Jumat, 09 Februari 2018

Workshop Optimasi Media Sosial untuk UKM

 Optimasi Sosial Media untuk UKM



Hari Sabtu pagi, tanggal 5 Februari 2018. Bogor hujan cukup deras. Meskipun begitu, cuaca tidak menyurutkan langkah saya untuk datang ke workshop di Kafe Taman Koleksi IPB. Tema workshop sangat menarik dan tentu saja bermanfaat untuk siapa saja yang sedang dan baru mau memulai usaha, yaitu: Optimasi Media Sosial untuk UKM (Isaha Kelas Menengah). 



Saya datang bersama Mbak Maya dan Peny dari pinggir kota Bogor. Niat untuk datang lebih pagi supaya bisa membantu teman-teman panitia batal karena jalanan macet. Ah iya, workshop ini diselenggarakan oleh komunitas Asinan Blogger, tempat saya bergabung menjadi anggota. 

Begitu sampai, langsung saja wajah-wajah cantik menyambut kedatangan para peserta di meja registrasi. Ada Mbak Arin, Mbak Dwina, dan Mbak Winny. Aih, udara Bogor yang dingin mendadak jadi hangat dengan senyuman dari para minca (mimin cantik) Asinan Blogger ini.


 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Senyummu mengalihkan duniaku (foto bawah: WaG Asinan Blogger)

Sambil menunggu peserta yang lain datang, saya mengambil aneka cemilan dan minuman hangat di meja yang sudah disediakan. Saya pilih teh dengan sedikit gula, lalu duduk manis di tempat yang sudah disediakan oleh panitia. Sebelum acara dimulai, foto-foto dulu sebentar ah...


Ada makanan favorit saya nih: dimsum! Dimsum dari The Dimsum ID ini merupakan salah satu sponsor workshop. Wah, langsung dilahap! Hmm, enak! Tuntas sudah kengileraan saya yang menahan diri ketika memotret dimsum ini sebelum dimakan.


Selang beberapa waktu kemudian, workshop pun dimulai. Acara dibuka dengan kata sambutan dari Mbak Nefertite Feriyanti sebagai MC. Mba Yanti, begitu saya biasa memanggilnya, menyapa para peserta dan kemudian menjelaskan sekilas tentang komunitas Asinan blogger sebegai penyelenggara acara. 
 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Mbak Yanti sebagai MC
Pemateri pada sesi pertama adalah Kang Achoey, pemilik kedai Mie Janda di Cibinong. Pria bernama lengkap Cucu Haris ini akan berbagi cerita tentang pengalamannya sebagai praktisi UKM. Bagaimana cara beliau merintis usaha dari bawah sampai bisa sukses seperti sekarang.
Salah satu menu di Mie Janda (foto: FP Mie Janda)
Btw, saya sering lho, makan di Mie Janda waktu masih dekat dari rumah. Sekarang agak jauh, jadi jarang ke sana lagi. Padahal, 3 boyz suka banget makan mie di Mie Janda. Nanti ke sana ah. 

Kang Achoey memperkenalkan diri. Beliau bercerita saat dirinya masih menjadi blogger dan ikut mendirikan komunitas Blogger Bogor. Ternyata, beliau adalah blogger jaman old (punten Kang). Selain pernah menjadi blogger, Kang Achoey juga sempat menulis novel lho! 


Sebagai blogger, tentu saja Kang Achoey melek media sosial. Beliau memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan usahanya. Mie Janda langsung dikenal luas hanya dalam waktu 2 tahun! Terbukti, bukan hanya Mie Janda saja yang sukses. Usaha lain yang sempat digeluti Kang Achoey seperti berjualan sarung pun bisa laris manis berkat media sosial. Disusul dengan jenis usaha lainnya yang tidak kalah mendulang sukses. 

Saran Kang Achoey untuk para pemilik UKM, gunakan media sosial bukan hanya untuk berjualan saja. Supaya lebih menarik, buat story telling, ceritakan sejarah produknya. Dengan demikian, pelanggan punya keterikatan emosional dengan produk yang mereka beli.



Giat berbisnis, Kang Achoey aktif juga aktif di berorganisiasi. Banyak organisasi dan komunitas entrepreneur yang diikuti beliau. Salah satunya adalah komunitas TDA (Tangan Di Atas) dan komunitas Bogor Berdaya. Di Bogor Berdaya, Kang Achoey bahkan ditunjuk sebagai direktur. Keren! 

Selanjutnya, Kang Achoey menjelaskan tentang cara mengunakan channel marketing untuk memasarkan produk kita. Gunakan media sosial yang tepat untuk gaya berjualan kita. Setelah produk siap, upload di media sosial untuk memasarkan produk kita. Jangan lupa untuk saling dukung dan saling beli dari teman-teman sesama penjual agar interaksi yang terjalin semakin baik. Tahu sendiri dong, interaksi antar blogger itu oke banget! Bisa nih dimanfaatkan!

Internet marketing penting untuk digunakan untuk mengembangkan usaha. Berikut ini adalah tiga hal yang diperlukan dalam internet marketing, yaitu STP, meliputi:
  • SEGMENTING (segmen yang dituju)
  • TARGETTING (target market)
  • POSITIONING (memposisikan diri sebagai sesuatu yang beda dari yang lain)
Setelah menentukan STP, lakukan langkah berikut:
  1. Membuat brand atau merk yang sesuai dengan karakter produk. Brand ini harus dipertahankan. Kekuatan branding bisa terus dibangun lewat media sosial.
  2. Mencari niche atau celah pasar yang akan menjadi target konsumen kita. Jangan lupa, tonjolkan kelebihan produk kita sehingga konsumen bisa melihat bahwa produk buatan kita berbeda dan unik. Ini disebut USP (unique selling point). 
  3. Inovasi produk. Mengembangkan produk agar konsumen setia kepada kita. 
Personal branding dan kualitas produk menjadi kekuatan bertahannya sebuah produk yang kita jual. Saat branding dengan menggunakan media sosial, Kang Achoey menyarankan untuk memakai Facebook Ads.  Namun sebelum menggunakan Facebook Ads, tes dulu jualan produk kita lewat akun Facebook pribadi. Jika sudah oke di akun pribadi, baru merambah ke Facebook Ads. 

Ciri-ciri USP: 
  • benar- benar unik
  • sangat menyenangkan dan seru untuk target market tertentu
  • sesuatu yang akan banyak dibicarakan oleh banyak orang
  • tidak mudah ditiru. Karena bisnis yang ditiru akan dianggap murahan (contoh: orang malu pakai produk tiruan).
Sebagai contoh yaitu USP pada Mie Janda. USP yang digaungkan: mie sehat tanpa MSG, harga terjangkau, dan ada keberkahan karena hasil penjualan sebagian disisihkan untuk amal. Sedangkan untuk inovasi, Mie Janda selalu

Kang Achoey mengingatkan agar kita berupaya mengubah PELUANG jadi UANG. Caranya? Cukup coret huruf PEL sehingga PELUANG berubah menjadi UANG. Huruf yang dihapus adalah PEL, yaitu menghilangkan Pesimis, Emang gue pikirin, dan Lemah letih lesu loyo. Selanjutnya, UANG = ide + percaya diri + action.
Jadi, dalam berbisnis kita harus punya mindset yang positif, optimis, pantang menyerah,  dan pantang pulang sebelum padam (seperti pemadam kebakaran yang terakhir ya). Cara menjaga mindset untuk tetep positif sgt penting. Dengan mindset positif, sikap kita menjadi yakinan sehingga hasilnya positif. 

Sebagai pamungkas, Kang Achoey mengajak peserta untuk menyamakan persepsi dalam berbisnis:
"Insan terbaik adalah manusia paling banyak manfaatnya untuk sebanyak-banyaknya manusia lainnya. "
"Bisnis yang sukses adalah perusahaan komersial yang profitable, bisa bekerja maju tanpa kehadiran kita dan bisa membuat kita semakin mampu berbagi." 
Materi dari Kang Achoey diakhiri dengan sesi tanya jawab dari peserta. Salah satu pertanyaan dari peserta, yaitu Mbak Nunik, adalah bagaimana cara  memperlakukan staf yang baik agar betah bekerja pada kita. Jawaban dari Kang Achoey: untuk punya tim terbaik, maka jadilah leader yg terbaik! 

Break makan siang dan shalat dulu. Hidangan prasmanan yang ada di meja yaitu daging rendang, capcay sayuran, sop, dan perkedel jagung serta pelengkap sambal dan kerupuk resmi menjadi menu makan siang saja.

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Mari makan (model: Mbak Alma)
Acara selanjutnya adalah perkenalan Net1 yang menjadi sponsor utama workshop. Selaku pembicara adalah Mbak Sally Oktovianti yang akrab disapa Ei. Mbak Ei menjelaskan tentang produk Net1 sebagai penyedia layanan jaringan internet. Net 1 beroperasi di daerah yang tidak terjangkau operator lain seperti di pelosok Papua, Sumatra Selatan, Aceh, Bali, dan Lombok. 


Sedangkan untuk kota Bogor, Net1 sudah ada namun belum resmi diluncurkan. Rencananya, per bulan Maret atau April nanti, Net1 menjadi satu-satunya penyedial layanan jaringan internet yang punya lisensi di frekuensi 450 Mhz. Yaitu karakteristik frekuensi yang memiliki jangkauan sinyal lebih baik. Net1 juga dilengkapi dengan kecanggihan teknologi 4G LTE untuk kecepatan akses internet.

Pemateri selanjutnya adalah Mbak Shintaries, founder Blogger Perempuan Network. Beliau berbagi tentang optimasi media sosial untuk UKM. Meliputi media sosial apa saja yang efektif untuk mempromosikan produk sesuai  dengan target marketnya.


 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Mbak Shintaries

Menurut Mbak Shinta, media sosial menjadi market untuk dunia usaha. Kenapa? Karena media sosial efektif untuk menjangkau pasar yang lebih besar di dunia online saat ini. Media sosial untuk berjualan mempunyai yang berbeda. Pahami dulu cara berjualan di media sosial berikut ini:
  • Facebook: promosi (harus banyak cerita), display, channel penjualan.
  • Twitter: kekuatan kata-kata untuk berpromosi
  • Instagram: promosi, dsiplay (foto harus bagus), penjualan
  • Line: untuk pemesanan dan layanan customer service
  • Whatsapp: untuk pemesanan dan layanan customer service
Media sosial Facebook sangat efektif untuk membangun personal branding. Ini penting lho untuk jadi pondasi dalam dunia usaha. Fitur beriklan yang berbayar dari Facebook adalah Facebook Ads. Dengan Facebook Ads, konsumen yang dijangkau lebih luas karena iklan produk kita bisa dilihat oleh lebih banyak calon konsumen,

Sambil beriklan di Facebook Ads, jangan ketinggalan tetap bangun personal branding lewat akun Facebook pribadi. Cara ini paling efektif dan tentu saja paling murah karena tidak perlu membayar alias gratis. 

Apa yang harus dilakukan untuk membangun personal branding? Lakukan 5 langkah strategi pasar berikut ini:
  1. Defining (meliputi perencanaan dan persepsi pelanggan terhadap produk)
  2. Positioning (target market dan sasaran penjualan)
  3. Community (komunitas)
  4. Value (nilai produk)
  5. Loyalty to Customer (kesetiaan terhadap pelanggan)
Cara tepat untuk defining produk: tujuan usaha, target pencapaian, target market, delivery, strategi marketing, fokus, konsisten, dan brand element. Semua ini penting agar usaha yang kita jalankan punya arah yang jelas.

Ada 4 hal penting yang harus diperhatikan dalam positioning produk: 
  • Personality: bentuk sebuah personal brand yang dekat dengan pelanggan.
  • Audience: cari tahu dimana audience berada.
  • Benefit: kenapa pelanggan harus beli di tempat kita
  • Awareness: kedekatan brand dengan pelanggan
Strategi pasar selanjutnya adalah Community, yaitu masuk ke komunitas-komunitas guna memperbesar pasar. Langkah yang dilakukan adalah:
  • diskon untuk pembelian selanjutnya
  • diskon share di media sosial
  • gunakan hastag
  • fokus di satu atau dua channel media sosial
  • engage dengan pelanggan
  • giveaway atau kuis
Jangan lengah untuk terus memantau value produk, karena value inilah yang membuat pemasaran produk kita bertahan lebih lama. Perhatikan hal berikut untuk memantau value produk:
  • fokus ke kualitas
  • elegan dan etika
  • high quality product
  • konsistensi
Mbak Shinta juga menjelaskan bahwa ada sisi psikologis yang secara magis bisa memikat pelanggan, yaitu warna produk. Ah iya, bener juga. Saya cenderung membeli setelah melihat produk yang warnanya menarik perhatian. Untuk memberikan warna pada produk, bisa lihat Color emotion guide pada slide berikut:

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Color emotion guide (foto: Desi Namora)
Produk sudah ada. Mau dijual ke mana, nih? Bisa lewat media sosial yang sudah dijelaskan di atas, yaitu Facebook, Instagram, Line, Whatsapp, dan Twitter. Selain itu masih ada platform toko online seperti Tokopedia atau BukaLapak. Tambahan lagi dengan melalu website jualan pribadi. Wah, dijamin cepat laris deh, Sis!

Menurut Mbak Shinta, inilah yang ada di pikiran konsumen sebelum beli produk hingga terjadi transaksi penjualan (disebut AIDA sales process):
  1. Awareness: tidak akan membeli jika tidak paham produknya.
  2. Interest: apakah produk ini sesuai dengan kebutuhan.
  3. Desire: yakin bahwa produk ini bisa memenuhi kebutuhan.
  4. Action: melakukan pembelian.
Proses awareness dipengaruhi oleh promotion dan sales channel. Proses interest dipengaruhi oleh promotion dan produk. Proses desire dipengaruhi oleh produk, price, dan sales channel. Sedangkan proses action didukung oleh ketersediaan produk, budget, dan authority.

Jadi, sebelum membeli biasanya calon customer merasa perlu untuk meliat produk kita sebanyak 10-20 kali. Agar menarik perhatian, gunakan foto produk dengan model. Karena menurut fakta, pembeli lebih suka melihat produk yang diperagakan oleh model daripada manekin karena lebih terasa emosinya. Hmm iya, kayak produk kerudung ya. Saya memang lebih suka dengan kerudung yang dipakai oleh model. Apalagi kalau modelnya cantik. Tambah pengen beli, deh!

Tidak terasa, waktu belajar di worshop ini sudah selesai. Wah, benar-benar bergizi materi hari ini. Semoga bisa saya terapkan jika nanti dapat hidayah untuk menghidupkan lagi usaha aksesoris handmade yang mati suri (aamiin).

Oia, dalam workshop ini para peserta bisa ikut memajang produk UKM miliknya di pojok foto yang disediakan oleh panitia. Maap itu ada saya nggak sengaja ikutan mejeng. Lagi nungging motret ikan petek, hehe.


Ada yang ngegemesin nih, boneka owl dan kucing Loli Toti milik Mbak Een. Lucunya!



 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Boneka Lolitoti
Ada lagi yang menggiurkan, yaitu Sipetek yang dibawa Desi Namora. Nyomot dikit ah! Hmm... enak! Boleh nyomot banyak nggak? Hehehe.




Produk milik peserta lainnya ada Shirin Pie, Cireng Kriwil, Stik Cireng, pisang lumer, pancake durian,  GoCat khusus untuk kucing, dan aneka produk kosmetik.


 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Produk UKM milik peserta
Acara  worshop ini bertabur hadiah lho! Untuk peserta terbaik yang update di media sosial mendapatkan hadiah dari para sponsor. Hei, saya menang berkat update status di Twitter tentang kegiatan ini. Dapat hadiah kaos anak yang keren banget! Alhamdulillah, makasih ya!
 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Bertabur hadiah untuk para peserta
Alhamdulillah, tuntas sudah acara workshop hari ini. Tambah ilmu dari para pemateri, dapat kenalan teman-teman baru pelaku UKM, dan pastinya tambah hepi karena bisa kumpul bareng teman-teman tersayang dari Asinan blogger. Sebelum bubar, foto bareng dulu dong...

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Foto bareng pemateri dan peserta workshop

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Wajah-wajah bahagia
Terima kasih untuk nara sumber Kang Achoey dan Mbak Shitaries. Terima kasih untuk Net1, The Dimsum ID, dan para sponsor lain yang mendukung acara ini. Tidak ketinggalan, salut dan banyak terima kasih untuk usaha tim panitia dari Asinan Blogger. Senang dan bangga bisa jadi bagian dari Asinan blogger. Asinan blogger, banyak rasa penuh cinta.

Nantikan kegiatan dari Asinan blogger selanjutnya ya! Dijamin nggak kalah keren!

Salam manis dari saya ^_^

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Asinan blogger: banyak rasa penuh cinta.


>>>> Read More >>>>

Sabtu, 27 Januari 2018

Mengisi Liburan di Andalusia Islamic Camp



Masih seputar cerita liburan akhir tahun. Maapken, jangan bosen ya, hehe. Saya riweuh di tempat lain jadi nggak sempat update blog walaupun kegiatannya sudah selesai. Nggak apa-apa. Semoga informasi ini bisa berguna bagi siapa saja yang berminat mengikuti kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun oleh DKM Andalusia.

Saya mendapat info tentang kegiatan ini dari tetangga jauh sekaligus kakak kelas waktu kuliah dulu, Teh Desi. Nuhun Teh. Begitu dapat infonya via Whatsapp, langsung saya bilang ke Bapa. Dilihat dari rentang usia pesertanya, Kk Rasyad cocok untuk ikut Andalusia Islamic Camp (AIC). Kalau Dd Irsyad masih terlalu kecil, belum bisa mandiri kalau ditinggal nginep sendiri. Sedangkan Aa Dilshad sudah SMA. Peserta yang boleh ikut yaitu kelas 4 SD sampai 3 SMP.

Andalusia islamic camp
Banner Andalusia Islamic Camp
AIC berlangsung dari hari Jum'at sampai hari Minggu, tanggal 29, 30, dan 31 Desember 2017. Biaya sebesar Rp. 300.000 untuk membayar sertifikat, snack, makan pagi, makan siang, makan malam, kaos, pin dan sticker, dan buku mutabaah. Waktu check ini pada hari Jumat usai shalat dhuhur sampai pukul 16.00 di Masjid Andalusia Islamic Centre Sentul City Bogor.

Sebenarnya, kami sekeluarga sudah sering mampir ke mesjid Andalusia untuk shalat berjamaah. Misalnya saat lagi jalan-jalan di sekitar Sentul, habis main di Jungle Land, atau setelah makan siang di Ah Poong. Yang terakhir ini deket banget, tinggal nyebrang! 

Andalusia islamic camp
Mesjid Andalusia (dok panitia)
Saya dan Bapa mengantar Kk Rasyad ke Mesjid Andalusia. Anak laki-laki menempati lantai 3 mesjid untuk tempat mereka tidur. Sedangkan anak perempuan ditempatkan di aula. Aula juga menjadi tempat kegiatan bersama peserta AIC putra dan putri (setelah barang-barang dan peralatan tidur dibereskan di pinggir ruangan).

Andalusia islamic camp
Kk Rasyad saat baru tiba di AIC
Saat baru tiba, Kk Rasyad masih diam saja karena belum mengenal satu pun teman-teman yang ikut AIC. Sambil menunggu shalat Ashar, saya dan Bapa menemani Kk Rasyad di kapling tidurnya. Menikmati semilir angin usai hujan yang sejuk lumayan bikin ngantuk...

Andalusia islamic camp
Kubah mesjid Andalusia
Andalusia Islamic Camp for kids ini dilaksanakan oleh DKM Andalusia. Menurut keterangan pada website www.masjidandalusia.com, tujuan menyelenggarakan kegiatan ini atas dasar kenginan mengisi liburan akhir tahun anak dengan kegiatan yang positif dan membangun spiritualias anak agar tumbuh menjadi generasi islami. Karena acara ini untuk anak-anak, kegiatannya dilakukan penuh nuasa keislaman dalam suasana yang ceria. Bercengkrama dengan Al Quran, menyimak kisah hikmah serta pendidikan iman dan aqidah yang kuat menjadi beberapa agenda dalam islamic camp selama ini. 

Andalusia Islamic Camp 2017 ini mengusung tema: Menjalin Silarurahmi Sejak Dini Guna Membangun Generasi Islami Bernuansa Qur'ani. Agenda kegiatannya meliputi: 
  • Tahfidz 
  • Tahsin 
  • Manasik Haji 
  • Kepalestinaan 
  • Muraja'ah 
  • Fun Game 
  • Tahajjud 
  • Memanah 
  • Outing 
  • Pemutaran Film Islami 
Acara pembukaan AIC dimulai. Saya dan Bapa duduk dibekalang para peserta dan menyimak satu demai satu rangkaian acara. Mulai dari pembacaan ayat suci Al Quran, kata sambutan, sampai perkenalan dari panitia acara. 

Saya perhatikan, panitia dari DKM Andalusia sangat tanggap dan cekatan mempersiapkan acara ini. Untuk memudahkan pengawasan dan memantau perkembangan mereka selama mengikuti kegiatan, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan satu kakak panitia sebagai pembimbing. 

Selanjutnya, pembacaan kelompok seduai dengan usai peserta. Kk Rasyad masuk ke kelompok yang dipimpin oleh Kakak Maulana Septiadi (Alan). Setelah berkenalan, kami pun meninggalkan Kk dan pulang ke rumah. Have fun ya, Ka!

Andalusia islamic camp
Berkenalan dengan teman baru
Rangkaian acara sudah dishare oleh panitia dalam grup Whatsapp. Jadi, orangtua bisa tahu kegiatan apa saja yang sedang berlangsung. Setelah saya dan Bapa pulang, acara dilanjutkan dengan perkenalan antar anggota kelompok dan mentoring. Dijeda oleh makan malam dan shalat Isya, mentoring berlanjut hingga pukul 8 malam. 

Sebelum tidur, anak-anak diajak menonton film disertai dengan pertanyaan interaktif. Menurut cerita Kk Rasyad, film yang ditonton adalah Good Dinosaur. Kami sudah pernah menontonnya di bioskop. Tidak apa, film ini bagus kok. Banyak pesan moral yang bisa dipetik hikmahnya.

Andalusia islamic camp
Suasana di dalam aula (dok panitia)
Usai menonton film, anak-anak tidur dan dibangunkan untuk shala tahajud pada pukul 3 pagi. Dilanjutkan dengan shalat subuh dan mentoring hingga pukul 5.30 pagi. Selanjutnya, acara senam pagi bersama di halaman parkir mesjid yang luas. Lalu mandi pagi dan sarapan. Tenang, jumlah kamar mandi di mesjid Andalusia ada banyak. Jadi meski bergantian mandi, semua bisa selesai tepat waktu.

Suasana di sekitar area mesjid (dok panitia)
Sudah rapi, cantik, dan ganteng semua nih! Anak-anak diajak untuk manasik haji di halaman belakang mesjid. Bangunan miniatur Kabah sudah melengkapi mesjid ini dan kerap digunakan untuk latihan manasik untuk anak-anak. Sambil menunggu giliran manasik, digelar games interaktif untuk masing-masing kelompok. 

Istirahat dulu, shalat dhuhur dan makan siang. Acara selanjutnya adalah game, dilanjutkan dengan latihan persiapan tampil sampai tiba waktu shalat ashar. Panahan jadi kegiatan selanjutnya sampai waktunya mandi sore, shalat maghrib, mentoring, dan makan malam.

Andalusia islamic camp
Games seru (dok panitia)
Andalusia islamic camp
Kk Rasyad belajar memanah (dok panitia)
Nah, pada hari Sabtu malam inilah, saya dan Bapa kembali ke AIC untuk menengok Kk Rasyad. Kami shalat isya di mesjid, lalu turun ke aula. Ternyata, malam itu akan aca acara pentas. Kk Rasyad yang sempat melihat kami berdua cuma cium tangan lalu ngacir lagi ke kelompoknya. Hmm, kayak nggak mau diganggu nih. Sudah asyik ya, Ka! Okedeh, kita pulang dulu...

Usai kami pulang, anak-anak berkumpul untuk menyimak dongeng islami yang dilanjutkan dengan penampilan dari masing-masing kelompok. Kelompok Kk Rasyad menampilkan shalawat. 

Andalusia islamic camp
Kelompok Kk Rasyad (dok panitia)
Andalusia islamic camp
Foto bareng setelah pentas (dok panitia)
Usai tampil, semua peserta berfoto bersama lalu pergi tidur ke tempatnya masing-masing. Seperti pada hari sebelumnya, mereka juga dibangunkan untuk shalat tahajud dan dilanjutkan dengan shalat subuh serta mentoring.

Pada hari terakhir ini, peserta diajak berjalan-jalan di lingkungan sekitar mesjid. Sekalian olahraga jalan pagi. Selanjutnya anak-anak sarapan bersama, mandi, dan mengepak barangnya masing-masing untuk pulang. Berikut foto-foto kegiatan pagi tersebut...

Andalusia islamic camp
Jalan-jalan pagi (dok panitia)
Andalusia islamic camp
Sarapan bareng (dok panitia)
Andalusia islamic camp
Sarapan di tempat parkir yang luas (dok panitia)
Acara terakhir adalah penutupan. Saya dan Bapa tiba ketika acara penutupan sudah dimulai. Peserta terlihat sudah saling akrab satu sama lain. Kk Rasyad juga begitu dengan teman-teman kelompoknya. Acara penutupan yang berkesan santai dan akrab diisi dengan pemutaran video dan kumpulan foto selama kegiatan berlangsung. Gelak tawa pun terdengar saat ada adegan dan foto jenaka para peserta. 

Ternyata ada penghargaan buat peserta lho! Seperti peserta dengan nilai tertinggi dan peserta terfavorit. Juga penghargaan untuk kelompok dan kakak pembimbingnya. Selamat untuk semuanya! Kk Rasyad tidak mendapat hadiah penghargaan. Tapi menjadi salah satu dari 170 peserta AIC ini sudah menjadi pengalaman berharga tersendiri. Semoga kegiatan ini menjadi kenangan indah buat Kk Rasyad.

Berikut ini foto anggota kelompok Kak Alan, dari kiri ke kanan depan: Aji, Rifki, Tsani, teman dari kelompok lain, dan Kk Rasyad. Belakang dari kiri ke kanan: Kak Alan, Rafael, dan Raffa.

Andalusia islamic camp
Bersama teman satu kelompok (dok panitia)
Sebelum pulang, orangtua menemui kakak pembina untuk menerima piagam dan membahas nilai. Menurut Kak Alan, Kk Rasyad bisa mengikuti kegiatan AIC dengan baik. Bisa menghapal dengan cepat dan semoga potensinya bisa lebih dikembangkan lagi. Terima kasih banyak untuk bimbingannya, Kak Alan.

Andalusia islamic camp
Foto bareng Kak Alan
Foto bareng seluruh peserta AIC? Tentu dong! Terima kasih untuk semua kakak panitia atas usahanya menyelenggarakan kegiatan yang seru ini. Semoga sukses terus DKM Andalusia dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Sampai jumpa di Andalusia Islamic Camp tahun berikutnya!



Andalusia islamic camp
Peserta AIC 2017 (dok panitia)

Info lengkap tentang Andalusia Islamic Camp bisa hubungi alamat berikut:
  • Website : www.masjidandalusia.com 
  • Instagram : andalusia.official 
  • Twitter:@AndalusiaIC 
  • Facebook : DKM Andalusia 
  • Mesjid Andalusia: Jl. Insinyur H. Juanda No. 78 Citaringgul Babakan Madang Bogor Jawa Barat 




>>>> Read More >>>>

Sabtu, 13 Januari 2018

Staycation Bertiga di Hotel Mercure Simatupang



Staycation bertiga di Hotel Mercure Simatupang. Lho, staycation kok bertiga? Pasukan riweuh kurang komplit, nih! Iya, pergi numpang nginep kali ini cuma bertiga aja. Kk Rasyad nggak mau ikut karena mau tanding sepak bola di komplek. Karena Kk Rasyad nggak ikut, maka Aa Dilshad nemenin di rumah. 

Kenapa staycation lagi? Bukannya kemaren baru aja staycation di Hotel Mercure Ancol? Hm, ngaku nih. Sebenernya staycation akhir tahun ini dalam rangka memanfaatkan nginep gratisan dari sebuah member card yang Bapa miliki. Jatah sudah terpakai waktu menginap di Hotel Santika Cirebon. Nah, tinggal satu lagi. Harus buru-buru dipakai biar nggak gosong pada akhir bulan Desember 2017.

Staycation gratisan yang nggak sempat saya tulis di blog adalah waktu menginap di Hotel Ibis Bandung. Selain lelah karena perjalanan dari Bogor, saya juga puyeng melihat banyaknya pengunjung hotel. Kalau sudah begitu, saya nggak mood buat berkeling hotel dan memotret fasilitas yang ada. Blogger tanpa motivasi ya. Andai ada yang bayar, saya pasti semangat untuk mereview, hihi.

A post shared by Emak Riweuh (@innariana) on

Staycation gratis berikutnya mau ke mana? Setelah berunding nggak mau pergi jauh, pilihan jatuh ke Hotel Mercure Ancol. Namun, terjadi kesalahan booking yang membuat Bapa harus membayar. Gagal staycation gratis, usaha lagi dong. Kali ini berhasil booking ke Hotel Mercure Simatupang. Sayang, waktunya kurang pas. Aa dan Kk kayaknya udah kelihatan bosen mau ke hotel. Mereka lebih suka mager di rumah, haha.

Ya sudah, yang penting ada satu anak yang dibawa yaitu Dd Irsyad. Kesannya saya nggak kayak bulan madu kalau cuma staycation berduaan sama Bapa aja, haha. Ditambah, saya jadi nggak kesepian berangkat ke Jakarta naik umum. Oia, kami menginap pada hari Jumat tanggal Desember 2017. Bapa ke hotel langsung dari kantor. Sedangkan saya dan Dd Irsyad berangkat dari Bogor naik krl dan taxi.

Sampai di Hotel Mercure Simatupang, saya sempat ditolak oleh resepsionis. Demi kemanan, katanya harus Bapa sendiri yang check in sebagai pemegang kartu yang memanfaatkan fasilitas gratis ini. Saya langsung menelpon Bapa, menjelaskan apa yang terjadi dan memberikan telepon pada mbak resepsionis. 

Saya mah pasrah, kalau disuruh nunggu sampai Bapa datang ya sudah, saya tunggu di lobi sampai magrib. Tapi untunglah akhirnya saya diperbolehkan masuk dengan catatan Bapa harus melapor ke meja resepsionis dulu. Oke deh...

Karena lelah dan agak gondok, saya malas berkeliling area hotel untuk memotret. Serupa ama postingan sebelumnya, saya ambil beberapa foto dari website hotel saja ya. Toh saya review hotel ini kan nggak dibayar, hehe.

Masuk ke dalam kamar hotel di lantai 8. Karena ini adalah hotel bisnis yang terletak di tengah kota, penataan kamarnya minimalis dan ada meja kerja yang melengkapi kamar ini.

Suasana kamar hotel (foto: mercuresimatupang.com)

Dd Irsyad langsung tiduran

Pintu ke luar kamar (atas) dan pintu ke kamar mandi (bawah)

Sambil menunggu Bapa datang, Dd Irsyad asyik nonton Youtube sementara saya mah anteng aja nonton film lama Mas Nunu eh Keanu Reeves yang berjudul Devil Advocate di tv kabel. Pas Bapa datang, saya sudah menyiapkan teh hangat untuk berbuka puasa. Kami pun makan malam bersama usai shalat maghrib. Makan apa? Saya bawa nasi timbel, ayam goreng, dan sambal lalap. Kok nggak beli di luar? Malas ah. Di sekitar hotel nggak ada tukang jualan. Eh ada sih. Tapi kami malas jalan kaki ke mall yang kalau nggak salah namanya Point Square. 

Malam itu, kami bertiga cuma bermalas-malasan di kamar hotel. Pemandangan yang terlihat di jendela kamar kami pada malam hari sangat cantik dengan lampu jalan dan lampu mobil yang berkerlap-kerlip. Berikut pemandangan di jendela pada malam dan pagi hari...

Pemandangan dari jendela pada malam dan pagi hari

Pagi telah tiba! Saya lupa membawa bekal cemilan karena riweuh bawa tas dan menggandeng Dd Irsyad naik kendaraan umum. Minum teh manis sedikit, saya dan Bapa mengantar Dd Irsyad yang kepingin berenang. Kolam renang terletak di lantai paling atas. Tepatnya di roof top lantai 19. 

Berdampingan dengan kafe Karumba, kolam renang ini nampaknya cuma sebagai pemanis saja. Yah namanya juga hotel bisnis dan bukan hotel keluarga, jadi kolam renangnya minimalis saja. 

Kolam renang di website Hotel Mercure
Kolam renang yang sesunguhnya (kolam anak ditutup)

Tidak jadi berenang, kami akhirnya hanya melihat-lihat suasana di Karumba. Interiornya cantik dan instagramable banget. Sayang, saya lagi nggak mood berfoto karena agak lapar.  

Interior yang cantik (foto: mercuresimatupang.com)

Nyaman dan santai (foto: mercuresimatupang.com)
Di seberang kolam renang ada ruangan untuk fitnes. Sayang belum dibuka karena masih terlalu pagi. Padahal saya penasaran banget karena seumur hidup belum pernah masuk ke tempat fitnes. Bukannya apa-apa. Tempat fitnes sebenernya ada juga yang dekat sekolah anak-anak. Saya aja yang udah horor duluan karena takut nemu yang aneh-aneh di sana, hehe.
Tempat fitnes (foto: mercuresimatupang.com)

Oke, sebelum balik lagi ke kamar hotel untuk siap-siap check out, foto-foto dulu deh...


Anak kecil yang nggak jadi berenang

Masih cocok kelihatan kayak baru punya anak 1 nggak?
Oia, di Hotel Mercure Simatupang ada dua tempat makan lagi. Yaitu Grafitti Restaurant dan Madeleine & Macaron (M&M). Keduanya terletak di lantai dasar. Yang pertama adalah restoran dengan aneka menu buffet dan western food. Sedangkan M&M cocok untuk kudapan ringan, pastry, dan kopi atau teh. 

Grafitti Restaurant (foto: mercurejakartasimatupang.com)
Madeline and Macaron (foto: mercuresimatupang.com)

Kami check out setelah Dd Irsyad selesai mandi. Anak kecil ini kecewa tidak jadi berenang karena kolam renang anak yang ditutup. Berhubung masih pakai baju renang, Dd Irsyad sengaja memuaskan diri bermain air shower sambil tetap memakai baju renang, hehe.

Ornamen natal di lobi hotel
Kok buru-buru amat pulangnya? Iya nih, laper banget soalnya! Lagipula, hati ini nggak tenang ninggalin Aa Dilshad dan Kk Rasyad di rumah. Memang sih, mereka nggak berdua di rumah. Ada Mak Onih, asisten pulang pergi yang saya minta nginep untuk menjaga mereka. 

Kami memutuskan untuk sarapan di rest area. Makan apa? Cukup soto ayam yang harganya lebih mahal dari harga normal (harap maklum). Nggak apa-apa, yang penting nggak semahal kalau sarapan di hotel, haha. Dasar emak pengiritan!

Alhamdulillah, akhirnya tahun ini bisa juga ngerasain yang namanya staycation gratisan.  Sampai tiga kali malah (di Hotel Santika Cirebon, Hotel Ibis Bandung, dan Hotel Mercure Simatupang). Maklum, sebagai blogger yang mager parah, rejeki staycation gratisan buat saya adalah jauh dari angan-angan. Jadi, saya mah cukup bahagia menikmati staycation gratisan dari suami aja ^_^


>>>> Read More >>>>