Jumat, 09 Februari 2018

Workshop Optimasi Media Sosial untuk UKM

 Optimasi Sosial Media untuk UKM



Hari Sabtu pagi, tanggal 5 Februari 2018. Bogor hujan cukup deras. Meskipun begitu, cuaca tidak menyurutkan langkah saya untuk datang ke workshop di Kafe Taman Koleksi IPB. Tema workshop sangat menarik dan tentu saja bermanfaat untuk siapa saja yang sedang dan baru mau memulai usaha, yaitu: Optimasi Media Sosial untuk UKM (Isaha Kelas Menengah). 



Saya datang bersama Mbak Maya dan Peny dari pinggir kota Bogor. Niat untuk datang lebih pagi supaya bisa membantu teman-teman panitia batal karena jalanan macet. Ah iya, workshop ini diselenggarakan oleh komunitas Asinan Blogger, tempat saya bergabung menjadi anggota. 

Begitu sampai, langsung saja wajah-wajah cantik menyambut kedatangan para peserta di meja registrasi. Ada Mbak Arin, Mbak Dwina, dan Mbak Winny. Aih, udara Bogor yang dingin mendadak jadi hangat dengan senyuman dari para minca (mimin cantik) Asinan Blogger ini.


 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Senyummu mengalihkan duniaku (foto bawah: WaG Asinan Blogger)

Sambil menunggu peserta yang lain datang, saya mengambil aneka cemilan dan minuman hangat di meja yang sudah disediakan. Saya pilih teh dengan sedikit gula, lalu duduk manis di tempat yang sudah disediakan oleh panitia. Sebelum acara dimulai, foto-foto dulu sebentar ah...


Ada makanan favorit saya nih: dimsum! Dimsum dari The Dimsum ID ini merupakan salah satu sponsor workshop. Wah, langsung dilahap! Hmm, enak! Tuntas sudah kengileraan saya yang menahan diri ketika memotret dimsum ini sebelum dimakan.


Selang beberapa waktu kemudian, workshop pun dimulai. Acara dibuka dengan kata sambutan dari Mbak Nefertite Feriyanti sebagai MC. Mba Yanti, begitu saya biasa memanggilnya, menyapa para peserta dan kemudian menjelaskan sekilas tentang komunitas Asinan blogger sebegai penyelenggara acara. 
 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Mbak Yanti sebagai MC
Pemateri pada sesi pertama adalah Kang Achoey, pemilik kedai Mie Janda di Cibinong. Pria bernama lengkap Cucu Haris ini akan berbagi cerita tentang pengalamannya sebagai praktisi UKM. Bagaimana cara beliau merintis usaha dari bawah sampai bisa sukses seperti sekarang.
Salah satu menu di Mie Janda (foto: FP Mie Janda)
Btw, saya sering lho, makan di Mie Janda waktu masih dekat dari rumah. Sekarang agak jauh, jadi jarang ke sana lagi. Padahal, 3 boyz suka banget makan mie di Mie Janda. Nanti ke sana ah. 

Kang Achoey memperkenalkan diri. Beliau bercerita saat dirinya masih menjadi blogger dan ikut mendirikan komunitas Blogger Bogor. Ternyata, beliau adalah blogger jaman old (punten Kang). Selain pernah menjadi blogger, Kang Achoey juga sempat menulis novel lho! 


Sebagai blogger, tentu saja Kang Achoey melek media sosial. Beliau memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan usahanya. Mie Janda langsung dikenal luas hanya dalam waktu 2 tahun! Terbukti, bukan hanya Mie Janda saja yang sukses. Usaha lain yang sempat digeluti Kang Achoey seperti berjualan sarung pun bisa laris manis berkat media sosial. Disusul dengan jenis usaha lainnya yang tidak kalah mendulang sukses. 

Saran Kang Achoey untuk para pemilik UKM, gunakan media sosial bukan hanya untuk berjualan saja. Supaya lebih menarik, buat story telling, ceritakan sejarah produknya. Dengan demikian, pelanggan punya keterikatan emosional dengan produk yang mereka beli.



Giat berbisnis, Kang Achoey aktif juga aktif di berorganisiasi. Banyak organisasi dan komunitas entrepreneur yang diikuti beliau. Salah satunya adalah komunitas TDA (Tangan Di Atas) dan komunitas Bogor Berdaya. Di Bogor Berdaya, Kang Achoey bahkan ditunjuk sebagai direktur. Keren! 

Selanjutnya, Kang Achoey menjelaskan tentang cara mengunakan channel marketing untuk memasarkan produk kita. Gunakan media sosial yang tepat untuk gaya berjualan kita. Setelah produk siap, upload di media sosial untuk memasarkan produk kita. Jangan lupa untuk saling dukung dan saling beli dari teman-teman sesama penjual agar interaksi yang terjalin semakin baik. Tahu sendiri dong, interaksi antar blogger itu oke banget! Bisa nih dimanfaatkan!

Internet marketing penting untuk digunakan untuk mengembangkan usaha. Berikut ini adalah tiga hal yang diperlukan dalam internet marketing, yaitu STP, meliputi:
  • SEGMENTING (segmen yang dituju)
  • TARGETTING (target market)
  • POSITIONING (memposisikan diri sebagai sesuatu yang beda dari yang lain)
Setelah menentukan STP, lakukan langkah berikut:
  1. Membuat brand atau merk yang sesuai dengan karakter produk. Brand ini harus dipertahankan. Kekuatan branding bisa terus dibangun lewat media sosial.
  2. Mencari niche atau celah pasar yang akan menjadi target konsumen kita. Jangan lupa, tonjolkan kelebihan produk kita sehingga konsumen bisa melihat bahwa produk buatan kita berbeda dan unik. Ini disebut USP (unique selling point). 
  3. Inovasi produk. Mengembangkan produk agar konsumen setia kepada kita. 
Personal branding dan kualitas produk menjadi kekuatan bertahannya sebuah produk yang kita jual. Saat branding dengan menggunakan media sosial, Kang Achoey menyarankan untuk memakai Facebook Ads.  Namun sebelum menggunakan Facebook Ads, tes dulu jualan produk kita lewat akun Facebook pribadi. Jika sudah oke di akun pribadi, baru merambah ke Facebook Ads. 

Ciri-ciri USP: 
  • benar- benar unik
  • sangat menyenangkan dan seru untuk target market tertentu
  • sesuatu yang akan banyak dibicarakan oleh banyak orang
  • tidak mudah ditiru. Karena bisnis yang ditiru akan dianggap murahan (contoh: orang malu pakai produk tiruan).
Sebagai contoh yaitu USP pada Mie Janda. USP yang digaungkan: mie sehat tanpa MSG, harga terjangkau, dan ada keberkahan karena hasil penjualan sebagian disisihkan untuk amal. Sedangkan untuk inovasi, Mie Janda selalu

Kang Achoey mengingatkan agar kita berupaya mengubah PELUANG jadi UANG. Caranya? Cukup coret huruf PEL sehingga PELUANG berubah menjadi UANG. Huruf yang dihapus adalah PEL, yaitu menghilangkan Pesimis, Emang gue pikirin, dan Lemah letih lesu loyo. Selanjutnya, UANG = ide + percaya diri + action.
Jadi, dalam berbisnis kita harus punya mindset yang positif, optimis, pantang menyerah,  dan pantang pulang sebelum padam (seperti pemadam kebakaran yang terakhir ya). Cara menjaga mindset untuk tetep positif sgt penting. Dengan mindset positif, sikap kita menjadi yakinan sehingga hasilnya positif. 

Sebagai pamungkas, Kang Achoey mengajak peserta untuk menyamakan persepsi dalam berbisnis:
"Insan terbaik adalah manusia paling banyak manfaatnya untuk sebanyak-banyaknya manusia lainnya. "
"Bisnis yang sukses adalah perusahaan komersial yang profitable, bisa bekerja maju tanpa kehadiran kita dan bisa membuat kita semakin mampu berbagi." 
Materi dari Kang Achoey diakhiri dengan sesi tanya jawab dari peserta. Salah satu pertanyaan dari peserta, yaitu Mbak Nunik, adalah bagaimana cara  memperlakukan staf yang baik agar betah bekerja pada kita. Jawaban dari Kang Achoey: untuk punya tim terbaik, maka jadilah leader yg terbaik! 

Break makan siang dan shalat dulu. Hidangan prasmanan yang ada di meja yaitu daging rendang, capcay sayuran, sop, dan perkedel jagung serta pelengkap sambal dan kerupuk resmi menjadi menu makan siang saja.

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Mari makan (model: Mbak Alma)
Acara selanjutnya adalah perkenalan Net1 yang menjadi sponsor utama workshop. Selaku pembicara adalah Mbak Sally Oktovianti yang akrab disapa Ei. Mbak Ei menjelaskan tentang produk Net1 sebagai penyedia layanan jaringan internet. Net 1 beroperasi di daerah yang tidak terjangkau operator lain seperti di pelosok Papua, Sumatra Selatan, Aceh, Bali, dan Lombok. 


Sedangkan untuk kota Bogor, Net1 sudah ada namun belum resmi diluncurkan. Rencananya, per bulan Maret atau April nanti, Net1 menjadi satu-satunya penyedial layanan jaringan internet yang punya lisensi di frekuensi 450 Mhz. Yaitu karakteristik frekuensi yang memiliki jangkauan sinyal lebih baik. Net1 juga dilengkapi dengan kecanggihan teknologi 4G LTE untuk kecepatan akses internet.

Pemateri selanjutnya adalah Mbak Shintaries, founder Blogger Perempuan Network. Beliau berbagi tentang optimasi media sosial untuk UKM. Meliputi media sosial apa saja yang efektif untuk mempromosikan produk sesuai  dengan target marketnya.


 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Mbak Shintaries

Menurut Mbak Shinta, media sosial menjadi market untuk dunia usaha. Kenapa? Karena media sosial efektif untuk menjangkau pasar yang lebih besar di dunia online saat ini. Media sosial untuk berjualan mempunyai yang berbeda. Pahami dulu cara berjualan di media sosial berikut ini:
  • Facebook: promosi (harus banyak cerita), display, channel penjualan.
  • Twitter: kekuatan kata-kata untuk berpromosi
  • Instagram: promosi, dsiplay (foto harus bagus), penjualan
  • Line: untuk pemesanan dan layanan customer service
  • Whatsapp: untuk pemesanan dan layanan customer service
Media sosial Facebook sangat efektif untuk membangun personal branding. Ini penting lho untuk jadi pondasi dalam dunia usaha. Fitur beriklan yang berbayar dari Facebook adalah Facebook Ads. Dengan Facebook Ads, konsumen yang dijangkau lebih luas karena iklan produk kita bisa dilihat oleh lebih banyak calon konsumen,

Sambil beriklan di Facebook Ads, jangan ketinggalan tetap bangun personal branding lewat akun Facebook pribadi. Cara ini paling efektif dan tentu saja paling murah karena tidak perlu membayar alias gratis. 

Apa yang harus dilakukan untuk membangun personal branding? Lakukan 5 langkah strategi pasar berikut ini:
  1. Defining (meliputi perencanaan dan persepsi pelanggan terhadap produk)
  2. Positioning (target market dan sasaran penjualan)
  3. Community (komunitas)
  4. Value (nilai produk)
  5. Loyalty to Customer (kesetiaan terhadap pelanggan)
Cara tepat untuk defining produk: tujuan usaha, target pencapaian, target market, delivery, strategi marketing, fokus, konsisten, dan brand element. Semua ini penting agar usaha yang kita jalankan punya arah yang jelas.

Ada 4 hal penting yang harus diperhatikan dalam positioning produk: 
  • Personality: bentuk sebuah personal brand yang dekat dengan pelanggan.
  • Audience: cari tahu dimana audience berada.
  • Benefit: kenapa pelanggan harus beli di tempat kita
  • Awareness: kedekatan brand dengan pelanggan
Strategi pasar selanjutnya adalah Community, yaitu masuk ke komunitas-komunitas guna memperbesar pasar. Langkah yang dilakukan adalah:
  • diskon untuk pembelian selanjutnya
  • diskon share di media sosial
  • gunakan hastag
  • fokus di satu atau dua channel media sosial
  • engage dengan pelanggan
  • giveaway atau kuis
Jangan lengah untuk terus memantau value produk, karena value inilah yang membuat pemasaran produk kita bertahan lebih lama. Perhatikan hal berikut untuk memantau value produk:
  • fokus ke kualitas
  • elegan dan etika
  • high quality product
  • konsistensi
Mbak Shinta juga menjelaskan bahwa ada sisi psikologis yang secara magis bisa memikat pelanggan, yaitu warna produk. Ah iya, bener juga. Saya cenderung membeli setelah melihat produk yang warnanya menarik perhatian. Untuk memberikan warna pada produk, bisa lihat Color emotion guide pada slide berikut:

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Color emotion guide (foto: Desi Namora)
Produk sudah ada. Mau dijual ke mana, nih? Bisa lewat media sosial yang sudah dijelaskan di atas, yaitu Facebook, Instagram, Line, Whatsapp, dan Twitter. Selain itu masih ada platform toko online seperti Tokopedia atau BukaLapak. Tambahan lagi dengan melalu website jualan pribadi. Wah, dijamin cepat laris deh, Sis!

Menurut Mbak Shinta, inilah yang ada di pikiran konsumen sebelum beli produk hingga terjadi transaksi penjualan (disebut AIDA sales process):
  1. Awareness: tidak akan membeli jika tidak paham produknya.
  2. Interest: apakah produk ini sesuai dengan kebutuhan.
  3. Desire: yakin bahwa produk ini bisa memenuhi kebutuhan.
  4. Action: melakukan pembelian.
Proses awareness dipengaruhi oleh promotion dan sales channel. Proses interest dipengaruhi oleh promotion dan produk. Proses desire dipengaruhi oleh produk, price, dan sales channel. Sedangkan proses action didukung oleh ketersediaan produk, budget, dan authority.

Jadi, sebelum membeli biasanya calon customer merasa perlu untuk meliat produk kita sebanyak 10-20 kali. Agar menarik perhatian, gunakan foto produk dengan model. Karena menurut fakta, pembeli lebih suka melihat produk yang diperagakan oleh model daripada manekin karena lebih terasa emosinya. Hmm iya, kayak produk kerudung ya. Saya memang lebih suka dengan kerudung yang dipakai oleh model. Apalagi kalau modelnya cantik. Tambah pengen beli, deh!

Tidak terasa, waktu belajar di worshop ini sudah selesai. Wah, benar-benar bergizi materi hari ini. Semoga bisa saya terapkan jika nanti dapat hidayah untuk menghidupkan lagi usaha aksesoris handmade yang mati suri (aamiin).

Oia, dalam workshop ini para peserta bisa ikut memajang produk UKM miliknya di pojok foto yang disediakan oleh panitia. Maap itu ada saya nggak sengaja ikutan mejeng. Lagi nungging motret ikan petek, hehe.


Ada yang ngegemesin nih, boneka owl dan kucing Loli Toti milik Mbak Een. Lucunya!



 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Boneka Lolitoti
Ada lagi yang menggiurkan, yaitu Sipetek yang dibawa Desi Namora. Nyomot dikit ah! Hmm... enak! Boleh nyomot banyak nggak? Hehehe.




Produk milik peserta lainnya ada Shirin Pie, Cireng Kriwil, Stik Cireng, pisang lumer, pancake durian,  GoCat khusus untuk kucing, dan aneka produk kosmetik.


 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Produk UKM milik peserta
Acara  worshop ini bertabur hadiah lho! Untuk peserta terbaik yang update di media sosial mendapatkan hadiah dari para sponsor. Hei, saya menang berkat update status di Twitter tentang kegiatan ini. Dapat hadiah kaos anak yang keren banget! Alhamdulillah, makasih ya!
 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Bertabur hadiah untuk para peserta
Alhamdulillah, tuntas sudah acara workshop hari ini. Tambah ilmu dari para pemateri, dapat kenalan teman-teman baru pelaku UKM, dan pastinya tambah hepi karena bisa kumpul bareng teman-teman tersayang dari Asinan blogger. Sebelum bubar, foto bareng dulu dong...

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Foto bareng pemateri dan peserta workshop

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Wajah-wajah bahagia
Terima kasih untuk nara sumber Kang Achoey dan Mbak Shitaries. Terima kasih untuk Net1, The Dimsum ID, dan para sponsor lain yang mendukung acara ini. Tidak ketinggalan, salut dan banyak terima kasih untuk usaha tim panitia dari Asinan Blogger. Senang dan bangga bisa jadi bagian dari Asinan blogger. Asinan blogger, banyak rasa penuh cinta.

Nantikan kegiatan dari Asinan blogger selanjutnya ya! Dijamin nggak kalah keren!

Salam manis dari saya ^_^

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Asinan blogger: banyak rasa penuh cinta.


12 komentar:

  1. Baru dengar ada mie janda hihi. Btw makasih sharingnya ya mbak. Sangat bermanfaat. Salam, muthihauradotcom

    BalasHapus
    Balasan
    1. namanya menarik kan :D
      masama. salam kembali dari Bogor

      Hapus
  2. Keren kakak, jadi kangen kumpul lagi sama Asinans blogger. Sukes selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayangg kamu dah pindah ya ernaa. miss u pisan :*

      Hapus
    2. Miss u banget ka,belum kesampean bakso bareng yaaaaa.... huhuu rindu.

      Hapus
  3. Mie Janda, aha... saya sangat tidak asing, meski belum pernah ke sana; betapa keberhasilan mengoptimalkannya di medsos sdh tak diragukan lagi ya, Mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti ga asing krna kenal :D
      setuju pak, kekuatan medsos mmng luar biasaa

      Hapus
  4. Huwaaaa lengkap bgt sharingnya mak inaaa..makasih yaaa💝

    BalasHapus
  5. Senangnya sudah dirangkum sama mbak inna, aku gak fokus kemarin soale jagain 2 bocah, hadeuhhh

    BalasHapus
  6. Terima kasih infonya, mie janda ada di kota bandung sebelah mana alamatnya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mie janda cuma ada di cibinong bogor

      Hapus
  7. Produk pesertanya seru2 ih...

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=