panas terik begini. Pose apa adanya aja deh!
Silauwnyaa!

Cuma Bapa yang sadar kamera

Bagian belakang bangunan Hotel Mercure Ancol
Kami melangkah ke area pantai umum. Wow, rame juga ya! Dijamin makin siang makin padat pengunjungnya! Haus karena kepanasan, kami nangkring di depan minimarket untuk menikmati minuman dingin. Setelah itu.. balik lagi ke hotel. Hadeuh, nggak betah banget sama kerumunan orang banyak seperti ini. 

Main di Playground Hotel

Sesuai janji, kami pun kembali ke area playground. Lapangan yang sebelumnya dipakai untuk senam pagi kini sepi. Bapa mengajak 3 boyz main bola. Namun karena panas, boyz memilih untuk masuk ke ruangan play ground yang sejuk berAC. 

Main bola
Main biliard dan panah-panahan

Foto-foto Sebelum Check Out

Sebelum pulang, iseng foto-foto dulu ah...

Rumah bersalju (foto di lobby hotel)
Siap menyambut tahun baru (foto di lobby hotel)


Ibu numpang nampang (foto di lantai dua)

Makan Siang di Warung Tekko 

Pukul 10 pagi kami sudah check out dari hotel. Buru-buru amat sih? Takut macet, nih! Ditambah sudah lapar juga. Makan siang yang dimajukan jadwalnya ini sengaja dilakukan di luar Ancol. Biar lolos dari macet dulu. Kami sepakat untuk makan di Warung Tekko di Jalan Pemuda Rawamangun. Lokasinya berdekatan dengan tempat makan yang baru saja saya kunjungi bersama rekan-rekan blogger dalam sebuah event.

Baca juga: Mengungkap Fakta MSG Aman Dikonsumsi di Umami Food Marathon

Makan apa? Di Warung Tekko ada banyak pilihan. Bapa pilih sop buntut, Kk Rasyad pilih bebek goreng cabe ijo, Aa Dilshad pesan pallubasa, Dd Irsyad pilih bebek goreng kremes, dan saya sendiri penasaran dengan andalan restoran ini yaitu iga penyet.

Bebek goreng kremes
Iga penyet
Pallubasa
Bebek cabe ijo
Sop buntut
Semuanya enak! Lagi-lagi, rasa sepadan dengan harganya. Iga penyet yang saya makan dagingnya begitu empuk dan sambalnya melimpah. Kuah sop buntut terasa segar dan tidak enek. Dua bebek goreng terasa nikmat dengan bumbu yang meresap sampai ke dalam daging. 

Kalau pallubasa gimana? Pallubasa yang satu ini tanpa ceplokan telur mentah seperti dalam versi aslinya. Karena sudah sering makan pallubasa yang aseli waktu di Makassar dulu, rasa pallubasa di restoran ini menurut saya biasa saja. 

Baca juga: Serbuan Kuliner di Makassar

Minuman yang saya lupa namanya apa saja
 (maklum bukan review resmi)

Alhamdulillah, kami pun pulang dengan kenyang dan bahagia. Selesai sudah staycation kami sekeluarga dalam rangka menikmati liburan akhir tahun. Eh, tunggu dulu! Masih ada sambungan staycation lagi. Baca selanjutnya: Staycation Bertiga di Hotel Mercure Simatupang.




>>>> Read More >>>>

Jumat, 15 Desember 2017

7 Langkah yang Harus Dilakukan untuk Mewujudkan Resolusi 2018


Pernah punya resolusi? Biasanya, resolusi kerap diajukan oleh diri kita sendiri menjelang pergantian tahun dengan harapan untuk menjadi manusia yang lebih baik pada masa mendatang. Saya pernah membuat resolusi. Waktu itu masih sekedar keinginan dan tidak terealisasikan karena hanya disimpan dalam pikiran.

  Selanjutnya, saya pernah menuliskan resolusi saya di blog pada tahun 2015. Karena tidak dibaca lagi, jadi lupa deh kalau saya punya resolusi. Mengapa resolusi itu harus ditulis dengan jelas? Jawabannya sesuai dengan salah satu arti kata resolusi dalam KKBI, yaitu pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. 

 Tapi, resolusi itu jangan cuma dipikirkan dan sekedar ditulis begitu saja. Resolusi harus sering dilihat supaya ingat target apa saja yang ingin dicapai. Selanjutnya, tentu harus ada usaha untuk mewujudkannya. Terakhir, lakukan evaluasi untuk meninjau keberhasilan yang sudah dicapai sekaligus belajar dari kegagalan yang terjadi.

  Jelang tahun baru 2018 ini, saya kembali membuat resolusi. Setelah sekian lama riweuh dengan urusan rumah tangga, kali ini saya serius membuat resolusi. Saya menulis resolusi 2018 pada postingan ini, menyalinnya di agenda, dan mengeprint serta menempelkannya di atas meja kerja. 

  Sebelum membuat resolusi, saya browsing dulu. Sekaligus mengevaluasi pengalaman pribadi  tentang kegagalan resolusi di tahun sebelumnya. Hasilnya saya simpulkan menjadi 7 langkah yang harus dilakukan untuk mewujudkan resolusi 2018 sebagai berikut:

1. Menulis resolusi di tempat yang mudah dibaca.
  • Mengapa harus ditulis? Bayangkan otak kita adalah pemain lempar bola di sirkus dan bola-bola pikiran kita yang berkeliaran adalah bolanya. Semakin banyak bola di udara, akan semakin sulit menangkapnya. Ketika kita menuliskan pikiran-pikiran tersebut dalam sebuah kertas (misalnya apa yang dilakukan, target, hambatan, dan sebagainya), maka tanpa sadar kita telah mengurangi jumlah bola-bola di udara dan lebih mudah menangkapnya satu per satu. 
  • Jangan lupa menulis di tempat yang mudah diakses seperti agenda atau smartphone.
  • Catat hal-hal penting atau ide yang bermunculan sewaktu-waktu.
2. Membuat daftar keinginan. 

3. Menentukan skala prioritas, yaitu mengerjakan yang penting terlebih dahulu. 

4. Membuat mind mapping resolusi dari semua daftar keinginan.
  • Mind mapping atau pemetaan pikiran menurut Wikipedia adalah suatu metode untuk memaksimalkan potensi pikiran manusia dengan menggunakan otak kanan dan otak kirinya secara simultan. Metode ini diperkenalkan oleh Tony Buzan pada tahun 1974, seorang ahli pengembangan potensi manusia dari Inggris.
  • Mind mapping membantu kita untuk memperluas ide, gagasan, dan harapan serta tujuan yang ingin dicapai. merepresentasikannya secara visual membuatnya mudah untuk dipahami dan segala prosesnya bisa dilakukan secara bertahap.
  • Cara membuat mind mapping: kalimat utama di bagian tengah (yaitu resolusi). Buat cabang sesuai dengan daftar keinginan. Beri sub cabang dari setiap daftar. 
5. Merencanakan jadwal dan urutan tugas.
  • Pada agenda fisik atau aplikasi di smartphone, catat rencana yang diinginkan dan buat urutan tugas sesuai jadwal. 
  • Beri urutan dari tugas yang terpenting terlebih dahulu.
  • Beri tenggat waktu kapan tugas tersebut harus selesai.
6. Kerjakan semua tugas satu per satu!

7. Mengevaluasi secara berkala. Ulangi mengerjakan tugas hingga target tercapai.

Resolusi 2018 untuk Inna Riana

Sebelum menentukan resolusi untuk tahun 2018, saya menulis target resolusi untuk jangka waktu sebagai berikut:
  • Target seumur hidup: bahagia lahir batin.
  • Target 9 tahun ke depan: looks gorgeus at 50 (penampilan fisik sehat dan pikiran bahagia).
  • Target 3 tahun ke depan: umroh dan atau naik haji.
  • Target dalam 1 tahun ke depan: self healing dan pola hidup sehat.
  Secara bertahap, bisa dilihat bahwa tujuan jangka panjang alias target seumur hidup saya adalah ingin bahagia lahir batin. Target 9 tahun ke depan adalah cita-cita saya jika berumur 50 tahun, yaitu looks gorgeus at 50. Maksudnya, saya ingin terlihat menarik meskipun sudah berumur kepala lima. Menarik secara fisik dengan memiliki tubuh sehat yang tidak sakit-sakitan. Juga menarik secara batin dengan mempunyai kepribadian yang menyenangkan dan punya kemampuan bisa yang dibanggakan.

  Target 3 tahun adalah umroh dan atau naik haji. Jika sudah tiba giliran saya dipanggil dari antrian pendaftaran jamaah haji, Insya Allah saya dan suami segera berangkat ke tanah suci. Jika dalam 3 tahun belum ada panggilan, suami mengajak kami untuk umroh terlebih dahulu.

   Untuk bisa melaksanakan semua target tersebut, ada yang harus dibenahi dalam waktu dekat. Ini mendesak! Yaitu saya harus memperbaiki diri untuk bisa hidup lebih sehat! Selama lima tahun terakhir ini, saya dilanda stress sehingga pola makan dan pola pikir saya menjadi kacau. Akibatnya, penyakit mulai berdatangan. Ada asam urat, kolestrol, nyeri haid, sakit kepala, duh rasanya nano-nano!

  Jadi, resolusi saya pada tahun 2018 adalah lebih fokus untuk memperbaiki diri biar nggak 'berantakan' seperti sebelumnya. Self healing, lebih tepat saya bilang begitu. Perbaikan meliputi fisik dan mental. Biar badan dan pikiran tetap sehat hingga segala target bisa tercapai. Lebih rinci saya jabarkan pada mind mapping berikut:

Mind Mapping untuk Resolusi 2018

  Uraian mind mapping untuk resolusi 2018 versi saya. Saya membuat 5 kategori, yaitu religius, pengembangan diri, keluarga, pola hidup sehat, dan pekerjaan. Selengkapnya sebagai berikut:

1. Religius
  • Ikut kelas pengajian. Sudah saya lakukan setiap hari Senin dan Kamis.
  • Baca Al Qur’an setiap hari. 
  • Puasa sunah.
2. Pengembangan diri
  • Belajar bikin kue. Peralatan sudah ada sedikit demi sedikit. Tinggal mencari waktu yang tepat untuk belajar sendiri atau belajar pada orang lain.
  • Belajar menjahit. Tempat kursus sudah dapat. Tinggal mencari waktu luang untuk les jahit seminggu sekali.
  • Belajar memotret. Beli kamera dulu, baru cari guru yang berprofesi sebagai photographer. Jika kamera belum ada, belajar motret pakai smartphone dari internet dan lebih banyak praktek di rumah.
3. Keluarga
  • Quality time. Lebih banyak waktu berkualitas bersama suami dan anak-anak di rumah serta sering pergi jalan bareng.
  • Atur emosi biar nggak gampang marah menghadapi ulah anak-anak yang kadang menjengkelkan.
4. Pola hidup sehat
  • Jaga makanan. Pilih makanan sehat. Kurangi jajan. 
  • Olahraga rutin. Bersepeda setiap hari. Senam aerobik seminggu sekali.
  • Istirahat cukup. Tidur sebelum pukul 10 malam dan bangun pukul 4 pagi. Tidur siang jika perlu (paling sulit karena anak-anak suka berisik).
  • Minum vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.
5. Pekerjaan
  • Kerjakan prioritas, yaitu hal penting terlebih dahulu.
  • Merapikan blog. Ada 3 blog yang saya monetasi dan butuh perhatian dan diupdate rutin secara bergantian. Membersihkan broken link. Mengganti template blog masak.
  • Jemput bola seperlunya. Kondisi saya tidak memungkinkan untuk bisa sering hadir di berbagai event blogger. Oleh sebab itu saya hanya mengambil job yang bisa dikerjakan dari rumah saja.
Resolusi saya pasang di laptop yang setiap hari dibuka :)

  Nah, resolusi 2018 sudah ada. Selanjutnya, tinggal menjalankan langkah-langkah pada setiap kategori agar seluruh target bisa terwujud. Bisa? Harus bisa! No pain no gain! Harus usaha keras untuk hasil yang maksimal! Setuju?  


My family dari kanan ke kiri: saya, Bapa, Aa, Kk. dan Dd.

  Aktivitas saya sehari-hari tidak jauh dari memasak. Selain memasak untuk menunaikan tugas sebagai ibu rumah tangga, saya juga memasak karena tuntutan pekerjaan. Saat ini, saya menjadi freelance content writer untuk sebuah aplikasi resep makanan bernama Dapur Ibu. Sambil memasak untuk keluarga, saya bisa sekaligus membuat postingan untuk aplikasi. Setiap langkah dalam proses memasak selalu saya foto untuk kemudian diposting di blog dan atau di aplikasi. Benar-benar pekerjaan yang menyenangkan. 

  Mau terus terang, nih. Setiap hari, kegiatan saya sebagai ibu rumah tangga seolah tidak ada habisnya. Mulai adzan subuh berkumandang sampai mata mungil anak-anak terpejam, seorang ibu dituntut untuk selalu stand by setiap saat. Kadang lelah sering timbul dan kondisi badan jadi tidak fit untuk beraktivitas seperti biasa, termasuk memasak.

  Lantas, apa yang terjadi jika saya tidak terjun ke dapur untuk memasak? Selain kehilangan bahan untuk postingan kerjaan, urusan dompet pun jadi kacau. Maklum, banyak mulut yang perlu diberi makan. Saat saya sedang kurang enak badan dan tidak memasak, suami membeli masakan matang di depan komplek. Bayangkan, sehari makan tiga kali untuk porsi lima orang, dikalikan berapa hari saya terkapar. Boros banget! Dasar emak-emak ya, maunya hemat melulu, hehe.

  Saya memang gampang capek. Mungkin karena faktor umur yang sudah kepala empat. Rasanya nggak enak kalau badan lagi lemas. Jadi nggak bersemangat melakukan apa saja. Seperti kehilangan tenaga. Lebih parah ketika saya sedang datang bulan. Duh menderita! Saya terkena sakit kepala hebat, nyeri perut, dan ngilu pada tulang belakang.

 Beruntung penderitaan saya itu tidak berlangsung lama sejak saya mengkonsumsi Theragran-M, vitamin yang baik untuk masa penyembuhan. Berkat kandungan Magnesium pada Theragran-M, fungsi otot dan system saraf bisa bekerja dangan baik sehingga otot polos pada uterus menjadi relaks dan nyeri haid berkurang. 

Theragran-M
   Theragran-M juga bisa mengatasi masalah kelelahan yang sering saya alami. Hari Rabu kemarin, badan saya lemas akibat kelelahan, terlambat makan, dan kehujanan. Menjelang malam, kepala terasa agak berat dan bertambah parah keesokan harinya. Kondisi ini berlangsung sampai hari Kamis. Saat beristirahat, saya minum satu kaplet Theragran-M. Kemudian hari ini (hari Jumat), sakit kepala saya hilang dan badan jadi lebih segar! Alhamdulillah.

Sedia Theragran-M biar masak jadi lancar.

  Ternyata Theragran-M sebagai vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit sudah diresepkan oleh dokter selama 40 tahun. Saya senang kini Theragran-M menjadi bagian dari hidup saya. Rutinitas saya jadi lancar berkat Theragran-M

  Mengapa Theragran-M cocok sebagai vitamin untuk memulihkan kondisi tubuh setelah sakitDalam keadaan sakit, tubuh memerlukan tambahan nutrisi vitamin dan mineral untuk masa pemulihan. Jika konsumsi sehari-hari tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut, kita perlu minum vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakitIya dong, kalau sakit jangan lama-lama!


Keunggulan Theragran-M
Keunggulan Theragran-M pada gambar di atas mempunyai penjelasan sebagai berikut: 
  • Kaya akan Kandungan Vitamin dan Mineral. Theragran-M adalah vitamin yang bagus untuk masa pemulihan karena mengandung vitamin A, B, C, D, E dan Mineral esensial seperti Magnesium dan Zinc. 
  • Mutu terjamin dan terpercaya. Theragran-M dibuat oleh PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk yang berlokasi di Depok. Produksi pabrik ini dibawah pengawasan Taisho Pharmaceutical Co. Ltd, Tokyo Jepang. 
  • Aman dikonsumsi karena sudah memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia dan terdaftar di BPOM dengan nomor registrasi DTL1224403416A1.
  • Harga terjangkau dan mudah dibeli.
  • Tidak memiliki efek samping jika dikonsumsi sesuai dosis.
Kandungan vitamin dan mineral dalam Theragran-M

  Theragran-M sebagai vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan ini bisa dengan mudah dibeli di apotik dan toko obat terdekat. Saya membelinya di Toko Guardian Jambu Dua Bogor dengan harga eceran Rp. 21.000 untuk satu strip berisi 4 kaplet salut gula.

Theragran-M ada di apotik dan toko obat terdekat

  Saya punya prinsip kalau sakit jangan kelamaan. Bukan untuk diri saya sendiri, tapi juga demi keluarga tercinta. Saya masih ingin mendampingi suami dan anak-anak hingga akhir hayat nanti. Syukurlah, sekarang rasa lelah dan nyeri haid yang menggangu  sudah teratasi berkat Theragran-M. Saya bisa kembali aktif di dapur, membuat masakan enak untuk keluarga tercinta sekaligus menuntaskan pekerjaan saya sebagai seorang content writer aplikasi resep masakan. 

  Saya ingin bisa menikmati hidup ini dengan bahagia dan penuh syukur. Doakan resolusi 2018 saya ini bisa terwujud dan semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat, aamiin.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M



Sumber referensi:
  • www.theragran.co.id
  • www.kkbi.web.id
  • www.passionplanner.com
  • www.id.wikipedia.org
>>>> Read More >>>>